Friday, December 25, 2009

Prihatin di Malam Natal



Tepat kemarin malam, tanggal 24 Desember 2009, aq mengalami malam natal yang berbeda dari malam-malam natal sebelumnya. Kemudian timbul pertanyaan,” Apakah yang berbeda?” ,ternyata selama 4 tahun sebelumnya aq ke gereja di dalam sebuah gereja yang bagus dan terawat di daerah Yogyakarta. Namun yang terjadi sekarang, saya hanya merayakan ibadah natal di sebuah tenda yang tidak bisa disebut gereja dan bertempat di Universitas Budi Luhur Tangerang. Lokasinya sangat jauh dari rumahku, terletak di daerah yang sangat macet dan tempatnya serba seadanya dengan tenda dan altar yang memperlihatkan kurangnya dana serta tempat yang layak untuk paroki kami. Tempat inipun hanya disewakan pada saat perayaan natal dan paskah saja. Ketika aq datang setengah jam sebelumnya, sudah banyak sekali umat yang hadir dan cukup sulit menemukan kursi untuk duduk walaupun setelah menemukan tempat duduk,akhirnya kami sekeluarga duduk paling belakang.

Sebenarnya dalam hati saya bertanya,” Jika umat di wilayah kami yang kira kira berjumlah lebih dari 1.200 umat harus berkewajiban misa setiap hari minggu, lalu kemanakah kami harus pergi ke gereja?”.Ternyata banyak dari kami yang harus menempuh perjalanan panjang ke gereja dan memakan waktu kira kira lebih dari setengah jam demi pergi ke gereja, itupun kami ke gereja di wilayah umat katholik lain.

Mungkin anda bertanya, “Dimanakah Gereja umat katholik di wilayah kami?” .Semua ini terjadi kira kira sekitar 5 tahun yang lalu, ketika aq berangkat ke gereja jam 8 pagi dengan berpakaian rapi dan membawa alkitab, namun dari kejauhan saya melihat kira kira ada segerombolan orang berjumlah 1.000 yang berpakaian serba putih dan hampir keseluruhan membawa berbagai macam senjata mulai dari kayu, batu, parang, sampai bambu runcing mencegat jalan masuk kami. Mereka menghancurkan pintu masuk dan meneriakkan kata kata kasar yang salah satunya menyebut kami “Kaum tidak beragama”.Saya yang waktu itu baru duduk di kelas 2 SMA bingung ,”Kenapa saya yang beragama katholik disebut kaum tidak beragama.” Dan besoknya pintu masuk gereja kami langsung ditembok lapis 2 oleh mereka. Hati saya sedih sekali waktu itu, dan kami bertanya tanya,” Lalu kami harus beribadah kemana lagi?”

Hal itu terjadi sampai sekarang, kami tetap tidak memiliki gereja, sehingga tiap minggu kami harus “menumpang” di gereja umat katholik wilayah lain, serta kami hanya mampu menyewa tenda untuk hari-hari besar seperti paskah dan natal. Pada saat saya pergi ke gereja malam natal kemarin, hati saya sedikit dipenuhi emosi karena melihat keadaan gereja kami yang terus menerus tidak mendapat kejelasan ini dan hanya bisa ke gereja di sebuah tenda yang ala kadarnya. Namun saya tersadar ketika pastor saya berkata,”Beginilah keadaan gereja di wilayah kita yang hanya bisa merayakan natal di bawah sebuah tenda.Namun bersyukurlah !! karena tepat 2000 tahun yang lalu, Yesus tidak dilahirkan di dalam sebuah kamar yang hangat dan teduh, Tetapi Yesus dilahirkan di dalam sebuah kandang, sehingga kita bisa turut merasakan keprihatinan pada saat Yesus lahir dulu.” Setelah itupun hati saya tersadar dan saya bersyukur atas keadaan ini. Dan di akhir acara,” kami sama sama berdoa supaya bisa segera mendapatkan izin untuk mendirikan gereja bagi umat di wilayah kami, karena Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki toleransi beragama tinggi.

Akhir kata,” Saya ingin mengucapkan Selamat natal dan tahun baru, Semoga damai natal selalu menyertai kita semua.”

Ditulis oleh:
Denni Pascasakti

Wednesday, December 23, 2009

Kasih seorang ibu

1 minggu aq telah berada di Bandung, tinggal di kos teman SMA yang mau berbaik hati membagi kasurnya untuk tempatku tidur, dimana hampir tiap pagi juga aq harus berjalan kaki cukup jauh dari kos ke lokasi job fair di unpad karena harga angkot lumayan mahal.

Setelah melewati beberapa tes dari perusahaan yang sampai sekarang hasilnya masih saja belum final.Tibalah saatnya untuk pulang kembali ke Tangerang, menyambut datangnya natal bersama keluarga.

Dari Bandung ke tangerang , aq naik kereta parahyangan kelas bisnis yang gerbong gerbongnya masih terawat dengan baik dan kipas anginnyapun masih berfungsi. Aq pulang bersama teman seperjuangan di Geodesi yaitu Steffi. Selama perjalanan kami bercerita dan bertukar pikiran mulai dari cita cita di masa depan sampai kasus politik yang hangat di negara ini. Namun di tengah perjalanan kami teringat bahwa hari ini adalah hari spesial untuk seorang ibu, kemudian aq mengetikkan sebuah sms yang kata katanya sangatlah sederhana, “ ma, selamat hari ibu ya, semoga mama selalu dilimpahkan kesehatan , deni sayang sama mama.”. Yang dalam hitungan beberapa menit, handphoneku kembali berbunyi dan ibuku membalasnya ,” terima kasih ya, mama juga sayang sama deni.” Mungkin kata kata sms dari ku sangatlah sederhana,. Namun aq yakin bahwa seorang ibu sebenarnya tidak mengharapkan sesuatu apapun, karena mereka mencintai dengan tulus.

Sepanjang perjalanan di dalam kereta, aq melamun ke masa aq kecil dulu, aq teringat perjuangan ibuku sesungguhnya ketika aq SMP, aq pernah menulis surat di sekolah yang isinya menceritakan bahwa aq gak seneng kalo ibuku bekerja sehingga tidak ada yang memperhatikan aq selama di rumah sampai malam hari karena ayah juga bekerja sampai malam. Dan ketika ibuku membaca surat itu dari pihak sekolah, ibuku menangis. Keesokan harinya Ibu langsung pergi ke kantor dan menemui bos nya untuk berhenti bekerja. Ibu sudah mengorbankan pekerjaan nya demi aq. Karena itu sampai sekarang aq tidak akan pernah melupakan pengorbanan seorang ibu.

Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada tergantikan
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
hanya doa dan syukur yang bisa kupersembahkan untukmu
karena perjuangan ibu
tiada terbalas.

Ibu…
Aq sayang sama ibu..

Sunday, November 29, 2009

Ayo Bersepeda



Hari ini tepat tanggal 29 November pukul 20.30, aq duduk termenung di kos yang sunyi,dan diam menatap layar monitor. Mungkin di kos ini hanya ada aq seorang, tanpa tahu teman teman kos yang lain sedang pergi kemana. Nafasku masih tersenggal sengal karena seharian bersepeda. Apa? Saya bersepeda? Yak betul sekali. Bagaimana ceritannya.

Suatu hari saya mengalami rasa kekecewaan karena IPK saya sampai selesai pendadaran adalah 3,50 dan selisih 0,01 untuk medapatkan cum laude.Memang sih rasanya sedikit miris pada saat maju ke mimbar di GSP, saya hanya disebutkan namanya saja dan tidak mengenakan slempang kuning bertuliskan “cum laude” seperti ke empat teman geodesi yang lain. Walaupun hal ini sudah saya bayangkan 4 bulan yang lalu dan apabila saya masih sabar mengulang 2 mata kuliah lagi yang paling mudah sampai February 2010, masih ada kemungkinan saya mendapatkan slempang kuning itu .Namun karena aq dah gag sabar untuk lulus( karena 2012 dah kiamat kali yak.:)), ya sudahlah aq terima saja. Sehingga aq mengejar target harus dapet pekerjaan dalam waktu yang secepat cepatnya.

Berdasarkan cerita sebelumnya, aq diterima di salah satu perusahaan swasta di Jakarta yang pada saat wawancara aq melamar di posisi support engineer.Setelah melewati beberapa tes, tiga minggu kemudian aq dipanggil untuk masuk kerja dan tanda tangan kontrak.Sehingga Motor serta semua barang barang udah dipindahin dari Jogja ke Jakarta, Di hari pertama kerja aq harus bangun pukul 4 pagi kemudian naik bis dari Tangerang menuju Jakarta Utara. Sesampainya disana, setelah berbincang bincang dengan direktur utama. Ternyata aq justru ditempatkan di posisi sales engineer. Kontan saja saya kaget karena berbeda dengan posisi yang saya lamar yaitu suport engineer, dan aq mencoba untuk bertanya ke manajer salesnya mengenai pekerjaan ini, kemudian dia berkata,” Disini harus kerja mandiri den, jadi sekarang kamu belajar semua produk yang ada disini selama 1 bulan. Setelah itu , kamu cari cari sendiri alamat perusahaan di internet dan kamu buat janji untuk presentasi trus datengin deh masing masing perusahaan itu.” Waduh.. jlegeerr. Kok jadi kayak gini, jujur saja aq gag bayangin kerjaan ku selama beberapa bulan ke depan bakal door to door kayak gini.So dengan berat hati, aq resign dan bilang bahwa aq gag cocok di posisi sales.(maap ya pak)

Dan setelah itu, kembali lagi deh menjadi berstatus penganguran atau halusnya jobseeker..hehe. Karena di Jogja lagi ada job fair. Jadinya aq langsung berangkat lagi ke jogja demi menghadiri acara job fair itu. Namun sayangnya di Jogja udah gag ada motor!! Kan udah dikirim ke Jakarta ( ongkos kirimnya 380 ribu, mahal amat). Di hari pertama udah usaha minjem2 temen,tapi belom dapet motor, So aq jalan kaki tiap mau nyari makan. Trus malemnya beruntung banget ada temen yang berbaik hati ( mirah ) untuk meminjamkan sepedanya. Aq ngambilnya dari Jakal KM 8, tapi sepedanya masih gembos depan dan belakang, jadi kembali harus jalan kaki lagi nyari tukang tambal ban. Dapet tukang tambal ban yang hemat banget lagi, masa ngisi angin aje ngirit2, jadinya nih ban masih agak gembos.huh.

Selama 4 tahun tinggal di Jogja, baru kali ini muter muter jogja mulai dari nyari makan, ke greja, ke kos temen, ke tempat fotokopian pake sepeda. Emang rada capek dan banjir keringat sih, karena jalanannya agak tanjakan di daerak jakal, tapi kerasa di badan sehat juga dan yang pasti irit bensin dong. Emang rada tampak aneh banget ada sepeda diantara ratusan motor yang nyalip tadi. Coba di Jogja udah kayak di Jepang gitu ya. Yang semua mahasiswanya pada pake sepeda. Mungkin jogja bakal berkurang polusi udaranya, mahasiswa pada bisa ngirit duit bensin, dan yang pasti badannya segar bugar..hehe.. Setuju kan?

Diposting oleh:
Denni Pascasakti

Wednesday, November 04, 2009

Catatan Seorang Jobseeker



Ketika mendengar hasil ujian pendadaran bahwa saya dinyatakan lulus, perasaan yang saya alami saat itu adalah rasa bahagia yang memuncak setelah berjuang selama 4 tahun di kamus UGM tercinta dan telah berhasil menyelesaikannya. Namun ternyata itu hanyalah perasaan sesaat, karena saya kemudian dihadapkan pada pertanyaan seperti, “Kamu mau cari pekerjaan dimana?”,atau “Setelah Wisuda, kamu akan menggangur dulu atau sudah mendapatkan pekerjaan?”. Dan memang pertanyaan kedua yang menjadi momok bagi saya. Ya benar, saya ingin sekali sudah mendapatkan pekerjaan setelah saya diwisuda tanggal 19 November besok. Karena itu saya mulai membuat berbagai macam perencanaan untuk menggali informasi sebanyak banyaknya mengenai lowongan pekerjaan. Lowongan ini saya cari melalui media internet, koran , searching google, dan papan pengumuman di kampus, Dan pada saat itu dimulailah perjuangan saya dalam mencari pekerjaan.

PT THIESS INDONESIA
Suatu hari saya membuka email di Yahoo, dan mendapatkan informasi lowongan pekerjaan di perusahaan tambang bernama PT Thiess Indonesia, perusahaan ini berasal dari Australia dan sangat benefit, karena itu saya langsung melamar secara online lewat Internet pada posisi Graduate Surveyor. Dan ternyata 2 hari kemudian saya secara mendadak mendapatkan panggilan melalui telefon untuk datang ke kantor Thiess di Jakarta Selatan. Karena tidak mau menyia nyiakan kesempatan ini, dengan bermodalkan nekat,saya langsung berangkat ke rumah orang tua di Tangerang dan paginya saya menuju kantor thiess yang berada di gedung Ratu Prabu 2, gedungnya sangat mewah. Namun ada 1 hal yang saya lupakan, yaitu kurangnya persiapan. Lantas saja, ketika sampai disana badan saya kurang fit, wawancara saya semrawut terutama karena jawaban sama sekali belum saya bayangkan, dan saya lupa membawa formulir pendaftaran. Kacau sekali perasaan saya pada saat itu, padahal perusahaan ini adalah perusahaan terkenal dan benefit. Dan ternyata benar, sampai sekarang saya belum mendapat panggilan dan ada kabar kabar bahwa anak ITB yang beruntung mendapatkan posisi itu.namun saya tidak mau menyerah walupun belum diterima di posisi ini.

PT FREEPORT INDONESIA
Bertepatan dengan tenggat waktu untuk mengumpulkan syarat syarat yudisium yang sangat banyak, saya sering mondar mandir kampus untuk meminta tanda tangan dosen, dan pada saat itulah saya melihat pada papan pengumuman di Geodesi tertempel tulisan, “Dibutuhkan Sarjana Geodesi untuk mengisi posisi Graduate Development di PT Freeport Indonesia.” Tanpa pikir panjang Apalagi PT Freeport adalah perusahaan Asing Amerika dengan gaji diatas 10 jutaan, saya langsung mencatat semua syarat yang dibutuhkan. Syaratnya cukup mudah, yaitu Surat keterangan lulus, transkrip nilai, dan surat lamaran. Setelah saya mengumpulkan ke Gedung pusat UGM, saya mendapatkan panggilan untuk mengikuti tes psikologi di UPN. Dan pada hari H ujian, saya agak sedikit heran, karena untuk regional DIY hanya ada 48 pelamar saja untuk perusahaan sekaliber Freeport,sepertinya karena ada kabar penembakan karyawan Freeport akhir akhir ini.

Test disana sebenarnya tidak terlalu sulit,karena hanya mencakup kemampuan membaca sebuah artikel secara cepat dan membaca tabel serta perhitungan matematika dasar. Namun yang jadi permasalahan adalah pengumuman untuk maju ke tahap berikutnya ternyata masih satu bulan lagi, padahal masih ada tes wawancara dan tes kesehatan. Menurut saya cukup lama juga tenggat waktu yang diberikan. Karena itu saya tidak terlalu berharap banyak, tetapi mungkin hanya ada perasaan puas ketika bisa melihat nama saya tercantum di hasil tes psikologi.

PT BINTANG DELAPAN MINERAL DIVISION
Dengan perasaan agak bingung dan takut akan menggangur karena belum ada panggilan pekerjaan, saya justru melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, yaitu saya mendaftar ke sebuah perusahaan tanpa pertimbangan dan riset terlebih dahulu kepada perusahaan tersebut. Pada saat ada bukaan untuk posisi Surveyor di PT Bintang Delapan Mineral Division, saya langsung mengirim data lamaran lewat email, dan ternyata lamaran saya ditanggapi serius oleh perusahaan tersebut. Selang 2 hari kemudian, saya dihubungi oleh manajer proyeknya kemudian Ia berkata,” Denni, apakah kamu siap berangkat ke Sulawesi Tengah dengan first sallary 3 juta??,” lalu saya menjawab,” Beri saya waktu bapak, karena saya harus mempertimbangkan terlebih dahulu.” Dan bapak itu menjawab,” Baik saya beri waktu 1 hari.” Setelah itu saya malah bingung, karena saya berfikir apakah cukup dengan gaji hanya 3 juta rupiah untuk hidup di Sulawesi Tengah?? Apalagi saya tidak ada relasi di sana. Karena itu dengan perasaan sedikit bingung saya menjawab panggilan perusahaan ini dengan berkata,” Maaf bapak, saya belum mendapatkan ijin dari orang tua untuk berangkat ke sulawesi tengah.” Padahal alasan sebenarnya saya belum siap berangkat kesana dikarenakan sallary yang mungkin pas pasan dan tidak adanya anggota keluarga disana.

PT ALMEGA GEOSYSTEMS
Setelah saya menyatakan belum bergabung untuk bekerja di perusahaan PT Bintang delapan, saya pun berusaha untuk merenungi kesalahan kesalahan yang sudah saya buat dan belajar dari kesalahan tersebut untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Pada siang hari kira kira jam 2, saya mendapatkan kabar ada bukaan posisi Suport Engineer di PT Almega Geosystems. Lalu sebelum saya melakukan kesalahan lagi, saya lakukan riset sederhana terlebih dahulu dengan membuka web perusahaan ini, dan ternyata perusahaan ini termasuk perusahaan benefit yang merupakan agen distributor tunggal alat Leica di Indonesia. Saya sedikit tertarik ketika melihat visi misi dari perusahaan ini dan bidang pekerjaannya, dan setelah itu saya telefon ayahku yang berlatar belakang di bidang Geodesi mengenai perusahaan PT ALMEGA, ternyata ayah saya memberikan respon yang positif, karena apabila saya bekerja di perusahaan ini, saya dapat dikirim ke setiap perusahaan seluruh indonesia bahkan ke kantor training yang berada di luar negeri diantaranya Singapura dan Australia untuk melakukan training alat dan presentasi sehingga dapat memperluas jaringan. Dari keuntungan keuntungan tersebut, saya kirim lamaran langsung ke email direktur perusahaan ini, dan 3 hari kemudian saya mendapat email balasan untuk hadir ke kantor Almega yang terletak di Jakarta Utara, serta dibiayai tiket kereta eksekutif Pulang Pergi.. Woow Lumayan Juga Nih. Setelah itu, sayapun berangkat ke Jakarta Utara dimana pada hari sebelumnya sudah mempelajari tips and Trik wawancara.

Ketika wawancara, pertanyaan dari pewawancara ternyata hampir sama seperti di buku yang telah saya pelajari, sehingga dari persiapan sebelumnya serta rasa percaya diri, saya mampu melewati 3 kali wawancara mulai dari tingkat HRD (Ibu Lilian), Support Engineer(Mas Adit ’00), sampai Direktur PT Almega (Pak Busroni) yang orang orangnya cukup ramah. Dan di akhir sesi, direktur Pak Busroni berkata,” Saya tertarik dengan prestasi dan kepribadian anda, kemungkinan 1 minggu lagi kami beritahu kepastiannya. Mulai kerja tanggal 23 November ya.” Ketika itu saya tidak tahu perasaan yang saya alami, namun sesampainya di rumah, orang tua saya masih mendukung karena saya bisa tinggal dulu sementara di rumah ortu daerah pinggiran Jakarta sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya kost dan makan, keuntungan yang saya dapatkan yaitu uang gaji bisa saya tabung serta saya tidak perlu menggangur setelah wisuda.
Menurut saya, sebenarnya kita bisa melewati semua tes yang ada di suatu perusahaan, asalkan kita telah melakukan persiapan sebelumnya,percaya diri, dan pada saat kita gagal jangan menyerah !! karena disana akan terdapat pelajaran berharga yang bisa kita petik dan tidak terikat kontrak kerja dalam jangka waktu yang lama.

