Sabtu, Februari 18, 2012

Proyek Perdana Elnusa Finder di Lautan Vietnam



Tiga hari sudah berlalu sejak kapal berlayar dari Singapura menuju Vietnam,.Perasaan mulai bercampur aduk antara bingung dan grogi. “Saya harus ngapain ?” .

Beberapa saat kemudian, saya menuju ruang kerja navigasi dan mengambil tempat duduk, di depan saya terpampang 18 layar monitor navigasi yang sangat asing, bahkan software navigasi yang bernama Seapronav-pun, saya belum pernah mendengar apalagi menggunakannya.

Shift leader saya datang, beliau adalah orang yang saya hormati. Kami sama sama dari Indonesia, selain itu kami juga berasal dari jurusan yang sama yaitu Teknik Geodesi. Shift leader saya bernama Pak Dahlan yang memiliki perawakan serius, berbadan tegap dan berkacamata. Kemudian datang lagi dua orang Chief navigasi. Yang pertama adalah Michelle, beliau berbadan gemuk dan besar , berumur sekitar 56 tahun, berambut putih dan berasal dari Perancis. Sedangkan yang kedua adalah Hewingson yang Tinggi besar, berumur sekitar 61 tahun . Hewingson berasal dari Australia, namun karena sudah lama tinggal di Kupang, dia sedikit-sedikit bisa berbahasa indonesia dan sering mengatakan,”Saya suka Nasi Goreng.” .

Ternyata orang orang bule itu walaupun sudah berumur 60 an Tahun, masih saja senang kerja dan sangat bersemangat.. Kita bisa membandingkannya dengan orang Indonesia yang baru berumur 50-an tahun, cukup banyak yang lebih memilih di rumah untuk beristirahat, membaca koran setiap pagi, dan bermain bersama cucu.

(***)

Telepon di sebelah saya berbunyi,”Kringggggggg.”
Jantung saya tiba tiba berdebar, kemudian saya mencoba mengankat telepon itu,
” Halo, Bridge Here,.. Could cou *Y*^*&%^%$%^, because *&&^&*%^&$*”

Saya terdiam sejenak kemudian mencoba mencerna yang dia katakan,.... Itu orang cepet banget ngomongnya. Kemudian saya menjawab,”If you don’t mind, Could you please repeat what did you say to me slowly and clearly?”

Untuk yang kedua kalinya dia kembali mengatakan hal yang sama gag jelasnya dan terlalu cepat.Karena merasa putus asa untuk mencoba mercerna apa yang dia katakan, saya segera membawa telepon itu dengan sedikit malu, dan memberikannya kepada Pak Dahlan.hehehe

Proyek pertama ini cukup membuat saya frustasi, seperti yang sudah pernah saya ceritakan sebelumnya bahwa dari perusahaan kami yaitu Elnusa, hanya 3 orang Indonesia yang dikirim ke kapal ini selebihnya adalah teman teman dari CGGVeritas yang kebanyakan berasal dari Perancis, USA, Inggris. Hanya Pak Dahlan-lah satu satunya orang Indonesia dari CGG. Hal lain yang membuat frustasi,kami bertiga dari Elnusa hampir tidak paham apa apa karena semua software dan peralatan disini menggunakan terknologi paling baru serta berteknologi Tinggi.

(****)

Kapal kami memiliki tugas untuk mencari cadangan minyak di kawasan Asia Pasifik yang mencakup Australia, Malaysia, Indonesia, Brunei, Filiphina, Vietnam, India.

Proses mencari cadangan minyak di laut terlihat sederhana .Kapal Seismik memancarkan getaran dari senjata udara, getaran tersebut memantul ke dasar laut kemudian kembali ke permukaan air yang direkam oleh kabel streamer sepanjang 6 kilometer sehingga didapatkan gambaran lapisan bumi yang berpotensi mengandung minyak.

namun jangan salah,, Biaya yang dikeluarkan untuk mengerjakan proyek seismik kurang lebih sebesar 1 Milyar Rupiah per Hari-nya . Woww... Bayangkan jika ada masalah sepele di kapal hanya karena kerusakan alat selama 1 hari saja, maka perusahaan rugi bersih sebesar 1 milyar rupiah.

(****)

“Denni, kamu harus berani ketika berbicara di depan orang Asing!! Kalau kita selalu merasa rendah diri didepan orang Asing, kapan Indonesia bisa Maju dan dihargai !!
Pak Dahlan berbicara cukup keras didepan saya sekaligus menghentak dan membuka pikiran saya. Bener juga , kalau kita merasa takut berbicara didepan orang asing, yang ada justru mereka semakin meremehkan orang Indonesia yang sebenarnya memiliki kemampuan setara dengan orang Asing walaupun kami hanya memiliki keterbatasan dalam hal teknologi.

Oke, mulai sekarang, yang terpenting berani dulu ngomong. Malasah grammar belakangan, toh juga orang bule banyak yang bahasa inggrisnya belepotan .


Pembentangan Kabel Streamer






Pekerjaan pertama sebelum produksi adalah membentang kabel streamer sepanjang 6 kilometer, kabel ini bertugas merekam getaran analog menjadi digital.

Sesampainya saya di ruang pembentangan kabel yang bernama Streamer deck, ternyata disana sudah ada teman teman dari Gunners dan Observer. Kebanyakan dari mereka adalah orang Filiphina dan pada saat itu sayalah satu satunya Indonesia. Keterbatasan berbahasa inggris ditambah kurangnya pengalaman di bidang seismik laut, membuat saya cukup terlihat bodoh didepan mereka.

“Denni, please give me Side Cutter and adjustable Spanner !”.
Saya mulai menarik nafas perlahan dan berfikir ,”Nama apa tuh Side Cutter? Adjustable Spanner?”

Karena saya ingin terlihat bisa, saya malah mengambil Kunci L dan Tank.
Kemudian untuk yang kesekian kalinya, saya ditertawakan..

