Monday, September 04, 2017

10 Tips Lolos Tes Medical Check Up


Sepanjang perjalanan saya bekerja di offshore sejak tahun 2010 lalu, saya sudah banyak melihat teman teman saya yang gagal ketika sudah memasuki ke tahap medical check up. Pengalaman pertama ketika saya menjalani proses seleksi di salah satu tambang batu bara terkenal di Indonesia, saya memiliki seorang teman dari universitas terkenal di Bandung, kami berjuang bersama sama dari sejak tahap awal tes IQ, wawancara, tes diskusi sampai dengan wawancara dengan direksi di Jakarta. Tahap selanjutnya, kami bersama sama sudah memasuki seleksi akhir yaitu medical check up, namun sayang sekali langkah dia justru harus berakhir di tes kesehatan ini karena salah satu tingkat gula darah-nya yang tinggi.

Pengalaman kedua, saya pernah mengikuti tahap seleksi perusahaan migas, kemudian saya memiliki teman dari universitas terkenal di Yogyakarta yang sudah lulus segala macam tes dari administrasi, wawancara, bahkan kami sudah selesai mengikuti training selama beberapa hari di Jakarta, namun lagi lagi sangat disayangkan karena langkah dia harus tersandung di medical check up hanya karena masalah kolesterol tinggi.

Oleh karena beberapa pengalaman gagal medical check up teman saya yang sudah dijelaskan sebelumnya, saya ingin sekali sharing beberapa tips supaya anda bisa lolos dari seleksi Medical Check Up. Apalagi jika anda sudah bekerja di perusahaan minyak dan gas, maka dapat dipastikan bahwa anda harus melakukan annual medical check up, atau sesuai standar OGUK / UKOAA maka setiap dua tahun sekali anda harus melakukan medical check up dan mendapatkan rekomendasi dari dokter untuk Fit To Work.

Saturday, August 19, 2017

Upacara Kemerdekaan di atas Kapal Indonesia



Perjalanan trip kali ini sangat berkesan bagi saya, karena selama 7 tahun saya bekerja di perairan International, baru kali ini saya mengikuti upacara kemerdekaan Indonesia dan saya terpilih sebagai pasukan pengibar bendera merah putih.

Persiapan sebelum upacara bendera berlangsung tetap kami lakukan dengan sangat matang. Kami-pun dilatih langsung oleh bapak bapak dari TNI AL, luar biasa. Memang peristiwa penting seperti upacara kemerdekaan Indonesia seharusnya tidak hanya dilaksanakan di darat saja, tetapi juga tetap dilakukan di atas kapal kapal yang berada di perairan Indonesia.

Satu hari sebelumnya, kami berlatih sebanyak dua kali, terutama saya sebagai pasukan pengibar bendera harus mensingkronkan lagu Indonesia Raya dengan kecepatan naiknya bendera Indonesia untuk sampai diatas tiang bendera. Pada awalnya memang cukup sulit, dikarenakan lagu belum selesai tetapi bendera sudah sampai duluan diatas tiang, namun latihan demi latihan membuat saya belajar untuk mensingkronkan dengan tepat.

Thursday, July 20, 2017

Dokumen Untuk Bekerja Offshore di Luar Negeri Tahun 2017





Anda tertarik untuk bekerja di bidang Offshore? Jika jawabannya YA, maka artikel ini dapat menjadi salah satu acuan terupdate dalam melengkapi dokumen dokumen yang dibutuhkan sebelum anda bisa bekerja di Offshore. Dokumen yang dibutuhkan memang cukup banyak dan biaya yang dibutuhkan juga cukup besar, namun apabila anda memiliki semua dokumen tersebut, maka besar kemungkinannya anda bisa terpilih untuk bekerja di offshore dengan gaji yang sangat menarik

Dokumen untuk bekerja Offshore di Luar Negeri :
1.      Passport.
Lokasi Mengurus        : Kantor Imigrasi Terdekat
Proses                          : 5 hari kerja
Harga                           : Rp 355.000 (Passport Biasa) / Rp 655.000 (E-Passport)
Masa Berlaku              : 5 Tahun
Website                       : http://www.imigrasi.go.id/

2.      Basic Safety Training (BST Certificate)
Lokasi Mengurus         : Pertamina Maritime Training Centre (Salah satunya)
Proses                          : 8 hari kerja
Harga                           : Rp 1.800.000 (Pertama kali) / Rp.600.000 (refresher)
Website                        : http://www.pmtcindonesia.com
Masa Berlaku               : 5 Tahun
Email                           : pmtc@outlook.co.id
BST Certificate digunakan untuk membuat Buku Pelaut

Thursday, July 06, 2017

Welcome Back to Offshore !


