Saturday, December 17, 2011

3 Mitos tentang Pelaut yang tidak selalu benar




Tanpa terasa waktu 2 tahun berjalan begitu cepat. Cukup banyak kenangan yang saya alami sebagai seorang pelaut, dimulai dari petualangan di laut Sulawesi bersama orang Rusia, pedalaman sungai Kalimantan yang dipenuhi oleh buaya, petualangan di Vietnam , Sarawak, sampai Filiphina. Saya belajar bukan hanya mengenai hal-hal teknis, namun justru lebih banyak menerima pelajaran mengenai hidup terutama karena rekan kerja saya rata rata berumur 10-15 tahun lebih dewasa. Dan yang anehnya,walaupun atasan saya selalu berbeda beda, ada 1 persamaan. Mereka senang membimbing dan berbagi pengalaman kepada yang lebih muda dan tidak senioritas.

Kehidupan pelaut ternyata tidak sekeras dan sesulit seperti yang masyarakat bayangkan, walaupun terkadang ada resiko resiko yang harus dihadapi seperti ombak besar badai Typhoon dan Tsunami., Bahkan, Setiap kali saya akan berangkat ke Laut dan ingin berpamitan dengan bapak ibu, saya melihat kedua mata mereka berkaca kaca walaupun raut muka mereka seperti dipaksakan untuk tersenyum, saya tahu bahwa Bapak dan Ibu saya selalu was-was dan khawatir dengan anaknya yang harus mengarungi lautan .

Oleh karena itu, saya mencoba menceritakan gambaran kehidupan pelaut yang bekerja mengarungi samudra demi mencukupi kebutuhan hidup, dan mengungkapkan bahwa pandangan masyarakat selama ini mengenai pelaut ternyata tidak selalu benar.

Mitos 1 : Pelaut uangnya banyak karena Bergaji besar.

Sebenarnya mitos ini bisa dikatakan sedikit benar dan bisa dikatakan kurang tepat. Mengapa dikatakan sedikit benar ? pendapat saya , Pelaut bukan “Bergaji besar” namun “Bergaji sedikit lebih besar” mengapa? Salah satu jawabanny karena pelaut harus menanggung resiko seperti Mabuk laut, Suasana pekerjaan yang cukup Beresiko, dan Jauh dari keluarga. Saya pernah berulang tahun di atas kapal dan pernah mengalami masa paskah di atas kapal. Ketika pertama kali saya merasakan, seperti ada hal yang hilang, Suasana ulang tahun yang biasanya saya rayakan bersama teman2 untuk makan bersama, banyak canda tawa dan ucapan selamat masuk ke HP saya. Namun pada saat hari ulang tahun di kapal, rasanya begitu hampa, Hari ulang tahun berjalan hampir sama seperti hari2 biasa, HP saya sepanjang hari selalu diam karena tidak ada sinyal ditengah lautan.

Namun inilah pekerjaan saya dan saya harus mencintai pekerjaan saya saat ini,karena,”Semua pekerjaan yang dijalankan dengan senang dan kita mencintainya, maka pekerjaan akan terasa ringan dan menjadi mudah diselesaikan.”

Lalu mengapa mitos “pelaut bergaji besar” juga dapat dikatakan salah? Alasannya karena perusahaan yang mempekerjakan karyawannya di lokasi Offshore, masing masing punya kebijakan sendiri. Di kapal seismik ada beberapa departemen diantaranya depatremen seismik, departemen maritime, Bagian masak2, dan bagian bersih2. Suatu hari saya pernah bertanya mengenai sallary dari salah satu departemen dan saya cukup kaget ketika mengetahui bahwa sallarynya cukup jauh dibawah standar offshore. saya bertanya,”Kenapa bapak ingin mengambilnya ?” bapak tersebut terlihat pasrah dan menjawab,”Gag apa apa mas, daripada saya gag kerja.”

Pelajaran yang saya dapat bahwa,”Ada beberapa perusahaan yang sudah mengikat sabuk keuangan dengan kencang supaya Benefit mereka besar dengan cara menggaji Karyawan nya dibawah standar, karena itu, kita juga harus bijak ketika harus memilih pekerjaan.


Mitos 2 : Pelaut dikenal suka “jajan” ketika merapat di Pelabuhan.


Menurut saya mitos kedua ini cukup terkenal di mata masyarakat mengenai pelaut. Hampir semua teman yang bertanya ke saya ,”Den, Sekarang kerja dimana?”,setelah saya jelaskan mengenai pekerjaan saya, tanggapan pertama selalu,” pasti suka “jajan” ya di pelabuhan? Trus ada pasokan ke kapal ya?”

Saat ini hampir semua kapal-kapal survey harus memiliki departemen pengawas HSE “Health Safety and Enviroment” , Ketika saya bekerja di kapal Seismik yang banyak dipegang oleh orang orang bule, mereka cukup tegas dalam menegakkan peraturan dan tidak memiliki mental yang “bisa dibayar”.

Saya tertawa kecil ketika saya sering mendengar komentar “pasti pasokan banyak dikirim ke kapal y den?” Jawaban saya ,”kalau pasokan makanan ya iyalah.”
Untuk pekerjaan seismik dalam rentang waktu 5 minggu,semua kru kapal selalu berada ditengah samudra untuk mencari lokasi kandungan minyak. kalaupun merapat ke pelabuhan biasanya hanya untuk pergantian Kru.

Saya sangat senang di kapal saat ini, karena banyak dari mereka yang memiliki hobi yang sama yaitu backpacker. Jadi selama di pelabuhan, kami menyempatkan mengunjungi tempat2 menarik. di Sarawak kami mengunjungi mal dan menuju underground River, bahkan di Puerto princesa Filiphina kami keliling kota naik “raicycle” kemudian mampir ke pusat pemeliharaan buaya.

Hal kedua yang menurut saya tidak semua pelaut bertindak yang “aneh2”, karena setiap awal proyek, seluruh crew dikirim ke rumah sakit untuk tes darah, urine, dan beberapa tes lainnya. Hal yang difokuskan bahwa Pelaut harus terbebas dari NARKOTIKA, HIV AIDS, dan ALKOHOL. Saya pernah menjumpai dua kali kejadian bahwa ada kru kapal yang langsung dipulangkan ke rumah, hari itu juga, ketika dokter mengatakan bahwa mereka tidak lolos kesehatan.

Saya menyadari bahwa,”Semua orang sebenarnya sudah menyadari dari awal mana tindakan yang benar dan mana tindakan yang salah. Tugas kita di dunia harus MEMILIH, semua tindakan benar pasti ada manfaatnya, dan semua tindakan salah selalu ada konsekwensinya.”

Mitos 3 : Pelaut jarang pulang ke rumah karena berlayar berbulan-bulan.


Hal pertama : lama atau tidaknya pelaut berlayar di lautan samudra bergantung dari jenis pekerjaan nya. Untuk pekerjaan Seismik, rotasinya sudah disepakati secara Internasional yaitu 5 minggu ON: 5 minggu OFF. Sedangkan untuk oil company yang bekerja di Rig ataupun platform, rotasi kerjanya 2 minggu ON : 2 minggu OFF.
Pelaut yang berlayar sampai berbulan bulan biasanya teman teman yang bekerja di kapal pesiar, ataupun teman teman maritim yang bertugas seperti towing batubara dari satu negara ke negara lain.

Untuk pekerjaan saya saat ini, setelah saya hitung hitung dalam 1 tahun, saya memiliki waktu bekerja 6 bulan dan liburan 6 bulan. Sedikit lebih banyak libur dari teman teman yang bekerja di kantor. Karena untuk pekerjaan kantor dengan libur hari Sabtu minggu dan memiliki cuti 12 hari dalam satu tahun, mereka memiliki libur 4 bulan dalam 1 tahun sedangkan saya memiliki libur 6 bulan dalam 1 tahun. Namun konsekwensinya ketika saya di atas kapal, saya tidak bisa berkomunikasi semudah ketika di darat.:)

Hal kedua, lama tidaknya pelaut berlayar di lautan bergantung dari perusahaan nya. Karena itu saran saya,”Cukup jelailah ketika harus memilih pekerjaan. Sebelum tanda tangan kontrak, bacalah terlebih dahulu kontrak dengan teliti dan meminta waktu untuk menandatangani nya.”

Saya pernah memiliki teman yang bekerja di bagian engine, kebetulan dia juga orang Indonesia. Mau tahu rotasi kerjany? Rotasi kerja teman saya 6 bulan ON : 6 bulan OFF. Wew.. saya cukup kasihan terutama di bulan keempat, dia mendapat berita bahwa orang tuanya jatuh sakit, teman saya tidak bisa berbuat apa2, sampai akhirnya setelah habis kontrak kerja 6 bulan pertama, teman saya memutuskan pindah pekerjaan.

Kesimpulannya, pekerjaan sebagai pelaut setelah 2 tahun saya alami, ternyata cukup menyenangkan dan menantang, bahkan mitos2 yang beredar di masyarakat mengenai pelautpun sebenarnya tidak sepenuhnya benar . Namun yang selalu menjadi pertanyaan di benak kami teman teman pelaut Indonesia, , kami terkadang berfikir dan bertanya,”Mau berapa lama kita bekerja di lautan?, sampai umur berapa kita bersedia bekerja jauh dari keluarga ?”