Namun hal positif orang Filiphina, mereka cukup ramah dan Bahasa Inggris mereka cukup jelas, sehingga kesempatan tersebut selalu saya manfaatkan dengan bertanya banyak hal mengenai apa arti dari TAPU, HAPU, BIRD,serta kosakata dari bahasa planet lainnya. :p

3 jam sudah berlalu, matahari mulai menampakkan sinarnya, baru kali ini saya melihat matahari terbit diantara birunya laut dan sekumpulan awan. Keringat mulai menetes , kaki saya sedikit terasa pegal dan badan saya sedikit terguncang kekiri dan kekanan karena dentuman ombak dari sisi kapal. Di umur saya yang saat itu baru 23 tahun, saya sudah harus bekerja ditengah laut dan beradaptasi diantara orang orang asing yang memiliki budaya sangat berbeda dengan budaya Indonesia.

Terkadang saya bertanya dalam hati,”Kenapa saya harus bekerja dibawah tekanan dan tantangan seperti ini?!!” Namun lama kelamaan saya menyadari bahwa Tuhan pasti punya rencana yang jauh lebih besar dibalik ini semua, Ya, saya percaya bahwa akan ada waktunya dimana kami orang-orang Indonesia yang akan memegang kapal ini di suatu hari nanti.

Makanan di kapal

Waktu sarapan sudah datang, saya mengajak teman dari Filiphina yaitu Jun dan Red untuk menuju ruang makan. Ketika membuka pintu , di meja makan berjejer Daging ayam, sosis, Daging Sapi, Burger. Diujung sebelah kiri dapur diletakkan berbagai macam sayuran, buah buahan dan berbagai macam minuman Juice buah,Susu, Yoghurt, Sirup, Anggur, sampai Air putih.. asikk, 4 sehat 5 sempurna selama di kapal.hehehe.Perbaikan gizi,.:)

Namun makan daging dagingan itu ternyata hanya enak di 2 minggu pertama saja, bayangkan setiap hari yang kami makan selalu daging, kalau gag daging sapi, ayam, dan ikan. Lama kelamaan malah enek.

Setelah Memasuki minggu keempat, kulkas raksaksa untuk tempat penyimpanan makanan rusak, berpuluh puluh kilogram makanan yang ada didalamnya suhunya mulai meningkat. Sudah tiga hari kulkas tersebut berusaha diperbaiki namun tetap gagal, Es-Es yang ada pada Ikan, Ayam, daging mulai mencair. Pada akhirnya kapten datang dan memerintahkan kepada kepala koki untuk membuang semua daging yang ada di kapal ke dasar laut. “Haaaaahhhh.”

Saya melihat koki dan beberapa asisten koki mulai memasukkan sosis, daging burger, bakso, ayam, ikan, dan semua makanan yang sudah mulai berbau ke dalam plastik .Setelah dikumpulkan, totalnya berjumlah 300 kg. Kemudian daging tersebut dibawa keluar kapal, dan pada akhirnya makanan makanan tersebut dibuang ke dasar laut...

Bayangkan, 300kg daging dibuang Cuma-Cuma.. sayang banget ya.. Tapi mau bagaimana lagi.. Karena kejadian itu, selama beberapa hari berikutnya, makanan justru didominasi sayur sayuran,sampai pada akhirnya kru maritim berhasil memperbaiki kulkas kembali normal.

Thunderstorm is Coming



Pak dahlan duduk di depan komputer prosesing navigasi, sedangkan saya duduk di depan monitor navigasi Real Time. Setiap 8 detik kami mendengar suara “Dunggg..dungggg.” yang menandakan air gun sedang mengeluarkan getaran udara ke dasar laut.

Di layar Navigasi seperti DGPS, RGPS, Akustik, Pinger dalam keadaan normal., Warna hijau menandakan bahwa alat dalam keadaan bagus, sedangkan warna merah menandakan alat sedang dalam keadaan rusak atau error.

Di layar Radar,Saya melihat kapal kami sedang bergerak ke arah timur, diantara kami terdapat 4 kapal Vietnam yang bertugas mengawal kapal kami selama melakukan survei pencarian Minyak, tidak jauh dari kami ada 2 kapal nelayan yang bergerak menjauh cukup pelan.

Segalanya berjalan cukup normal sampai di layar radar terdapat sesuatu yang bergerak mendekati kapal kami, Ya.. Gumpalan awan hitam besar bergerak cepat ,, hujan deras tiba tiba datang mengguyur.

Selang beberapa detik, terdengar suara halilintar yang sangat keras.

“Jlederrrrrrrrr,..!!!!!!”

saya melihat kilatan cahaya yang terang ditengah gelapnya malam.,,

Tidak lama berselang, terdengar dentuman halilintar kedua...

dan,,, ya.. semua layar navigasi berubah menjadi berwarna merah...,beberapa display monitor di departemen Observer dan Prosesing mati , setelah komputer menyala, warna yang ditampilkan selalu sama ... Merah ...

Hampir semua orang pada saat itu berdiri, memegang kepala dengan kedua tangannya dan saya mendengar banyak orang bule yang berteriak,”F**K!!!”..

Kami kehilangan posisi koordinat DGPS dan RGPS, pak Dahlan berlari ke kamar chief navigasi untuk membangunkan beliau.Semua orang panik, Kami telah mencoba beberapa trouble shooting dengan mematikan komputer dan mesin GPS, kemudian menyalakan kembali , namun tetap sama, semuanya masih error.. Oh my God.

Party Chief, Klient, semua sudah berkumpul di ruangan kami.

Akhirnya keputusan diambil,,Ya..Kami Mendatangkan teknisi DGPS dan RGPS langsung dari Singapura menuju Vietnam , lalu dengan helikopter langsung dibawa menuju ke ke kapal kami...

Kenapa sampai didatangkan teknisi langsung dari Singapura? Jawabannya, karena kalau kapal ini tidak produksi selama sehari, maka kapal mengalami kerugian sebesar 1 milyar rupiah.. Karena itu, memanggil teknisi adalah jawaban yang terbaik ketimbang mencoba coba trouble shooting dengan metode Try and Error yang akan memakan waktu lama.

