Thursday, November 21, 2013

Tahapan-tahapan untuk keluar dari Angola

                                                Sumber Gambar :http://www.telegraph.co.uk

(ditulis sejak 2 minggu yang lalu)
Perjalanan 3 minggu di Laut Angola selesai dilewati, walaupun laut disini terlihat lebih tenang dengan ketinggian ombak maksimal sekitar 1 meter, namun arus dibawahnya ternyata cukup besar yang bisa mencapai 2-3 knot. Sehingga dalam melakukan eksplorasi pencarian cadangan minyak, kami harus selalu waspada terhadap navigasi arah kapal supaya tetap mengikuti jalur yang sudah ditentukan.
Hari ini ternyata adalah hari Pergantian Kru ( Crew Change ), namun untuk pekerjaan Seismik, segala kemungkinan dibatalkannya crew change masih bisa terjadi. Kami hanya bisa bernafas lega apabila sudah berada di dalam helicopter. Setelah menunggu 1 jam, saya melihat dari kejauhan di langit biru Nampak titik hitam yang bergerak mendekat. Ya, titik hitam itu adalah helicopter kami yang datang untuk menjemput dan membebaskan kami dari penjara besi untuk kembali ke kehidupan normal, “Horee.. kami pulang…”
(****)
Dari udara terlihat kota Luanda (Angola) sebagian besar merupakan perumahan kumuh, sisanya adalah gedung gedung bertingkat dimana tanahnya masih terlihat seperti gurun pasir dan sangat gersang. Kami mendarat di bandara Luanda dan diantarkan menggunakan bus ber AC ke arah hotel terbaik disana.
Sepanjang perjalanan memang memprihatinkan karena masih banyak anak anak kecil yang busung lapar dan berpakaian kurang pantas, serta anak anak muda dengan rambut Gimbal yang menghabiskan waktu nya banyak di jalanan.
Hotel tempat kami menginap memang terbilang megah dan nyaman, kami diberikan waktu sekitar 6 jam untuk beristirahat sejenak dan membersihkan diri serta tidak lupa mengoleskan lotion anti nyamuk ke seluruh tubuh. Kami juga diberikan semprotan nyamuk khusus pakaian supaya nyamuk tidak bisa menempel pada baju maupun celana panjang. Seperti yang sudah saya sebutkan pada tulisan sebelumnya bahwa nyamuk malaria di Angola termasuk nyamuk yang sangat mematikan di dunia. Sehingga segala cara dan antisipasi perlu dipersiapkan sebelum masuk ke daerah di Angola.
Saya juga kembali mengkonsumsi Mallarone untuk berjaga jaga apabila saya digigit nyamuk malaria. Pil malarone ini bertugas menghancurkan parasit yang disuntikkan ke dalam tubuh oleh nyamuk malaria sehingga saya akan lebih kebal. Namun Pil Mallarone hanya mampu melindungi 80% dari penyakit malaria, sehingga masih ada 20% lagi kemungkinan terjangkit dimana pada akhirnya mengharuskan saya untuk tetap waspada.
(****)