Friday, May 20, 2016

Trip Akhir di Kapal Berbendera Merah Putih


Trip yang saya lalui di kapal pada bulan Maret 2016 lalu membuat saya merasa galau yang sangat besar. Mengapa? Karena tinggal beberapa bulan lagi Istri saya akan melahirkan anak pertama tercinta kami, Menurut hitung-hitungan rotasi bekerja yang sekitar 5 Minggu ON dan 5 Minggu OFF, maka Trip di bulan Juni 2016 nanti merupakan trip yang sangat mendebarkan. Hal terburuk atau worst case adalah jika saya masih di kapal dan Istri saya sudah saatnya melahirkan. Saya tidak mau hal ini terjadi.

Pekerjaan di kapal memang tidak se-fleksible pekerjaan di darat yang bisa pulang ke rumah kapan saja ketika ada hal emergency. Apabila kita sedang bekerja di tengah laut, tidak mungkin kita meminta segera dipulangkan ke rumah karena alasan istri mau melahirkan. Walaupun saya saat itu sudah mengambil skip trip, namun tetap saja kita tidak tahu pasti kapan tepatnya istri akan melahirkan.

Dalam hidup, saya memiliki 4 Prioritas, Prioritas pertama adalah Agama dan Iman saya, Prioritas kedua adalah keluarga, Prioritas ketiga adalah pekerjaan, sedangkan prioritas ke-empat adalah kehidupan sosial masyarakat. Sehingga karena keluarga lebih prioritas dibandingkan pekerjaan, ditambah saya sudah cukup lama bekerja di laut dari sejak bulan January 2010,tepatnya sudah sekitar 6 tahun dan kami sudah memberanikan untuk memulai berbisnis di darat. Maka dimulailah keberanian saya mengajukan pensiun dini.

Memang sebelum saya memutuskan mengambil pensiun dini, saya selalu berdiskusi dengan istri dan keluarga, walaupun memang keputusan akhir ada di tangan saya sendiri. Tidak lupa ditambah ibadah yang rajin. Pada akhirnya pada tanggal 28 April lalu, saya mendapatkan telfon langsung dari Perancis, saat itu saya sedang berbelanja di Supermarket Progo Malioboro. Penelfon mengatakan bahwa saya sudah disetujui untuk mengambil pensiun dini. Luar biasa perasaan saya antara kaget, lega, dan bersyukur.

Saat ini saya sudah menjalankan bisnis Betterlife Fitness yang telah berjalan selama 2 tahun, dan masih ada beberapa proyek untuk rumah kontrakkan dan kos kosan di Yogyakarta yang sedang dijalankan ,sehingga saya bisa menjadi fokus penuh terhadap bisnis. Hal terpenting yang saya syukuri, karena di kehamilan istri yang sudah dekat ini, saya bisa menjadi ayah yang siap 24 jam setiap harinya untuk menjaga dan mengantarkan istri saya ke rumah sakit untuk kelahiran, dan saya memiliki kesempatan berharga untuk nantinya melihat kelahiran pertama anak pertama kami, semoga semuanya dilancarkan dan untuk anak kami bisa diberikan selalu kesehatan. Amin

Walaupun semua rencana sudah jelas dan pernah didiskusikan dalam keluarga kami, namun saya tetap merasa agak cemas ketika pertama kalinya kami harus beralih dari Karyawan menjadi pengusaha. Ada teman saya yang mengatakan bahwa,”Rejeki sudah diatur oleh Tuhan, kita tinggal menjalankan hidup ini dengan percaya dan kerja keras.” Yes !, saya sangat setuju sekali bahwa selama kita berusaha keras dan jujur, maka jalan dan kesempatan pasti akan selalu ada.

Tangerang,
20 Mei 2016