Tuesday, September 01, 2009

Ketegangan diantara RI – Malaysia


Saya sekarang cukup terkejut sekali bahwa tepatnya hari ini banyak sekali media mulai dari televisi, surat kabar, internet yang memberitakan mengenai ketegangan antara Indonesia dan Malaysia terutama karena dicurinnya kebudayaan kita yang salah satunnya tari pendet dan lagu terang bulan.Saja juga melihat banyak media yang mengambil suatu keuntungan tersendiri dengan membesar besarkan masalah ini, padahal Indonesia masih mempunyai banyak masalah lain yang sebenarnya lebih vital.Semua nya saya lihat selalu menuju pada 1 suara “INI SEMUA SALAH PEMERINTAH..!!”.
Cukup aneh bukan kalo kita berfikir secara rasional, Kebudayaan Indonesia yang menjadi milik seluruh bangsa Indonesia , tetapi ketika kebudayaan kita dicuri, kita hanya dapat berkata “pemerintah gak becus, pemerintah dananya cuma buat dikorupsi saja, dan semua perkataan negatif lainnya.” Mungkin yang perlu saya tekankan, untuk membuat segalannya berhasil bukan hanya peran pemerintah saja, tetapi seluruh masyarakat Indonesia harus turut ikut andil dalam berperan. Saya pernah membaca dalam surat kabar , bahwa sebenarnya Pemerintah sudah pernah bertujuan baik, dengan ingin mendata seluruh kebudayaan yang ada di Indonesia , dengan memberi surat kepada seluruh pemerintah daerah untuk memberikan data mengenai seluruh kebudayaan yang ada di provinsi nya. Tetapi pada kenyataannya sampai saat in, baru Propinsi Bali dan Jogjakarta saja yang sudah memberikan data terhadap seluruh kebudayaannya dan berjumlah 600 kebudayaan. Coba kita pikir lagi baik baik, “Dimana kebudayaan propinsi lainnya?? Budaya Indonesia kan bukan hanya terdapat di Jogja dan Bali saja. Tetapi seluruh propinsi di Indonesia,dan ketika budaya kita dicuri, Kita hanya bisa menyalahkan pemerintah.”
Mungkin ini semua karena sudah lunturnya budaya kecintaan terhadap negara Indonesia, Tepatnya tadi ketika saya menonton acara “Janji Wakil Rakyat” di sebuah rumah makan, banyak diantara orang yang makan menjelek jelekkan Indonesia dan melontaskan kata2 yang tidak pantas seperti “GANYANG MALINGSIA dan semua ini karena INDONESIA BODOH” saya sebenarnya sedih, generasi muda saja sudah tidak ada kecintaan terhadap negri sendiri.
Saya juga membaca artikel dari surat kabar, sebenarnya pemerintah juga sudah berusaha sebaik mungkin dengan mendaftarkan hak ciptanya ke PBB yang bernama UNESCO, dan sampai saat ini sudah cukup banyak budaya dari Indonesia yang sudah diakui Internasional seperti batik parang, tahu tempe, dan keris dan sudah dicatat UNESCO sebagai kebudayaan dari Indonesia. Mungkin hanya butuh waktu untuk mendaftarkan seluruh kebudayaan dari indonesia di seluruh propinsi, dan ini semua perlu peran dari seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya peran pemerintah.
Mungkin dari kasus diatas ada satu pesan yang saya dapatkab bahwa.”Ketika kita melihat segala sesuatu dari sisi buruknya saja, maka hanya sisi buruknya saja yang bisa kita dapat. Padahal segala sesuatu walaupun seburuk apapun, pasti ada sisi posisifnya.Karena itu kita juga harus bisa melihat dari sisi positif.” Maju terus buat Indonesia.
Salam hangat
Denni Pascasakti

No comments: