Thursday, December 01, 2016

Selangkah demi selangkah


Nikmati setiap proses-nya dan raih tujuan-nya.

Tanpa terasa tiga bulan telah berlalu, proses demi proses telah saya lewati dengan penuh kesabaran, kerja keras, dan pengawasan yang ketat. Saya menyadari bahwa investasi di bidang property memang membutuhkan kesabaran tingkat tinggi, Karena properti tidak bisa selesai hanya dalam waktu singkat, sehingga kita tidak boleh terburu buru apalagi tergesa gesa.

Saya sendiri sudah memulai berinvestasi di bidang properti sejak tahun 2012. Mungkin ada yang mengatakan,Mengapa harus berinvestasi di bidang property? jawabannya mudah sekali, Karena investasi di bidang properti tergolong investasi yang aman dengan catatan legalitasnya terjamin. Selain itu, harga property terus meningkat, property juga tidak bisa hilang dan bisa disewakan ataupun dikontrakkan. Memang ada beberapa instrumen investasi lainnya seperti saham, reksadana, dll. Namun sejauh ini saya masih belum berani mencobanya,Karena investasi tersebut menurut saya pribadi masih tergolong high risk dan kontrol bukan berada ditangan kita.

Saya memiliki pengalaman membangun rumah, kontrakan, ruko, bahkan pondokan. Pada tahun ini saya diberi kesempatan memiliki pengalaman untuk membangun pondokan, dan menurut saya bahwa fokus untuk mendirikan pondokan memang dibutuhkan tenaga yang extra besar dalam hal Kepengurusan sosialisasi dengan warga masyarakat, Kepengurusan ijin dengan dinas perijinan, dan Pengawasan terhadap kontraktor.

Sunday, November 27, 2016

Pengalaman Menjadi Juri di acara LOGIN 2016


Pada tahun 2016 ini saya diberikan kepercayaan untuk menjadi Juri di acara LOGIN (Innovative Geospatial National) yang diselengarakan oleh teman teman KMTG (Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi).

Sebenarnya saya sudah sering diundang oleh teman teman KMTG dari sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2016, saya tidak bisa hadir menjadi pembicara hanya di tahun 2015 dikarenakan jadwal di tempat saya bekerja tiba tiba berubah, sehingga janji saya untuk menjadi pembicara dengan sangat menyesal harus dibatalkan.

Namun pengalaman di tahun 2016 ini sangatlah spesial, Hal pertama dikarenakan di tahun ini saya mendapat kesempatan sebanyak empat kali untuk berperan di acara kemahasiswaan dan kampus diantaranya acara JEJAK 2016, GEOID 2016, mengisi mata kuliah bpk Andi Arsana, dan acara LOGIN 2016. Biasanya paling banyak hanya satu kali dalam setahun saya bisa hadir di acara KMTG. Hal kedua, dikarenakan saya diberikan kesempatan pertama kali-nya menjadi juri di acara LOGIN 2016. Sebelumnya, saya menjadi juri hanya di acara pertandingan bola basket, namun sekarang sudah berubah menjadi acara formal untuk menentukan pemenang lomba karya ilmiah SIG dari 11 finalis.

Pelaksanaan acara LOGIN 2016
Keseluruhan Juri terdiri dari lima orang, tiga orang juri  ditempatkan untuk finalis mahasiswa, dan ada dua orang juri ditempatkan untuk finalis pelajar SMA. Saya termasuk juri di ajang mahasiswa dan saya cukup terkejut setelah mengetahui juri lainnya sudah bergelar professor dan magister. Namun tidak apa apa, yang penting prinsip saya dalam menghadiri acara apapun harus totalitas dan memberi yang terbaik. J

Pada saat acara berjalan, saya sangat mengapresiasi program aplikasi dan SIG yang telah dibuat oleh ke 11 finalis mahasiswa, menurut saya mahasiswa sekarang memang cerdas cerdas. Ada beberapa karya ilmiah yang saya ingat yaitu system pelaporan kebakaran yang terintegrasi dengan software di android, sehingga jika ada kebakaran, maka pelapor cukup melaporkan melalui HP Android, dan pelapor bisa  menyertakan gambar di lokasi kejadian. Hal terpenting lainnya bahwa laporan diteruskan langsung kepada petugas pemadan kebakaran. Luar biasa kreatif ide nya.

Peserta lainnya memberikan karya untuk lokasi lokasi pariwisata di Yogyakarta yang mudah diakses hanya dalam genggaman HP Android dan menyajikan gambar lokasi, informasi jam buka dan deskripsi secara lengkap.

