Wednesday, October 19, 2011

Document Requirement for Offshore Engineer Who Work Abroad



Punya impian bekerja sebagai Oil and Gas Engineer di Lepas Pantai ? Ingin merasakan pengalaman terombang ambing di tengah-tengah samudra dan hantaman badai Typhoon ? Jika kamu tertarik, maka artikel ini bisa menjadi salah satu informasi untuk melangkah lebih dekat dalam menggapai impianmu.

Suatu hari adik angkatan yang mendaftar Kerja Praktek di Kantor tempat saya bekerja mendatangi saya dan berkata, “Mas , saya ingin sekali bisa diberangkatkan ke Offshore.” saya mendukung penuh semangatnya supaya bisa dikirimkan ke lapangan tepatnya di offshore. Namun ternyata mereka belum beruntung memiliki kesempatan terjun langsung ke offshore dikarenakan terbentur dalam hal persyaratan dokumen, sehingga mereka hanya diberi kesempatan melakukan prosesing data offshore di kantor.

Ya, untuk setiap orang yang ingin bekerja di offshore,mereka harus memiliki dokumen dokumen ber- standar Internasional yang wajib dipenuhi. Namun jika pada saat Kerja Praktek , kamu belum beruntung untuk pergi ke offshore, jangan dulu kecewa . Karena paling tidak kamu sudah bisa menambah daftar CV pengalaman KP bekerja di perusahaan Oil n gas, dan kemungkinan besar menjadi pertimbangan ketika melamar kerja di perusahaan Offshore.

Dokumen-dokumen yang harus dimiliki oleh setiap Offshore Engineer who work abroad :

A. Dokumen Wajib :


1. Passport
2. Seaman Book ( Buku Pelaut )
3. BOSIET dan HUET
4. OGUK MCU / UKOAA MCU
5. KTKLN ( Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri )

B. Dokumen Optional :

1. Personal Pasport
• Vaksinasi Yellow Favor
• Hepatitis A,Hepatitis B
• Tipoid
• Tetanus
• Polio
2. Diving Certificate

Berikut ini akan saya sampaikan penjelasan secara lebih lengkap mengenai dokumen offshore engineer yang bekerja di Luar Negeri :
1. PASSPORT



Pasport merupakan salah satu dokumen wajib yang harus dimiliki. Mengapa? Karena wilayah laut merupakan suatu wilayah yang tidak memiliki dinding pembatas. Jika suatu hari nanti kamu bekerja di Offshore, biasanya kapal beroperasi tidak hanya di Indonesia, namun bisa ke Malaysia, India, Philiphine,dll. Sehingga keberadaan pasport memegang peranan penting supaya kamu tidak dianggap imigran gelap.

Syarat syarat membuat Pasport :
• Akte Kelahiran
• Kartu Keluarga
• Ijasah Terakhir
• Surat Rekomendasi kantor
• Kartu Tanda Mahasiswa dan KTP

Tempat Pembuatan : Kantor Imigrasi Terdekat

Info: http://dennipasca.blogspot.com/2010/07/backpacker-to-abroad-first-tips-get.html

2. SEAMAN BOOK ( Buku Pelaut )



Buku pelaut merupakan dokumen yang berisi informasi mengenai catatan kesehatan, daftar log pelayaran, dan kode pelaut. Setiap kali berlayar, kapten akan memberikan nilai seputar keahlian dan tingkah laku kepada setiap Kru kapal dan menandatangani daftar log pelayaran.

Syarat syarat membuat SEAMAN BOOK :
• Fotokopi KTP
• Ijasah terakhir
• Foto 4x6 2 lembar ( Latar belakang Biru )

Tempat Pembuatan : Pelabuhan Tanjung Priok

NB : Sewaktu saya membuat seaman book, segala prosedur sudah diurus oleh kantor. Bahkan ijasah terakhir yang saya berikan hanyalah ijasah SMA supaya birokrasinya lebih mudah.:)

Fungsi lainnya dari Seaman Book, ketika perusahaan membeli tiket pesawat menggunakan harga Seaman Fare, maka harga tiket yang dibayarkan menjadi lebih murah ( diskon 50%). Sehingga kru kapal wajib membawa seaman Book pada saat check in di bandara.


3. BOSIET dan HUET




BOSIET merupakan singkatan dari Basic Offshore Safety Induction and Emergency Training, sedangkan HUET singkatan dari Helicopter Escape Training. Lalu mungkin anda bertanya,”Trus apa kegunaan dari BOSIET dan HUET ?”

BOSIET sangat berguna ketika terjadi emergency di kapal. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa pekerjaan offshore termasuk jenis pekerjaan High Risk. Salah satu resikonya adalah Kapal tenggelam, Kapal mengalami kebakaran,dll. Sehingga setiap offshore Engineer harus memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat di kapal yang disimulasikan dalam Training BOSIET.