Teknisi DGPS yang saya ingat bernama MR. Wong, dengan sigap mengganti beberapa sparepart yang rusak, mengetest GPS, dan merestart sistemnya,, setelah berjuang keras, akhirnya Mr. Wong berhasil memperbaiki Sistem GPS ke kondisi Normal...

Kami juga menemukan 3 buah alat akustik Pinger yang rusak dengan kondisi board didalamnya terbakar, padahal harga satu pinger saja sebesar 7000 USD. Ternyata hanya dari petir yang berlangsung beberapa detik, bisa menimbulkan kerugian sampai ratusan juta rupiah.

(***)

Tanpa terasa ,5 minggu petualangan di laut Vietnam akhirnya terlewati
Rasa cemas, kaku , lambat berbicara dalam bahasa inggris, Kurang bisa menangkap dengan jelas pesan telefon dalam bahasa inggris, grogi ketika berdiskusi langsung dengan orang bule klien yang jauh lebih berpengalaman menjadi kenangan tersendiri yang tidak akan terlupakan,

Namun dari semua ketidaknyamanan itu, saya yakin bahwa dimana ada ketidaknyamanan, maka disana akan ada kemajuan.

Kapal Elnusa Finder tidak akan pernah berhenti mengarungi lautan, sama seperti semangat kami, yang tidak akan pernah berhenti.

Best Regards
Denni Pascasakti
Kupang 18 February 2012 ; Pk 12:43
www.dennipasca.blogspot.com

Minggu, Januari 15, 2012

Adventure in Pindul Cave and Oyo River, Yogyakarta





Apakah anda memiliki rencana liburan ke Yogyakarta namun sedikit bosan dengan tempat wisata Kaliurang dan Parangtritis? Apakah anda menginginkan suasana berbeda seperti eksplorasi gua bawah tanah dengan panorama yang menajubkan dan petualangan menyusuri sungai ber-arus kencang sejauh 2 km dengan hanya menggunakan ban mobil?

Jika anda menjawab YA dari kedua pertanyaan diatas, maka rekomendasi dari saya, anda harus mengunjungi Tempat Wisata GUA PINDUL dan SUNGAI OYO yang terletak sekitar 7 km dari Kota Wonosari atau 37 km dari kota Yogyakarta.

Dimanakah Gua Pindul dan Sungai Oyo ?

a. Menggunakan Motor / Mobil =
Rute Normal : melewati jalan Jogja Wonosari – Bukit Bintang – Bundaran Siyono belok kiri – Perempatan grogol belok kiri – masuk Bejiharjo.

Rute Alternatif: melewati jalan Jogja Wonosari – Bukit Bintang – Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba – Desa Wisata Bobung (kerajina topeng) – Sambipitu – Rest Area Bunder – Bundaran Siyono belok kiri – Perempatan grogol belok kiri – masuk Bejiharjo.

b. Menggunakan Bus =
Dari Janti ( Yogyakarta ) naik bus Jogja – Wonosari, turun di kota Wonosari. Kemudian tinggal cari Ojek yang bersedia mengantarkan sampai ke Gua Pindul. ( hanya 7 kilometer dari Kota Wonosari ke Gua Pindul )

c. Menggunakan GPS =
Koordinat : 7 55’50.4” S ; 110 38’58” E
Desa Bejiharjo , Karangmojo.

Cerita dibalik keindahan Gua Pindul dan Sungai Oyo :

a. Eksplorasi Gua Pindul :






Tiket untuk masuk ke Gua pindul seharga 25.000/orang, harga tersebut sudah termasuk fasilitas seperti pemandu, jaket pelampung, sepatu karet, ban.
Tim kami berjumlah 10 orang, sebelum memasuki gua kami diwajibkan untuk brifing awal, berdoa dan mengecek kelengkapan masing masing.

TIPS : Terdapat 1 peralatan yang kurang disediakan yaitu HELM Safety. Pemandu memang sudah memastikan bahwa didalam gua sangat aman, namun menurut saya, sangatlah berbahaya memasuki gua yang dipenuhi batu stalaktit tanpa Helm.


Di dalam gua, kami duduk diatas ban dan memakai jaket pelampung. Sang pemandu menjelaskan arti dan makna dari setiap stalaktit yang sebenarnya menurut saya seperti dongeng dan membuat tertidur..:)

Pemandangan didalam gua sangatlah menajubkan, terdapat beberapa kelelawar dan stalaktit dengan berbagai bentuk. Gua dari sejak awal masuk dipenuhi dengan cahaya, namun lama kelamaan menjadi gelap gulita tanpa cahaya sedikitpun.

Diakhir gua terdapat tempat loncat setinggi 3 meter dan kita bisa berfoto sambil meloncat indah dengan berbagai macam gaya. Cheesee....

b. Rafting di Sungai Oyo =





Tiket untuk rafting di Sungai Oyo seharga 35.000/orang, Setelah selesai berwisata di gua pindul,untuk menuju sungai Oyo, kami harus berjalan disepanjang selokan irigasi dan melewati tengah tengah sawah sekiar 15 menit. Setelah itu anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang tidak kalah menajubkan dibandingkan gua pindul.

Disana saya melihat sungai dengan aliran cukup deras dan disepanjang kiri kanan dari sungai oyo terdapat relief dengan bentuk yang sangat unik. Tanpa basa basi kami segera dduk diatas ban pelampung kemudian meluncurrr merasakan kuatnya dorongan arus di Sungai oyo.

TIPS : Ketika musim kemarau, Rafting di sungai oyo hanya bisa dilewati sejauh 2 kilometer. Namun jika anda datang ketika musim penghujan dan air sungai sedang pasang, maka anda bisa menikmati rute sungai Oyo sejauh 4 km.