Mengapa orang2 bule di kapal seismik tahan bekerja sampai umur 55 tahun bahkan 60 tahun ? cukup aneh bukan ? jawabannya karena banyak dari mereka yang SINGLE dan tidak memiliki agama. Saya memahami bahwa keadaan tersebut berbeda dengan kami teman teman Indonesia yang Menikah/akan menikah dan memiliki Agama , karena itu pertanyaan seperti berapa lama kami bekerja di offshore? biasanya menjadi pertanyaan yang cukup dijawab di dalam hati masing masing pelaut Indonesia.

Best Regard
Denni Pascasakti,

Puerto Princesa Port, Philiphines
16 Desember 2011 ; Pk 10:40
www.dennipasca.blogspot.com

Thursday, November 24, 2011

Instalasi Pertama Kapal Oceanic Finder





Saya masih ingat hari pertama ketika saya berada diatas kapal finder sekitar pertengahan bulan April 2011. Tiga orang dari Elnusa termasuk saya dikirimkan untuk langsung bekerja bersama Employee dari CXX yang didominasi orang orang Perancis dan perusahaan Swire Offshore Maritime yang didominasi orang orang dari South Africa.

Sekitar jam 7 pagi, kami bertiga berjalan menuju instrumen room untuk mengikuti Introduction Meeting dimana kami diajak berkeliling ke setiap ruangan yang ada di kapal dan diperkenalkan aspek2 mengenai HSE dan keselamatan kerja.Staff HSE yang mendampingi kami bernama John,ia berkebangsaan New Zealand dan berbadan tinggi besar. Saya kaget ketika John berbicara tiga kalimat pertama yang begitu cepat dan bergaung sehingga membuat kalimatnya terdengar kurang jelas.

Saya hanya menunjukkan ekspresi mengganguk nganguk supaya terlihat mengerti,padahal sebenarnya saya bingung.. Tetapi ketika saya melihat ke arah 2 teman saya lainnya,kok mereka kelihatan nya ngerti ya? Jangan2 saya doang yang gag ngerti.haduhh .

Setelah John selesai mengajak kami berkeliling kapal sekitar 20 menit, saya segera bertanya ke Fico dan Yoto. “Kamu ngerti gag apa yang si john omongin barusan?” mereka menjawab,”Gue kagak ngerti dab, cepet banget tuh orang ngomong.” Trus saya juga menjawab,”Sama aja sama gw, gw juga gag ngerti, Trus tadi kita ngapain ya 20 menit ngangguk nganguk kayak orang bloon?” hahahahahaha.

Saat itu saya menyadari bahwa setiap negara memiliki lafal dan pengucapan yang khas ketika mereka berbicara dalam bahasa Inggris. Yang paling cepet biasanya temen2 dari New Zealand, orang india pengucapannya agak khas tetapi masih bisa diikuti, orang British mengatakan satu kalimat bahasa inggris tanpa spasi ,orang Rusia dan Perancis selalu bergaung dan kurang jelas dalam pengucapan. dan ternyata yang paling mudah dipahami adalah orang Amerika. Jadi kalau kita sedang nonton film Hollywood dan mendengarkan lafal bahasa inggris mereka, menurut saya itu adalah pengucapan bahasa inggris yang paling mudah dimengerti dibandingkan orang orang bule dari New Zealand dan Rusia.

Instalasi Pertama Kapal Finder

Hari Pertama Saya melihat banyak kabel berserakan dimana mana , di ruang instrument room ada sekitar 30-an komputer yang berjejer dari sudut paling kiri ke sudut paling kanan. Semua orang terlihat sibuk dan berlali lari kecil dari satu ruangan ke ruangan lain. Saya kemudian berjalan ke ruang Navigasi, disana saya berkenalan dengan Mr. Tony yang terlihat sedang sibuk memasang masang jaringan kabel komputer yang akan dihubungkan ke ruang mesin utama. Jaringan kabel dari ruangan komputer dimasukkan ke dalam lantai ,diurut satu persatu dan disusun rapi kemudian disambungkan sampai mencapai ruang komputer utama. Jaringan kabelnya banyak banget, mungkin di dalam lantai ruang instrument room terdapat lebih dari puluhan kabel yang tersebar satu sama lain dan terbilang cukup rumit, sehingga satu hari pertama waktu saya habiskan bersama Mr. Tony untuk menyambungkan kabel, dan kami saling bergantian berteriak “Pull-Pull.”,”Try to push.”, “That’s wrong way, try another one.” Kayak anak kecil sedang mainan layangan.:)

Hari kedua
adalah hari yang cukup berat, Karena hari ini semua kru kapal harus memasukkan kabel sepanjang 6 kilometer berjumlah 4 buah rol raksaksa dari pelabuhan untuk ditransfer ke dalam kapal.Jadi totalnya kami haruns mengulung 24 kilometer kabel segede gaban.

Awalnya saya merasa agak kaget, karena setelah 2 jam pertama kami mengulur kaber , rasanya nih kabel kayak gag ada habisny. Beberapa tangan kami mulai lecet, peluh keringat mulai berjatuhan ke lantai disertai panas matahari.Namun ada hal yang membuat semangat kami tidak pernah turun. Saya melihat semua kru kapal ikut membantu satu sama lain mulai dari Kepala project, Kepala departemen, bahkan kapten kapal. Mantapp deh, jadi kamipun yang masih sebagai Engineer baru malah jadi kasihan melihatnya. Chief saya pada saat itu bernama Michele. Beliau adalah orang berkebangsaan Perancis yang sudah berumur 55 tahun dan ternyata masih cukup bertenaga menggulung kabel raksaksa.

Hari ketiga diisi dengan hari bersih bersih.Kalau dipikir pikir lucu juga, kami yang hari pertama bekerja seperti orang bermain layangan,lalu hari kedua kami bekerja seperti Penjahit yang harus menggulung benang masuk ke dalam rol nya, dan\.. Hari ketiga, seisi kapal bertugas sebagai Pembantu. Wkwkwk. Tapi yang saya kagumnya, rata rata penghasilan mereka diatas 3000 USD/bulan bahkan ada yang sudah mencapai belasan ribu USD per bulan nya, tapi tetep aja mereka gag malu malu untuk menyapu, mengepel, bahkan membuang sampah. Hebat ya. Saya kadang bertanya dalam hati,”Kalau di negara kita diterapkan hal yang sama , masih mungkin gag ya?”


Peresmian Kapal  FInder






Hari yang ditunggu tunggu sudah tiba, hari ini tepatnya tanggal 17 April 2011, kapal Finder sudah merapat di Pelabuhan Raffles Marina , Singapura. Saya melihat dari kejauhan nampak banyak orang sedang berjalan bersama-sama menuju ke arah kami. Di barisan terdepan ada barongsai disertai tarian tarian china, dan ternyata dibelakangnya saya melihat beberapa orang yang saya kenal. Ya ternyata mereka adalah Jajaran Direksi PT ELNUSA TBK dan jajaran Direksi serta CEO dari PT CGV.
Saya menyadari bahwa saat itu perusahaan kami sudah bergabung untuk membentuk suatu perusahaan baru bernama PT Elnusa CGV. Namun utusan dari Elnusa hanya 3 orang dan semua jajaran Direktur Elnusa datang, lantas saja saya merasa harus menemui beliau beliau dengan segera. Saya pertama kali menghampiri Direktur Operasional, beliau nampak heran karena mungkin belum pernah melihat saya yang notabene baru bekerja 1 tahun di Elnusa, berbeda dengan kedua teman saya yang sudah memiliki pengalaman kerja di Elnusa selama 12 tahun. Namun saya cukup senang karena Pak Direktur Operasional berkata,”Nah, harus gini yang Muda juga ambil peran untuk alih teknologi supaya bangsa Kita Indonesia juga mampu bersaing dengan orang orang Bule. Sukses ya mas. Semangat!”

saya juga sempat bertemu dan berbincang bincang dengan Direktur utama Pak Suharyanto, kemudian beberapa orang penting dari BP Migas, ESDM, Pertamina serta Mitra Energi. Rasannya seneng banget, karena banyak diantara mereka yang memberikan support penuh mengingat kapal Finder ini dalam waktu dekat akan memakai bendera Indonesia dan merubah nama menjadi kapal Elnusa Finder sebagai satu satunya kapal seismik 3DPertama di Indonesia yang berbendera Indonesia dan memakai kru kapal orang asli Indonesia.

Hari itu suasana sangat ramai, banyak orang tersenyum bahagia, tertawa, dan suasana meriah ada dimana mana. Sayapun lagi lagi menyempatkan memfoto beberapa tempat di kapal Finder, dan malamnya menonton film Hollywood bersama di ruang cinema.


Namun waktu seperti terasa begitu cepat berlalu, 1 hari penuh peresmian kapal sudah berlalu. Paginya kami langsung mulai berangkat memulai project di Vietnam sebagai project perdana.

Saya , Fico, Yoto sebagai satu satunya orang Indonesia yang mewakili Elnusa, mencoba memberanikan diri serta mempersiapkan mental untuk memulai bekerja bersama orang orang bule yang tersebar dari berbagai belahan dunia.
dan saya saat ini merasa sangat Tertantang. Ya, karena saya merasa membawa nama Indonesia, Saya percaya bahwa suatu hari nanti, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar dan mampu bersaing dengan orang orang kulit Putih.


(to be Continue)

Best Regards,
19 November 2011 ; Pk 02:30 pagi
Palawan Island, Philiphine
www.dennipasca.blogspot.com

Wednesday, November 02, 2011

Bunaken and Manado Expedition



Kapal mulai terombang ambing, dari kejauhan terdengar suara piring pecah mulai berjatuhan dari atas meja. Dalam suasana kacau dan perut yang semakin terasa mual, saya mencoba mengambil gagang telephon dan berusaha keras menelfon kapten ,”Captain, could you give me weather informaton?” ,captain menjawab dengan suara sedikit was-was,”kecepatan angin (wind speed) 35 knot, Tinggi gelombang (Swell) 5 meter. It’s terrible weather!”

( 2 hari kemudian )

Cuaca di kapal sedikit membaik, . Beberapa hari yang lalu terjadi Badai Typhoon di negara Filiphina,sedangkan kapal Finder yang bertugas mencari sumber minyak sedang beroperasi di wilayah laut Cina Selatan ,tidak jauh dari lokasi badai. Badai typhoon di kapal kami mengakibatkan berserakan nya kertas dan beberapa piring yang pecah. Namun saya bersyukur, kami dapat melewatinya dengan selamat tanpa ada suatu cedera apapun.

Setelah cuaca membaik, Koneksi internet mulai berjalan normal. Saya teringat keinginan untuk melanjutkan kembali petualangan backpacker keliling Indonesia. Awalnya, saya ingin berangkat ke Raja Ampat, namun setelah hitung hitungan anggaran mulai dari Hotel, penginapan, transport, saya mendapatkan angka budget yang cukup besar,sehingga rencana backpacker saya ubah ke kota Manado untuk menjajal tantangan Diving di pulau Bunaken.

(****)

Saya membooking tiket pesawat PP untuk penerbangan Jakarta-Manado secara online. Pertama saya membuka halaman website Lion Air untuk tanggal 12 okt dan 18 Okt, Namun one way-nya saja seharga 1 juta.. Ahh cari lagi yang lain.. Begitu Pula denggan penerbangan Batavia Air yang harganya hampir sama sekitar 1 juta untuk one way. “Hufff..., semoga pilihan terakhir ini dapet tiket promo.. Ya, saya membuka halaman website Sriwijaya Air.” Dannnnn..... Untuk tanggal 12 okt dan 18 Okt, saya dapet 800rb untuk One way, berarti tiket PP nya hanya 1,6 juta... Yesssss...... dapet juga tiket Promo Sriwijaya air.:)

Lalu bagaimana untuk penginapannya? Saya berusaha memutar otak, dan menyadari bahwa saya memiliki beberapa teman di manado. Maklum, pingin nya bisa backpackeran hemat..:) Saya menghubungi teman GTO yang sudah bekerja di manado, namun dia sedang liburan di Jogja. Tidak mau menyerah, saya mencoba menghubungi teman dagadu yang juga bekerja di Manado, namun teman kedua ini juga sedang dinas di Makassar. Dengan harapan bisa menginap gratis yang semakin kecil, tiba tiba saya ingat bahwa di kapal Finder saya memiliki seorang Dokter yang juga memiliki keluarga di Manado. “aha.” Setelah berbincang bincang dengan Dokter Yitro, akhirnya dia berbaik hati menawarkan rumah keluarganya di Manado yang hanya ditempati oleh adik kandungnya, supaya saya bisa menginap di rumahnya. ..”Thanks Dokter Yitro.”

Saya menyadari bahwa NETWORKING sangat membantu saya baik dalam Hal Pekerjaan, Liburan, ataupun beberapa hal menarik lainnya.

(****)

12 Oktober 2011 = MM Plaza, Megamall and Mantos



Setelah perjalanan udara kurang lebih tiga setengah jam dari Jakarta-Surabaya-Manado. saya sampai di Bandara Sam Ratulangi dan menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Manado.

Saya mengeluarkan secarik kertas di kantong sebelah kanan yang berisi alamat keluarga Dokter Yitro, disana tertulis,”Jalan Lumimut, Tikala Kumaraka, Manado.” Haduh.. Dimana itu ya? Naiknya angkot apa? tidak mau repot, saya berjalan ke arah taksi yang ada di depan bandara. Setelah transaksi beberapa menit, sang supir menawarkan harga 85 Ribu untuk diantarkan langsung ke alamat teman saya. “Mahal juga ya”, tapi karena baru pertama kali di Manado dan belum ada gambaran sama sekali, saya menyetujuinya juga.

Rumah Yitro lumayan besar dan luas, sesampainya disana, saya disambut oleh bapak dan ibu saudara Yitro yang sangat ramah. Saya dipilihkan kamar yang besar di ruangan depan dengan kasur spring bed dan Air Conditioner.”wooww...., saya jadi merasa gag enak sama Yitro, Maaf bgt udah ngerepotin.”

Hari pertama ini saya coba mengeksplore Mall-Mall yang ada di Manado. Dari Rumah Yitro daerah tempat Potong, saya naik angkot ke arah Pasar 45 dan turun di MM Plaza. Saya mencoba berkeliling MM Plaza dan menemukan jajanan yang menarik di depan pintu masuknya, jajanan tersebut adalah martabak manis kecil yang dijual seharga 1000 rupiah. Saya membeli 2 dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Megamall. Di mall ini saya gag menemukan Studio 21 dan toko buku gramedia pun gag ada, ada sih toko buku tapi namanya “Kharisma” kalau gag salah.

Merasa belum puas melihat kedua mall tersebut, saya melanjutkan perjalanan ke arah Mantos (Manado Town Square) dengan berjalan kaki sekitar 15 menit. Di Mantos akhirnya saya menemukan Studio 21, Sumpah deh, saya kayak orang ilang sendirian di Mall ini.hahaha. Yang lain kebanyakan pasangan muda mudi mulai dari SMP, SMA, sampai anak kuliahan. Saya menyadari bahwa di Manado cewe-cewenya kebanyakan cantik2, rata rata bertubuh langsing, tinggi, putih dan rambut lurus.Pantesan temen temen saya rata2 betah tinggal di Manado. ;p

Banyak orang asli manado selalu mengatakan kepada wisatawan yang berkunjung pertama kalinya ke Manado untuk mencoba 3B yaitu “Bunaken, Boulevard, dan Bubur Manado.” Kemudian setelah itu mencoba 2B yaitu,”Bibir Manado kemudian Bangkrut.” Hahahaha.

13 Oktober 2011 = Bukit Doa dan Danau Tondano





Semalam sebelumnya saya sempat berbincang-bincang dengan adik kandung Yitro, ia merekomendasikan supaya hari ini saya mencoba jalan jalan menuju Bukit Doa dan Danau Tondano. Sehingga paginya saya bangun sekitar jam 6 , kemudian bersiap siap dengan membawa 1 buah Tas kamera Nikkon D90 dan 1 botol air mineral.

Rute Angkot yang saya tempuh dari Rumah Menuju Bukit Doa :
-Rumah (t4 potong) naik Pall II-Karombasan, turun di Terminal Karombasan. (2ribu)
-Terminal Karombasan naik Bus Tomohon, Turun di Bukit Doa (6 Ribu)

Bukit Doa adalah tempat untuk umat beragama katholik atau Kristen yang ingin beribadah Jalan salib, awalnya kita harus mengisi buku tamu di rumah yang terletak dekat pintu gerbang masuk , kemudian membayar 20 ribu. Setelah itu kita akan berjalan menyusuri anak tangga yang menanjak cukup terjal selama 20 menit , dan kita akan sampai di puncak Bukit doa yaitu di pemberhentian terakhir ketika Yesus disalib dan dimakamkan.

Tempatnya bagus, sejuk, disertai nuansa Hijau pepohonan ada disekitar kita. Di puncak bukit doa juga terdapat Gereja, Kantin, Aula, dan Teater tempat pertunjukkan, serta halaman luas yang berhadapan dengan pemandangan kota manado dari atas bukit. Setelah makan siang Nasi Goreng di kantin, saya melanjutkan perjalanan menuju Danau Tondano.

Rute Angkot yang saya tempuh dari Bukit Doa Menuju Danau Tondano :
- Bukit Doa naik Bus ke Tomohon, turun di Terminal Tomohon. ( 6 ribu )
- Dari Terminal Tomohon naik ojek sampai Danau Tondano dan diantarkan balik
lagi ke terminal Tomohon. ( Karena jarang ada Ojek di Danau Tondano ) => 20







Danau Tondano merupakan tempat yang cukup indah, terhampar luas dikelilingi pepohonan hijau dan tambak ikan. Di sepanjang pinggiran danau kita bisa menjumpai restoran yang menjual ikan ikan segar, namun saya hanya mencoba minum kopi karena pada saat itu saya masih merasa kenyang.

Di restoran tersebut, saya berbincang bincang dengan tukang ojek dan penjual makanan yang sangat baik hati. Mereka banyak mengajarkan saya mengenai bahasa manado diantaranya “Cewe gaga” artinya”cewe cantik”, dan “Taprop” artinya”Macet” dan banyak kosakata lainnya. Selain itu mereka menjelaskan bahwa Kata Tondano berasal dari kata “To” yang berarti “Orang” dan “Danau” yang berarti “air”.

Tukang Ojek tersebut biasa dipanggil “Jo”. Ia menawarkan jasa menginap di Rumahnya dekat Danau Tondano, kemudian ada jasa wisata air di Danau Tondano menggunakan Kapal nelayan, dan wisatawan akan diajarkan cara menangkap ikan menggunakan bambu di malam hari.

Contact Person:
Pak Jo = 0853 957 99 513 ( Jasa wisata air Danau Tondano dan Ojek )


Setelah selesai berbincang bincang, saya diantarkan kembali ke Terminal Tomohon, namun sebelumnya kami menyempatkan foto-foto didepan dua patung raksaksa sebagai lambang perjuangan rakyat Tondano melawan belanda, kemudian kami melewati depan makam Dokter Sam Ratulangie yang dianggap sebagai orang yang sangat berjasa di Tondano dan pernah mendapatkan gelar professor pertama di Indonesia.

Rute Angkot yang saya tempuh dari Tomohon Menuju Rumah ( t4 Potong ) :
- Dari Tomohon naik Bus Tondano-manado, Turun di Terminal Karombasan. (5rb)
- Dari Terminal Karombasan naik Karombasan-Pall II, Turun di Tempat Potong.(2ribu)

Jalan jalan hari kedua selesai. Lumayan capek tapi seneng. Malamnya datang teman saya bernama Kellet , dan dia menawarkan Jasa diving Selama 3 hari untuk mendapatkan sertifikat Diving yang telah diakui Internasional yaitu CMAS di bawah naungan POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia). Ya..dan saya menyetujuinya..:)

Contact Person :
Pak Kellet = 0812 418 05 648 ( Jasa Sertifikasi Diving di Bunaken )
Harga Sertifikasi = 2,5 Juta ; 3 hari ; 6 kali penyelaman ; gratis buku , CD, dan Kartu selam.


14,15 Oktober 2011 = Pantai Malalayang



Pagi itu saya diantarkan menuju Pantai malalayang bersama Kellet menggunakan sepeda motor. Lucunya, hanya saya satu satunya perserta Kursus selam.hahaha. Sebenernya minimal peserta harus 2 orang untuk dibuka kelas kursus selam, namun setelah Kellet menceritakan keadaan saya yang sudah jauh jauh dari Jakarta serta hanya seminggu di Manado, sang Instruktur merasa tidak tega dan mengijinkan dibukanya kelas kursus selam dengan saya sebagai satu satunya peserta.

Saya dibimbing oleh 2 orang pelatih bernama Nelson dan Fani. Pak Nelson adalah seorang Instruktur senior yang sudah malang melintang di dunia penyelaman selama 15 tahun, sedangkan pak Fani seorang Dive master yang bertugas mengasisteni pak Nelson.

Awalnya saya sedikit kaget, karena saya hanya diberikan penjelasan lisan selama 20 menit, kemudian langsung melakukan diving di pantai malalayang. Saya sedikit belum terbiasa pada saat harus bernafas dan menghembuskan udara menggunakan mulut, sedangkan hidung kita tertutup rapat. Rasa panik terkadang selalu datang, lalu Instruktur menginstruksikan kedua tangan saya agar dilipat didepan dada, mencoba bernafas normal, dan membiasakan diri. Lama lama saya terbiasa dan mulai menikmati pelajaran selam yang diberikan oleh Pak Nelson dan Pak Fani.

Pelajaran selam selama dua hari ini dimulai dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang, Pelajaran terdiri atas penjelasan lisan, penjabaran tugas, dan penyelaman sehari dua kali selama masing masing 50 menit. Pelajaran yang dipelajari seputar Alat-alat yang digunakan, cara menggunakan nya, dan cara perawatan nya. Saya juga diajarkan cara cara jika terjadi masalah ketika menyelam seperti kacamata selam kemasukan air, tabung oksigen habis, melepas pemberat di air, dll.

Buat Saya, Pak Nelson selain sebagai Guru juga saya sanggap seperti seorang ayah, ia benar benar pelatih yang mengajar dengan hati, ketegasan, dan ingin supaya semua anak didiknya tidak hanya sekedar mendapat sertifikat, tetapi juga BISA MENYELAM dengan baik. Hampir semua pertanyaan saya dijawab dan saya tidak henti hentinya diberika pengarahan pada saat saya panik di dalam air... Two Thumbs buat Pak Nelson.

Contact Person:
Pak Nelson = 0813 400 58 479 ( Instruktur Selam di Bunaken )
Pak Fani = 0813 406 22 921 ( Dive Master di Bunaken )


16 Oktober 2011 = Pulau Bunaken







Hari terahir kursus, kita diberikan pilihan,”Mau menyelam di Bunaken atau Lembe ?” Ya, di Manado ada dua lokasi penyelaman yang terkenal, yang pertama adalah Bunaken yang memiliki kelebihan dasar laut terjal, dipenuhi karang berwarna warni , namun tidak begitu banyak variasi flora dan fauna. Sedangkan Lembe memiliki kelebihan sangat banyak variasi flora dan fauna, dasar laut cukup datar, namun tidak begitu banyak karang dan dasar laut kebanyakan hanyalah pasir.

Sayapun memilih Bunaken dikarenakan bunakenlah yang sudah terkenal di dunia Internasional. Awalnya kita menyewa Speed boat kecil untuk perjalanan bertiga, namun ternyata kita ketambahan 5 orang yaitu 2 orang teman dari Jakarta yang bekerja di Slumberger, dan 3 orang lainnya asli manado. Sehingga Speed boat diganti dengan Long Boat besar dengan harga sewa per orang 200ribu.

Perjalananpun dimulai dari Pelabuhan Manado daerah Boulevard, menuju ke Pulau Bunaken. Perjalanan ditempuh selama 40 menit. Setelah sampai di Lokasi Diving Pertama yaitu Fukui , kami turun satu persatu menuju dasar laut dan mulai melihat salah satu keindahan dasar laut Bunaken yang tidak bisa digambarkan dengan kata kata. Di Fukui kami melihat kerang raksaksa dan Penyu Raksaksa serta berbagai macam karang berwarna warni yang sangat indah, selain itu di lokasi ini dasar lautnya masih lumayan datar dengan kedalaman sekitar 18 meter, sehingga kami langsung menjelajahi dasar laut Fukui selama 50 menit dan kembali lagi ke kapal untuk beristirahat.

Setelah penyelaman pertama, kita harus memberikan jeda waktu minimal 1 jam sebelum penyelaman kedua untuk mencegah Dekompresi yaitu menyebarnya Nitrogen masuk ke dalam jaringan tubuh atau otak. Sehingga waktu 1 jam kami habiskan di pulau Bunaken untuk makan siang sambil minum es kelapa muda. Mantapp..

Setelah itu kami menuju lokasi penyelaman kedua di Lekuan, Setelah sampai dibawah air, saya tidak melihat dasar lautnya, karena kedalaman nya mencapai 200 meter, padahal untuk one star seperti saya, hanya diperbolehkan menyelam kurang lebih di kedalaman 18 meter. Jadi Bentuk dasar laut di Lekuan adalah dari tepi pantai dengan kedalaman air 10 meter, kemudian tiba-tiba ada tebing terjal sampai ke kedalaman 200 meter, jadi kita berwisata air di terbing terjal tersebut yang dipenuhi berbagai flora dan fauna yang aneh aneh dan cukup beragam. Saya menyelam sampai kedalaman 23 meter selama 40 menit, kemudian naik ke kedalaman 5 meter untuk melakukan safety stop selama 5 menit dan kembali ke atas kapal.

Perjalanan kursus hari terakhir sungguh luar biasa, sayapun mendapatkan kartu semi permanen dari pak Nelson untuk bisa menyelam diseluruh lokasi penyelaman di Indonesia dan sekitarnya, Untuk mendapatkan kartu permanen nya, saya harus menunggu sekitar 3 minggu kemudian mengambil di kantor POSSI Jakarta daerah senayan. Hari ini saya sangat puas... That’s Awesome.

17 Oktober 2011 = Bukit Kasih







Pada saat bangun pagi, badan terasa pegal pegal, maklum 3 hari berturut turut melakukan kursus selam yang cukup membuat badan sedikit encok. Tapi setelah dipikir pikir,”Hari ini ngapain ya? Kok garing di rumah aja”, karena itu saya kembali mengambil tas kamera serta bersiap siap untuk menuju lokasi wisata yang akan menjadi lokasi terakhir di Manado dikarenakan besok paginya saya sudah harus kembali ke Jakarta.

Tempat wisata yang saya incar adalah Bukit kasih, entah mengapa banyak orang di manado setiap saya tanya,”Tempat apa ya pak yang bagus di Manado?” Pasti kebanyakan menjawab,”Bukit Kasih saja mas, bagus pemandangan nya, udara dingin, dan bisa makan jagung bakar yang direbus langsung dari kolam belerang panas. Karena itu saya penasaran dan menetapkan berangkat ke Bukit kasih sendirian dengan menggunakan Angkutan umum.

