Thursday, January 26, 2017

Prosedur Mengurus Izin Lingkungan dan Mutasi SPPT PBB

Sumber : Dinas Perizinan

Saya bersyukur sekali setelah mengetahui bahwa Izin SKTBL dan Site Plan dari Kos Blue Pacific sudah disetujui hanya dalam waktu 2 bulan oleh Dinas Perizinan. Menurut saya, waktu tersebut  terbilang cepat dan dinas perizinan sudah bekerja secara professional, apalagi pada saat izin selesai, saya mendapat sms langsung dari dinas perizinan untuk mengambilnya di kantor dinas.

Setelah kita sudah mendapatkan izin SKTBL, maka langkah berikutnya adalah mengurus dokumen lingkungan, saya merasa sulit sekali mencari informasi tentang , “Dimana mengurus izin lingkungan?”, “Dokumen apa saja yang dibutuhkan?” dan beberapa pertanyaan lainnya, saya sudah mencoba mencarinya di google namun usaha saya masih belum berhasil. Oleh karena itu melalui tulisan ini, saya ingin membahas mengenai bagaimana mengurus izin lingkungan yang sebenarnya cukup mudah.

Izin Lingkungan ( SPPL )
1.      Dimana mengurus Izin Lingkungan ?
Mengurusnya di Badan Lingkungan Hidup (BLH)

2.      Berapa biaya mengurus izin lingkungan ?
Biaya GRATIS, hanya dibutuhkan 2 materai Rp 6.000 dan fotokopi rangkap 6.

3.      Apa saja Dokumen yang dibutuhkan ?
-          Fotocopi SKTBL (1x)
-          Fotocopi Sertifikat Tanah (1x)
-          Fotocopi KTP (1x)
-          Mengisi Formulir UPL – UKL (didapat dari BLH) 

4.      Apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengurus izin Lingkungan ?
-          Luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) > 20% Luas Tanah
-          Rasio Bangunan < 50% Luas Tanah

5.      Berapa lama proses kepengurusan Izin Lingkungan (SPPL) ?
-          Saya menunggu sekitar 3 hari kerja

6.      Apa perbedaan dokumen UPL - UKL dan dokumen AMDAL ?
-     Sejauh yang saya ketahui, untuk UPL – UKL dengan kepengurusan yang cukup mudah apabila luas tanah kurang dari 10.000 m2, sedangkan untuk AMDAL dengan kepengurusan yang cukup panjang apabila luas tanah lebih dari 10.000 m2

Thursday, January 12, 2017

Libur Akhir Tahun Bersama Keluarga


Libur akhir tahun 2016 ini sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Hal Pertama, karena tahun ini saya berwirausaha di Jogja sehingga saya bisa lebih dekat dengan keluarga dan memiliki lebih banyak waktu. Saya merasa nyaman dengan situasi saat ini sehingga saya tidak perlu lagi cemas karena sebelumnya saya harus menghitung hari di waktu liburan yang terbatas.

Pada saat saya masih bekerja si bidang oil and gas, waktu libur saya hanya 5 minggu di rumah dan masih harus dipotong waktu untuk pembuatan visa serta persiapan dokumen lainnya, sehingga otomatis waktu efektif hanya sekitar 30 hari saja untuk bisa bersama keluarga. Sejak tahun 2013, 2014, dan 2015, saya beruntung dapat diberikan kesempatan untuk merayakan natal dan tahun baru di rumah, namun waktu yang ada tetap terasa singkat, sedangkan di tahun 2016 ini, saya lebih bisa menikmati waktu bersama keluarga tanpa mencemaskan waktu untuk segera berangkat kembali bekerja di laut.

Hal kedua tahun ini terasa berbeda, karena saya bisa mempunyai pengalaman untuk menyetir mobil dari Jogja ke Jakarta, begitu pula sebaliknya dari Jakarta menuju Jogja. Saya sudah membeli mobil sejak tahun 2015, namun mobil jarang sekali terpakai apalagi untuk perjalanan jarak jauh. Bisa dibayangkan sebelumnya ketika 5 minggu saya bekerja di laut, mobil tidak terpakai sama sekali dan apabila sebelumnya saya menempuh perjalanan jauh menggunakan mobil, maka akan sangat menyita waktu, sehingga dulu saya belum berani membawa mobil untuk perjalanan jauh. Tahun 2016 ini saya dibantu oleh kakak dalam menyusuri jalan darat menuju kota Jakarta, ternyata untuk medan perjalanannya tidak sesulit seperti yang saya bayangkan.

Perjalanan di Alas Roban sudah dibuat jalan baru yang hanya berupa jalan lurus tanpa kondisi teraain yang curam, kemudian setelah perjalanan sampai Brebes, kondisi jalan bahkan lebih mudah lagi karena kita tinggal masuk ke pintu tol dan perjalanan menjadi nyaman bebas hambatan sampai di kota Tangerang. Waktu total perjalanan Jogja - Jakarta kami tempuh kurang lebih sekitar 12 Jam dengan catatan makan 2 kali dan beberapa kali beristirahat di SPBU.