Ditulis oleh :
Denni Pascasakti ( Lulusan S1 Teknik Geodesi UGM yang masih memiliki mimpi bisa bersekolah S2 di Australia )

Monday, October 26, 2009

Setetes darah sangat berarti



Pada hari Rabu, tepatnya 1 hari sebelum saya maju ujian pendadaran. Saya berencana melihat teman saya pendadaran terlebih dahulu untuk mendapatkan gambaran mengenai ujian yang hanya dialami sekali seumur hidup itu. Rencana berikutnya kemudian langsung pulang ke kos untuk belajar mempersiapkan ujian pendadaran esok hari.
Sesampainya di kampus pukul 09.00 pagi, saya langsung melihat teman saya selama 2 jam, dengan adegan drama ujian pendadaran yang penuh dengan berbagai tekanan. Namun ketika saya berencana pulang ke kos untuk belajar.Di koridor kampus, saya bertemu dosen pembimbing yang akan menguji ujian besok pagi memanggil saya kemudian berkata,” Denni kamu golongan darah apa?”, lalu saya menjawab,” Saya golongan darah A, Pak.” Dengan wajah penuh harapan dan tergesa gesa beliau berkata,” Denni, mau kan mendonorkan darah untuk tetangga saya yang akan operasi jantung hari ini juga?”.Secara spontan saya menjawab,” Baik pak , saya bisa.” Walaupun sebenarnya saya agak bingung, karena saat itu saya sudah berencana pulang ke kos kemudian langsung belajar, apalagi saya juga belum pernah mendonorkan darah satu kalipun.
10 menit kemudian, saya berserta 1 orang teman seangkatan 2005 naik mobil berwarna merah tahun 80-an milik dosen saya menuju panti rapih untuk segera mendonorkan darah. Ketika sampai panti rapih, kami menuju ruangan yang terletak di lantai 2. Di ruangan tersebut, saya melihat ada 1 orang berusia 30an tahun sedang terbaring kesakitan di ranjang tempat tidur rumah sakit, wajahnya tampak ketakutan. Di sebelahnya ada seorang ibu yang memegang tangan nya sambil terus mengucapkan doa, tetapi sesaat kemudian ibu itu keluar ruangan, kemudian dari sudut kamar datang seseorang dengan tinggi sekitar 170 cm, berbadan kurus dan mengenakan topi yang mungkin orang tersebut adalah kakaknya, menghampiri orang yang sakit itu kemudian berkata,” Ingat dik, kamu seorang laki laki!!, apapun yang terjadi nanti, kamu harus bisa tabah. Jangan sampai menangis. Kasihan Ibumu, jagalah perasaannya. Seorang laki laki harus siap menghadapi apapun yang terjadi, kakak selalu ada di samping kamu.” Kemudian dibalas dengan anggukan orang yang terbaring sakit itu dengan mata berkaca-kaca.
Setelah kami menemui pihak rumah sakit panti rapih untuk bertanya dimana mendonorkan darah, seorang suster berkata,” Kalau mendonorkan darah ,langsung ke bagian UGD saja di lantai satu.” Kemudian kami segera menuju UGD. Tetapi suster di UGD justru berkata,” Kalau mendonorkan darah ,bapak ke bagian PMI di lantai dua saja.” Dengan perasaan agak jengkel karena ketidakjelasan dimana tempat mendonorkan darah, kami berjalan menuju ke ruang PMI di lantai 2. Namun di ruang PMI kami tetap mengalami hal yang sama. Perawat disana berkata,” Untuk kasus operasi jantung, maka sel darah merah harus dipisahkan dari sel darah putih. Dan se-Jogja, hanya PMI pusat di daerah kota gede saja yang punya alatnya, kira-kira 15 menit dari sini.” Lalu dosen saya berkata,”Bagaimana jika kami mendonorkan disini saja, nanti pihak rumah sakit yang membawanya kesana?.” Dengan jawaban yang sedikit ketus, suster itu berkata,” Kalau donor disini dikenakan biaya 950 ribu, sedangkan kalau Bapak donor di PMI pusat, hanya dikenkan 300rb. Lagipula darah itu nantinya juga harus dibawa ke PMI pusat, karena alat pemisahnya hanya ada di sana.” Sesaat kemudian kami mengucapkan terima kasih dan keluar dari ruangan itu.
Saya bertanya dalam hati,”Bagaimana bisa untuk kasus pengoperasian jantung, alat pemisah sel darah merah se propinsi Jogja hanya ada di satu tempat? Jauh dari pusat kota lagi! Bagaimana jika seorang pasien sudah sekarat dan harus segera didonor saat itu juga?? Masa harus tetap pergi ke PMI pusat daerah kota gede!.” Setelah beberapa saat, kami meneruskan perjalanan ke PMI pusat daerah kota gede. Sesampainya disana, kira kira ada 15 orang bergolongan darah A dari pihak keluarga yang siap mendonorkan darahnya, namun ternyata masih ada beberapa persyaratan lagi yang harus dipenuhi seperti sudah tidur minimal 5 jam, dalam 12 jam tidak minum obat, tidak menderita HIV AIDS, dan banyak persyaratan lainnya. Sehingga dari 15 orang bergolongan darah A, hanya saya dan 1 orang bapak berusian 40 tahun yang lolos persyaratan sebagai seorang pendonor.
Setelah berbaring di tempat tidur, saya melihat jarum dengan panjang 3 cm dan lebar 1 milimeter ditancapkan masuk ke lengan saya, rasanya cukup sakit sehingga saya mengepal kencang tangan saya yang sedikit kejang menerima tajamnya jarum itu. Dan seketika itu nampak aliran darah saya keluar melewati selang ke dalam kantong darah. Kira kira darah yang diambil berjumlah 350cc. Beberapa saat setelah proses mendonorkan darah selesai ,saya melihat banyak pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada saya lalu kami kembali ke kampus.Sorenya badan saya lemas sekali, dan kepala pusing, mungkin ini efek samping dari mendonorkan darah. Jadinya rencana untuk belajar saya tunda. Dan malam itu saya hanya belajar 2 jam saja kemudian tidur.
Esoknya,ketika saya bangun di hari pendadaran saya, badan sudah lumayan fit dan tepat pukul 08.00 saya sudah sampai di kampus. Dosen pembimbing saya sudah datang 15 menit sebelum ujian dimulai pada pukul 08.45, sedangkan 2 orang penguji lainnya baru datang 30 menit kemudian.Pada saat ujian, saya tidak menyangka ternyata dosen pembimbing saya sangat membantu saya dalam ujian pendadaran itu, terkadang tersenyum memberikan tanda seolah olah berkata,” Ayo Denni, Kamu pasti bisa!!” Setelah ujian selesai, dosen pembimbing saya berkata,” Denni, saya mewakili keluarga berterima kasih karena kamu sudah bersedia mendonorkan darah walaupun keadaan tetangga saya itu belum membaik, argumen dokter berkata bahwa Ia hampir tidak mungkin bisa bertahan hidup, hanya mukzizat Tuhan yang bisa menyembuhkannya.” Tepat 2 jam setelah ujian pendadaran selesai, saya mendapatkan sms dari dosen pembimbing yang memberi kabar bahwa orang itu sudah meninggal. Saya ikut berduka cita dan tidak menyangka bahwa di usia semuda itu Ia sudah kembali ke sisi Tuhan.
Pada saat saya berfikir secara sempit, mungkin darah saya tidak banyak membantu.Tetapi ketika saya berfikir secara luas, ternyata dengan menyumbangkan darah, saya bisa mempererat hubungan dengan dosen pembimbing, ujian pendadaran lancar.
Sampai saat ini, saya tetap percaya bahwa, “Ketika kita memberi segala sesuatu kepada orang lain, maka suatu hari nanti kita juga pasti akan menerima segala sesuatu dari orang lain kepada diri kita sama banyaknya, bahkan bisa lebih banyak dari apa yang sudah kita berikan. “

Salam hangat,

Denni Pascasakti.

Saturday, October 03, 2009

Waspada gempa bumi yang bisa terjadi kapan saja di Indonesia

Masih teringat jelas pengalaman terjadinya gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta sekitar 3 tahun yang lalu, tepatnya pada 26 Mei 2006, dimana gempa tersebut meluluhlantakan bangunan-bangunan mulai dari rumah sakit, perguruan tinggi, sampai hotel-hotel bertingkat. Setelah gempa bumi Jogja, kemudian muncul gempa secara berurutan dari gempa di Papua , gempa di Tasikmalaya, Gempa di Sumatra Barat, Bahkan jauh sebelum itu ada gempa Aceh yang membawa gelombang tsunami dan menewaskan lebih dari 1000 orang. Karena itu kita harus memahami pengetahuan dasar tentang gempa bumi dan tsunami seperti,”Mengapa gempa bumi bisa terjadi?”, atau ”Kapan Tsunami bisa terjadi dan apakah mungkin Tsunami dapat mencapai wilayah ringroad di Yogyakarta?” dan “Tips aman seperti apakah untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan?”

Mengapa gempa bumi bisa terjadi ?
Gempa bumi bisa terjadi karena 2 sebab, yaitu karena gerakan lempengan bumi dan letusan gunung berapi. Perlu kita ketahui juga bahwa dari kedua faktor yang memicu gempa bumi tersebut, Indonesia adalah negara yang paling rawan dan sering terjadi gempa bumi karena:
1. Gunung api di Indonesia tersebar mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, sampai dengan wilayah di Papua. Dapat kita bayangkan bahwa sebuah ledakan gunung berapi dapat memicu terjadinya gempa bumi. Gambar persebaran gunung api dapat kita lihat pada gambar dibawah ini:


2. Indonesia tersusun atas 3 lempeng tektonik yaitu lempeng pasifik, eurasia dan indo Australia yang saling bergetak sepanjang tahun. Setiap tabrakan dari lempeng tektonik ini saja , dapat menimbulkan gempa bumi yang dasyat.Dapat kita lihat sebaran gempa dari tahun 1964 -2006 yang diakibatkan tabrakan dari lempeng ini :


Kapan Tsunami bisa terjadi dan apakah mungkin Tsunami dapat mencapai wilayah ringroad di Yogyakarta?
Dan kita juga perlu mengetahui apabila gempa terjadi di lautan ( Jika > 7 skala richter) , maka akan terjadi gelombang tsunami yang dasyat. Tetapi apabila terjadi tsunami di Wilayah Yogjakarta, tsunami ini tidak akan mungkin mampu menembus sampai wilayah dalam Ring road kota Yogja karena pertama, Wilayah selatan Yogyakarta tersusun atas bukit bukit tinggi yang berfungsi sebagai tembok penghalang tsunami. Kedua, apabila kita hitung tsunami seperti Aceh yang masuk daratan sejauh 30 km diterapkan di daerah jogja inipun, tidak mungkin mencapai daerah ring road. Dapat kita lihat dari citra satelit dibawah ini :



Tips aman seperti apakah untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan?”
Tips buat selamat dari bahaya reruntuhan :
1. Jika kita berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, berguling lah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur.
2. Jika terjadi gempa dan kita tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
3. Sangat bahaya berada dekat dengan pintu. Mengapa? Jika kita berdiri di dekat pintu, pintu tersebut dapat rubuh ke depan atau ke belakang beserta konstruksi beton diatasnya.
4. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut.
Di Indonesia mungkin hanya Kalimantan saja satu satunya pulau teraman yang bebas dari bahaya gempa.Tapi untuk kita yang kebanyakan tinggal di wilayah Jawa dan sekitarnya, ada baiknya waspada kepada gempa bumi yang dapat terjadi lagi sewaktu waktu.

