Friday, June 19, 2009

The Power of Giving


Pada suatu hari yang sangat terik.. aq ingin pergi mencari makan siang, dan ketika kulihat jam tanganku, waktu menunjukkan pukul 15.10.. oh.. lapar sekali aq hari ini... karena itu kuputuskan untuk mencari makanan padang yang nasinya bisa ambil sendiri.. dan dengan segera aq naik motor untuk menuju ke masakan padang daerah gejayan..Sesampainya disana aq langsung memesan nasi yang sangat banyak dan lauk yang cukup banyak juga.. mungkin pada saat itu aq hanya memikirkan perutku sendiri yang kelaparan saja... aq belum menyadari kalau diluar sana masih banyak orang orang yang kelaparan dan sedang mencari sesuap nasi..

Pada saat aq ingin duduk untuk makan, datanglah seorang pengemis yang sedang menggendong anaknya,, ohh.. aq kaget bukan kepalang.. ia kasihan sekali.. tampak lusuh, lapar,, usang,, dikarenakan ia berjemur sepanjang hari untuk mengemis dari satu orang ke orang lain.. sedangkan aq,, hidup dengan sangat mudah, mendapatkan uang dari orangtua, uang dari pekerjaan, bisa makan enak siang ini..Tapi aq tidak pernah bersyukur akan hidup ini... Ternyata memang benar, Jika ingin mensyukuri hidup ini, maka kita harus melihat orang yang berada di bawah kita.. bukan orang yang berada di atas.. Karena ketika kita selalu melihat ke atas, maka kita tidak akan pernah mensyukuri hidup yang sangat indah dan sudah diberikan oleh Tuhan kepada Kita...

Kulihat pengemis itu bukan datang ke warung padang ini untuk mengemis, ternyata pengemis itu datang untuk menukarkan uang receh yang ia dapatkan selama mengemis hari ini dari pagi sampai sore ini... dan.. WoW... Tidak kusangka cukup banyak juga uang receh yang ia dapatkan.. Ketika dihitung.. aq terus memperhatikannya sambil memegang sendok kosong di tangan kananku, dan ternyata ia mendapatkan Rp 50.000.. bayangkan.. jika dalam pecahan 100 rupiah.. maka ia membawa 500 koin uang 100 Rupiah...!! Mungkin pada saat itu, ada orang lain yang berkata.. “Dasar Pengemis , Hanya dengan berpura pura mengemis, Ia bisa mendapatkan 50.000 dalam sehari.. maka dalam sebulan ia mendapatkan Rp 1.500.000,, Mudah sekali pekerjaannya..” Tapi waktu itu yang ada di pikiranku berbeda, bukan hal itu.. melainkan..”Ternyata masih banyak orang di dunia ini yang masih memperhatikan kehidupan para pengemis dengan memberikan sedekahnya... Dan Pengemis itu, memang pantas mendapatkan uang 50.000 sesuai dengan kerja keras yang ia berikan.. bayangkan menggendong anaknnya dari pagi sampai sore,, ditengah terik dan debu yang sangat menyakitkan... ya.. karena pengemis itu memang pantas mendapatkan lebih..”

Dari peristiwa itu aq mulai teringat kembali akan kata kata bijak yang memang seharusnnya saya camkan dalam diri saya yaitu, “Orang yang bijak itu, Lebih banyak memberi, Bukan Banyak menerima.” Mungkin jika semua orang bisa saling memberi.. maka secara tidak langsung,, kita sudah membantu jutaan orang yang masih hidup dibawah garis kemiskinan... dan kita bisa paling tidak memberikan mereka makan pada hari ini...

Terima kasih Tuhan, Karena engkau sudah memberi hidup kepada saya sang sangat berkecukupan ini,, semoga saya bisa lebih banyak memberi,,karena dengan memberi,, maka saya bisa mensyukuri arti hidup ini...

Salam Hangat,

Denni Pascasakti

Wednesday, June 10, 2009

Perjalanan Sebuah Catatan DInding

( Mungkin Buat temen temen gardep yang mau baca cerita lengkapnya ada di Bucur 34)