Rute Angkot yang saya tempuh dari Rumah (t4 Potong) Menuju Bukit Kasih :
- Dari T4 Potong naik angkot Karombasan-Pall II, Turun Terminal Karombasan (2ribu)
- Dari Karombasan naik angkot kawangkoan, turun terminal Kawangkoan (10ribu)
- Dari terminal Kawangkoan naik Ojek sampai Bukit Kasih (10ribu)

Contact Person:
- Pak Ojek = 0821 958 34 358 ( Ojek Kawangkoan-Bukit KAsih )


Yang paling saya ingat ketika dari terminal Karombasan naik Angkot Kecil menuju Kawangkoan, Sumpah.. Parahh abisss angkotnya, udah angkot kecil, orang-orangnya kebanyakan dari pasar dan ada bau2 yang mengerikan, banyak yang bawa sayur. Haduhh.. capee deh... Udah gitu perjalanan nya kurang lebih satu setengah jam pula.. Mantap...

Namun itu semua terbayar setelah saya sampai di Tempat Wisata Bukit Kasih, Tempatnya sangat luas, didepan pintu pasuk ada tugu berwarna putih setinggi 10 meter, dan saya menuju lokasi pembelian tiket masuk. Disana saya diwajibkan membayar 20ribu, kemudian memulai perjalanan menapaki sekitar 1000 anak tangga menuju ke lokasi puncak Bukit kasih.

Mungkin ketika saya menapaki anak tangga ke 600-an, nafaas saya mulai tersenggal senggal. Hufff... capek euy...Mana gag bawa minum, trus saya juga cuma memakai celana pendek dan sandal Jepit... Keren banget ya.. Jadi sekedar mengingatkan, jika kamu mau ke Bukit kasih, usahakan memakai celana panjang supaya gag digigit nyamuk, membawa minum, dan memakai sepatu karena tangga tangganya cukup terjal dan berbatu batu.

Sebelum sampai di puncak, saya berkenalan dengan dua orang wisatawan bernama Mike yang bekerja di Perusahaan IT di Manado, dan Adriand yang ternyata seorang pendeta dan sedang liburan di Manado, Mereka orang yang sangat ramah dan menawarkan kepada saya supaya pulangnya nanti diantarkan mereka naik motor sampai Terminal kawangkoan, jadi gag usah nyari nyari ojek. Thanks ya Friends.:)

Sesampainya di Puncak, saya melihat Salib setinggi 20-an Meter. Woww.. Tinggi juga ya, kalau kata teman saya Mike, dahulu pernah patung ini dianggap sebagai patung salib tertinggi di Asia Tenggara. Namun saat ini saya melihat di puncak bukit kasih, kurang dilakukan perawatan yang ditandai dengan banyaknya sampah bertebaran dan beberapa renovasi yang belum selesai namun dibiarkan begitu saja oleh pemerintah setempat.

Kemudian setelah istirahat 15 menit, kami menuruni anak tangga , dan kami melihat ada 5 tempat ibadah yaitu Masjid, Gereja katholik, gereja Kristen, Pura, dan tempat Ibadah umat Budha. Menurut penduduk setempat, Rumah ibadah yang berbeda beda ini melambangkan kerukunan dan toleransi umat beragama di Manado.

Kami menuruni kembali anak tangga sampai pada sebuah kolam belerang raksaksa dimana kita dapat berjalan diatasnya yang dikelilingi uap air, didekat sana juga ada warung yang menjual jagung bakar dan jagung rebus yang langsung direbus diatas kolam belerang menggunakan uap panasnya. Tapi saya tidak sempat mencicipinya, karena teman teman saya ternyata sudah ingin kembali ke Manado dikarenakan ada acara, kemudian kami boncengan bertiga ( Cenglu=Bonceng Telu ) menuju Terminal Kawangkoan. Asik, gag usah nyewa ojek lagi , jadi bisa menghemat 10 ribu.:)

Rute Angkot yang saya tempuh dari T. Kawangkoan Menuju t4 Potong :
- Dari T.Kawangkoan naik Angkot Karombasan, Turun di T.Karombasan (10ribu)
- Dari T.Karombasan naik angkot Pall II, turun di T4 Potong (2ribu)

Pada saat perjalanan menuju rumah, tukang ojek yang mengantarkan saya ke bukit kasih sempat menelpon dan menanyakan keadaan saya, apakah saya masih di bukit kasih atau sudah pulang, karena beliau khawatir dengan keadaan saya. Mendapat telepon seperti itu, saya jadi tidak tega karena saya lupa mengabarkan ke tukang ojek tersebut, sehingga saya mengatakan bahwa saya sudah pulang duluan karena diantarkan teman, kemudian saya meminta maaf. Tukang ojek tersebut mengatakan tidak apa2, dan ia benar benar murni ingin mengetahui keadaan saya... benar benar Tukang ojek yang baik hati serta Tulus.. Semoga Tuhan selalu memberikan rejeki yang lancar kepadanya.amien

18 Oktober 2011 = Go back to Jakarta

Setiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan . Setelah 6 hari berturut turut jalan jalan keliling Manado dan Bunaken, tibalah saatnya saya harus kembali ke Jakarta. Saya mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada keluarga Yitro dan Yitro sediri atas kesediaan nya telah mengijinkan saya menginap dirumahnya selama 6 hari dan sempat menyediakan sarapan pagi untuk saya.

Akhir kata saya teringat kata-kata yang pernah diucapkan oleh Bpk Prof. Sam Ratulangi yang berbunyi “'Sitou Timou Tumou Tou” yang artinya “Manusia hidup untuk menghidupi, mendidik, dan menjadi berkat untuk orang lain.”

Sayapun menyadari bahwa sampai hari ini, saya masih memiliki banyak kekurangan dan belum menjadi berkat untuk orang lain. Saya mengucapkan Terima kasih atas semboyan Bpk Prof. Sam ratulangi yang telah mengingatkan saya supaya bisa memberikan manfaat untuk orang lain sesuai kemampuan saya.

Rincian Biaya :
- Tiket Pesawat = 1.600.000
- Taksi dan Transport hari I = 89.000
- Tiket Bukit Doa = 20.000
- Transport hari II = 41.000
- Diving Sertifikat = 2.500.000
- Transport hari III dan IV = 16.000
- Sewa Kapal = 200.000
- Transport hari V = 8.000
- Transport hari VI = 34.000
- Tiket Bukit Kasih = 20.000

Total biaya Explore Manado dan Diving di Bunaken selama 7 Hari dan 6 Malam :
4.528.000


Semoga Informasinya Bermanfaat
Best Regards
Denni Pascasakti
Jakarta, 2 November 2011 ,pk.09:22
www.dennipasca.blogspot.com

Wednesday, October 19, 2011

Document Requirement for Offshore Engineer Who Work Abroad



Punya impian bekerja sebagai Oil and Gas Engineer di Lepas Pantai ? Ingin merasakan pengalaman terombang ambing di tengah-tengah samudra dan hantaman badai Typhoon ? Jika kamu tertarik, maka artikel ini bisa menjadi salah satu informasi untuk melangkah lebih dekat dalam menggapai impianmu.

Suatu hari adik angkatan yang mendaftar Kerja Praktek di Kantor tempat saya bekerja mendatangi saya dan berkata, “Mas , saya ingin sekali bisa diberangkatkan ke Offshore.” saya mendukung penuh semangatnya supaya bisa dikirimkan ke lapangan tepatnya di offshore. Namun ternyata mereka belum beruntung memiliki kesempatan terjun langsung ke offshore dikarenakan terbentur dalam hal persyaratan dokumen, sehingga mereka hanya diberi kesempatan melakukan prosesing data offshore di kantor.

Ya, untuk setiap orang yang ingin bekerja di offshore,mereka harus memiliki dokumen dokumen ber- standar Internasional yang wajib dipenuhi. Namun jika pada saat Kerja Praktek , kamu belum beruntung untuk pergi ke offshore, jangan dulu kecewa . Karena paling tidak kamu sudah bisa menambah daftar CV pengalaman KP bekerja di perusahaan Oil n gas, dan kemungkinan besar menjadi pertimbangan ketika melamar kerja di perusahaan Offshore.

Dokumen-dokumen yang harus dimiliki oleh setiap Offshore Engineer who work abroad :

A. Dokumen Wajib :


1. Passport
2. Seaman Book ( Buku Pelaut )
3. BOSIET dan HUET
4. OGUK MCU / UKOAA MCU
5. KTKLN ( Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri )

B. Dokumen Optional :

1. Personal Pasport
• Vaksinasi Yellow Favor
• Hepatitis A,Hepatitis B
• Tipoid
• Tetanus
• Polio
2. Diving Certificate

Berikut ini akan saya sampaikan penjelasan secara lebih lengkap mengenai dokumen offshore engineer yang bekerja di Luar Negeri :
1. PASSPORT



Pasport merupakan salah satu dokumen wajib yang harus dimiliki. Mengapa? Karena wilayah laut merupakan suatu wilayah yang tidak memiliki dinding pembatas. Jika suatu hari nanti kamu bekerja di Offshore, biasanya kapal beroperasi tidak hanya di Indonesia, namun bisa ke Malaysia, India, Philiphine,dll. Sehingga keberadaan pasport memegang peranan penting supaya kamu tidak dianggap imigran gelap.

