Thursday, July 20, 2017

Dokumen Untuk Bekerja Di Offshore Tahun 2017




Anda tertarik untuk bekerja di bidang Offshore? Jika jawabannya YA, maka artikel ini dapat menjadi salah satu acuan terupdate dalam melengkapi dokumen dokumen yang dibutuhkan sebelum anda bisa bekerja di Offshore. Dokumen yang dibutuhkan memang cukup banyak dan biaya yang dibutuhkan juga cukup besar, namun apabila anda memiliki semua dokumen tersebut, maka besar kemungkinannya anda bisa terpilih untuk bekerja di offshore dengan gaji yang sangat menarik

Dokumen untuk bekerja di Offshore :
1.      Passport.
Lokasi Mengurus        : Kantor Imigrasi Terdekat
Proses                          : 5 hari kerja
Harga                          : Rp 355.000 (Passport Biasa) & Rp 655.000 (E-Passport)
Masa Berlaku              : 5 Tahun
Website                       : http://www.imigrasi.go.id/

2.      Basic Safety Training (BST Certificate)
Lokasi Mengurus        : Pertamina Maritime Training Centre (Salah satunya)
Proses                          : 8 hari kerja
Harga                          : Rp 1.800.000
Website                       : http://www.pmtcindonesia.com
Email                           : pmtc@outlook.co.id
BST Certificate digunakan untuk membuat Buku Pelaut

3.      Buku Pelaut
Lokasi Mengurus        : Kantor Syahbandar Terdekat
Proses                          : 14 hari kerja ( Informasi dari teman)
Harga                          : Gratis
Masa Berlaku              : 4 Tahun
Website                       : https://pelaut.dephub.go.id/

4.      BOSIET
Lokasi Mengurus        : Samson Tiara Cilegon (Salah satunya)
Proses                          : 3 hari kerja ( BOSIET)
                                      1 hari kerja (FOET)
Harga                          : BOSIET        = Rp 12.000.000
                                      FOET            = Rp 6.000.000 (Refresher)
Masa Berlaku              : 4 Tahun
Website                       : http://www.survival-systems.com/
Email                           : office@survival-systems.com

5.      Medical Check Up (UKOAA / OGUK)
Lokasi Mengurus        : SOS Medika Klinik-Cipete (Salah satunya)
Proses                          : 1 hari kerja
Harga                          : Rp 1.300.000 – Rp 2.300.000
Masa Berlaku              : 2 Tahun
Website                       : https://www.internationalsos.com/locations/asia-pacific/indonesia
Email                           : DL.IDN.Clinic.CustomerFeedback@internationalsos.com

6.      Buku Vaksinasi
Lokasi Mengurus        : SOS Medika Klinik-Cipete (Salah satunya)
Proses                          : 1 hari kerja
Harga                          : Bervariasi tergantung jenis vaksin
Website                       : https://www.internationalsos.com/locations/asia-pacific/indonesia
Email                           : DL.IDN.Clinic.CustomerFeedback@internationalsos.com

Cukup banyak bukan dokumen yang harus dipersiapkan? Namun jika semua dokumen tersebut sudah lengkap, maka besar kemungkinannya anda akan bekerja di bidang offshore dengan gaji yang menarik. 

Oleh karena itu, segeralah anda buka website masing masing untuk mengetahui persyaratannya sehingga anda bisa mulai mengurusnya satu demi satu dari sekarang, Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan mempermudah semua proses sampai anda mendapatkan dokumennya.
Bon Voyage !





Thursday, July 06, 2017

Welcome Back to Offshore !


Sudah sekitar satu tahun saya tidak bekerja offshore sejak proyek terakhir di Australia Barat tahun 2016 lalu, namun saya bersyukur karena selama jangka waktu tersebut, banyak sekali hal-hal yang telah saya lakukan diantaranya menemani istri lahiran anak pertama kami di rumah sakit Yogyakarta, membangun dan sosialisasi Blue Pacific Kos, merombak system kerja karyawan di Betterlife Fitness dan menyelesaikan proses pindah kependudukan keluarga kami ke Yogyakarta.