Di tengah-tengah rute sungai , kami melihat tangga menuju bukit. Ya, Bagi anda yang cukup memiliki nyali tinggi, anda bisa mencoba tantangan untuk meloncat dari tebing setiggi 9 meter dan langsung terjun ke air sungai dengan kedalaman 10 meter. Memang perasaan ketika meloncat untuk pertama kalinya sangatlah menyeramkan, namun setelah itu, dijamin Ketagihan deh..hehe

Diakhir rute sungai oyo, ada warung yang menyediakan berbagai makanan dan minuman. Setelah kami makan nasi kucing, berbagai gorengan dan pastinya kopi hangat, kendaraan pickup pun datang untuk menjemput kami pulang menuju areal awal kami datang pertama kali.

(****)

Wisata gua pindul dan Sungai Oyo sangatlah recomended buat dicoba. Buat saya sendiri yang mencintai wisata alam dan backpacker,sebenarnya sangat banyak tempat wisata yang menajubkan di Indonesia namun sayangnya belum terpublish dan kurang mendapat dukungan dari pemerintah. Bahkan ketika saya mencoba searching di Google mengenai gua pindul, ternyata semua fasilitas yang ada di gua pindul merupakan hasil dari swadaya dan patungan dari masyarakat desa tanpa adanya dana bantuan dari pemerintah.

Semoga dengan tulisan ini bisa sedikit membantu publikasi tempat tempat wisata yang sangat indah di Indonesia dan patut dicoba..

Best Regards
Denni pascasakti

Yogyakarta, 15 Januari ; pk 22:10
www.dennipasca.blogspot.com

Rabu, Januari 04, 2012

Strategi Keuangan dan Tips memilih Rumah KPR.





Saya menyadari bahwa hampir selama 18 tahun, sejak Taman Kanak Kanak sampai duduk di bangku perkuliahan, saya hanya belajar mengenai pelajaran menghitung, menghapal,dan mengerjakan tugas. Namun saya kurang menerima bekal pengetahuan tentang Strategi keuangan, investasi, dan bagaimana cara agar tidak terjerat Hutang.

Karena rasa penasaran , saya mulai membaca hampir belasan buku yang membahas mengenai keuangan, pengalaman dari orang orang sukses serta buisnessman yang hampir sebagian besar di Indonesia ternyata justru dipegang oleh keturunan Chienese.

Saya melihat banyak sekali orang Indonesia yang sangat Pintar dan Jenius, namun karena kita sejak kecil hanya belajar untuk mengerjakan sesuatu, diberikan tugas dan harus menyelesaikan nya, sehingga kebiasaan tersebut terbawa ketika sudah bekerja.

Ya, saya melihat orang2 jenius ini bekerja sebagai Karyawan Teladan, masuk jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore selama bertahun tahun sampai pensiun. Sedangkan ketika kita lihat siapa bosnya? Bosnya justru bukanlah orang jenius, mereka hanyalah orang biasa yang mampu berstrategi, dapat meyakinkan orang lain, memiliki jaringan luas, dan mengetahui tentang perencanaan keuangan. Aneh bukan ?

(****)

Ketika seseorang memiliki tabungan dan akan membeli sesuatu, terdapat 2 hal yang diantaranya :

1. ASSET : Ketika kita membeli asset, harganya jarang turun dan cukup stabil, bahkan harga asset cenderung naik seiring berjalannya waktu.
Contoh : Tanah, Rumah, emas, dinnar, dll.

2. BEBAN : Ketika kita membeli beban, semahal apapun harganya, seiring berjalannya waktu, harga dari beban terus menurun, bahkan biaya perawatannya memerlukan pengeluaran yang tidak sedikit.
Contoh : Mobil , Motor, Laptop, HP, Gadget baru, dll.

Namun Kenyataannya di masyarakat kita, justru orang yang memiliki BEBAN semakin banyaklah yang memiliki prestise cukup tinggi. Saya mengamati beberapa teman yang sudah cukup memiliki tabungan di bank, mereka lebih memilih membeli mobil baru Honda Jazz atau membeli Motor Ninja 250R ketimbang membeli property. Menurut mereka , “lebih baik mengontrak rumah saja, yang penting Mobilnya baru.” Apakah ada yang salah ?

Kalau menurut pandangan saya, walaupun saya hanya memiliki BB seri jadul dan Motor tahun 2002, namun bagi saya, kepemilikan BEBAN haruslah didasarkan pada FUNGSINYA, Bukan UPDATE TERBARU atau UPDATE TERMAHAL nya dikarenakan nilainya terus menurun dari waktu ke waktu.

Pengalaman memilih Property Rumah Di Jogja

Entah mengapa Jogja membuat saya benar benar merasakan kenyamanan, Jalan yang bebas macet, masyarakat yang ramah, harga kebutuhan sehari hari yang cukup terjangkau. Oleh karena itu, hampir seminggu belakangan saya memutari Jogja bersama Ibu Tercinta yang dimulai dari Jalan Kaliurang, Monjali, Paingan, Godean, sampai Bantul.

Sebenarnya untuk mencari rumah tempat tinggal, terdapat beberapa alternatif :

1. Perumahan Baru
2. Perumahan Lama ( Rumah Second )
3. Apartemen
4. Rumah Kredit Macet

Setiap orang memiliki pertimbangan yang berbeda beda, namun saya memilih property yang berada di perumahan baru, karena bangunannya masih baru dan bisa didesign sesuai keinginan pembeli.

Beberapa pertimbangan ketika membeli rumah di perumahan Lama , kita harus memastikan bahwa tidak ada banjir, keamanan terjamin, dan pastikan bahwa rumah lama memiliki rangka besi. Karena saya menemukan beberapa rumah lama di Jogja tidak dibangun dengan kerangka besi (jarang rumah2 tahun 70-an yang dibangun menggunakan kerangka besi sehingga ketahananya berkurang.)

Terdapat Beberapa Jenis Sertifikat Tanah dalam kepemilikan rumah :

1. SHM ( Sertifikat Hak Milik ) = Jenis hak ini adalah hak yang paling kuat, karena pemilik tanah memiliki hak penuh dan tanahnya bisa diwariskan.