Ditulis oleh :
Denni Pascasakti ( mahasiswa teknik geodesi UGM 2005 )

Thursday, September 24, 2009

Tips mencari penghasilan tambahan sebagai mahasiswa di Jogja



Suatu hari saya pernah melihat teman satu kos saya selalu mengeluh,”Kenapa sih bokap ngasih uang bulanan selalu pas pasan terus kayak gini,gw kan jadi mesti ngirit terus di Jogja, gak bisa beli apa-apa lagi.huh!” Mungkin jika saya mengamati, ia selalu mengeluh tiap hari karena penghasilannya selalu ngepas,jadinya tiap hari harus irit dan tidak bisa menabung. Padahal sebenarnya itu bukan salah orang tua nya.Karena kalau kita jeli, kita bisa menghasilkan uang tambahan yang lumayan di kota pelajar ini.Karena itu saya berikan tips kepada teman saya itu , dan kami saling sharing pengalaman. Setelah 6 bulan kemudian, dia tampak “ngaya” dengan pakaian baru dan bisa menabung lumayan karena bisa menghasilkan uang sendiri dan tidak bergantung dengan penghasilan orang tua.
Berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami dan informasi dari berbagai teman.Saya merangkum tips mencari penghasilan tambahan ke dalam 3 kategori, yaitu :

A. Kerja part time/ full time:
Kerja part time di jogja biasanya selama 4 – 5 jam, kerja part time tidaklah berat bahkan dapat dilakukan oleh mahasiswa semester awal, dengan catatan bisa membagi waktu. Untuk kerja full time biasanya berkisar antara 6-7 jam yang hanya dapat diambil oleh mahasiswa semester akhir yang tinggal menyusun skripsi atau mengambil sedikit mata kuliah.
Di jogja banyak sekali tersebar kerja part time /full time antara lain :

- Dagadu Djogja : Kerja part time selama 4,5 jam (buka 09.00 s/d 21.00), jadwal dapat menyesuaikan kampus. Penghasilan sekitar 650 ribu / bulan. Ada bukaan setiap 4 bulan sekali.Kontrak kerja 8 bulan. Info melalui : “www.dagadu.co.id” / poster / pamflet.

- MCD : Kerja part time selama 5 jam (buka 24 jam), jadwal dapat menyesuaikan kampus(cowo biasanya malam hari,sedangkan cewe fleksibel). Penghasilan sekitar 500 ribu / bulan. Info didapat di MCD Jl. Sudirman.

- Movie Box : Kerja Full time 6 jam (buka 09.00 s/d 24.00), lebih diutamakan cewe. Penghasilan sekitar 450 ribu / bulan. Info didapat di Movie Box Jl Gejayan.

- Kedai digital : Kerja part time selama 4 jam (buka 09.00 s/d 21.00), jadwal dapat menyesuaikan kampus. Penghasilan sekitar 400 ribu / bulan. Ada bukaan setiap 6 bulan sekali. Info didapat di seluruh outlet kedai digital atau buka “www.kedaidigital.com”

- Wahana : Tempat jaga rental VCD/DVD ini selalu membuka kesempatan bagi mahasiswa jogja tiap 6 bulan sekali. Kerja part time 5 jam (buka 09.00 s/d 22.00). Gaji berkisar 450ribu/ bulan. Info didapatkan di wahana jalan Kaliurang.
- Telkomsel : Penghasilan sekitar 700rb/ bulan, sebagai Customer Service atau Sales. Kerja full time 6 jam. Info didapatkan di kantor telkomsel terdekat di Jogja.

- Tempat2 Distro : Untuk tempat distro banyak sekali bukaan yang biasanya untuk orang dalam dan jarang dipublikasikan, gaji biasanya sebesar 400ribu/ bulan. Distro “slakers”, “chisel”, “planet surf” ada bukaan part time bagi mahasiswa jogja rata2 tiap 6 bulan sekali, Info didapat di outlet distro langsung.(Untuk Planet Surf ditempel di dpn Outlet)

- Jaga warnet : Rata rata sekitar 7 jam dalam sehari. Gaji sekitar 500 ribu/ bulan. Bukaan biasanya tiap 6 bulan sekali. Untuk warnet “terminal”, “fortune” jalan gejayan, tinggal mengirimkan CV saja, kemudian akan ada tes wawancara.

- Entri data yayasan Tahija : Kerja tergantung dari kita mau ngejar setoran atau tidak, Penghasilan Rp 1000/ lembar. Rata rata Rp 450 ribu/ bulan. Kontrak kerja 8 bulan. Info didapat di jalan Kaliurang KM 6 sebelah female radio.

- Penyiar radio : Rata rata sebesar 450 ribu/ bulan. Lancar berkomunikasi dan percaya diri. Bukaan terkadang tiap 6 bulan sekali. Untuk radio seperti Unisi, Swaragama, dan Geronimo serta Female radio menerima part time mahasiswa jogja dengan bekerja 3 jam/ hari. Unisi membuka juga untuk jenjang SMA. Info di Masing2 radio.

B. Mengajar di kampus :
Untuk pekerjaan mengajar di kampus memang merupakan pekerjaan dengan penghasilan paling kecil dan waktu kerja yang paling cepat, rata rata hanya 2 jam seminggu. Tetapi banyak keuntungan yang didapatkan selain kita dikenal oleh mahasiswa angkatan bawah, kita juga bisa kenal dekat dan dipercaya oleh dosen, selain itu kita bisa lebih mendalami mata kuliah tersebut. Karena saya hanya pernah mengajar di Geodesi, jadinya saya hanya bisa memaparkan gaji di tempat saya bekerja :

- Assdos di geodesi : Bekerja hanya 2-3 jam dalam seminggu. Penghasilan sebesar 60 ribu/ bulan/ mata kuliah. Dalam 1 semester bisa mengajar 2 sampai 3 mata kuliah. Kontrak kerja selama 6 bulan.

- Tutor di Teknik Sipil (Jurusan Lain) : Bekerja hanya 2-3 jam dalam seminggu. Penghasilan sebesar 110 ribu/ pertemuan karena sudah termasuk uang makan dan uang transport. Dalam 1 semester hanya mengajar sebanyak 4 pertemuan. Kontrak kerja selama 6 bulan.

C. Mencari Beasiswa :
Apabila mencari kerja part time/ full time banyak yang bentrok dengan jadwal mata kuliah, maka pilihan akhir adalah mencari beasiswa yang banyak sekali tersebar dengan membuka info di “http://dirmawa.ugm.ac.id/” kemudian pilih menu beasiswa. Beasiswa sendiri rata rata memberikan penghasilan tambahan sekitar 150 ribu s/d 600 ribu setiap bulan nya. Bayangkan saja besar uangnya yang hampir sama jika dibandingkan dengan kerja part time, padahal beasiswa tidak bekerja sedikitpun, asal dibutuhkan kepekaan terhadap tiap infonya saja.
Beasiswa yang ditawarkan :

- PPA : Terutama bagi mahasiswa yang memiliki IPK > 3.00 kemungkinan besar dapat lolos seleksi ini. Penghasilan sebesar 250 ribu / bulan selama 1 tahun. Tiap tahunnya ditawarkan kepada 1700 mahasiswa di kampus UGM.

- BBM dan BOP :Terutama bagi mahasiswa yang memiliki surat keterangan tidak mampu, Penghasilan sebesar 250 ribu / bulan (BBM) dan Bebas uang BOP (BOP) selama 1 tahun. Tiap tahunnya ditawarkan kepada 1500 mahasiswa di kampus UGM.

- Beasiswa dr Swasta : Beasiswa yang ditawarkan Swasta tiap universitas biasanya jumlah penerima hanya 20 – 50 orang, akan tetapi jumlahnya bisa mencapai 500 – 600 ribu dan bisa mendapatkan kesempatan magang atau ikatan dinas di perusahaan tersebut. Contoh beasiswa : Tanoto fondation, Daihatsu, Djarum, Sampoerna, Astra,PT Smart.
Mungkin Informasi yang saya berikan diatas baru sekitar 50% dari keseluruhan informasi yang ada. Banyak sekali sebenarnya lahan untuk mendapatkan penghasilan tambahan di Jogja. Intinya adalah kepekaan kepada setiap informasi yang ada.Keuntungan yang didapatkan dari bekerja banyak sekali mulai dari mendapatkan banyak teman dan link kerja, menambah pengalaman, sampai menambah daftar CV anda. Saya rasa cukup sekian dari saya, semoga bagi para pembaca yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan di Jogja, bisa mewujudkannya dari berbagai informasi diatas. Dan saya ingat pendapat dari Mario Teguh bahwa segala sesuatu dapat diwujudkan asalkan kita harus “Beribadah, Bekerja keras , dan berkeyakinan kuat.”

Salam Hangat
Denni Pascasakti

Wednesday, September 16, 2009

“PULAU di Indonesia” ,Sebuah FakTa Yang Belum terungkap



Sebagai seorang mahasiswa yang kuliah di jurusan Teknik Geodesi UGM dan telah menempuh perkuliahan selama 4 tahun, saya menyadari bahwa masih banyak informasi mengenai pulau di Indonesia yang belum diketahui oleh masyarakat umum seperti “Benarkah pulau di Indonesia berjumlah 17.504 pulau?” atau “Benarkah Sipadan dan Ligitan jatuh ke tangan Malaysia karena pembangunan Hotel-hotel di kedua pulau tersebut?”. Oleh karena itu saya bermaksud menginformasikan kenyataan yang sebenarnya berdasarkan Ilmu pengetahuan yang sudah saya peroleh.