HUET sangat berguna ketika kita akan menuju ke lokasi offshore seperti Platform, Rig, maupun Kapal Survey dari pelabuhan dengan menggunakan Helicopter. Mengapa digunakan Helicopter ? Jawaban nya supaya dapat menghemat waktu. Bayakngkan jika Platform berada ditengah tengah samudra dan Personil diangkut menggunakan Kapal Crew Boat. Pertanyaan nya,”Berapa hari sampainya?”

Syarat syarat membuat BOSIET dan HUET :
• Mengikuti Training Course BOSIET dan HUET di tempat resmi. ( 3-5 hari )

Tempat Pembuatan :
• Standar Nasional = Kolam renang Marinir Cilandak , Jakarta Selatan
• Standar Internasional = Samson Tiara (Serang, Banten )

Info: http://dennipasca.blogspot.com/2011/07/story-to-get-international-offshore.html

4. OGUK MCU / UKOAA MCU



OGUK MCU merupakan singkatan dari Oil and Gas United Kingdom Medical Check Up, setiap Engineer yang ingin bekerja di offshore harus memenuhi tes kesehatan sesuai standart yang telah ditetapkan oleh lembaga Oil and gas UK.

Tes OGUK MCU meliputi Tes mata, Tes Pendengaran, Tes Buta warna, Tes Fisik, Tes Urine , Tes Darah, Tes rekam Jantung, Tes paru Paru. Dalam tes ini hal terpenting yang menjadi fokus dokter bahwa setiap engineer harus bebas dari Narkotika dan virus HIV-AIDS yang dapat dideteksi dari Urine dan Darah.

Suatu hari saya pernah mengalami kejadian nyata, tepat 1 hari sebelum kami join ke dalam kapal, setiap personil diwajibkan tes kesehatan sesuai standart OGUK. Setelah tes yang berlangsung kurang lebih 4 jam, ternyata ada salah satu personil yang tidak lolos tes kesehatan dikarenakan ada kadar obat-obatan di dalam darah yang melebihi batas normal. Ingin tahu apa yang terjadi ? Ya, orang tersebut dipulangkan ke negaranya hanya karena ia tidak bisa menjaga kesehatan nya.

Oleh karena itu, hampir semua personil offshore sangat care dalam menjaga kesehatan badan nya dikarenakan setiap dua tahun sekali kami harus mengikuti tes kesehatan OGUK MCU.Saya amati sendiri, ketika berada di atas kapal,setiap hari kami selalu meluangkan waktu 1 jam untuk fitness di ruang Gym, kemudian konsumsi makanan pun tidak asal asalan karena kami selalu makan dengan campuran yang tepat antara buah buahan dan sayuran.

Tempat Pembuatan :
• Rumah sakit SOS International , Jakarta
• Shaw Centre , Orchad Road , Singapore

5. KTKLN ( Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri )



Last Trip, kami berlima sudah berada di Bandara Soekarno hatta dan berjalan menuju counter Malaysia Airlines untuk check in. Namun ada hal yang cukup mengherankan, bagasi kita berlima baru akan diproses setelah kami memiliki KTKLN. “Lho kok gitu bu, Sebelumnya kita gag usah pakai KTKLN juga gag apa apa. Kenapa sekarang harus pake?” Penjaga loket tersebut menjawab ,”Sekarang sudah ada peraturan baru dari pemerintah , Kepada setiap warga negara Indonesia yang akan berangkat keluar negeri untuk urusan pekerjaan, wajib memiliki KTKLN. Mengurusnya mudah , Bapak tinggal pergi ke ujung terminal 2, disana ada tempat untuk membuat KTKLN.”

Saya hanya berfikir,”Sepertinya pemerintah Indonesia semakin cerdik untuk menambah pendapatan nya, terkadang justru terkesan ditambah-tambah hal yang kurang masuk akal. Dulu ada Kebijakan Fiskal, kemudian ada NPWP,.. sekarang ada KTKLN. Gag tahu tahun depan ada kebijakan baru apa lagi .. Tanya kenapa ??”

Setelah sampai di loket KTKLN, saya melihat ada ibu2 TKI yang diwajibkan membayar 180 ribu untuk mendapatkan KTKLN dengan masa berlaku 1 tahun. “Whatt..!!!” Awalnya saya sedikit kaget, namun setelah saya mendaftarkan di loket tersebut, ternyata untuk pekerja non TKI, tidak diberlakukan pungutan biaya, Namun kita harus menunggu sekitar 30 untuk mendapatkan KTKLN.