2. HGB ( Hak Guna Bangunan ) = Jenis hak ini hanya berlaku selama 20 tahun dan harus diperpanjang. Saat ini, hampir semua perumahan baru di Jogja, sertifikat awalnya adalah HGB, namun setelah kita mendapatkan Sertifikat HGB dari developer, jenis hak-nya bisa ditingkatkan menjadi SHM di Kantor pertanahan.

3. Dll.

(****)

Setelah mengitari Jogja yang seminggu belakangan cuacanya selalu berubah rubah, terkadang panas terik, terkadang hujan deras. Sampai pada akhirnya saya menemukan perumahan yang cukup menjanjikan. Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan Booking Fee ke Developer. Mengapa ? Karena jaman sekarang orang mencari rumah seperti semut yang berebutan gula.

Tempat tempat strategis biasanya cukup cepat terjual, bahkan Jogja saat ini menjadi Incaran orang orang diluar Pulau Jawa yang ingin membangun Kontrakan atau kos2an untuk Hari tua mereka.Saya juga pernah melihat Bos2 tua ( Kelihatannya sih kayak Koruptor ) yang menaruh modalnya di Rumah-rumah Baru untuk anaknya yang kuliah di Jogja agar daftar Kekayaan nya sulit terlacak.

Karena Rumah saat ini harganya cukup tinggi, saya memanfaatkan jasa KPR di salah satu Bank. Namun ternyata masih terdapat biaya-biaya lain di Pihak Developer dan Bank diluar harga Rumah.

Beberapa Biaya dari pihak Developer dan dari Pihak Bank, diluar harga Rumah, diantaranya :

1. Biaya-Biaya Developer :
Notaris PPAT, Validasi , Tambahan biaya IMB, PPN 10%, BPHTB 5%
Perkiraan total biaya developer sekitar 25 juta sampai 30 juta Rupiah.

2. Biaya Biaya KPR Bank :
Taksasi / Penilaian Agunan , Biaya Administrasi, Notaris, Materai, Asuransi Jiwa dan Bangunan. Perkiraan Total biaya sekitar 4-5 juta Rupiah.

Beberapa Tips pengambilan KPR di Bank untuk perhitungan angsuran per bulan :

1. Hindari Kredit Berkepanjangan.
Mengapa ? Karena semakin lama jangka waktu kredit di bank, maka bunganya semakin tinggi. Saya menghitung misalkan saya ambil KPR 100 juta selama 5 tahun, maka saya harus mengembalikan ke bank sebesar 125 juta. Jika saya mengambil KPR 100 juta selama 10 Tahun, saya harus mengembalikan ke bank sebesar 150 juta. Bayangkan Jika kamu mengambil 15 Tahun. Berapa yang harus kamu bayarkan ke bank ? Mungkin seharusnya kamu sudah bisa membeli 2 rumah.

2. Kredit satu per satu, Maksimum Kredit 40% dari Gaji bulanan.

Saya menjumpai beberapa orang yang terlihat terburu-buru ketika akan mengkredit sesuatu, mereka sekaligus mengambil kredit Rumah, Mobil, Motor, HP. Bayangkan HP atau Motor yang seharusnya bisa dibayarkan tanpa Kredit, masih diambilnya dengan Kredit. Akhirnya apa? Sudah dipastikan Hidupnya Terjerat Hutang dan Frustasi. Oleh Karena itu, ambilah kredit satu per satu, dan Hitung supaya maksimum kredit sebesar 40% dari gaji bulanan.

3. Tabungan di Bank, Minimum tersimpan 3-5 kali gaji bulanan.
Bayangkan jika kamu tidak memiliki cadangan tabungan sama sekali di bank, apa yang terjadi jika sudah saatnya membayar kredit namun kita tidak memiliki Uang sama sekali. Mungkin kita tinggal bersiap siap penagih Hutang ( Debt Collector) mendatangi rumahmu yang kebanyakan datang dengan cara paksaan dan teror.

4. Salah satu Pertimbangan Terpenting mencari rumah , PERTAMA adalah LOKASI, Kedua adalah LOKASI, KETIGA adalah LOKASI. Kemudian tidak ada kata RUGI ketika membeli Rumah atau Tanah, dikarenakan harganya terus meningkat.


Mungkin inilah saatnya kita membuat strategi dan planning untuk masa depan,

Jangan pernah membiarkan hidup mengalir begitu saja tanpa tujuan dan tanpa mimpi. Karena banyak orang orang yang sukses memulai kariernya dengan cara BERANI BERMIMPI BESAR.

Semoga informasinya bermanfaaat.

Best Regard
Denni Pascasakti
Yogyakarta, 4 Januari 2012. Pk 11.41
www.dennipasca.blogspot.com

Sabtu, Desember 17, 2011

3 Mitos tentang Pelaut yang tidak selalu benar





Tanpa terasa waktu 2 tahun berjalan begitu cepat. Cukup banyak kenangan yang saya alami sebagai seorang pelaut, dimulai dari petualangan di laut Sulawesi bersama orang Rusia, pedalaman sungai Kalimantan yang dipenuhi oleh buaya, petualangan di Vietnam , Sarawak, sampai Filiphina. Saya belajar bukan hanya mengenai hal-hal teknis, namun justru lebih banyak menerima pelajaran mengenai hidup terutama karena rekan kerja saya rata rata berumur 10-15 tahun lebih dewasa. Dan yang anehnya,walaupun atasan saya selalu berbeda beda, ada 1 persamaan. Mereka senang membimbing dan berbagi pengalaman kepada yang lebih muda dan tidak senioritas.

Kehidupan pelaut ternyata tidak sekeras dan sesulit seperti yang masyarakat bayangkan, walaupun terkadang ada resiko resiko yang harus dihadapi seperti ombak besar badai Typhoon dan Tsunami., Bahkan, Setiap kali saya akan berangkat ke Laut dan ingin berpamitan dengan bapak ibu, saya melihat kedua mata mereka berkaca kaca walaupun raut muka mereka seperti dipaksakan untuk tersenyum, saya tahu bahwa Bapak dan Ibu saya selalu was-was dan khawatir dengan anaknya yang harus mengarungi lautan .