Sudah sekitar satu tahun saya tidak bekerja offshore sejak proyek terakhir di Australia Barat tahun 2016 lalu, namun saya bersyukur karena selama jangka waktu tersebut, banyak sekali hal-hal yang telah saya lakukan diantaranya menemani istri lahiran anak pertama kami di rumah sakit Yogyakarta, membangun dan sosialisasi Blue Pacific Kos, merombak system kerja karyawan di Betterlife Fitness dan menyelesaikan proses pindah kependudukan keluarga kami ke Yogyakarta.

Tepatnya bulan Juni 2017, saya diberikan kembali kesempatan untuk berangkat kerja ke offshore di Pelabuhan Singapura. Perbedaan jenis pekerjaan saya, saat ini saya bekerja sebagai karyawan freelance, sedangkan sebelumnya dari sejak tahun 2010 saya bekerja sebagai karyawan tetap dari suatu perusahaan. Lalu dimana letak perbedaannya? Perbedaannya untuk karyawan freelance, saya yang menentukan berapa banyak saya mau mengambil trip ke kapal dalam satu tahun, bisa cukup dua kali atau tiga kali trip saja dalam setahun tergantung lama proyek. Sedangkan apabila kita bekerja sebagai karyawan tetap di kapal, maka saya diwajibkan naik ke kapal minimal lima kali dalam setahun.

Saya menyadari bahwa semakin bertambah usia dan pengalaman, waktu yang saya dedikasikan dalam hidup harus seimbang antara keluarga dan pekerjaan, apabila pembagian waktu tidak seimbang, maka biasanya akan terjadi benturan benturan yang seharusnya bisa saya minimalisasi. Lain cerita ketika dulu saya masih belum berkeluarga, banyak waktu yang saya curahkan untuk bekerja, walaupun memang hasil kerja keras sebelumnya, banyak yang kemudian saya investasikan untuk perencanaan jangka panjang keluarga kami.

Wednesday, June 14, 2017

Prosedur Perpanjang Paspor di Imigrasi Yogyakarta

sumber : travel.detik.com

Tidak terasa passport kedua saya sudah habis masa berlaku-nya, sehingga saya harus memperpanjang passpor yang ketiga di Kantor Imigrasi Yogyakarta. Sebelum menuju ke lokasi, saya sudah banyak membaca referensi di internet terlebih dahulu supaya tidak ada syarat yang kurang dan saya tidak perlu bolak balik ke kantor imigrasi.

Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi informasi mengenai perpanjangan passport di Kantor Imigrasi Yogyakarta pada bulan Juni 2017 yang prosesnya cukup mudah dan cepat.

1.       Syarat apa saja yang perlu dibawa ?
a.       KTP (Asli dan Fotocopy)
b.       KK (Asli dan Fotocopy)
c.       Akta lahir / Akta Nikah / Izasah / Surat Baptis (Asli dan Fotocopy)
d.       Pasport lama (Asli dan Fotocopy halaman depan & belakang)
e.       Saya tambahkan = Fotocopy Work Certificate dan KTKLN

2.       Bagaimana Prosedurnya di kantor imigrasi Yogyakarta ?
Oleh karena proses pendaftaran melalui system online belum bisa dilakukan (saya sudah mencoba sendiri dengan memilih link daftar online yang ada, namun hasilnya selalu error), maka semua pendaftaran dan perpanjangan passport dilakukan dengan system walk in / datang langsung ke kantor imigrasi.

Berikut langkah langkah perpanjangan paspor:
a.       Datang pagi hari sebelum pkl 06:00 pagi
Saya datang tepat pukul 06:03 pagi dan mendapatkan antrian nomor 61, jika anda datang pukul 05:30, seharusnya anda bisa mendapatkan nomor lebih awal.
b.       Pukul 07:30, setiap 4 orang akan dipanggil masuk sesuai nomor urutan.
c.       Pemeriksaan Berkas dan kita akan diberikan Map kuning.
d.       Mengisi Map kuning + Lembar fotokopi serta menunggu antrian
e.       Wawancara, Pengambilan sidik jari dan Foto
f.        Pembayaran di kantor BNI sebesar Rp 355.000
g.       Setelah dilakukan pembayaran, maka passport bisa diambil dalam waktu 3 hari kerja setelah pukul 13:00 siang.