Tips: Kalau anda pekerja yang akan berangkat keluar negeri dan belum memiliki KTKLN, paling tidak anda harus sudah sampai di bandara 2 jam sebelum jadwal keberangkatan, karena untuk mengurus KTKLN bisa memakan waktu 30 menit sampai 1 jam. So, Persiapkan waktu kedatangan di bandara lebih awal supaya tidak ketinggalan pesawat.

Syarat syarat membuat KTKLN :
• Pasport

Tempat Pembuatan :
• Bandara Udara Internasional Soekarno Hatta

6. Personal Passport ( Optional )



Buku Personal Passport biasanya dapat diambil di departemen HSE. Di dalam buku Personal Passport terdapat daftar Vaksinasi yang sudah kita lakukan diantaranya Vaksinasi Yellow Favor, Hepatitis A dan B, Tipoid, Tetanus, dan Polio.

Saya sendiri sudah memiliki buku passport ini, namun di dalam nya masih bersih tanpa ada satu coretanpun.hehe. Berdasarkan informasi, untuk Vaksinasi Yellow Favor dapat dilakukan di Bandara soekarno hatta. Namun Buku Vaksinasi ini bersifat optional ( pilihan ) dan tidak wajib dimiliki oleh setiap Offshore Engineer.

Tempat Pembuatan :
• Vaksinasi Yellow favor : Bandara Udara Internasional Soekarno Hatta

7. Diving Certificate ( Optional )



Sebenarnya Sertifikat menyelam tidak wajib dimiliki oleh pelaut, namun tidak ada salahnya jika anda memilikinya , karena ketika anda mengikuti kursus menyelam yang diadakan selama 3 hari, anda akan mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dasar seputar dunia selam diantaranya :
• Setiap kedalaman 10 meter, tekanan bertambah 1 atm
• Setiap penyelaman di kedalaman lebih dari 10 meter, Sebelum naik ke permukaan laut, kita harus melakukan safety stop di 3-5 meter selama 3 menit untuk mencegah dekompresi.
• Antara jadwal selam dengan jadwal terbang dengan pesawat udara, harus ada selang waktu minimal 12 jam.
• Dll.
Di Indonesia ada banyak lembaga yang menawarkan jasa kursus selam yaitu PADDI , CMAS, dll yang berapa dibawah naungan POSSI ( Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia ).
Syarat syarat membuat Kartu Selam :
• Pasfoto 3x4 2 lembar
• Mengikuti kursus selama 3 hari dan lulus ujian praktek serta teori.
Tempat Pembuatan :
• Bunaken, Bali, Raja Ampat, Kep.Seribu.

Saya memiliki cerita menarik, suatu hari ada teman saya bertanya,”Kenapa sih kalau Perusahaan Oil and gas Asing itu hanya menerima yang sudah Experience minimal 3-5 tahun ? Padahal saya berani diadu tes kemampuan dan saya yakin bahwa kemampuan saya gag kalah dengan engineer2 yang sekarang sudah bekerja di offshore.”

Kemudian saya menjawabnya,”Sebenarnya salah satu pertimbangan perusahaan Asing menerima yang sudah experience 3-5 tahun bukan berarti mereka meremehkan kemampuan Fresh Graduate. Akan tetapi lebih dikarenakan persyaratan dokumen. Ya, Banyak perusahaan asing yang tidak mau repot2 mentraining orang dan mengurusi dokumen dokumen mulai dari awal, Mereka maunya yang sudah Produk Jadi”

Lalu teman saya kembali bertanya,”Lalu bagaimana nasib kita yang masih Fresh Graduate ?”

Saya kembali menjawab,”Segala sesuatu itu bukan dimulai dari hal hal besar, semuanya dimulai dari hal-hal yang kecil. Saya memiliki teman orang Philiphine yang menceritakan pengalaman ketika pertama kali ia lulus dari kuliah, Ia diterima di perusahaan kecil dan diberangkatkan ke North Sea dengan gaji hanya 500 Dollar sebulan dengan Temperature Udara yang menusuk sampai ke tulang dan lingkungan pekerjaan High Risk. Namun setelah ia memiliki pengalaman lebih dari 3 tahun, banyak perusahaan asing menawarinya pekerjaan, dan ia saat ini, ia mengatakan dengan senyum lebar bahwa gajinya hampir 10 kali lipat dari gajinya ketika pertama kali bekerja.”
Saya kembali mengatakan,”Saat ini banyak orang setelah cukup pengalaman keluar dari perusahaan nasional yang telah membesarkan nya dan pindah ke perusahaan asing dengan harapan bisa menjadi orang yang kaya dan bisa membeli segala nya. Namun coba lihat ke orang orang tersebut setelah masuk di perusahaan Asing, Apakah ia merasa puas dan segala kebutuhan nya terpenuhi? Jawaban nya bahwa hampir sebagian besar mereka belum merasa puas.