Oleh karena itu, saya mencoba menceritakan gambaran kehidupan pelaut yang bekerja mengarungi samudra demi mencukupi kebutuhan hidup, dan mengungkapkan bahwa pandangan masyarakat selama ini mengenai pelaut ternyata tidak selalu benar.

Mitos 1 : Pelaut uangnya banyak karena Bergaji besar.

Sebenarnya mitos ini bisa dikatakan sedikit benar dan bisa dikatakan kurang tepat. Mengapa dikatakan sedikit benar ? pendapat saya , Pelaut bukan “Bergaji besar” namun “Bergaji sedikit lebih besar” mengapa? Salah satu jawabanny karena pelaut harus menanggung resiko seperti Mabuk laut, Suasana pekerjaan yang cukup Beresiko, dan Jauh dari keluarga. Saya pernah berulang tahun di atas kapal dan pernah mengalami masa paskah di atas kapal. Ketika pertama kali saya merasakan, seperti ada hal yang hilang, Suasana ulang tahun yang biasanya saya rayakan bersama teman2 untuk makan bersama, banyak canda tawa dan ucapan selamat masuk ke HP saya. Namun pada saat hari ulang tahun di kapal, rasanya begitu hampa, Hari ulang tahun berjalan hampir sama seperti hari2 biasa, HP saya sepanjang hari selalu diam karena tidak ada sinyal ditengah lautan.

Namun inilah pekerjaan saya dan saya harus mencintai pekerjaan saya saat ini,karena,”Semua pekerjaan yang dijalankan dengan senang dan kita mencintainya, maka pekerjaan akan terasa ringan dan menjadi mudah diselesaikan.”

Lalu mengapa mitos “pelaut bergaji besar” juga dapat dikatakan salah? Alasannya karena perusahaan yang mempekerjakan karyawannya di lokasi Offshore, masing masing punya kebijakan sendiri. Di kapal seismik ada beberapa departemen diantaranya depatremen seismik, departemen maritime, Bagian masak2, dan bagian bersih2. Suatu hari saya pernah bertanya mengenai sallary dari salah satu departemen dan saya cukup kaget ketika mengetahui bahwa sallarynya cukup jauh dibawah standar offshore. saya bertanya,”Kenapa bapak ingin mengambilnya ?” bapak tersebut terlihat pasrah dan menjawab,”Gag apa apa mas, daripada saya gag kerja.”

Pelajaran yang saya dapat bahwa,”Ada beberapa perusahaan yang sudah mengikat sabuk keuangan dengan kencang supaya Benefit mereka besar dengan cara menggaji Karyawan nya dibawah standar, karena itu, kita juga harus bijak ketika harus memilih pekerjaan.


Mitos 2 : Pelaut dikenal suka “jajan” ketika merapat di Pelabuhan.




Menurut saya mitos kedua ini cukup terkenal di mata masyarakat mengenai pelaut. Hampir semua teman yang bertanya ke saya ,”Den, Sekarang kerja dimana?”,setelah saya jelaskan mengenai pekerjaan saya, tanggapan pertama selalu,” pasti suka “jajan” ya di pelabuhan? Trus ada pasokan ke kapal ya?”

Saat ini hampir semua kapal-kapal survey harus memiliki departemen pengawas HSE “Health Safety and Enviroment” , Ketika saya bekerja di kapal Seismik yang banyak dipegang oleh orang orang bule, mereka cukup tegas dalam menegakkan peraturan dan tidak memiliki mental yang “bisa dibayar”.

Saya tertawa kecil ketika saya sering mendengar komentar “pasti pasokan banyak dikirim ke kapal y den?” Jawaban saya ,”kalau pasokan makanan ya iyalah.”
Untuk pekerjaan seismik dalam rentang waktu 5 minggu,semua kru kapal selalu berada ditengah samudra untuk mencari lokasi kandungan minyak. kalaupun merapat ke pelabuhan biasanya hanya untuk pergantian Kru.

Saya sangat senang di kapal saat ini, karena banyak dari mereka yang memiliki hobi yang sama yaitu backpacker. Jadi selama di pelabuhan, kami menyempatkan mengunjungi tempat2 menarik. di Sarawak kami mengunjungi mal dan menuju underground River, bahkan di Puerto princesa Filiphina kami keliling kota naik “raicycle” kemudian mampir ke pusat pemeliharaan buaya.

Hal kedua yang menurut saya tidak semua pelaut bertindak yang “aneh2”, karena setiap awal proyek, seluruh crew dikirim ke rumah sakit untuk tes darah, urine, dan beberapa tes lainnya. Hal yang difokuskan bahwa Pelaut harus terbebas dari NARKOTIKA, HIV AIDS, dan ALKOHOL. Saya pernah menjumpai dua kali kejadian bahwa ada kru kapal yang langsung dipulangkan ke rumah, hari itu juga, ketika dokter mengatakan bahwa mereka tidak lolos kesehatan.

Saya menyadari bahwa,”Semua orang sebenarnya sudah menyadari dari awal mana tindakan yang benar dan mana tindakan yang salah. Tugas kita di dunia harus MEMILIH, semua tindakan benar pasti ada manfaatnya, dan semua tindakan salah selalu ada konsekwensinya.”

Mitos 3 : Pelaut jarang pulang ke rumah karena berlayar berbulan-bulan.



Hal pertama : lama atau tidaknya pelaut berlayar di lautan samudra bergantung dari jenis pekerjaan nya. Untuk pekerjaan Seismik, rotasinya sudah disepakati secara Internasional yaitu 5 minggu ON: 5 minggu OFF. Sedangkan untuk oil company yang bekerja di Rig ataupun platform, rotasi kerjanya 2 minggu ON : 2 minggu OFF.
Pelaut yang berlayar sampai berbulan bulan biasanya teman teman yang bekerja di kapal pesiar, ataupun teman teman maritim yang bertugas seperti towing batubara dari satu negara ke negara lain.

