Thursday, July 20, 2017

Dokumen Untuk Bekerja Offshore di Luar Negeri Tahun 2017





Anda tertarik untuk bekerja di bidang Offshore? Jika jawabannya YA, maka artikel ini dapat menjadi salah satu acuan terupdate dalam melengkapi dokumen dokumen yang dibutuhkan sebelum anda bisa bekerja di Offshore. Dokumen yang dibutuhkan memang cukup banyak dan biaya yang dibutuhkan juga cukup besar, namun apabila anda memiliki semua dokumen tersebut, maka besar kemungkinannya anda bisa terpilih untuk bekerja di offshore dengan gaji yang sangat menarik

Dokumen untuk bekerja Offshore di Luar Negeri :
1.      Passport.
Lokasi Mengurus        : Kantor Imigrasi Terdekat
Proses                          : 5 hari kerja
Harga                           : Rp 355.000 (Passport Biasa) / Rp 655.000 (E-Passport)
Masa Berlaku              : 5 Tahun
Website                       : http://www.imigrasi.go.id/

2.      Basic Safety Training (BST Certificate)
Lokasi Mengurus         : Pertamina Maritime Training Centre (Salah satunya)
Proses                          : 8 hari kerja
Harga                           : Rp 1.800.000 (Pertama kali) / Rp.600.000 (refresher)
Website                        : http://www.pmtcindonesia.com
Masa Berlaku               : 5 Tahun
Email                           : pmtc@outlook.co.id
BST Certificate digunakan untuk membuat Buku Pelaut

Thursday, July 06, 2017

Welcome Back to Offshore !


Sudah sekitar satu tahun saya tidak bekerja offshore sejak proyek terakhir di Australia Barat tahun 2016 lalu, namun saya bersyukur karena selama jangka waktu tersebut, banyak sekali hal-hal yang telah saya lakukan diantaranya menemani istri lahiran anak pertama kami di rumah sakit Yogyakarta, membangun dan sosialisasi Blue Pacific Kos, merombak system kerja karyawan di Betterlife Fitness dan menyelesaikan proses pindah kependudukan keluarga kami ke Yogyakarta.

Tepatnya bulan Juni 2017, saya diberikan kembali kesempatan untuk berangkat kerja ke offshore di Pelabuhan Singapura. Perbedaan jenis pekerjaan saya, saat ini saya bekerja sebagai karyawan freelance, sedangkan sebelumnya dari sejak tahun 2010 saya bekerja sebagai karyawan tetap dari suatu perusahaan. Lalu dimana letak perbedaannya? Perbedaannya untuk karyawan freelance, saya yang menentukan berapa banyak saya mau mengambil trip ke kapal dalam satu tahun, bisa cukup dua kali atau tiga kali trip saja dalam setahun tergantung lama proyek. Sedangkan apabila kita bekerja sebagai karyawan tetap di kapal, maka saya diwajibkan naik ke kapal minimal lima kali dalam setahun.

Saya menyadari bahwa semakin bertambah usia dan pengalaman, waktu yang saya dedikasikan dalam hidup harus seimbang antara keluarga dan pekerjaan, apabila pembagian waktu tidak seimbang, maka biasanya akan terjadi benturan benturan yang seharusnya bisa saya minimalisasi. Lain cerita ketika dulu saya masih belum berkeluarga, banyak waktu yang saya curahkan untuk bekerja, walaupun memang hasil kerja keras sebelumnya, banyak yang kemudian saya investasikan untuk perencanaan jangka panjang keluarga kami.