Tepatnya bulan Juni 2017, saya diberikan kembali kesempatan untuk berangkat kerja ke offshore di Pelabuhan Singapura. Perbedaan jenis pekerjaan saya, saat ini saya bekerja sebagai karyawan freelance, sedangkan sebelumnya dari sejak tahun 2010 saya bekerja sebagai karyawan tetap dari suatu perusahaan. Lalu dimana letak perbedaannya? Perbedaannya untuk karyawan freelance, saya yang menentukan berapa banyak saya mau mengambil trip ke kapal dalam satu tahun, bisa cukup dua kali atau tiga kali trip saja dalam setahun tergantung lama proyek. Sedangkan apabila kita bekerja sebagai karyawan tetap di kapal, maka saya diwajibkan naik ke kapal minimal lima kali dalam setahun.

Saya menyadari bahwa semakin bertambah usia dan pengalaman, waktu yang saya dedikasikan dalam hidup harus seimbang antara keluarga dan pekerjaan, apabila pembagian waktu tidak seimbang, maka biasanya akan terjadi benturan benturan yang seharusnya bisa saya minimalisasi. Lain cerita ketika dulu saya masih belum berkeluarga, banyak waktu yang saya curahkan untuk bekerja, walaupun memang hasil kerja keras sebelumnya, banyak yang kemudian saya investasikan untuk perencanaan jangka panjang keluarga kami.

Saat ini, saya bekerja dengan perusahaan offshore dari China, pengalaman yang sedikit berbeda ketika saya bekerja satu tim dengan orang orang china. Karakter mereka cukup menyenangkan untuk bekerja apalagi kami memiliki banyak persamaan budaya sehingga mudah untuk bekerja sama di dalam satu tim. Namun di sisi lain, sebagian besar kemampuan Bahasa inggris mereka masih menjadi tantangan, banyak dari mereka mereka masih mengucapkan kalimat tanpa memakai tenses, sehingga saya masih beradaptasi untuk memahami arti yang sebenarnya. Sedangkan untuk orang china yang lancar berbahasa inggris, logat pengucapannya masih menggunakan logat Chinese yg cukup cepat.

Namun secara keseluruhan, saya cukup senang bekerja sebagai freelance di perusahaan ini, selain saya tidak terikat oleh waktu kerja yang sangat padat seperti ketika saya sebelumnya menjadi karyawan tetap, di sisi lain saya masih terhubung dengan dunia luar oleh karena adanya akses  internet 24 jam yang terbilang cepat. Sehingga walaupun kapal berada di tengah lautan, saya masih bisa tetap membuka Yahoo, Facebook, Whatsaap, maupun Instagram. :)

Saya rasa cukup sekian cerita untuk hari ini, saya akan sambung kembali cerita lainnya pada tulisan berikutnya.

Jalesveva Jayamahe.
Singapura, 6 Jui 2017. 

Wednesday, June 14, 2017

Prosedur Perpanjang Paspor di Imigrasi Yogyakarta

sumber : travel.detik.com

Tidak terasa passport kedua saya sudah habis masa berlaku-nya, sehingga saya harus memperpanjang passpor yang ketiga di Kantor Imigrasi Yogyakarta. Sebelum menuju ke lokasi, saya sudah banyak membaca referensi di internet terlebih dahulu supaya tidak ada syarat yang kurang dan saya tidak perlu bolak balik ke kantor imigrasi.

Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi informasi mengenai perpanjangan passport di Kantor Imigrasi Yogyakarta pada bulan Juni 2017 yang prosesnya cukup mudah dan cepat.