Untuk pekerjaan saya saat ini, setelah saya hitung hitung dalam 1 tahun, saya memiliki waktu bekerja 6 bulan dan liburan 6 bulan. Sedikit lebih banyak libur dari teman teman yang bekerja di kantor. Karena untuk pekerjaan kantor dengan libur hari Sabtu minggu dan memiliki cuti 12 hari dalam satu tahun, mereka memiliki libur 4 bulan dalam 1 tahun sedangkan saya memiliki libur 6 bulan dalam 1 tahun. Namun konsekwensinya ketika saya di atas kapal, saya tidak bisa berkomunikasi semudah ketika di darat.:)

Hal kedua, lama tidaknya pelaut berlayar di lautan bergantung dari perusahaan nya. Karena itu saran saya,”Cukup jelailah ketika harus memilih pekerjaan. Sebelum tanda tangan kontrak, bacalah terlebih dahulu kontrak dengan teliti dan meminta waktu untuk menandatangani nya.”

Saya pernah memiliki teman yang bekerja di bagian engine, kebetulan dia juga orang Indonesia. Mau tahu rotasi kerjany? Rotasi kerja teman saya 6 bulan ON : 6 bulan OFF. Wew.. saya cukup kasihan terutama di bulan keempat, dia mendapat berita bahwa orang tuanya jatuh sakit, teman saya tidak bisa berbuat apa2, sampai akhirnya setelah habis kontrak kerja 6 bulan pertama, teman saya memutuskan pindah pekerjaan.

Kesimpulannya, pekerjaan sebagai pelaut setelah 2 tahun saya alami, ternyata cukup menyenangkan dan menantang, bahkan mitos2 yang beredar di masyarakat mengenai pelautpun sebenarnya tidak sepenuhnya benar . Namun yang selalu menjadi pertanyaan di benak kami teman teman pelaut Indonesia, , kami terkadang berfikir dan bertanya,”Mau berapa lama kita bekerja di lautan?, sampai umur berapa kita bersedia bekerja jauh dari keluarga ?”

Mengapa orang2 bule di kapal seismik tahan bekerja sampai umur 55 tahun bahkan 60 tahun ? cukup aneh bukan ? jawabannya karena banyak dari mereka yang SINGLE dan tidak memiliki agama. Saya memahami bahwa keadaan tersebut berbeda dengan kami teman teman Indonesia yang Menikah/akan menikah dan memiliki Agama , karena itu pertanyaan seperti berapa lama kami bekerja di offshore? biasanya menjadi pertanyaan yang cukup dijawab di dalam hati masing masing pelaut Indonesia.

Best Regard
Denni Pascasakti,

Puerto Princesa Port, Philiphines
16 Desember 2011 ; Pk 10:40
www.dennipasca.blogspot.com

Kamis, November 24, 2011

The Installation and Christening Pacific Finder Ship





Saya masih ingat hari pertama ketika saya berada diatas kapal pacific finder sekitar pertengahan bulan April 2011. Tiga orang dari Elnusa termasuk saya dikirimkan untuk langsung bekerja bersama Employee dari CGGVeritas yang didominasi orang orang Perancis dan perusahaan Swire Pacific Offshore Maritime yang didominasi orang orang dari South Africa.

Sekitar jam 7 pagi, kami bertiga berjalan menuju instrumen room untuk mengikuti Introduction Meeting dimana kami diajak berkeliling ke setiap ruangan yang ada di kapal dan diperkenalkan aspek2 mengenai HSE dan keselamatan kerja.Staff HSE yang mendampingi kami bernama John,ia berkebangsaan New Zealand dan berbadan tinggi besar. Saya kaget ketika John berbicara tiga kalimat pertama yang begitu cepat dan bergaung sehingga membuat kalimatnya terdengar kurang jelas.

Saya hanya menunjukkan ekspresi mengganguk nganguk supaya terlihat mengerti,padahal sebenarnya saya bingung.. Tetapi ketika saya melihat ke arah 2 teman saya lainnya,kok mereka kelihatan nya ngerti ya? Jangan2 saya doang yang gag ngerti.haduhh .

Setelah John selesai mengajak kami berkeliling kapal sekitar 20 menit, saya segera bertanya ke Fico dan Yoto. “Kamu ngerti gag apa yang si john omongin barusan?” mereka menjawab,”Gue kagak ngerti dab, cepet banget tuh orang ngomong.” Trus saya juga menjawab,”Sama aja sama gw, gw juga gag ngerti, Trus tadi kita ngapain ya 20 menit ngangguk nganguk kayak orang bloon?” hahahahahaha.

Saat itu saya menyadari bahwa setiap negara memiliki lafal dan pengucapan yang khas ketika mereka berbicara dalam bahasa Inggris. Yang paling cepet biasanya temen2 dari New Zealand, orang india pengucapannya agak khas tetapi masih bisa diikuti, orang British mengatakan satu kalimat bahasa inggris tanpa spasi ,orang Rusia dan Perancis selalu bergaung dan kurang jelas dalam pengucapan. dan ternyata yang paling mudah dipahami adalah orang Amerika. Jadi kalau kita sedang nonton film Hollywood dan mendengarkan lafal bahasa inggris mereka, menurut saya itu adalah pengucapan bahasa inggris yang paling mudah dimengerti dibandingkan orang orang bule dari New Zealand dan Rusia.