Jumlah Pulau di Indonesia
Masih ingatkah anda ketika duduk di bangku Sekolah Dasar, dan belajar mengenai mata pelajaran IPS, lalu seorang guru datang kemudian berkata,”Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri atas beribu-ribu pulau”. Tetapi benarkah hal tersebut? Oleh karena itu kita tinjau terlebih dahulu informasi tentang pulau itu sendiri.
Pulau adalah harta yang dimiliki oleh sebuah negara, karena sebuah pulau yang hanya berukuran 5m x 5m saja dapat mengklaim wilayah perairan sampai 200 mil ( 12 mil Laut teritoti, 24 mil zona tambahan, dan 200 mil ZEE ),itulah alasan mengapa sebuah pulau sangat diperebutkan. Menurut data dari Departemen Dalam Negri tahun 2004, Indonesia memiliki 17.504 pulau. Tetapi pertanyaan nya . “Benarkah Indonesia memiliki 17.504 pulau?”. Berdasarkan Konvensi PBB dan Hukum laut Internasional, telah ditetapkan bahwa yang dimaksud pulau harus memenuhi 4 syarat yaitu terbentuk secara alami, dikelilingi oleh air, menunjang kehidupan manusia, dan pada saat pasang tertinggi pulau masih berada diatas permukaan air laut.
Jika kita tinjau dari konvensi PBB tersebut, maka dari jumlah pulau yang telah dihitung oleh Depdagri, sebanyak 6000 pulau tidak berpenghuni dan sisanya sebanyak 11.504, masih belum ditinjau berdasarkan aspek pasang surut. Dalam arti ada kemungkinan masih terdapat beribu pulau yang berada di bawah permukaan air laut pada saat pasang,apalagi saat ini sudah terjadi “efek rumah kaca” yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut. Sehingga banyak pulau yang sudah dihitung Depdagri tidak dapat disebut pulau dan tidak mendapat pengakuan Internasional. Oleh karena itu sudah seharusnya pemerintah Indonesia melakukan perhitungan pulau kembali berdasarkan hasil kesepakatan konvensi PBB yang mungkin jumlahnya akan berada jauh dibawah 17.504 berdasar perhitungan dari Depdagri,dan nantinya perlu dilakukan revisi kepada buku-buku IPS di SD dan SMP.

Fakta tentang Sipadan dan Ligitan

Ketika saya memperhatikan setiap orang dari segala unsur masyarakat, banyak orang berkata, “Sayang sekali,Indonesia telah kehilangan 2 pulau”. Atau “Sipadan dan Ligitan jatuh ke tangan Malaysia karena ulah Malaysia mendirikan hotel-hotel di pulau tersebut.” Akan tetapi pertanyaannya, “Apakah benar Indonesia telah kehilangan 2 pulau?” dan “Apakah benar Sipadan dan Ligitan jatuh ke tangan Malaysia karena pembangunan hotel di pulau tersebut?”. Kita akan bahas satu per satu
Penguasaan atas sebuah pulau menganut paham “uti possidetis juris”, yaitu kepemilikan sebuah pulau berdasarkan negara penjajahanya. Wilayah Indonesia adalah wilayah jajahan Belanda, dan wilayah Malaysia adalah wilayah jajahan Inggris.Jauh sebelum didirikan hotel-hotel oleh Malaysia di pulau Sipadan dan Ligitan. Kedua pulau tersebut adalah pulau tidak berpenghuni dan bukan milik dari kedua negara.Sehingga Indonesia sebenarnya tidak kehilangan pulau satupun. Sekitar awal tahun 1910-an, Inggris datang kemudian mendirikan mercusuar di kedua pulau tersebut. Karena adanya mercusuar, beberapa penduduk Malaysia bisa berlayar menuju pulau tersebut dan menetap disana. Kemudian pada tahun 1969, Inggris menerapkan beberapa peraturan di pulau tersebut yaitu perlindungan kepada satwa langka, dan penarikan pajak terhadap pengembangbiakan telur penyu. Barulah sekitar tahun 1970an, Indonesia datang dan membangun titik koordinat pangkal ,kemudian menggangap bahwa pulau Sipadan dan Ligitan adalah kepemilikan Indonesia dan memasukkan kedua pulau tersebut dalam Peta Indonesia.Terakhir sekitar tahun 1990an , dibangun hotel-hotel mewah oleh Malaysia.
Karena adanya klaim wilayah dari kedua negara, maka kasus ini dibawa sampai ke Mahkamah Internasional,yang sudah kita ketahui bersama, dimenangkan oleh Malaysia. Hal yang perlu ditegaskan kembal, Malaysia menang BUKAN karena pembangunan hotel-hotel mewah, tetapi Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia karena 2 alasan. Alasan pertama dari segi historis yaitu pembangunan mercusuar oleh pihak Inggris lebih awal sebelum kedatangan Indonesia. Alasan kedua karena adanya perawatan efektif dengan memberlakukan peraturan di kedua pulau tersebut pada tahun 1969 oleh Inggris.

Menanggapi persoalan dengan ilmu pengetahuan
Saya lihat akhir-akhir ini banyak isu Indonesia akan mengganyang Malaysia, hal tersebut dikarenakan banyak masyarakat kita yang mudah terpancing emosi oleh hal-hal yang provokatif. Beberapa waktu lalu , ada isu Malaysia mencuri kebudayaan tari pendet.Padahal itu hanyalah kesalahan Discovery Channel yang menayangkan tari pendet sebagai kebudayaan Malaysia tanpa sepengetahuan dari pemerintah Malaysia, dan Discovery Channel sudah meminta maaf atas kejadian tersebut.Di sisi lain, Indonesia sudah membakar bendera Malaysia dimana mana dan melemparkan telor busuk ke Kedubes malaysia di Indonesia, dan ada beberapa universitas melarang mahasiswa Malaysia kuliah di Indonesia, yang seharusnya tidak perlu dilakukan.
Kita perlu sadari bersama, bahwa jangan sampai kita sebagai masyarakat Indonesia mudah terprovokasi oleh hal hal yang belum kita ketahui akar permasalahannya , dan meninjau berdasar ilmu pengetahuan. Oh iya, ada kabar baru, ternyata batik sudah diakui oleh UNESCO sebagai kebudayaan asli dari Indonesia..aplause buat Indonesia.

Ditulis oleh :
Denni Pascasakti ( mahasiawa teknik geodesi 2005 )
+ www.dennipasca.blogspot.com +

Thursday, September 10, 2009

Perjalanan 4 Tahun Merantau di Jogja



Awal mulanya
Pada bulan Juli 2005,Saya adalah seorang yang baru saja diterima di Universitas yang katanya ternama bernama UGM. Dan saya mendapatkan sebuah tempat tinggal di rumah nenek saya daerah Karangasem.Tempatnya sangat strategis, nyaman, dan dekat dengan pusat keramaian. Pada mulanya saya sangat senang tinggal disini. Tempat nenek saya merupakan sebuah rumah induk dengan dikelilingi 14 kamar kos dan 2 pohon alpukat serta tanaman tanaman yang membuat suasana semakin sejuk.Tetapi di rumah induk tidak ada yang menempati sejak nenek saya meninggal 1 bulan sebelum kedatangan saya ke rumah itu. Sehingga kost2an ini dikelola oleh bude saya yang merupakan anak pertama, dan rumah ini selalu dibersihkan oleh penjaga kost. Jadi saya dapat bersantai santai tinggal di rumah ini.

Masa2 Kacau balau
Selang waktu 3 bulan, pengelolaan diserahkan kepada pakde saya yang merupakan anak ke 2 dari keluarga besar. Di awal awal pengelolaan pakde saya, rumah induk selalu penuh dengan asap rokok dan abu rokok. Banyak teman teman dari pakde saya menginap dan membuat suasana di rumah ini menjadi tidak tenang. Sampai di suatu hari ada sekelompok preman mendatangi rumah ini, berteriak teriak, memukul mukul meja, dan akhirnya televisi kami dibawa pergi. Sejak saat itu, tiap malam saya sudah tidak bisa menonton TV lagi. Tapi itu belum seberapa hingga di suatu hari ketika saya sedang kuliah, ada teman kos saya menyuruh datang ke rumah segera, dan pada saat saya datang, saya melihat Petugas PLN yang sedang mencabut kotak PLN, dan berkata, “Rumah ini saya putus listriknya, karena sudah 8 bulan belum bayar rekening listrik. Total 3,5 juta rupiah. Segera Bayar!”. Sejak diambilnya kotak PLN itu, saya dan anak2 kos hidup di rumah tanpa listrik dan penerangan sama sekali. Dan pakde saya menghilang entah kemana.

Masa2 Kosong
3 minggu kemudian, setelah kami hidup mengandalkan obor untuk penerangan dan menimba air sumur untuk mandi. Akhirnya orang tua saya bersedia melunasi tagihan PLN tersebut karena tidak tega melihat keadaan saya, dan orang tua saya juga yang membayar kerugian anak2 kos. Kemudian anak kos semua pergi meninggalkan rumah ini. Untungnya ada salah seorang teman SMA saya yang masih bersedia tinggal. Sejak listrik menyala sampai dengan 2 bulan berikutnya, kos tidak ada yang mengisi,kemudian suatu hari saya mengajukan ide untuk membuka kos ini kembali. Setelah dibukanya kost ini, saya yang ditunjuk untuk menjadi pengelola uang sekaligus bapak kost disini. Hal itu karena tidak ada seorangpun dari keluarga besar yang mau mengurus kos ini, takut kalau suatu hari harus berurusan dengan preman preman yang tidak dikenal itu dan memeras lagi.

Hilangnya Nama Baik
Pada masa2x awal menjadi pengelola kost, saya sangat hati hati sekali dalam mengumpulkan uang yang langsung saya setorkan ke ATM dan segera saya lakukan pembukuan. Tetapi karena TANPA adanya pengawasan sama sekali dari pihak keluarga dan pengecekan yang rutin, lama lama saya mulai berubah.Bayangkan saja, biasanya dalam 3 bulan saya menerima uang dari anak kos sekitar 5 juta rupiah, dimana saya sendiri yang mencatat manual,dan menyetorkan ke bank,saya pun tidak dibayar dalam melakukan ini semua ,maka pikiran pikiran “jahat” mulai timbul. Dan sejak saat itulah saya melakukan perbuatan yang akan menghancurkan nama baik saya sendiri dengan mengambil uang kos sedikit demi sedikit dan saya menjadi orang yang sangat boros, sampai pernah saya membelikan pacar saya boneka seharga 350 ribu. Hingga tibalah di suatu masa dimana uang tabungan saya tinggal 50rb di ATM dan kira kira saya sudah mengambil sekitar 3 juta dari uang kos. Dan parahnya di masa itulah keluarga besar mulai mengendus “kecurangan saya”.

Meninggalkan Rumah Tercinta
Akhirnya semua kecurangan saya terbongkar sudah, dan setiap ada rapat keluarga, saya selalu diwawancarai untuk mempertanggung jawabkan ini semua di mata keluarga besar. Dan yang mungkin masih sedikit tidak saya terima, karena saya dituduh mencuri uang kos sampai dengan 7 juta rupiah. Sayapun tidak bisa menghitung berapa banyak keluarga saya yang sudah mencela di depan saya.Padahal uang orang tua saya dalam melunasi PLN sebesar 3,5 juta saja belum dilunasi pihak keluarga besar, seharusnya tidak pantas mereka mencela saya sampai seperti itu.Sebenarnya semua ini bukan hanya masalah uang saja, tetapi saya difitnah tentang hal hal buruk termasuk mencampuri urusan pada hubungan dengan pacar saya.Terakhir ,saya mendapatkan surat dari pihak keluarga besar untuk pindah dari kamar saya yang semula berukuran 6m x 4m ke kamar berukuran 2m x 2m dan hanya diberi toleransi waktu 3 hari untuk pindah. Sampai suatu hari, kesabaran saya sudah habis dan tepat pada pukul 14.00,saya menyewa mobil pick up terbuka untuk membawa barang2 saya seadanya, dan saya pergi meninggalkan rumah ini demi mencari tempat tinggal baru.