Syarat syarat membuat Pasport :
• Akte Kelahiran
• Kartu Keluarga
• Ijasah Terakhir
• Surat Rekomendasi kantor
• Kartu Tanda Mahasiswa dan KTP

Tempat Pembuatan : Kantor Imigrasi Terdekat

Info: http://dennipasca.blogspot.com/2010/07/backpacker-to-abroad-first-tips-get.html

2. SEAMAN BOOK ( Buku Pelaut )



Buku pelaut merupakan dokumen yang berisi informasi mengenai catatan kesehatan, daftar log pelayaran, dan kode pelaut. Setiap kali berlayar, kapten akan memberikan nilai seputar keahlian dan tingkah laku kepada setiap Kru kapal dan menandatangani daftar log pelayaran.

Syarat syarat membuat SEAMAN BOOK :
• Fotokopi KTP
• Ijasah terakhir
• Foto 4x6 2 lembar ( Latar belakang Biru )

Tempat Pembuatan : Pelabuhan Tanjung Priok

NB : Sewaktu saya membuat seaman book, segala prosedur sudah diurus oleh kantor. Bahkan ijasah terakhir yang saya berikan hanyalah ijasah SMA supaya birokrasinya lebih mudah.:)

Fungsi lainnya dari Seaman Book, ketika perusahaan membeli tiket pesawat menggunakan harga Seaman Fare, maka harga tiket yang dibayarkan menjadi lebih murah ( diskon 50%). Sehingga kru kapal wajib membawa seaman Book pada saat check in di bandara.


3. BOSIET dan HUET




BOSIET merupakan singkatan dari Basic Offshore Safety Induction and Emergency Training, sedangkan HUET singkatan dari Helicopter Escape Training. Lalu mungkin anda bertanya,”Trus apa kegunaan dari BOSIET dan HUET ?”

BOSIET sangat berguna ketika terjadi emergency di kapal. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa pekerjaan offshore termasuk jenis pekerjaan High Risk. Salah satu resikonya adalah Kapal tenggelam, Kapal mengalami kebakaran,dll. Sehingga setiap offshore Engineer harus memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat di kapal yang disimulasikan dalam Training BOSIET.

HUET sangat berguna ketika kita akan menuju ke lokasi offshore seperti Platform, Rig, maupun Kapal Survey dari pelabuhan dengan menggunakan Helicopter. Mengapa digunakan Helicopter ? Jawaban nya supaya dapat menghemat waktu. Bayakngkan jika Platform berada ditengah tengah samudra dan Personil diangkut menggunakan Kapal Crew Boat. Pertanyaan nya,”Berapa hari sampainya?”

Syarat syarat membuat BOSIET dan HUET :
• Mengikuti Training Course BOSIET dan HUET di tempat resmi. ( 3-5 hari )

Tempat Pembuatan :
• Standar Nasional = Kolam renang Marinir Cilandak , Jakarta Selatan
• Standar Internasional = Samson Tiara (Serang, Banten )

Info: http://dennipasca.blogspot.com/2011/07/story-to-get-international-offshore.html

4. OGUK MCU / UKOAA MCU



OGUK MCU merupakan singkatan dari Oil and Gas United Kingdom Medical Check Up, setiap Engineer yang ingin bekerja di offshore harus memenuhi tes kesehatan sesuai standart yang telah ditetapkan oleh lembaga Oil and gas UK.

Tes OGUK MCU meliputi Tes mata, Tes Pendengaran, Tes Buta warna, Tes Fisik, Tes Urine , Tes Darah, Tes rekam Jantung, Tes paru Paru. Dalam tes ini hal terpenting yang menjadi fokus dokter bahwa setiap engineer harus bebas dari Narkotika dan virus HIV-AIDS yang dapat dideteksi dari Urine dan Darah.

Suatu hari saya pernah mengalami kejadian nyata, tepat 1 hari sebelum kami join ke dalam kapal, setiap personil diwajibkan tes kesehatan sesuai standart OGUK. Setelah tes yang berlangsung kurang lebih 4 jam, ternyata ada salah satu personil yang tidak lolos tes kesehatan dikarenakan ada kadar obat-obatan di dalam darah yang melebihi batas normal. Ingin tahu apa yang terjadi ? Ya, orang tersebut dipulangkan ke negaranya hanya karena ia tidak bisa menjaga kesehatan nya.

Oleh karena itu, hampir semua personil offshore sangat care dalam menjaga kesehatan badan nya dikarenakan setiap dua tahun sekali kami harus mengikuti tes kesehatan OGUK MCU.Saya amati sendiri, ketika berada di atas kapal,setiap hari kami selalu meluangkan waktu 1 jam untuk fitness di ruang Gym, kemudian konsumsi makanan pun tidak asal asalan karena kami selalu makan dengan campuran yang tepat antara buah buahan dan sayuran.

Tempat Pembuatan :
• Rumah sakit SOS International , Jakarta
• Shaw Centre , Orchad Road , Singapore

5. KTKLN ( Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri )



Last Trip, kami berlima sudah berada di Bandara Soekarno hatta dan berjalan menuju counter Malaysia Airlines untuk check in. Namun ada hal yang cukup mengherankan, bagasi kita berlima baru akan diproses setelah kami memiliki KTKLN. “Lho kok gitu bu, Sebelumnya kita gag usah pakai KTKLN juga gag apa apa. Kenapa sekarang harus pake?” Penjaga loket tersebut menjawab ,”Sekarang sudah ada peraturan baru dari pemerintah , Kepada setiap warga negara Indonesia yang akan berangkat keluar negeri untuk urusan pekerjaan, wajib memiliki KTKLN. Mengurusnya mudah , Bapak tinggal pergi ke ujung terminal 2, disana ada tempat untuk membuat KTKLN.”

Saya hanya berfikir,”Sepertinya pemerintah Indonesia semakin cerdik untuk menambah pendapatan nya, terkadang justru terkesan ditambah-tambah hal yang kurang masuk akal. Dulu ada Kebijakan Fiskal, kemudian ada NPWP,.. sekarang ada KTKLN. Gag tahu tahun depan ada kebijakan baru apa lagi .. Tanya kenapa ??”

Setelah sampai di loket KTKLN, saya melihat ada ibu2 TKI yang diwajibkan membayar 180 ribu untuk mendapatkan KTKLN dengan masa berlaku 1 tahun. “Whatt..!!!” Awalnya saya sedikit kaget, namun setelah saya mendaftarkan di loket tersebut, ternyata untuk pekerja non TKI, tidak diberlakukan pungutan biaya, Namun kita harus menunggu sekitar 30 untuk mendapatkan KTKLN.

Tips: Kalau anda pekerja yang akan berangkat keluar negeri dan belum memiliki KTKLN, paling tidak anda harus sudah sampai di bandara 2 jam sebelum jadwal keberangkatan, karena untuk mengurus KTKLN bisa memakan waktu 30 menit sampai 1 jam. So, Persiapkan waktu kedatangan di bandara lebih awal supaya tidak ketinggalan pesawat.

Syarat syarat membuat KTKLN :
• Pasport

Tempat Pembuatan :
• Bandara Udara Internasional Soekarno Hatta

6. Personal Passport ( Optional )



Buku Personal Passport biasanya dapat diambil di departemen HSE. Di dalam buku Personal Passport terdapat daftar Vaksinasi yang sudah kita lakukan diantaranya Vaksinasi Yellow Favor, Hepatitis A dan B, Tipoid, Tetanus, dan Polio.

Saya sendiri sudah memiliki buku passport ini, namun di dalam nya masih bersih tanpa ada satu coretanpun.hehe. Berdasarkan informasi, untuk Vaksinasi Yellow Favor dapat dilakukan di Bandara soekarno hatta. Namun Buku Vaksinasi ini bersifat optional ( pilihan ) dan tidak wajib dimiliki oleh setiap Offshore Engineer.

Tempat Pembuatan :
• Vaksinasi Yellow favor : Bandara Udara Internasional Soekarno Hatta

7. Diving Certificate ( Optional )



Sebenarnya Sertifikat menyelam tidak wajib dimiliki oleh pelaut, namun tidak ada salahnya jika anda memilikinya , karena ketika anda mengikuti kursus menyelam yang diadakan selama 3 hari, anda akan mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dasar seputar dunia selam diantaranya :
• Setiap kedalaman 10 meter, tekanan bertambah 1 atm
• Setiap penyelaman di kedalaman lebih dari 10 meter, Sebelum naik ke permukaan laut, kita harus melakukan safety stop di 3-5 meter selama 3 menit untuk mencegah dekompresi.
• Antara jadwal selam dengan jadwal terbang dengan pesawat udara, harus ada selang waktu minimal 12 jam.
• Dll.
Di Indonesia ada banyak lembaga yang menawarkan jasa kursus selam yaitu PADDI , CMAS, dll yang berapa dibawah naungan POSSI ( Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia ).
Syarat syarat membuat Kartu Selam :
• Pasfoto 3x4 2 lembar
• Mengikuti kursus selama 3 hari dan lulus ujian praktek serta teori.
Tempat Pembuatan :
• Bunaken, Bali, Raja Ampat, Kep.Seribu.