Ya.. saya akan menceritakan kembali perjalanan hidup saya menjadi gardep di PT Aseli Dagadu DJogja.. Bulan Bulan awal sangatlah berat buatku,, karena aq yang belum pernah punya pengalaman sama sekali dalam dunia part time..Tapi saya dituntut harus bisa menjual kaos dengan pelayanan sebaik mungkin... Pada awal awal.. saya hanyalah seorang gardep bodoh yang lambat dan tidak bisa apa apa.. Pernah suatu ketika, pada saat saya sedang sift pagi, ada gardep angkatan senior yang sedang menceritakan tentang diri saya dan berkata ," Deni itu gede badannya doang.. tapi sama sekali gag punya otak,, gag berguna." saya yang mendengar hal itu secara langsung sedih.. aq pingin sekali bisa memberikan yang terbaik.. tapi kenapa...kenapa kinerja saya selalu saja buruk...
Selama kurang lebih 2 bulan pertama.. hampir semua orang memandang ku sebagai orang yang kurang cak cek,, lambat di gerai,, banyak bercanda..apalagi ditambah saya masuk dalam daftar "blacklist" angkatan atas.. Jadi setiap kali saya ke gerai, pasti selalu saja ada tatapan curiga terhadap diri saya.. banyak yang menjauhi, malah pernah juga ada yang bilang, " Duh.. kenapa aq malah satu sift sama kamu to..??",,saya seolah olah gag pernah ada.. hanyalah gardep bayangan.. waktu ini semangatku buat melanjutkan gardep juga sudah mulai hilang.. Tetapi itu semua masih belum sebodoh hal yang kulakukan berikutnya di bulan ke 3 ini... Yaitu saya MANGKIR.... ya .. saya telah melakukan kesalahan terbesar dalam dunia gardep .. apalagi yang paling membuat parah.. di angkatan 34.. sayalah orang "pertama" yang mangkir.. jadi selama 2 bulan pertama itu , angkatan 34 masih "bersih" dari yang namanya makir.. tapi aqlah orangnya.. yang sudah membuat aib untuk pertama kalinya buat angkatan 34.
Pada saat itu adalah saat saat terberat yang pernah saya alami.. karena pertama saya harus membersihkan gudang yang sangat kotor dan panas, kedua saya harus merekap dan menulis ulang stok gudang yang sangat banyak, ketiga saya harus melihat ekspresi kekecewaan di teman angkatan saya sendiri 34, keempat saya harus mendengar komentar komentar yang kurang baik dari angkatan atas,, kelima pada saat shift 4an bareng OT saya dijadikan sebagai contoh gardep yang tidak baik.. keenam pada saat internalan SPV.. lagi lagi saya menjadi contoh yang tidak baik sebagai gardep.. dan disebut sebagai GOM alias Gardep Of Mangkir... Jujur saya Emosi,, saya marah,, tapi gag ada 1 orangpun yang mendukung aq pada saat itu... Yak. jujur saat itulah saat saat terberat dalam hidupku...
Dan suatu hari pada saat saya ngesift pagi.. saya melihat foto bodoh saya dalam WORST WANTED yang kira kira sudah dipajang selama 3 mingguan... saya malu sekali.. karena itu saya melewati jejeran foto foto best.. mulai dari best cheers sampai dengan GOM.. waktu itu GOM masih dipegang oleh mbak Septi.. saya memandangi foto itu.. dan dalam hati saya berbisik.." Tuhan , Saya berjanji Tuhan.. Bahwa suatu saat nanti,, sebelum masa kontrak saya berakhir saya harus bisa berada dalam posisi ini.. ya.. dalam posisi sebagai GOM..." saya kemudian mengepalkan kedua tangan saya.. dan kemusian berlalu ke belakang...
Tepat pada tanggal 1 April 2009, saya membuat sebuah catatan dinding yang bertuliskan:
Kata mutiara :
- Kesuksesan adalah memanfaatkan waktu yang disia siakan oleh orang lain
- Seorang pemenang adalah orang yang sudah menyelesaikan setengah pekerjaannya, ketika orang lain sedang terlelap

Denni Pascasakti : Best Improvement Bln April dan GOM Bulan Mei...( denni, Kamu PASTI BISA !! )


Itulah kutipan catatan dindingku yang seumur hidup gag akan pernah saya lupakan.. catatan dinding itu setelah saya selesai menulisnya saya tempel di deket tempat tidur saya,, sehingga setiap kali akan tidur maupun bangun tidur , saya selalu membacanya terlebih dahulu dan mengingatnya... OPada saat di geraipun saya bekerja 2x lipat dari yang biasannya.. bahkan terkadang sampai merasa lelah sekali..
Dan ternyata keajaiban demi keajaiban terjadi.. Pada tanggal 5 Mei 2009.. Saya berhasil mendapat "Best Improvement"./// dan pada tanggal 12 Juni 2009... saya berhasil melengkapi keseluruhan catatan dinding saya menjadi kenyataan... ya betul !!... saya terpilih Menjadi Gardep Of The Month alias GOM...
Saya kemudian langsung pergi ke gereja.. duduk paling depan dan berlutut.. saya berdoa" Tuhan,, Terima kasih.. karena Engkau telah mengabulkan doa saya.." Kemudian saya menangis.. ya.. saya menangis bahagia dan tidak mempercayai keajaiban ini...
Pada saat itu ada teman saya yang berkata bahwa " Den,, Gag semua dari impian kita bisa kita wujudkan menjadi kenyataan.." Dan saya baru menyadarinnya bahwa pernyataan itu salah!!!.. yang benar adalah.." Setiap manusia mempunyai kesempatan untuk mewujudkan impiannya menjadi kenyataan,, asalkan ia harus sabar,, Percaya,, Bekerja keras,, dan tidak berkecil hati pada saat mengalami kegagalan...
Terimakasih Buat semua,,karena saya bukanlah apa apa Tanpa kehadiran kalian,,


Salam Hangat,
Denni Pascasakti