Banyak fakta menunjukkan bahwa “Semakin besar sallarynya, kebanyakan justru semakin banyak membeli dan semakin menumpuk utang. Bahkan ada yang mengatakan Semakin tebal kantong seseorang, yang ada justru godaan yang semakin besar. Karena itu cerdaslah dalam mengelola keuangan, dan jangan sampai pengeluaranmu lebih besar dari pemasukan.”

Sesaat kemudian teman saya tersenyum dan mengatakan terima kasih atas share pengalaman nya.

Sekian dari saya, semoga Informasi ini bisa bermanfaat untuk siapa saja yang membacanya. :)

Best Regards,
Denni Pascasakti
18 Oktober 2011 Pk 23.15
www.dennipasca.blogspot.com

Sunday, October 09, 2011

13 Hours Backpacker in Paris ( Part 3 of 3 )



Training selama 6 hari telah berakhir, tiket pulang ke Jakarta sudah masuk ke Inbox email. Rute yang harus saya tempuh dimulai dari Nantes – Paris – Singapore – Jakarta. Namun ada hal yang membuat saya terkejut ketika membaca e-tiket tersebut, karena saya hanya memiliki waktu 2 jam di Paris dan harus pindah pesawat tujuan Singapura ,

”Gawat!, Masa jauh-jauh ke Perancis gag jalan-jalan di Paris !”
Saat itu saya bingung, soalnya dari sejak awal pingin banget bisa extend 1 hari di Paris buat jalan jalan. Mmmm... saya mulai berfikir dan kembali teringat sebuah pepatah ,”Mintalah, Maka kamu akan mendapatkan.” Ya.. saat itu saya memberanikan diri mengemail langsung Koordinator training di kantor Singapura agar bisa mengextend waktu pulang saya di Paris selama 1 hari.

Email yang saya kirimkan sbb:
“Hi Clara, Could you please extend my ticket in Paris just for 1 day? coz I want to have a look about Paris, and Actually, I really want to go to eiffel tower. ”

Sebenernya sih tuh email agak terlihat memalukan, tp gpp deh, yang penting udah nyoba. Dikabulkan syukur, gag dikabulkan juga gag pa-pa.

(****)

Paginya sudah ada email yang masuk dan email tersebut dikirim oleh Clara, setelah saya membaca dengan perasaan sedikit berdebar debar... Mata saya berbinar-binar dan berteriak dalam hati,”Yessssss!!!!,, aq bisa ke Eiffel Tower....!!!!!!!!!!

Ternyata benar, ketika kita meminta, berharap, serta tetap percaya akan suatu impian, maka impian tersebut akan menjadi kenyataan..”

E-ticket yang diberikan ke saya sebenarnya tidak diekstend 1 hari penuh, karena terbentur masa berlaku visa yang hanya berlaku 8 hari dari sejak awal training . Jadi saya berangkat dari Nantes pk 06.30, sampai di Paris pukul 08.00. Kemudian dari Paris saya harus pindah pesawat Air France tujuan Singapura pukul 23.00 malam.

Saya memiliki waktu untuk jalan jalan di Paris dari pukul 08.00 pagi sampai 23.00 malam yang jika dikalkulasi saya memiliki waktu hanya 13 jam. Target yang harus dikejar di Paris ada 3 tempat, yang pertama adalah Menara Eiffel, kemudian Charles de Gaulle Monument, dan terakhir adalah Museum de Louvre ( piramid kaca ).

Sendirian, tanpa informasi, pertama kalinya ke Paris. Gag bawa Peta. Lengkaplah sudah.
Apakah mungkin dalam 13 jam menjangkau 3 tempat paling terkenal di Perancis ???

(****)

D-Day of Backpacker



(05.00)
Kami berempat berjalan menyusuri gang-gang kecil di Nantes, udara cukup menusuk sampai ke tulang diiringi hujan gerimis. Setelah berjalan kira kita 100 meter, kami melihat ada dua orang pemuda mabuk sedang berkelahi di depan diskotik.

Setelah menunggu beberapa saat, kedua pemuda tersebut dipisahkan dan salah satu pemuda nampak berdarah karena pukulan yang cukup keras tepat mendarat di bibirnya. Kemudian kami kembali berjalan melewati diskotik dan melihat taksi kami sudah menunggu tidak jauh dari sana.

Sesampainya di airport Nantes, saya berjalan sedikit terhuyung huyung karena saya harus mengangkat 3 tas yang cukup berat. Salah satunya karena ada 1 tambahan tas dari tempat training berisi modul modul training yang tuebeell bangett ( kayaknya juga gag dibaca deh.;p). Jadi saya menuju ke meja check in dan berkata,”Madam, could I put my bag here and you send directly to Jakarta ,Indonesia? Jakarta is my last destination.” Kemudian wanita bule itu menjawab,”Yes, I can, Don’t worry, your bag will be sent to Jakarta, and you can take your bag when you depart in Jakarta.”

Sebenernya ada rasa sedikit takut nitipin bag langsung ke jakarta, Coz perjalanan dari Nantes ke Jakarta harus 3 kali ganti pesawat dan juga ganti brand dari Air France ke Garuda. But, because there is no choice. Saya tetap menitipkan 1 bag yang paling berat berisi pakaian . Semoga balik tuh tas. Lumayan biar isinya cuma pakaian sama celana..

Setelah check in , kami berjalan menuju pintu masuk dan siap menempuh perjalanan udara Nantes to Paris..

Paris.. I’m Coming..

( 08.00 )
Sampai juga kami berempat di Bandara Charles de Gaulle Paris..”Wooowww keren, bandara nya luas banget.Semua papan informasi mulai dari Jadwal pesawat, rute perjalanan dapat dibaca hampir di setiap tempat dan mudah dimengerti sekalipun oleh orang yang baru pertama kali berkunjung , serta ada petugas informasi dimana mana. Jadi dijamin gag bakalan nyasar deh..

Kemudian tibalah saatnya kami berempat harus berpisah satu sama Lain, Fred harus meneruskan perjalanan ke Brest menggunakan pesawat Air France. John mengambil pesawat Thai Airways menuju Phuket. Pak Rudi mengambil pesawat Singapore Airline menuju Singapura. Dan saya ?? ya.. sayalah satu satunya yang tinggal di bandara karena keinginan yang bisa dibilang nekat dan cukup crazy demi backpacker menuju Eiffel Tower, selain itu, saya juga harus sudah kembali ke bandara CDG sebelum jam 10 Malam demi mengejar pesawat jam 11 mlm.

(08.30)



Saya mencoba bertanya ke bagian informasi, ”Madam, How I can go to Paris by train?”, kemudian dijawab,”Sir, have a look at there, You can read in that information ,”Paris by Train”, and you just follow that direction. Ok sir? “. Bener sih, di papan berwarna biru saya bisa melihat tulisan Paris by Train, jadi tanpa berpikir panjang, saya mengikuti informasi tersebut yang akhirnya membawa saya ke sebuah Mesin e-Ticket berwarna hijau.



Karena kebetulan uang Euro yang saya bawa semua nya uang kertas, jadi saya mencoba mencari tempat untuk uang kertas di mesih hijau tsb..”Tapi Kok gag ada ya tempat buat masukin uang kertas? Adanya tempat buat uang coin aja... Aneh..” Setelah melihat kiri kanan, di dekat mesin hijau itu ada satu lagi mesin berwarna putih yang merupakan mesin penukar dari uang kertas ke uang coin.

Jadi pertama tama saya menukarkan uang kertas saya menjadi uang koin, lalu saya menuju mesin tiket hijau, membeli tiket kereta dari Bandara menuju paris seharga 8 Euro. And tenng..teng.. tereng.... Tiket kereta menuju Paris sudah ditangan.. Yes.. Dimulailah Backpaker nekat menuju Eiffel Tower.

(****)

Sebelum memasuki kereta, untuk kesekian kalinya saya menuju meja informasi untuk bertanya, karena saya percaya bahwa “Jika kita Malu bertanya maka kita akan tersesat di jalan”. Jadi nanya lagi deh...hehe. ,”Madam, may I take that Paris Map ? and could you explain to me how to go to Eiffel Tower?” Saya mendapatkan penjelasan yang sangat jelas.

Jadi untuk menuju ke Eiffel Tower, Kita naik keretanya 2 kali,

Kreta Pertama : dari Bandara CDG => La Courneuve => Garu du Nord => Chaleichel Norte Dame (pindah kereta ke kereta kedua di stariun ini )
Kereta Kedua : dari Chaleichel Notre Dame => Champ de Mars Tour Eiffel.
Wuihh,, jadi penasaran dan segera ingin mencoba, Maka mulailah saya memasuki kereta pertama yang bersih dan memiliki kecepatan sekitar 100 km/jam. That’s cool.



(09.00)
Di dalam kereta pertama, saya melamun dan bertanya dalam hati,”Kenapa ya di Indonesia belum ada kereta yang menghubungkan langsung dari bandara ke pusat kota sebagai contoh dari bandara ke monas?” Pernah suatu hari saya mendarat di bandara soeta dan harus pulang menuju ke Jakarta. Saya harus membeli tiket DAMRI dan antri hampir 40 menit di halte tanpa tempat duduk, kemudian setelah bus tersebut datang, selama perjalanan masih lagi dihadapi oleh kemacetan yang membuat cukup stress.
Seandainya Jakarta bisa memiliki publik trasportasi yang cukup memadai, pasti banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, sehingga dampaknya bisa mengurangi kemacetan..