Saya memiliki cerita menarik, suatu hari ada teman saya bertanya,”Kenapa sih kalau Perusahaan Oil and gas Asing itu hanya menerima yang sudah Experience minimal 3-5 tahun ? Padahal saya berani diadu tes kemampuan dan saya yakin bahwa kemampuan saya gag kalah dengan engineer2 yang sekarang sudah bekerja di offshore.”

Kemudian saya menjawabnya,”Sebenarnya salah satu pertimbangan perusahaan Asing menerima yang sudah experience 3-5 tahun bukan berarti mereka meremehkan kemampuan Fresh Graduate. Akan tetapi lebih dikarenakan persyaratan dokumen. Ya, Banyak perusahaan asing yang tidak mau repot2 mentraining orang dan mengurusi dokumen dokumen mulai dari awal, Mereka maunya yang sudah Produk Jadi”

Lalu teman saya kembali bertanya,”Lalu bagaimana nasib kita yang masih Fresh Graduate ?”

Saya kembali menjawab,”Segala sesuatu itu bukan dimulai dari hal hal besar, semuanya dimulai dari hal-hal yang kecil. Saya memiliki teman orang Philiphine yang menceritakan pengalaman ketika pertama kali ia lulus dari kuliah, Ia diterima di perusahaan kecil dan diberangkatkan ke North Sea dengan gaji hanya 500 Dollar sebulan dengan Temperature Udara yang menusuk sampai ke tulang dan lingkungan pekerjaan High Risk. Namun setelah ia memiliki pengalaman lebih dari 3 tahun, banyak perusahaan asing menawarinya pekerjaan, dan ia saat ini, ia mengatakan dengan senyum lebar bahwa gajinya hampir 10 kali lipat dari gajinya ketika pertama kali bekerja.”
Saya kembali mengatakan,”Saat ini banyak orang setelah cukup pengalaman keluar dari perusahaan nasional yang telah membesarkan nya dan pindah ke perusahaan asing dengan harapan bisa menjadi orang yang kaya dan bisa membeli segala nya. Namun coba lihat ke orang orang tersebut setelah masuk di perusahaan Asing, Apakah ia merasa puas dan segala kebutuhan nya terpenuhi? Jawaban nya bahwa hampir sebagian besar mereka belum merasa puas.

Banyak fakta menunjukkan bahwa “Semakin besar sallarynya, kebanyakan justru semakin banyak membeli dan semakin menumpuk utang. Bahkan ada yang mengatakan Semakin tebal kantong seseorang, yang ada justru godaan yang semakin besar. Karena itu cerdaslah dalam mengelola keuangan, dan jangan sampai pengeluaranmu lebih besar dari pemasukan.”

Sesaat kemudian teman saya tersenyum dan mengatakan terima kasih atas share pengalaman nya.

Sekian dari saya, semoga Informasi ini bisa bermanfaat untuk siapa saja yang membacanya. :)

Best Regards,
Denni Pascasakti
18 Oktober 2011 Pk 23.15
www.dennipasca.blogspot.com

Sunday, October 09, 2011

13 Hours Backpacker in Paris ( Part 3 of 3 )



Training selama 6 hari telah berakhir, tiket pulang ke Jakarta sudah masuk ke Inbox email. Rute yang harus saya tempuh dimulai dari Nantes – Paris – Singapore – Jakarta. Namun ada hal yang membuat saya terkejut ketika membaca e-tiket tersebut, karena saya hanya memiliki waktu 2 jam di Paris dan harus pindah pesawat tujuan Singapura ,

”Gawat!, Masa jauh-jauh ke Perancis gag jalan-jalan di Paris !”
Saat itu saya bingung, soalnya dari sejak awal pingin banget bisa extend 1 hari di Paris buat jalan jalan. Mmmm... saya mulai berfikir dan kembali teringat sebuah pepatah ,”Mintalah, Maka kamu akan mendapatkan.” Ya.. saat itu saya memberanikan diri mengemail langsung Koordinator training di kantor Singapura agar bisa mengextend waktu pulang saya di Paris selama 1 hari.

Email yang saya kirimkan sbb:
“Hi Clara, Could you please extend my ticket in Paris just for 1 day? coz I want to have a look about Paris, and Actually, I really want to go to eiffel tower. ”

Sebenernya sih tuh email agak terlihat memalukan, tp gpp deh, yang penting udah nyoba. Dikabulkan syukur, gag dikabulkan juga gag pa-pa.

(****)

Paginya sudah ada email yang masuk dan email tersebut dikirim oleh Clara, setelah saya membaca dengan perasaan sedikit berdebar debar... Mata saya berbinar-binar dan berteriak dalam hati,”Yessssss!!!!,, aq bisa ke Eiffel Tower....!!!!!!!!!!

Ternyata benar, ketika kita meminta, berharap, serta tetap percaya akan suatu impian, maka impian tersebut akan menjadi kenyataan..”

E-ticket yang diberikan ke saya sebenarnya tidak diekstend 1 hari penuh, karena terbentur masa berlaku visa yang hanya berlaku 8 hari dari sejak awal training . Jadi saya berangkat dari Nantes pk 06.30, sampai di Paris pukul 08.00. Kemudian dari Paris saya harus pindah pesawat Air France tujuan Singapura pukul 23.00 malam.

Saya memiliki waktu untuk jalan jalan di Paris dari pukul 08.00 pagi sampai 23.00 malam yang jika dikalkulasi saya memiliki waktu hanya 13 jam. Target yang harus dikejar di Paris ada 3 tempat, yang pertama adalah Menara Eiffel, kemudian Charles de Gaulle Monument, dan terakhir adalah Museum de Louvre ( piramid kaca ).

Sendirian, tanpa informasi, pertama kalinya ke Paris. Gag bawa Peta. Lengkaplah sudah.
Apakah mungkin dalam 13 jam menjangkau 3 tempat paling terkenal di Perancis ???

(****)

D-Day of Backpacker



(05.00)
Kami berempat berjalan menyusuri gang-gang kecil di Nantes, udara cukup menusuk sampai ke tulang diiringi hujan gerimis. Setelah berjalan kira kita 100 meter, kami melihat ada dua orang pemuda mabuk sedang berkelahi di depan diskotik.

Setelah menunggu beberapa saat, kedua pemuda tersebut dipisahkan dan salah satu pemuda nampak berdarah karena pukulan yang cukup keras tepat mendarat di bibirnya. Kemudian kami kembali berjalan melewati diskotik dan melihat taksi kami sudah menunggu tidak jauh dari sana.

Sesampainya di airport Nantes, saya berjalan sedikit terhuyung huyung karena saya harus mengangkat 3 tas yang cukup berat. Salah satunya karena ada 1 tambahan tas dari tempat training berisi modul modul training yang tuebeell bangett ( kayaknya juga gag dibaca deh.;p). Jadi saya menuju ke meja check in dan berkata,”Madam, could I put my bag here and you send directly to Jakarta ,Indonesia? Jakarta is my last destination.” Kemudian wanita bule itu menjawab,”Yes, I can, Don’t worry, your bag will be sent to Jakarta, and you can take your bag when you depart in Jakarta.”

Sebenernya ada rasa sedikit takut nitipin bag langsung ke jakarta, Coz perjalanan dari Nantes ke Jakarta harus 3 kali ganti pesawat dan juga ganti brand dari Air France ke Garuda. But, because there is no choice. Saya tetap menitipkan 1 bag yang paling berat berisi pakaian . Semoga balik tuh tas. Lumayan biar isinya cuma pakaian sama celana..

Setelah check in , kami berjalan menuju pintu masuk dan siap menempuh perjalanan udara Nantes to Paris..

Paris.. I’m Coming..

( 08.00 )
Sampai juga kami berempat di Bandara Charles de Gaulle Paris..”Wooowww keren, bandara nya luas banget.Semua papan informasi mulai dari Jadwal pesawat, rute perjalanan dapat dibaca hampir di setiap tempat dan mudah dimengerti sekalipun oleh orang yang baru pertama kali berkunjung , serta ada petugas informasi dimana mana. Jadi dijamin gag bakalan nyasar deh..

Kemudian tibalah saatnya kami berempat harus berpisah satu sama Lain, Fred harus meneruskan perjalanan ke Brest menggunakan pesawat Air France. John mengambil pesawat Thai Airways menuju Phuket. Pak Rudi mengambil pesawat Singapore Airline menuju Singapura. Dan saya ?? ya.. sayalah satu satunya yang tinggal di bandara karena keinginan yang bisa dibilang nekat dan cukup crazy demi backpacker menuju Eiffel Tower, selain itu, saya juga harus sudah kembali ke bandara CDG sebelum jam 10 Malam demi mengejar pesawat jam 11 mlm.

(08.30)



Saya mencoba bertanya ke bagian informasi, ”Madam, How I can go to Paris by train?”, kemudian dijawab,”Sir, have a look at there, You can read in that information ,”Paris by Train”, and you just follow that direction. Ok sir? “. Bener sih, di papan berwarna biru saya bisa melihat tulisan Paris by Train, jadi tanpa berpikir panjang, saya mengikuti informasi tersebut yang akhirnya membawa saya ke sebuah Mesin e-Ticket berwarna hijau.