Tempat tinggal sementara
Ketika itu saya belum mendapatkan kost, dan karena saya belum ada tempat untuk tinggal, maka saya menetap sementara di rumah teman saya di pinggir rel kereta api daerah baciro. Disini saya bisa sedikit berhemat karena keluarga teman saya sangat baik dengan terkadang memberikan masakan untuk makan kepada saya,mereka mengerti bahwa saya sedang kekurangan uang. Keadaan uang di ATM masih tetap 50 rb dan tidak bisa dilakukan penarikan uang. Oleh karena itu saya mencari utang sana sini. Untuk melunasi utang2x tersebut, saya harus bekerja keras. Tiap sehabis kuliah di UGM dan SADHAR sekitar pukul 18.00, kemudian saya bekerja menginput data di salah satu perusahaan sampai tengah malam, tidak jarang juga saya sakit karena kelelahan. Ini semua untuk melunasi utang utang saya yang sudah sangat menumpuk.

Kehidupan menjadi anak kos
Setelah bekerja keras menginput data, dan mengajar di kampus selama kurang lebih 3 bulan, akhirnya saya bisa melunasi utang-utang saya. Dan kabar baiknya saya sudah mendapatkan kost yang nyaman di daerah Pogung baru,walaupun di kost ini sampai sekarang hanya ada kasur dan bantal tanpa seprei dan lemari saja. Setelah itu saya diterima bekerja di dagadu yang membuat saya bisa menabung cukup untuk mengisi ATM yang dulu sempat kosong.Di kost yang baru ini, saya bisa merasakan hidup menjadi anak kos yang sesungguhnya. Dulu ketika saya masih di rumah itu, baju2 saya selalu dicucikan, makanan dimasakin, dan ketika sakit saya selalu dijaga. Sekarang sudah tidak ada lagi semuannya itu. Memang terkadang ada rasa ingin kembali ke rumah itu untuk menetap, tetapi karena rasa sakit yang mendalam dan kelulusan saya yang tinggal beberapa bulan lagi. Saya memutuskan untuk menghabiskan waktu di Jogja dengan tinggal di kost ini.
Terkadang saya merasa menyesal akan hidup yang pernah saya jalani, akan tetapi saya teringat sebuah pepatah bahwa “Jika aq meminta agar hidupku sempurna, mungkin itu termasuk godaan yang menggiurkan.Tetapi pada kenyataannya semua orang pasti pernah merasa tersandung, karena dengan begitu seseorang dapat menarik pelajaran dari kehidupan.”
Salam Hangat
Denni Pascasakti

Tuesday, September 01, 2009

Ketegangan diantara RI – Malaysia


Saya sekarang cukup terkejut sekali bahwa tepatnya hari ini banyak sekali media mulai dari televisi, surat kabar, internet yang memberitakan mengenai ketegangan antara Indonesia dan Malaysia terutama karena dicurinnya kebudayaan kita yang salah satunnya tari pendet dan lagu terang bulan.Saja juga melihat banyak media yang mengambil suatu keuntungan tersendiri dengan membesar besarkan masalah ini, padahal Indonesia masih mempunyai banyak masalah lain yang sebenarnya lebih vital.Semua nya saya lihat selalu menuju pada 1 suara “INI SEMUA SALAH PEMERINTAH..!!”.
Cukup aneh bukan kalo kita berfikir secara rasional, Kebudayaan Indonesia yang menjadi milik seluruh bangsa Indonesia , tetapi ketika kebudayaan kita dicuri, kita hanya dapat berkata “pemerintah gak becus, pemerintah dananya cuma buat dikorupsi saja, dan semua perkataan negatif lainnya.” Mungkin yang perlu saya tekankan, untuk membuat segalannya berhasil bukan hanya peran pemerintah saja, tetapi seluruh masyarakat Indonesia harus turut ikut andil dalam berperan. Saya pernah membaca dalam surat kabar , bahwa sebenarnya Pemerintah sudah pernah bertujuan baik, dengan ingin mendata seluruh kebudayaan yang ada di Indonesia , dengan memberi surat kepada seluruh pemerintah daerah untuk memberikan data mengenai seluruh kebudayaan yang ada di provinsi nya. Tetapi pada kenyataannya sampai saat in, baru Propinsi Bali dan Jogjakarta saja yang sudah memberikan data terhadap seluruh kebudayaannya dan berjumlah 600 kebudayaan. Coba kita pikir lagi baik baik, “Dimana kebudayaan propinsi lainnya?? Budaya Indonesia kan bukan hanya terdapat di Jogja dan Bali saja. Tetapi seluruh propinsi di Indonesia,dan ketika budaya kita dicuri, Kita hanya bisa menyalahkan pemerintah.”
Mungkin ini semua karena sudah lunturnya budaya kecintaan terhadap negara Indonesia, Tepatnya tadi ketika saya menonton acara “Janji Wakil Rakyat” di sebuah rumah makan, banyak diantara orang yang makan menjelek jelekkan Indonesia dan melontaskan kata2 yang tidak pantas seperti “GANYANG MALINGSIA dan semua ini karena INDONESIA BODOH” saya sebenarnya sedih, generasi muda saja sudah tidak ada kecintaan terhadap negri sendiri.
Saya juga membaca artikel dari surat kabar, sebenarnya pemerintah juga sudah berusaha sebaik mungkin dengan mendaftarkan hak ciptanya ke PBB yang bernama UNESCO, dan sampai saat ini sudah cukup banyak budaya dari Indonesia yang sudah diakui Internasional seperti batik parang, tahu tempe, dan keris dan sudah dicatat UNESCO sebagai kebudayaan dari Indonesia. Mungkin hanya butuh waktu untuk mendaftarkan seluruh kebudayaan dari indonesia di seluruh propinsi, dan ini semua perlu peran dari seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya peran pemerintah.
Mungkin dari kasus diatas ada satu pesan yang saya dapatkab bahwa.”Ketika kita melihat segala sesuatu dari sisi buruknya saja, maka hanya sisi buruknya saja yang bisa kita dapat. Padahal segala sesuatu walaupun seburuk apapun, pasti ada sisi posisifnya.Karena itu kita juga harus bisa melihat dari sisi positif.” Maju terus buat Indonesia.
Salam hangat
Denni Pascasakti

Thursday, August 27, 2009

Tentang Sudut Pandang



Sekitar sebulan yang lalu, di suatu malam setelah saya selesai jaga gerai di Amplas. Saya merasa sangat lapar dan lelah, oleh karena itu saya berniat mencari makanan di sepanjang jalan, dan langsung pulang ke kos untuk beristirahat. Waktu di jam saya sudah menunjukkan pukul 22.30, maka jarang sekali saya menemukan makanan di seputaran jalan. Lalu saya memutuskan untuk membeli angkringan di daerah jalan kaliurang km 5. Pada saat saya menghampiri bapak angkringan yang memiliki perawakan kecil ,kurus dan mengenakan topi, saya melihat ekspresi kebingungan dari bapak itu, karena itu saya bertanya,”Pak, ada apa, kok keliatan bingung sekali?”, kemudian bapak itu berkata,”Gini dek, barusan ada yang beli angkringan disini pake uang Rp50.000, tapi beli nya cepat sekali, jadi saya gak merhatiin uangnya. Pas dia dah pergi jauh, saya baru sadar kalo uang nya ternyata palsu karena gak ada tanda air nya. Padahal saya sudah memberi kembalian nya. Untungnya saya tadi masih sempat mencatat nomor platnya.,Jadi saya mau lapor ke kantor polisi, tapi saya gag tau ada dimana kantor nya?”
Pada saat itu saya juga dihadapkan pilihan, saya datang kesini untuk makan saja kemudian bisa dengan tenang beristirahat di kos, atau mengantarkan bapak ini?? Ya.. tapi dengan sangat terpaksa akhirnya saya antarkan bapak ini menuju ke pos polisi perempatan jakal., Ketika berada di pos polisi, ternyata kami harus melaporkan kejadian itu ke polsek terdekat yang berada di daerah dekat Lembah UGM. Malam itupun dengan sedikit berat hati saya antarkan kesana, padahal suasana di jalan dingin sekali. Ketika itu hati kecil saya berkata, “Duh kenapa saya jadi nya harus mengantarkan bapak ini, padahal saya seharusnya sudah tidur di kos.!”
Dan setelah sampai di polsek, prosesnya pun sangat lama. Akhirnya kasus itu sudah dicatat dan akan segera diselidiki oleh Reserse.Malam itupun saya baru sampai di kos sekitar jam 00.30. Yah dengan sangat lelah karena kejadian barusan , sayapun akhirnya tidur.Setelah beberapa hari, ternyata saya tidak menyangka bahwa setiap kali saya kembali ke bapak angkringan tersebut, saya selalu mendapat sambutan yang hangat dan senyuman. Dan terkadang saya diberikan makan tambahan bahkan minum gratis dan hal itu dilakukan nya sampai sekarang, bapak itu selalu ingat dengan saya. Ya dari kejadian diatas saya menyadari bahwa ternyata kebaikan untuk sesaat, bisa membawa kebaikan untuk seterusnnya.Tetapi saya juga punya pengalaman kedua yang mungkin pada saat itu saya baru menyadari bahwa saya telah mengambil keputusan yang salah.
Di suatu hari minggu, saya ingin berangkat ke gereja, tetapi saya berangkat sudah mepet sekali dari kos, padahal pada saat itu tinggal 5 menit lagi misa di gereja akan mulai. Dalam perjalanan yang tergesa-gesa menuju gereja, tiba tiba saya diberhentikan oleh seorang ibu yang sedang menggendong anak nya. Ketika itu saya bertanya, “ Ada apa ibu?” dan ibu itu menjawab , “Mas, saya mau berangkat ke Muntilan, naik bis nya darimana ya mas?”. Kemudian saya menjawab ,”Naik bis nya dari terminal jombor bu.”. Ibu itu bertanya lagi,” Jalan nya kemana ya mas kalo ke terminal jombor??”. Pada saat itu saya sudah mulai kesal karena ibu ini bertanya terlalu lama, padahal saya sudah telat berangkat ke gereja, karena itu saya hanya menjawab dengan ketus,”Ibu jalan aja ke arah timur, tanya orang, bis ke jombor nomor berapa.oke bu! Saya sudah telat ke gereja, karena itu saya harus berangkat sekarang.” Dan seketika itu ibu itu bertanya untuk terakhir kalinya, “ Mas, tolong saya mas.Anak saya sudah kepanasan dari tadi dan belum minum, tapi saya Cuma punya uang 3000 buat naik bis satu kali. Mas bisa antarkan saya ke terminal jombor?? Tolong sekali mas.” Karena saat itu saya tidak berpikir panjang,maka saya hanya menjawab,”Maap ya bu, saya juga ada kepentingan sendiri, ibu jalan saja. Dekat kok. Saya pergi dulu bu.” Dan saya langsung meninggalkan ibu yang kepanasan dan sedang menggendong anak nya sendirian itu di tengah jalan dengan peluh keringat membanjiri wajahnya. Dari jauh saya mendengar sayup sayup ibu itu berkata dengan suara pelan, “Terima kasih ya mas.”Dan pada saat itu saya langsung pergi ke gereja, tanpa menolehkan wajah ke ibu itu.
Setelah keesokan harinya saya baru merenungkan kembali kejadian kemarin dan merasa sangat menyesal sekali, ya.. ternyata saya lebih mementingkan pergi ke gereja daripada berbuat kebaikan kepada orang lain yang sedang membutuhkan bantuan., apalagi ibu itu tidak cukup uang nya dan sedang menggendong anaknya.Bagaimana ya dengan nasib ibu itu?? Apakah ia bisa pulang ke Muntilan dengan selamat?”.Dari pengalaman tersebut, Saya teringat di kitab suci ada suatu kejadian bahwa ada seorang Imam gereja yang meninggalkan orang yang sedang terluka parah di jalan demi pergi ke gereja untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa dirinya taat. Dan saya sudah seperti imam gereja tersebut. Mungkin Tuhan sudah mengingatkan dan menegur saya dari kejadian kemarin bahwa menolong orang lain ternyata jauh lebih baik daripada sekedar kewajiban untuk beribadah yang sudah selalu rutin saya laksanakan setiap minggu.. Mungkin ketika anda membaca artikel ini, anda juga mungkin pernah berada dalam posisi saya, langkah mana yang pernah anda ambil?? Dan bagaimana sudut pandang tentang kejadian diatas? . Tetapi hari ini saya bisa merenungi kesalahan yang saya lakukan, karena itu saya mencoba lagi untuk bisa lebih baik di kemudian hari..