(****)

Saya membaca tulisan di dalam kereta bahwa stasiun berikutnya adalah St Michel Notre Dame, jadi saya harus mempersiapkan diri untuk pindah ke kereta kedua. 10 menit kemudian pintu kereta terbuka dan saya melangkahkan kaki keluar dari kereta pertama.
Berdasarkan info di komputer, untuk menuju kereta kedua, saya harus naik 1 lantai, kemudian menunggu sekitar 10 menit sebelum kereta kedua menuju Paris datang..,” Sumpah terorganisir sekali sistim disini, prediksinya tepat waktu semua lagi.. Two thumbs Up..” Suatu Hari Nanti, Indonesia juga harus BISA.. Amin.

( 10.00 )
Kereta sudah sampai di stasiun “Champ de Mars Tour Eiffel” , cepet banget.. begitu keluar dari stasiun, di depan banyak yang menjual souvenir gantungan kunci menara Eiffel seharga 0,5 Euro. Jadi saya beli 10 buah. Lumayan bagus sih.. Bisa buat oleh2 souvenir temen temen di Indonesia nanti..:)

Saya melihat jam tangan, jam 10 pagi, berarti masih ada waktu 11 jam di Paris..Walaupun masih banyak waktu, saya gag mau menyia nyiakannya dengan menghabiskan waktu hanya di jalan, jadi saya berjalan cepat menuju ke Eiffel Tower.
“Haduh.. Kebelet kencing lagi!” Jangan membayangkan mudah mencari toilet di Paris, susaaahhh banget. Saya mencoba mencari toilet umum kesana kemari masih aja gag ktemu. Sampai pada akhirnya ada 1 toilet yang Paraahhh abis... Mau tau kenapa? Coz tuh toilet Cuma ada satu dan pintu masuknya baru terbuka setelah kita masukin 0.5 euro,.. yang lebih parahnya lagi, yang antri udah 10 orang dan saya masuk antrian ke 11..!!

“Damnnnn!!..” Udah lah, keinginan untuk kencing langsung hilang, jadi saya melanjutkan perjalanan menuju Eiffel Tower.

(****)

Saya sedikit merinding begitu melihat Eiffel Tower berdiri megah tepat di depan saya... “Awesome.... Kereennn.” Dulu saya cuma ngeliat di Film , sekarang bener bener ngeliat di depan mata. Saya masih gag percaya akhirnya impian saya sejak masih duduk di bangku SD untuk bisa ke Eiffel Tower bisa terwujud. 

Di sekitar Eiffel buanyaaak banget turis turis dari mancanegara berdatangan, dan antrian untuk masuk ke Eiffel Tower udah kayak orang orang yang ngantri pembagian Zakat di Indonesia.;p Sayapun mulai hitung hitungan waktu,”Naik gag ya ke Eiffel? Apakah cukup waktunya supaya bisa menggunjungi 2 tempat lainnya?
Pada akhirnya sayapun memutuskan untuk tetap mengantri..:)



(11.00)
Setelah ngantri 1 jam, saya sampai di depan loket pembelian tiket.Di papan informasi, tiket dituliskan dalam bahasa perancis dan ada angka 9 Euro. Jadi tanpa bertanya lebih dahulu, saya langsung membeli 1 Tiket seharga 9 Euro yang sebenarnya justru membawa penyesalan untuk diri saya di beberapa jam kemudian.

Begitu selesai membeli tiket, kami masuk ke dalam ruang scanning barang bawaan, dan seluruh badan kita diraba-raba, mungkin mereka takut ada pengunjung yang mbawa bom kali ya..he. setelah saya berhasil lolos, saya menuju ke ruangan lift dari lantai dasar menuju lantai 2.


Jadi Eiffel Tower ada beberapa lantai :

- Lantai 1 : Restauran , Souvenir , tempat foto2.
- Lantai 2 : Tempat teropong , tempat foto2, Souvenir.
- TOP Level : Lantai teratas yang seharusnya saya kesana tapi gag boleh..T.T

Di lantai 2, ada tempat teropong untuk melihat keseluruhan kota Paris, dan saya baru saja menyadari bahwa di Eiffel Tower banyak turis dari Indonesia diantarany orang orang yang sudah pensiun dan ingin menghabiskan masa tuanya dengan jalan jalan keliling dunia, Malah ada guide khusus yang menerangkan sejarah Eiffel dalam Bahasa Indonesia. Jadi saya ngikut deh dibelakangnya, lumayan dengerin sejarah dari guidenya langsung. Gratis pula.:)