Instalasi Pertama Kapal Pacific Finder





Hari Pertama Saya melihat banyak kabel berserakan dimana mana , di ruang instrument room ada sekitar 30-an komputer yang berjejer dari sudut paling kiri ke sudut paling kanan. Semua orang terlihat sibuk dan berlali lari kecil dari satu ruangan ke ruangan lain. Saya kemudian berjalan ke ruang Navigasi, disana saya berkenalan dengan Mr. Tony yang terlihat sedang sibuk memasang masang jaringan kabel komputer yang akan dihubungkan ke ruang mesin utama. Jaringan kabel dari ruangan komputer dimasukkan ke dalam lantai ,diurut satu persatu dan disusun rapi kemudian disambungkan sampai mencapai ruang komputer utama. Jaringan kabelnya banyak banget, mungkin di dalam lantai ruang instrument room terdapat lebih dari puluhan kabel yang tersebar satu sama lain dan terbilang cukup rumit, sehingga satu hari pertama waktu saya habiskan bersama Mr. Tony untuk menyambungkan kabel, dan kami saling bergantian berteriak “Pull-Pull.”,”Try to push.”, “That’s wrong way, try another one.” Kayak anak kecil sedang mainan layangan.:)

Hari kedua
adalah hari yang cukup berat, Karena hari ini semua kru kapal harus memasukkan kabel sepanjang 6 kilometer berjumlah 4 buah rol raksaksa dari pelabuhan untuk ditransfer ke dalam kapal.Jadi totalnya kami haruns mengulung 24 kilometer kabel segede gaban.

Awalnya saya merasa agak kaget, karena setelah 2 jam pertama kami mengulur kaber , rasanya nih kabel kayak gag ada habisny. Beberapa tangan kami mulai lecet, peluh keringat mulai berjatuhan ke lantai disertai panas matahari.Namun ada hal yang membuat semangat kami tidak pernah turun. Saya melihat semua kru kapal ikut membantu satu sama lain mulai dari Kepala project, Kepala departemen, bahkan kapten kapal. Mantapp deh, jadi kamipun yang masih sebagai Engineer baru malah jadi kasihan melihatnya. Chief saya pada saat itu bernama Michele. Beliau adalah orang berkebangsaan Perancis yang sudah berumur 55 tahun dan ternyata masih cukup bertenaga menggulung kabel raksaksa.

Hari ketiga diisi dengan hari bersih bersih.Kalau dipikir pikir lucu juga, kami yang hari pertama bekerja seperti orang bermain layangan,lalu hari kedua kami bekerja seperti Penjahit yang harus menggulung benang masuk ke dalam rol nya, dan\.. Hari ketiga, seisi kapal bertugas sebagai Pembantu. Wkwkwk. Tapi yang saya kagumnya, rata rata penghasilan mereka diatas 3000 USD/bulan bahkan ada yang sudah mencapai belasan ribu USD per bulan nya, tapi tetep aja mereka gag malu malu untuk menyapu, mengepel, bahkan membuang sampah. Hebat ya. Saya kadang bertanya dalam hati,”Kalau di negara kita diterapkan hal yang sama , masih mungkin gag ya?”


Peresmian Kapal Pacific FInder






Hari yang ditunggu tunggu sudah tiba, hari ini tepatnya tanggal 17 April 2011, kapal Pacific Finder sudah merapat di Pelabuhan Raffles Marina , Singapura. Saya melihat dari kejauhan nampak banyak orang sedang berjalan bersama-sama menuju ke arah kami. Di barisan terdepan ada barongsai disertai tarian tarian china, dan ternyata dibelakangnya saya melihat beberapa orang yang saya kenal. Ya ternyata mereka adalah Jajaran Direksi PT ELNUSA TBK dan jajaran Direksi serta CEO dari PT CGGVeritas.
Saya menyadari bahwa saat itu perusahaan kami sudah bergabung untuk membentuk suatu perusahaan baru bernama PT Elnusa CGGVeritas Seismic. Namun utusan dari Elnusa hanya 3 orang dan semua jajaran Direktur Elnusa datang, lantas saja saya merasa harus menemui beliau beliau dengan segera. Saya pertama kali menghampiri Direktur Operasional, beliau nampak heran karena mungkin belum pernah melihat saya yang notabene baru bekerja 1 tahun di Elnusa, berbeda dengan kedua teman saya yang sudah memiliki pengalaman kerja di Elnusa selama 12 tahun. Namun saya cukup senang karena Pak Direktur Operasional berkata,”Nah, harus gini yang Muda juga ambil peran untuk alih teknologi supaya bangsa Kita Indonesia juga mampu bersaing dengan orang orang Bule. Sukses ya mas. Semangat!”

saya juga sempat bertemu dan berbincang bincang dengan Direktur utama Pak Suharyanto, kemudian beberapa orang penting dari BP Migas, ESDM, Pertamina serta Mitra Energi. Rasannya seneng banget, karena banyak diantara mereka yang memberikan support penuh mengingat kapal Pacific Finder ini dalam waktu dekat akan memakai bendera Indonesia dan merubah nama menjadi kapal Elnusa Finder sebagai satu satunya kapal seismik 3DPertama di Indonesia yang berbendera Indonesia dan memakai kru kapal orang asli Indonesia.

Hari itu suasana sangat ramai, banyak orang tersenyum bahagia, tertawa, dan suasana meriah ada dimana mana. Sayapun lagi lagi menyempatkan memfoto beberapa tempat di kapal Pacific Finder, dan malamnya menonton film Hollywood bersama di ruang cinema.



Namun waktu seperti terasa begitu cepat berlalu, 1 hari penuh peresmian kapal sudah berlalu. Paginya kami langsung mulai berangkat memulai project di Vietnam sebagai project perdana.

Saya , Fico, Yoto sebagai satu satunya orang Indonesia yang mewakili Elnusa, mencoba memberanikan diri serta mempersiapkan mental untuk memulai bekerja bersama orang orang bule yang tersebar dari berbagai belahan dunia.
dan saya saat ini merasa sangat Tertantang. Ya, karena saya merasa membawa nama Indonesia, Saya percaya bahwa suatu hari nanti, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar dan mampu bersaing dengan orang orang kulit Putih.


(to be Continue)

Best Regards,
19 November 2011 ; Pk 02:30 pagi
Palawan Island, Philiphine
www.dennipasca.blogspot.com