Salam Hangat
Denni PAscasakti

Wednesday, August 19, 2009

Dilema dlm Memilih Jalan



Ternyata gag terasa waktu 4 tahun sudah berjalan dengan cepat sekali. Tepatnnya hari ini saya melihat 7 orang teman saya satu angkatan sudah mengenakan toga wisuda . Bertepatan hari ini juga, di jalanan teknik UGM tadi, saya melihat anak anak baru yang lagi ospek berbau matahari, dan memakai cocard serta tas karung. Saya jadi teringat tepatnya 4 tahun lalu saya berada dalam posisi seperti itu.

Tapi hari ini adalah hari ini,, saya harus segera menjalani hari sekarang, karena masa lalu adalah cerminan untuk hari ini. Dan hari esok adalah impian yang harus dikejar. Berbicara mengenai Impian, saya sedang dalam mengalami masa yang sangat dilema. Karena Bukan berarti saya ingin membangakan diri, tetapi saya hanya ingin bercerita secara jujur bahwa saat ini saya sedang mengejar impian saya yang ke 2 yaitu “Lulus bulan November dan diwisuda dengan predikat Cum Laude”. Tetapi ternyata kenyataan yang sedang saya alami sekarang sangatlah berbeda, ya.. Saya harus memilih salah satu dari kedua kalimat impian saya..

Kemarin siang saya mendownload data Transkrip Nilai saya, dan ternyata setelah saya hitung Hitung. Sks saya yang hanya tinggal skripsi saja, dan apabila Skripsi saya mendapatkan nilai B, maka IPK saya yang keluar 3,50... Ternyata tanggung sekali, padahal syarat untuk lulus Cum Laude itu harus memiliki IPK 3,51.. Berarti selisih 0,01 point !! Kesimpulan nya saya Mau tidak mau harus mendapatkan nilai A untuk Skripsi saya, di lain pihak bagi anak teknik nilai A untuk Skripsi itu sudah semacam Legenda alias Juaraaanngg banget..

Nah Berarti sekarang saya dihadapkan pada dua pilihan,, Mungkin Temen temen juga bisa bantu saya dalam memilih, karena batas pengisian KRS hanya sampai tanggal 21 Agustus 2009.. Pilihannya adalah :
1. Saya semester ini tetap hanya mengambil skripsi saja, dengan kemungkinan besar mendapatkan IPK 3,50 yang mungkin tanggung sekali Untuk tidak bisa mendapatkan predikat Cum laude,, Tetapi kemungkinan Terbaiknya saya bisa lulus Bulan November 2009, dan bisa segera mencari pekerjaan.
2. Saya semester ini masih mengulang 1 mata kuliah yang paling mudah dan ada kemungkinan besar mendapatkan nilai A,, sehingga Walaupun Skripsi saya B,, saya tetap memiliki IPK 3,52 dan mendapat predikat Cum Laude. Tapi Kerugiannya, Saya harus Ikut Mid Semester Lagi, UAS lagi, dan Kemungkinan Lulus sudah pasti mundur menjadi bulan February 2010.

Yah itulah pilihannya,, Mungkin Saya butuh bantuan pendapat temen2x juga..”Seberapa penting sih Menjadi Sarjana yang Menyandang Predikat Cum Laude ?? Apakah Berpengaruh besar dalam Mencari pekerjaan??”
Dan jikalau kamu yang berada dalam posisi saya,, “Manakah yang mungkin kamu pilih,, menyandang Predikat Cum laude dengan menunda waktu kelulusan dan harus kuliah lagi ataukah Lulus Bukan Cum Laude tapi bisa lulus tepat waktu dan segera mencari pekerjaan ??”
*Dilema *
Denni Pascasakti

Wednesday, August 12, 2009

What Wrong If I go alone


“Apakah ada yang salah jika saya pergi sendirian?” mungkin pertanyaan in yang sering saya tanyakan berkali kali dalam hati, ketika saya menghadapi pertanyaan teman saya yang menanyakan “kamu cuman sendirian aja?” atau “koq gag ada yang nemenin?” jika kalian membaca blog saya ini, pasti kalian juga pernah mengalaminya ketika sedang bepergian sendiri. Ya karena saya cukup sering sekali bepergian sendiri,, walaupun kalau dipersenkan sebenarnnya 50:50 antara saya berjalan sendiri ataupun bersama teman teman.. Tapi sebenarnya banyak hal yang saya dapatkan ketika berjalan sendirian,, selain saya tidak bergantung kepada orang lain, saya juga menjumpai banyak hal atau malah terkadang mendapatkan teman baru... Dengan Berjalan Sendirian bukan berarti orang itu kesepian atau tidak punya teman kan.,,

Saya sering nonton di XXI , Ke gramedia, nonton konser lagu, ke gereja, berenang ..ya semuanya saya lakukan sendirian... tapi gag masalah buat saya.dan lagi2x di setiap saya pergi sendiri selalu mendapatkan pertanyaan yang sama lagi... hehehe... saya Cuma tertawa saja di dalam hati, malah pernah waktu saya ke gereja sendirian yang bertanya kepada saya bahwa kenapa saya Cuma sendirian malah dosen saya di kampus yang sudah berpendidikan sampai S3 dengan ekspresi wajah yang agak heran...

Saya juga terkadang menjumpai teman teman saya yang malahan tidak mau pergi kemana mana jika tidak ada yang menemani,, padahal dia pingin nonton film terbaru di XXI, tapi karena tidak mendapatkan teman nonton, ia pun mengurungkan niat nya.. Menurut saya kasihan sekali dia,, karena ia terlalu bergantung pada orang lain , bukan oleh keingin tahuan yang ada di dalam dirinnya.. Menurut sejarah pun,, banyak ilmu pengetahuan baru tercipta oleh penemu penemu besar di saat saat ia sendiri seperti isaac Newton pada saat tidur sendiri di bawah pohon apel, kemudian archimedes pada saat ia berendam di bak mandi sendirian sampai ia menemukan teori gaya apung yang sangat terkenal bahkan Hitlerpun menulis Kitab tentang Nazi “Mein Kampft” pada saat ia dipenjara sendirian di dalam sel..

Karena itu apakah anda akan selalu bergantung orang lain dan mengurungkan niat karena malu jika mendapatkan pertanyaan oleh orang lain di jalan tentang “koq kamu jalan sendirian?”,, Menurut saya pribadi hal itu janganlah dijadikan sebagai masalahmu untuk mengurungkan niatmu.. Jika kamu suka konser musik, suka buku buku novel terbaru,suka berolahraga, walaupun kamu gag mendapat teman jalan.. tetaplah berjalan,, jangan sampai niat dan hobimu tidah tersalurkan... karena hobi itu tidak ternilai hargannya ..

Salam hangat

Denni Pascasakti



Tuesday, August 04, 2009

Graduation of Gardep 34



Tadi malam tepatnya pada tanggal 3 agustus 2009,telah diadakan wisuda pelantikan gardep 34, sekaligus penerimaan gardep angkatan baru 36..Jadi secara otomatis telah berakhir masa kontrak kerja saya sebagai gardep selama 8 bulan semenjak 1 Desember 2008 s/d 31 Juli 2009,, Tapi memang jika dirasakan ,waktu terasa begitu cepat berlalu, dan banyak sekali kenangan yang telah terjadi. Kenangan pada saat kita masih menjadi gardep angkatan bawah yang harus mulai beradaptasi dari awal,, mengalami peak season natal dan tahun baru yang pada saat penerimaan gaji pertama,, membuat mata saya membelalak.. karena di nominal slip gaji tertulis sejumlah 1,1 juta...Wow.. it’s amazing... ternyata saya bisa meraih gaji pertama dengan masih berstatus sebagai mahasiswa dengan jumlah yang mengejutkan..kemudian bagaimana harus mengikuti Rapat internalan yang biasannya selesai sampai jam 3 pagi selama sebulan sekali,, Yang mungkin paling membuat saya sedikit agak lelah karena saya Penanggung jawab Umum yg memiliki masa jabatan 8 bulan untuk memimpin gardep 34.. dan saya menyadari bahwa hanya satu hal yang membuat saya bangkit selalu ketika saya lelah, yaitu karena adannya kasih sayang diantara kami... 34 buat saya adalah angkatan yang paling bervariasi,, dan hati saya pernah berbisik bahwa “Sampai kapanpun ,walaupun dalam keadaan lelah sekalipun ,, saya harus bisa membuat 34 menjadi angkatan yang tidak pernah dilupakan,, karena saya sangat menyayangi 34,, seperti layaknya saya menyayangi diri saya sendiri..”