Saya melihat di lantai 2 ada antrian untuk menuju TOP level, tanpa pikir panjang, saya ikut-ikutan mengantri. 30 menit kemudian, petugas melarang saya naik ke TOP level dikarenakan tiket saya yang seharga 9 Euro hanya untuk mengunjungi Lantai 1 dan Lantai 2 saja, sedangkan untuk bisa naik sampai ke TOP level, sejak membeli tiket di loket dasar tadi, seharusnya saya membeli tiket seharga 13 Euro... “Oh man......!!!,, 30 Minutes wasting time”

( 12.00)



Saya melanjutkan perjalanan ke gedung disebelah selatan Eiffel tower bernama Avenue De Lowendal. Lumayan bagus Arsitekturnya, taman di depan nya juga cukup bagus. Lalu tiba tiba ada seseorang membawa souvenir gantungan kunci mendatangi saya dan berkata,”Selamat pagi ,Pak.” ..saja menjawab,”Wah, ada juga penjual yang bisa bahasa Indonesia, dari Indonesia y pak?” Bapak kecil dan sedikit gemuk itu menjawab,”Saya orang Malaysia pak, merantau di Paris.”

Bapak ini lumayan enak diajak mengobrol, setelah berbincang bincang 10 menit, saya tertarik lagi membeli 10 gantungan kunci sebagai oleh oleh di Indonesia nanti, bapak tersebut mengucapkan terima kasih kemudian pergi berlalu.
Setelah lumayan segar, perjalanan saya lanjutkan ke utara dengan tetap berjalan kaki menuju Musee De la Marine, Gedung megah yang berlatar belakang menara Eiffel jadi tempat yang cukup bagus untuk Narsis..hehehe... Cheesee..



(13.00)
Laperrr euy,
sepanjang perjalanan ada beberapa toko yang menjual roti dengan nama yang aneh aneh, ketika saya mulai mendekati toko tersebut, ada 1 nama yang saya inget dulu pernah ada di Film kartun ketika saya masih kecil yaitu Hot Dog. Nyobain ah..

Murah juga koq, cuman seharga 3 Euro, kita udah bisa dapet HotDog segede gaban, Sambil menikmati makanan, saya kembali melanjutkan perjalanan menuju Charles De Gaulle Monumen. Oh iya, ada hal yang menarik di Paris, salah satunya hampir di semua Jalan, kamu bisa melihat pasangan pasangan muda berciuman mesra tanpa malu terhadap orang-orang disekitar.

Jadi...saya abadikan aja deh..huehehehehehe..





(****)
Lumayan jauh berjalan ke Charles De Gaulle Monumen. Tapi rasa capek hilang begitu melihat Monumen yang sering kita lihat di Film2 Holywood diantaranya Film Taxi, Rush Hour, Da Vinci Code, dll.



Di Paris , kita juga akan banyak melihat pasangan Suami Istri Muda yang melakukan Foto pernikahan di berbagai sudut kota. Seneng Ngeliatnya, bahkan ada juga yang sampe sekeluarga besar dibondong ke Paris demi melakukan foto Prewedding bersama.



(15.00)
Saya mulai mengalami kelelahan, dehidrasi. Sehingga saya mencoba membeli softdrink di toko dekat pinggiran jalan. Capeekk, Tapi masih ada 1 lagi bangunan Penting di Paris yang harus saya kunjungi, yaitu Museum de Louvre.. Ini dia yang justru ditunggu tunggu, terutama saya sangat ingin mengunjungi bangunan tersebut setelah membaca novel “Da Vinci Code” yang ditulis oleh Dan Brown.

Karena itu semangat yang tadinya sempat hilang, tiba2 muncul kembali walaupun dengan kaki yang sudah agak terasa sakit, saya tetap melanjutkan berjalan kaki menuju tujuan akhir.

(****)
Jalan menuju Museum de Louvre cukup lebar dan dikelilingi oleh pepohonan hijau yang rindang, selain saya disepanjang jalan ini sangat banyak turis dari berbagai negara berbondong bondong berjalan menuju arah yang sama yaitu Museum de Lovre. Kayaknya mereka sama aja dengan saya yang penasaran pingin lihat kemudian mengambil foto di depan ny, dan masuk ke dalam bangunan untuk melihat lukisan Monalisa asli dengan senyumnya yang fenomenal.