Thursday, November 17, 2016

Mudahnya Mengurus Perijinan SKTBL


Setelah acara sosialisasi pembangunan kos selesai dilaksanakan, kemudian saya mencari tanda tangan dan stempel perangkat desa yang tertera di berita acara sosialisasi beserta memberikan salinannya. Pada akhirnya, saya sempat demam selama 3 hari hanya beristirahat di rumah. Namun itulah pengusaha, mental nya harus sekeras baja dan pantang menyerah !

Ketika berita acara sudah selesai ditandatangani dan diberikan salinannya kepada semua perangkat desa, maka langkah berikutnya adalah mengurus perijinan kos. Pada awalnya saya sempat merasa khawatir akan adanya berita miring di internet mengenai sulitnya mengurus perijinan. Namun saya tetap bersikeras mau mencoba sendiri supaya memahami bagaimana proses dan mekanisme perijinan yang pada kenyataannya adalah sangat mudah ketika diurus sendiri.

Kedatangan Pertama di Perijinan
Saya berangkat menuju dinas perijinan sleman atau BPMPPT ( Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu ) yang beralamat di Jalan KRT. Pringgodiningrat, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511. Gedung nya bagus dan rapi, berada di sebelah barat sebelum lampu merah Beran. Setelah memasuki pintu masuk gedung, saya mengambil nomor untuk menuju ke loket perijinan. Tempatnya nyaman, bersih dan sejuk karena ruangan ber AC.

Ketika saya sudah berada di loket informasi, saya dijelaskan bahwa untuk pembangunan kos dengan jumlah kurang dari 10 kamar, harus  mengurus SKTBL dan IMB. Sedangkan untuk kamar kos lebih dari 10 kamar, maka harus mengurus terlebih dahulu IPT, SKTBL, dan IMB. Kasus saya berada pada pilihan pertama sehingga yang harus diuris terlebih dahulu adalah SKTBL
.
Berikut ini syarat syarat dari SKTBL :
1.      Blanko permohonan
2.      FC KTP
3.      FC sertifikat
4.      Surat Pernyataan
5.      Bukti hubungan hukum pemilik tanah dan bangunan
6.      Foto lokasi ( Depan, samping kiri, samping kanan, belakang )
7.      Gambar site plan
8.      Denah lokasi
9.      Surat kuasa jika tidak diurus sendiri (materai Rp.6000)
10.  FC penerima kuasa yang masih berlaku
11.  FC terbaca dan disusun sesuai checklist dan dimasukkan di dalam stopmap folio
Masing-masing rangkap 3

Sunday, October 30, 2016

Tingginya Biaya Sosialisasi Pembangunan Kos

Ilustrasi kos - kosan

Apakah di lokasi anda berdomisili, anda berencana ingin membangun kos kosan ? Saran dari saya, persiapkan dana yang cukup besar untuk biaya sosialisasi. Apalagi jika anda bukan warga asli dan merupakan warga pendatang, maka sudah pasti anda akan ditanya oleh perangkat desa dan warga untuk segera mengadakan sosialisasi pembangunan kos sebelum dimulainya pembangunan.

Saya menceritakan pengalaman ini berdasarkan pengalaman pribadi, sebelumnya saya berencana ingin membangun kos-kosan , namun saya selalu dihubungi oleh ketua RT dan ketua RW untuk segera mengadakan sosialisasi, penjelasan dari mereka bahwa untuk semua kos diatas 2 kamar harus mengadakan sosialisasi kepada perangkat desa dan warga.

Saya segera googling peraturan yang mengatur mengenai pemondokan hanya ada dua yaitu Perda No.9 tahun 2007 dan Perbup No. 57 tahun 2015 (Berita terbaru perbup ini dibatalkan oleh Presiden untuk memangkas perijinan yang sudah begitu banyak). Berdasar dua peraturan resmi tersebut, sebenarnya sosialisasi hanya dilakukan untuk pembangunan kos diatas 10 kamar saja, bukan untuk pembangunan kos diatas dua kamar seperti yang dijelaskan sebelumnya oleh ketua RW. Dasar hukumnya dikarenakan untuk kos kosan dengan 10 kamar keatas harus memiliki izin IPT yang salah satu syaratnya adalah sosialisasi kepada warga yang diketahui dukuh, lurah dan camat.