Setelah menjadi kakakpun,, banyak perjuangan yang harus dilakukan,, kita harus lebih bisa ngemong adik angkatan 35,, ketika mereka melakukan banyak kesalahan dan terkadang membuat sedikit emosi,,sebagai kakak harus bisa sabar dan percaya bahwa suatu hari nanti,mereka tidak akan pernah melupakan niat baik kami untuk menjadikan mereka menjadi gardep yang baik,, karena ketika saya sedikit emosi.. saya teringat pepatah bahwa ,”kita itu bertujuan menumbuhkan gardep 35 menjadi gardep yang baik,, bukan menumbuhkan emosi sesaat yang terkadang tidaklah begitu penting.”.. Dan mungkin semalam saya juga dilipiti rasa sedih dan rasa bangga... Diliputi rasa sedih karena masa kontrak kerja saya sudah habis,, tidak ada lagi ngesif di gerai,, tidak ada lagi ketawa keras2x bareng 35 dan SPV kasir.. tapi kami sadar bahwa “yang dicintai tidak mungkin pergi, karena cinta itu abadi”.. dan saya juga diliputi rasa bangga,, karena tercapailah sudah semua impian saya di dagadu yang diawali dari seorang bocah berlatar belakang teknik yang belum pernah menjual kaos, dan pernah merasakan sangsi terberat di dagadu yaitu mangkir dimana saya harus membersihkan gudang seorang diri selama 3 jam... sampai dengan moment terpenting tadi malam bahwa saya terpilih sebagai “gardep Djempolan” angkatan 34.. saya menyadari bahwa saya sebenarnya masih tetap bocah yang belum sempurna dan memiliki banyak kekurangan,, tapi keluarga di gerailah yang membuat saya terus berjuang untuk mengejar impian saya...akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada spv,, kepada Kasir.angkatan 33.angkatan 34,,angkatan 35.yang semuannya telah mewarnai kenangan tidak terlupakan selama 8 bulan ini. Dan pesan buat 35.. “jadilah kakak yang baik,, walaupun kamu terkadang harus tegas sekalipun,, jangan lupakan bahwa kamu menyayangi adik-adik 36 ,,seperti kami menyayangimu....

Salam Hangat,

Denni pascasakti..

Sunday, July 19, 2009

BeasisWa : Kebutuhan atau Sebuah Kecerdikan ???

Kejadian tadi malam sungguh aneh, ketika saya berangkat kerja ke salah satu gerai Dagadu yang ada di jalan pakuningratan no 15, saya masih ingat sekali bahwa saya membawa uang 100 ribu di dalam dompet saya. Namun karena selama jaga gerai, Dompet kurang nyaman apabila ditaruh di saku celana, maka saya yang mungkin sedikit ceroboh ini justru menaruh dompet di tempat pernak pernik yang mudah sekali terlihat oleh orang lain. Dan memang kejadian buruklah yang terjadi. Sepulang jaga gerai tepatnnya pukul 18.00, saya yang sedang kelaparan ini berencana akan mencari makan malam, dan setelah sampai di tempat makan, ketika membuka dompet,, saya terkejut sekali setelah melihat uang di dompet saya tinggal 20 ribu.Karena itu saya pergi ke mesin ATM tepatnya di Bank BNI 46 jakal,lalu saya menarik uang 100.000.. awalnnya perasaan saya masih marah karena tidak rela kehilangan uang 80ribu di dompet saya, namun perasaan emosi itu langsung hilang ketika melihat struk ATM yang keluar berjumlah Rp 2.100.000.. wooooww....dan ternyata setelah mengecek kembali memang benar, saldo ATM saya yang tinggal berjumlah 600.000 sekarang nilai nominalnnya sudah berubah menjadi 2.100.000. perasaan saya tadi malam senang sekali, karena kesimpulannya saya mendapatkan beasiswa PPA tahun 2009-2010.

Berbicara soal beasiswa... saya menjadi bertanya tanya di dalam hati,, apakah beasiswa itu bagi mahasiswa merupakan sebuah kebutuhan atau sebuah kecerdikan?? Hal ini sudah bukan lagi menjadi rahasia bahwa jika kita melihat teman teman yang mendapatkan beasiswa justru teman teman yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas. Saya pernah penasaran akan hal ini di tahun 2007 silam, dan bertanya kepada salah satu teman saya yang lolos beasiswa BBM dimana salah satu persyaratannya adalah Surat keterangan miskin dari kelurahan setempat, padahal jika saya melihatnya dia pergi kuliah membawa motor, memiliki HP 2 buah dan memiliki laptop... Hahaha.. saya bertannya dalam hati..”Bagaimana mungkin orang yang cukup mapan ini bisa memiliki surat keterangan miskin dari kelurahan???” Selidik punya selidik akhirnnya dia mengaku bahwa ayahnnya berteman dekat dengan pak lurah di kampung halamannya. Berarti secara tidak langsung, ayahnya sudah mengajarkan hal yang kurang baik kepada anaknya, dan ada kemungkinan anaknnya di kemudian hari melakukan hal yang sama juga. Ada lagi contoh lain dimana teman saya selalu mendapatkan beasiswa BOP yang selalu dipergunakannya untuk membeli HP dan memodifikasi motornnya..

Bukannya saya munafik, tapi mungkin saya juga termasuk golongan berekonomi menengah ke atas, dan saya juga mendapatkan beasiswa PPA ini. Karena itu saya sebenarnya bingung antara perasaan bersalah atau tidak,, saya merasa bersalah jika melihat bahwa masih banyak mahasiswa yang sebenarnya kondisi perekonomiannya dibawah saya, tetapi justru ia tidak mengajukan beasiswa ini.. Tetapi saya juga terkadang tidak merasa bersalah jika melihat banyak teman teman saya yang juga mendapatkan beasiswa PPA ini dan memiliki tingkat perekonomian diatas saya.

Menurut saya, Beasiswa saat ini sistem persyaratannya harus bisa lebih diperketat lagi. Karena Sebagai contoh seperti Surat keterangan tidak mampu dari kelurahan saja bisa dipalsukan, Surat penghasilan Orang Tua Ternyata juga masih bisa dipalsukan, sehingga tujuan yang ingin dicapai SI pemberi beasiswa justru dimanfaatkan mahasiswa nya. Karena itu semoga Sistem Beasiswa bisa lebih baik untuk ke depan nya, dan Bisa menjangkau golongan yang sudah sepantas nya mendapatkan beasiswa ini.

Wednesday, July 08, 2009

Cerita Seputar Kawat Gigi


Sudah beberapa tahun terakhir ini saya menginginkan memasang kawat gigi, susunan gigi saya banyak yang berantakan tidak karuan. Hal ini disebabkan kebiasaan masa kecil saya yang kurang baik utuk dicontoh, yaitu gemar mengigit kuku jari. Dan hal ini saya lakukan sejak saya masih duduk di bangku TK sampai kelas 1 SMA...wow berarti saya sudah melakukan kebiasaan gigit jari selama 10 Tahun !! Yah.. sering saya iri melihat teman teman yang memiliki susunan gigi yang rata.. Tapi ketika saya berkeinginan memakai kawat gigi, saya langsung murung, karena harga yang dikeluarkan untuk memasang kawat gigi ternyata mencapat 3,5 juta rupiah... memang bukan jumlah yang bisa dibilang sedikit.. Duh dapat duit dari mana ya..??

Saya menabung selama beberapa tahun semenjak saya duduk di bangku kuliah,, karena saya pernah membaca kutipan bahwa “ Jika ingin menjadi orang kaya , maka kamu haru menyisihkan 20% dari setiap penghasilan mu.” Memang selama masa kuliah ini banyak sekali pekerjaan yang saya lakukan mulai dari Assisten Dosen, Bapak Kost,, Tukang Ketik,,Entry Data Demam berdarah,, Tukang jual coklat, sampai dengan Salesman..Rupiah demi rupiah yang berharga selalu saya tabung,, sampai akhirnya terkumpullah uang 3,5 juta Rupiah...hohoho... Jadi aq bisa nih membetulkan susunan gigiku yang berantakan.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah Bertannya.. Ada beberapa teman dari FKG UGM yang selalu saya wawancarai terntang kawat gigi, dan infonnya adalah:

1.Pasang Behel Gigi : Total Rp 3.500.000 ( DP 50% ,sisannya bisa dicicil ) è Untuk Kawat Timah

Total Rp 5.000.000 ( DP 50% ,sisannya bisa dicicil ) è Untuk Kawat Transparan

2.Pasang Kawat Gigi : Total Rp 300.000

Kalo pake kawat , bener nya bisa lama banget sampe 3 tahun. Tapi kalo pake behel Cuma cukup 1 tahun saja..hanya saja biaya yang dikeluarkan cukup mahal. Tapi gak papa... dan aq sudah memantapkan diri untuk memasang behel gigi,, Ya.. aq mengeluarkan DP Rp 2.000.000 dari murni kocek saya sendiri,, dan sisannya saya cicil Rp 300.000 setiap bulan..belum lagi termasuk Uang kontrol setiap 2 Minggu sekali sebesar Rp 50.000... tapi segala sesuatu kan memang butuh pengorbanan..

Dan pada minggu minggu awal pasang behel gigi.. inilah yang saya rasakan... Gigi ngilu2x semua,, selama 4 hari pertama cuman bisa makan bubur,, sariawan sampe 4, padahal saya masih menjadi salesman dan sulit sekali buat ngomong dengan konsumen secara luwes,, puasa ketawa ,, dan menjadi vegetarian.Berat Badan Turun..wow... tapi saya Belajar Bahwa “Jika melihat segala sesuatu hanya dari rintangannya saja.. maka tujuan tidak akan pernah tercapai..Karena itu saya mencoba untuk melihat kepada tujuan memiliki gigi yang rapi,, sehingga walaupun di minggu2x awal agak tersiksa,, tapi saya tidak akan pernah menyerah.. Buat temen temen yang mau pasang kawat gigi.. jangan takut,, hal yang sebenernnya terjadi tidak seperti yang diceritakan kebanyakan orang,, dan yang terpenting adalah... Lihatlah kepada tujuan mu... oke...

Salam Hangat

Denni Pascasakti