1.       Syarat apa saja yang perlu dibawa ?
a.       KTP (Asli dan Fotocopy)
b.       KK (Asli dan Fotocopy)
c.       Akta lahir / Akta Nikah / Izasah / Surat Baptis (Asli dan Fotocopy)
d.       Pasport lama (Asli dan Fotocopy halaman depan & belakang)
e.       Saya tambahkan = Fotocopy Work Certificate dan KTKLN

2.       Bagaimana Prosedurnya di kantor imigrasi Yogyakarta ?
Oleh karena proses pendaftaran melalui system online belum bisa dilakukan (saya sudah mencoba sendiri dengan memilih link daftar online yang ada, namun hasilnya selalu error), maka semua pendaftaran dan perpanjangan passport dilakukan dengan system walk in / datang langsung ke kantor imigrasi.

Berikut langkah langkah perpanjangan paspor:
a.       Datang pagi hari sebelum pkl 06:00 pagi
Saya datang tepat pukul 06:03 pagi dan mendapatkan antrian nomor 61, jika anda datang pukul 05:30, seharusnya anda bisa mendapatkan nomor lebih awal.
b.       Pukul 07:30, setiap 4 orang akan dipanggil masuk sesuai nomor urutan.
c.       Pemeriksaan Berkas dan kita akan diberikan Map kuning.
d.       Mengisi Map kuning + Lembar fotokopi serta menunggu antrian
e.       Wawancara, Pengambilan sidik jari dan Foto
f.        Pembayaran di kantor BNI sebesar Rp 355.000
g.       Setelah dilakukan pembayaran, maka passport bisa diambil dalam waktu 3 hari kerja setelah pukul 13:00 siang.

3.       Berapa biaya pembuatan passport ?
Biaya pembuatan passport biasa 48 halaman adalah Rp 355.000, namun jika anda ingin membuat E-paspor 48 halaman, maka anda hanya bisa membuatnya di kantor imigrasi tertentu seperti Jakarta ,Batam, dan Surabaya. Harga E-pasport 48 halaman adalah Rp 655.000

4.       Dimana mengambil paspor yang sudah jadi ?
Anda perlu datang kembali ke kantor imigrasi Yogyakarta setelah pkl 13:00 dengan membawa bukti perpanjangan paspor & bukti pembayaran paspor dari bank BNI. Anda dapat menumpuk berkas di keranjang pada loket pengambilan passpor, kemudian menunggu sekitar 15 menit dan passpor akan diserahkan kepada anda.

Setelah selesai, ada baiknya anda menuju loket fotokopi yang ada di lantai bawah untuk membeli sampul passpor yang saya ingat harganya sekitar Rp 5.000.

Menurut penilaian pribadi saya, pelayanan paspor di kantor imigrasi Yogyakarta sudah sangat baik. Penilaian secara lebih detail diantaranya adalah pelayanan cepat dan ramah, tempat nyaman dan sejuk, serta proses transparan dan professional. Saya sangat berharap semoga kinerja yang sangat baik ini bisa terus dipertahankan agar bisa semakin memberikan kepercayaan di masyarakat terutama di bidang pelayanan publik.

Bravo untuk Imigrasi Yogyakarta.

Tuesday, April 11, 2017

Siapa yang wajib UMR ?



Saya tinggal di Yogyakarta dan telah merintis bisnis sejak tahun 2014. Selama menjalankan bisnis yang berjalan hampir tiga tahun ini, sudah tiga kali saya didatangi karyawan yang berbeda-beda untuk meminta kenaikan gaji menjadi UMR sesuai dengan wilayah kabupaten Sleman.

Pertama tama, mari kita lihat terlebih dahulu UMR yang ada di kabupaten Sleman, DIY :
-          UMR tahun 2014 = Rp 1.127.000
-          UMR tahun 2015 = Rp 1.200.000
-          UMR tahun 2016 = Rp 1.338.000
-          UMR tahun 2017 = Rp 1.448.385

Dari sejak tahun 2014 ke tahun 2015, terdapat kenaikan UMR Rp 73.000 yang menurut saya masih masuk akal. Kemudian tahun 2015 ke tahun 2016, terdapat kenaikan UMR sebesar Rp 138.000 yang menurut saya sudah cukup besar, lalu pada tahun 2016 ke tahun 2017, terdapat kenaikan lagi sebesar Rp 110.385.