Namun oleh karena saya tidak memiliki pengaruh apapun di daerah dimana saya membangun kos kosan, maka mau tidak mau saya harus menuruti keinginan dari ketua RT dan ketua RW untuk diadakannya sosialisasi. Saya menyadari bahwa jika saya tidak mengadakan sosialisasi, maka proyek bisa dihentikan oleh warga sekitar secara sepihak. Walaupun menurut perda dan perbup bahwa yang berhak menghentikan proyek pembangunan hanya Satpol PP dengan rekomendasi dari bupati ataupun kepala Perijinan. Akan tetapi lagi lagi kenyataan tertulis berbeda dengan kenyataan di lapangan.

Biaya sosialisasi

Setelah saya menemui ketua RT, Ketua RW, dan Ketua dukuh, saya diberikan daftar undangan sosialisasi kepada perangkat desa dan warga. Saya cukup terkejut setelah mengetahui bahwa terdapat 35 orang yang harus diundang, saya kemudian melakukan negosiasi dan pada akhirnya jumlah undangan bisa berkurang menjadi 30 undangan. Berikut ini yang harus diundang :

a.       Ketua Dukuh
b.       Kecamatan ( 2 orang )
c.       Kelurahan ( 2 orang )
d.       Pihak keamanan ( 2 - 4 orang )
f.        Ketua RT se-Padukuhan
g.       Ketua RW se-Padukuhan
h.       Pengurus RT dan Pengurus RW
i.         Warga / tetangga sekitar

Biaya sosialisasi atau yang dinamakan dengan Biaya akomodasi bervariasi besarnya dari Rp 200.000, Rp 150.000, Rp 100.000 sampai dengan yang terkecil yaitu Rp50.000. Saya sempat mencoba melakukan negosiasi supaya biaya bisa lebih kecil dari yang ditentukan, namun sepertinya usaha saya sia sia. Sehingga mau tidak mau saya harus menuruti yang telah diatur walaupun saya masih bingung dimana dasar hukumnya, Karena saya cukup khawatir jika tidak menuruti, maka pembangunan akan dihentikan oleh warga.

Sunday, October 16, 2016

Modus Penawaran Bisnis dan Produk Investasi


Dalam beberapa bulan terakhir ini, saya cukup diuji kesabaran dalam menjumpai berbagai tawaran bisnis usaha maupun produk produk investasi yang terkadang bagi saya sudah cukup berlebihan dan membuat cukup lelah. Apalagi ketika produk produk ini justru ditawarkan oleh orang terdekat kita, bahkan sahabat ketika kita masih bersekolah dulu. Selain saya tidak mau mengecewakan sahabat, saya juga tidak mau dikecewakan oleh banyaknya tawaran produk yang saya sendiri kurang begitu berminat menjalaninya dan produk tersebut belum teruji di pasaran.

Saat ini saya masih berfokus menjalankan 3 bidang usaha yang membutuhkan waktu, tenaga, dan kesabaran dalam mengelola dan membuatnya menjadi berkembang serta bermanfaat bagi banyak orang. Namun oleh adanya berbagai gempuran tawaran bisnis dari berbagai produk investasi yang sebagian besar masih saya ragukan, sehingga saya lebih sering menolak secara langsung dan tidak jarang justru membuat kecewa orang yang menawarkannya.

Beberapa pengalaman ingin saya ceritakan melalui artikel ini walaupun saya tidak ingin membahas siapa saja teman saya dan produk produk apa saja yang ditawarkannya.

Pengalaman pertama, saya pernah ditawarkan melalui modus seperti berikut ini,”Denni, ada nasi goreng enak banget lho di Jakarta, Namanya Nasi Goreng XXX, Kamu sudah pernah belum? Kalau belum aq traktir ya.” Pada saat itu, saya yang masih begitu polos langsung menjawab,”Boleh, traktir ya.” Sesampainya disana, teman saya justru membawa map tebal yang menawarkan salah satu produk investasi dan pada akhirnya saya tolak dengan halus karena saya tidak berminat dengan produk tersebut

Pengalaman kedua, ada teman dekat yang mengatakan,”Denni, teman teman nongkrong jaman sekolah dulu mau pada reuni nih, ketemuan yuk!” saya lagi lagi dengan polosnya masih mengatakan,”Boleh, memangnya berapa orang yang mau ikut?” Teman terdekat saya mengatakan bahwa banyak yang pada mau ngumpul untuk acara reuni ini, sehingga membuat saya semakin mantap. Namun lagi lagi sesampainya disana, hanya ada 3 orang termasuk saya dan lagi lagi masih tentang penawaran salah satu produk investasi, presentasi berlangsung cukup lama yaitu 1 jam yang pada akhirnya saya tolak dengan halus.