Begitu sampai di depan museum, Foto2 lagi deh.:), Kadang Lucu juga ngeliat orang orang pensiunan yang mungkin umurnya udah 65-75 tahun, begitu sampai di museum de Louvre, mereka Bergaya bergaya narsis dan berpose layaknya anak muda berumur 17 tahun.;p





Saya mulai berjalan memasuki Museum de Louvre yang berada di bawah tanah, ternyata Nothing special there. Di dalem nya tuh hampir sama persis kayak Mall. Ada restoran , Toko Buku, Gallery, Patung patung yang kurang pencahayaan, dan Tempat informasi dengan selebaran bejibun yang bisa kita ambil gratis. Jadi saya Cuma spend time sekitar 30 menit terus keluar.

(17.00)

Udah jam 5 sore,
Jam 11 malem pesawat berangkat, jadi harus udah check in jam 10 malem, sehingga naik kereta dari Paris ke bandara harus dari jam 7an malem biar gag keburu buru.
Saat ini, saya masih memiliki waktu sekitar 2 jam .

Saya duduk beristirahat, mengambil foto di beberapa tempat, kemudian menghampiri keramaian orang di seberang jalan. Setelah saya lihat, disana ada Breakdancer memamerkan kebolehan nya , Kereeennn abis dance nya, ada 3 orang menari bergaya seperti michael jackson kemudian break dance dengan berputar di lantai 360 derajat sekitar 10 putaran.



Trus ada juga IGO nya perancis yang sempat saya ambil dari kamera Nikon D90. Let’s See.





Puas banget udah keliling Paris ke berbagai tempat, dan yang terpenting, 3 tempat yang dari sejak awal pingin banget saya kunjungi sudah tercapai semua diantaranya Eiffel Tower, Charles De Gaulle Monument, dan Museum de Louvre,.

Jujur saja, kaki saya semakin lama semakin terasa sakit, kepala pun terasa pusing karena sejak siang tadi hanya makan roti ( Maklum sebagai orang Indonesia, masih ada yang kurang kalau belum makan Nasi .hehe)

Saya tetap melanjutkan perjalanan yang untuk kesekian kalinya dengan berjalan kaki menuju ke stasiun St Michael Notre Dame. Begitu sampai di stasiun, saya membeli tiket seharga 8 Euro dan tertidur pulas sampai kereta mengantarkan saya langsung menuju Bandara Charle de Gaulle.

(21.00)
Setelah Check In untuk keberangkatan pesawat menuju Singapura dengan Air France pukul 11 malam nanti. Rasa ngantuk kembali menyerang, kemudian saya segera mencari posisi yang Nyuamaann untuk tidur, dan dengan bodohnya saya tertidur sangat lelap di bandara.

(****)
Saya merasa ada yang memanggi mangil nama Saya,”Denni.. Bangunn.. Dennn Bangunn!!” perlahan lahan saya mulai membuka mata dan melihat sekeliling saya,”Mmmmm kok sepi ya.... Ups.. Sepi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!... Saya langsung sadar dan teringat bahwa jam 11 saya harus sudah masuk ke pesawat dan gag sepantasnya tidur kebablasan seperti ini.

Ketika melihat jam tangan, waktu menunjukkan pukul 11 kurang 5 menit, lalu saya mendengar suara dari speaker,”Last Call for Air France Passenger to Singapore.”
Dengan perasaan kalap, saya mengambil bag saya dan lari secepat kilat menyusuri lorong dan masuk ke dalam pesawat. Wuihh, pokoknya udah berasa kayak artis aja, Setelah saya memasuki pintu pesawat, pintu pesawat langsung ditutup dan semua penumpang memandang ke arah saya yang seperti orang baru bangun tidur dengan mata merah dan rambut seperti orang kesetrum..

Tapi hal tersebut menjadi pelajaran buat saya bahwa ketika menunggu pesawat berangkat, jangan sekali kali tidur terlalu lelap, terutama jika kamu hanya bepergian sendirian.

Saya gag bisa membayangkan jika di bandara tadi saya terlambat bangun 5 menit, maka sudah dipastikan saya ketinggalan pesawat dan harus membeli tiket lagi dari Paris ke Singapore dengan harga diatas 7 juta dengan biaya sendiri...ckckck...
Pada akhirnya saya bisa sampai dengan selamat di Jakarta dengan Bag yang juga keluar paling awal di bandara Soekarno Hatta. 

Total Biaya yang dikeluarkan selama backpacker 13 jam di Paris Berjumlah 38 EURO yang terdiri dari 10 E (souvenir) + 16 E ( Tiket PP Kreta ) + 3 E ( Hot dog ) + 9 E ( Eiffel Tower )

Saya rasa sekian Cerita dari Nantes dan Paris yang keseluruhan nya berjumlah 3 Bab.Semoga suatu hari nanti, cerita ini bisa diterbitkan menjadi sebuah buku. Amin..:)

Best Regards,
Denni Pascasakti
Jakarta, 9 Oktober 2011. Pk 10:45
www.dennipasca.blogspot.com