Saya masih ingat di perusahaan saya bekerja dahulu di Jakarta, rata rata kenaikan gaji paling hanya sekitar 4 – 6 %, kemudian setelah saya bekerja di perusahaan asing, rata rata kenaikan gaji per tahunnya menjadi lebih kecil lagi yaitu sekitar 2 – 4 %, padahal jika kita mengikuti kenaikan UMR setiap tahunnya, maka pengusaha dibebankan kenaikan gaji karyawan yang berkisar antara 8 – 11,5 %. Hal ini sebenarnya yang cukup membebankan pengusaha, terutama kepada golongan pengusaha baru yang masih masuk dalam kategori UMKM ( Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Siapa yg wajib UMR ?
Saya pun segera mencari informasi melalui internet, salah satu pertanyaan saya, “Siapakah sebenarnya yang wajib memberi gaji sesuai dengan UMR?”

Ada beberapa peraturan perundang undangan yang cukup menarik juga untuk dibaca bagi semua pengusaha diantaranya :

  • UU No 13 tahun 2003                         = tentang Ketenagakerjaan
  • Permenakertrans No 7 tahun 2013     = tentang Upah minimum
  • PP no 78 tahun 2015                           = tentang Pengupahan
  • Permenaker No 21 tahun 2016           = tentang Kebutuhan Hidup Layak
  • Permenaker No 6 tahun 2016             = tentang THR
  • Kepmenakertrans No.102 thn 2014    = tentang Upah Kerja Lembur

Saya juga membaca dari beberapa sumber yaitu detik.com mengenai artikel “Siapa saja yang wajib UMR?” disana dijelaskan bahwa untuk perusahaan yang wajib UMR adalah :
-          Pekerja sektor formal ( berbentuk PT atau CV )
-          Perusahaan dengan karyawan > 15 orang
-          Pekerja lajang dengan masa kerja kurang dari 1 tahun

Friday, March 31, 2017

Pentingnya ASI Ekslusif



Beberapa tahun lalu, salah seorang teman saya yang ber-usia 10 tahun lebih tua pernah mengatakan,”Suatu hari kamu akan mengetahui besarnya perjuangan kedua orangtuamu, ketika kamu sudah memiliki anak dan mengurusnya sendiri”. Pada waktu itu, saya masih belum memahami maksud dari kata kata tersebut.

Setelah waktu berlalu dan saya memiliki anak pertama, saya baru merasakan betul perjuangan kedua orangtua ketika mengurus anak yang masih kecil. Keluarga kami dari sejak awal memang sudah memantapkan untuk bisa memberikan ASI ekslusif. Tahapan 6 bulan pertama sudah kami lewati dengan pernuh perjuangan, tidak terasa saat ini sudah 9 bulan anak kami masih tetap mengkonsumsi 100% ASI ekslusif.

Keadaan keluarga kami memang sedikit lebih beruntung, karena saya sudah menjadi wirausaha di Jogja yang memiiki waktu lebih fleksibel untuk keluarga, sedangkan istri saya yang sebelumnya guru juga memantapkan diri untuk mengurus terlebih dahulu anak pertama kami di rumah agar program ASI Ekslusif bisa berjalan dengan baik. Saya bersyukur walaupun banyak tantangan yang ada selama di perjalanan, keluarga kami tetap bisa memberikan ASI ekslusif.

Menurut saya, kunci dari rumah tangga yang baik itu harus saling bekerja sama, tidak bisa menuruti keinginan masing masing, jadi dalam keluarga harus banyak berkomunikasi untuk menemukan solusi yang terbaik. Saya pernah membaca status media sosial dari beberapa teman yang baru saja berumah tangga, kebanyakan dari mereka sering mengeluh,”Haduh, kok cucian banyak sekali ya.” Lalu ada juga yang sudah mengeluh,”Haduh kok setrikaan banyak banget kayak gak ada habisnya ya?” Padahal menurut saya semua masalah pasti ada solusinya.