Karena kebetulan uang Euro yang saya bawa semua nya uang kertas, jadi saya mencoba mencari tempat untuk uang kertas di mesih hijau tsb..”Tapi Kok gag ada ya tempat buat masukin uang kertas? Adanya tempat buat uang coin aja... Aneh..” Setelah melihat kiri kanan, di dekat mesin hijau itu ada satu lagi mesin berwarna putih yang merupakan mesin penukar dari uang kertas ke uang coin.

Jadi pertama tama saya menukarkan uang kertas saya menjadi uang koin, lalu saya menuju mesin tiket hijau, membeli tiket kereta dari Bandara menuju paris seharga 8 Euro. And tenng..teng.. tereng.... Tiket kereta menuju Paris sudah ditangan.. Yes.. Dimulailah Backpaker nekat menuju Eiffel Tower.

(****)

Sebelum memasuki kereta, untuk kesekian kalinya saya menuju meja informasi untuk bertanya, karena saya percaya bahwa “Jika kita Malu bertanya maka kita akan tersesat di jalan”. Jadi nanya lagi deh...hehe. ,”Madam, may I take that Paris Map ? and could you explain to me how to go to Eiffel Tower?” Saya mendapatkan penjelasan yang sangat jelas.

Jadi untuk menuju ke Eiffel Tower, Kita naik keretanya 2 kali,

Kreta Pertama : dari Bandara CDG => La Courneuve => Garu du Nord => Chaleichel Norte Dame (pindah kereta ke kereta kedua di stariun ini )
Kereta Kedua : dari Chaleichel Notre Dame => Champ de Mars Tour Eiffel.
Wuihh,, jadi penasaran dan segera ingin mencoba, Maka mulailah saya memasuki kereta pertama yang bersih dan memiliki kecepatan sekitar 100 km/jam. That’s cool.



(09.00)
Di dalam kereta pertama, saya melamun dan bertanya dalam hati,”Kenapa ya di Indonesia belum ada kereta yang menghubungkan langsung dari bandara ke pusat kota sebagai contoh dari bandara ke monas?” Pernah suatu hari saya mendarat di bandara soeta dan harus pulang menuju ke Jakarta. Saya harus membeli tiket DAMRI dan antri hampir 40 menit di halte tanpa tempat duduk, kemudian setelah bus tersebut datang, selama perjalanan masih lagi dihadapi oleh kemacetan yang membuat cukup stress.
Seandainya Jakarta bisa memiliki publik trasportasi yang cukup memadai, pasti banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, sehingga dampaknya bisa mengurangi kemacetan..

(****)

Saya membaca tulisan di dalam kereta bahwa stasiun berikutnya adalah St Michel Notre Dame, jadi saya harus mempersiapkan diri untuk pindah ke kereta kedua. 10 menit kemudian pintu kereta terbuka dan saya melangkahkan kaki keluar dari kereta pertama.
Berdasarkan info di komputer, untuk menuju kereta kedua, saya harus naik 1 lantai, kemudian menunggu sekitar 10 menit sebelum kereta kedua menuju Paris datang..,” Sumpah terorganisir sekali sistim disini, prediksinya tepat waktu semua lagi.. Two thumbs Up..” Suatu Hari Nanti, Indonesia juga harus BISA.. Amin.

( 10.00 )
Kereta sudah sampai di stasiun “Champ de Mars Tour Eiffel” , cepet banget.. begitu keluar dari stasiun, di depan banyak yang menjual souvenir gantungan kunci menara Eiffel seharga 0,5 Euro. Jadi saya beli 10 buah. Lumayan bagus sih.. Bisa buat oleh2 souvenir temen temen di Indonesia nanti..:)

Saya melihat jam tangan, jam 10 pagi, berarti masih ada waktu 11 jam di Paris..Walaupun masih banyak waktu, saya gag mau menyia nyiakannya dengan menghabiskan waktu hanya di jalan, jadi saya berjalan cepat menuju ke Eiffel Tower.
“Haduh.. Kebelet kencing lagi!” Jangan membayangkan mudah mencari toilet di Paris, susaaahhh banget. Saya mencoba mencari toilet umum kesana kemari masih aja gag ktemu. Sampai pada akhirnya ada 1 toilet yang Paraahhh abis... Mau tau kenapa? Coz tuh toilet Cuma ada satu dan pintu masuknya baru terbuka setelah kita masukin 0.5 euro,.. yang lebih parahnya lagi, yang antri udah 10 orang dan saya masuk antrian ke 11..!!

“Damnnnn!!..” Udah lah, keinginan untuk kencing langsung hilang, jadi saya melanjutkan perjalanan menuju Eiffel Tower.

(****)

Saya sedikit merinding begitu melihat Eiffel Tower berdiri megah tepat di depan saya... “Awesome.... Kereennn.” Dulu saya cuma ngeliat di Film , sekarang bener bener ngeliat di depan mata. Saya masih gag percaya akhirnya impian saya sejak masih duduk di bangku SD untuk bisa ke Eiffel Tower bisa terwujud. 

Di sekitar Eiffel buanyaaak banget turis turis dari mancanegara berdatangan, dan antrian untuk masuk ke Eiffel Tower udah kayak orang orang yang ngantri pembagian Zakat di Indonesia.;p Sayapun mulai hitung hitungan waktu,”Naik gag ya ke Eiffel? Apakah cukup waktunya supaya bisa menggunjungi 2 tempat lainnya?
Pada akhirnya sayapun memutuskan untuk tetap mengantri..:)



(11.00)
Setelah ngantri 1 jam, saya sampai di depan loket pembelian tiket.Di papan informasi, tiket dituliskan dalam bahasa perancis dan ada angka 9 Euro. Jadi tanpa bertanya lebih dahulu, saya langsung membeli 1 Tiket seharga 9 Euro yang sebenarnya justru membawa penyesalan untuk diri saya di beberapa jam kemudian.

Begitu selesai membeli tiket, kami masuk ke dalam ruang scanning barang bawaan, dan seluruh badan kita diraba-raba, mungkin mereka takut ada pengunjung yang mbawa bom kali ya..he. setelah saya berhasil lolos, saya menuju ke ruangan lift dari lantai dasar menuju lantai 2.


Jadi Eiffel Tower ada beberapa lantai :

- Lantai 1 : Restauran , Souvenir , tempat foto2.
- Lantai 2 : Tempat teropong , tempat foto2, Souvenir.
- TOP Level : Lantai teratas yang seharusnya saya kesana tapi gag boleh..T.T

Di lantai 2, ada tempat teropong untuk melihat keseluruhan kota Paris, dan saya baru saja menyadari bahwa di Eiffel Tower banyak turis dari Indonesia diantarany orang orang yang sudah pensiun dan ingin menghabiskan masa tuanya dengan jalan jalan keliling dunia, Malah ada guide khusus yang menerangkan sejarah Eiffel dalam Bahasa Indonesia. Jadi saya ngikut deh dibelakangnya, lumayan dengerin sejarah dari guidenya langsung. Gratis pula.:)



Saya melihat di lantai 2 ada antrian untuk menuju TOP level, tanpa pikir panjang, saya ikut-ikutan mengantri. 30 menit kemudian, petugas melarang saya naik ke TOP level dikarenakan tiket saya yang seharga 9 Euro hanya untuk mengunjungi Lantai 1 dan Lantai 2 saja, sedangkan untuk bisa naik sampai ke TOP level, sejak membeli tiket di loket dasar tadi, seharusnya saya membeli tiket seharga 13 Euro... “Oh man......!!!,, 30 Minutes wasting time”

( 12.00)



Saya melanjutkan perjalanan ke gedung disebelah selatan Eiffel tower bernama Avenue De Lowendal. Lumayan bagus Arsitekturnya, taman di depan nya juga cukup bagus. Lalu tiba tiba ada seseorang membawa souvenir gantungan kunci mendatangi saya dan berkata,”Selamat pagi ,Pak.” ..saja menjawab,”Wah, ada juga penjual yang bisa bahasa Indonesia, dari Indonesia y pak?” Bapak kecil dan sedikit gemuk itu menjawab,”Saya orang Malaysia pak, merantau di Paris.”

Bapak ini lumayan enak diajak mengobrol, setelah berbincang bincang 10 menit, saya tertarik lagi membeli 10 gantungan kunci sebagai oleh oleh di Indonesia nanti, bapak tersebut mengucapkan terima kasih kemudian pergi berlalu.
Setelah lumayan segar, perjalanan saya lanjutkan ke utara dengan tetap berjalan kaki menuju Musee De la Marine, Gedung megah yang berlatar belakang menara Eiffel jadi tempat yang cukup bagus untuk Narsis..hehehe... Cheesee..



(13.00)
Laperrr euy,
sepanjang perjalanan ada beberapa toko yang menjual roti dengan nama yang aneh aneh, ketika saya mulai mendekati toko tersebut, ada 1 nama yang saya inget dulu pernah ada di Film kartun ketika saya masih kecil yaitu Hot Dog. Nyobain ah..

Murah juga koq, cuman seharga 3 Euro, kita udah bisa dapet HotDog segede gaban, Sambil menikmati makanan, saya kembali melanjutkan perjalanan menuju Charles De Gaulle Monumen. Oh iya, ada hal yang menarik di Paris, salah satunya hampir di semua Jalan, kamu bisa melihat pasangan pasangan muda berciuman mesra tanpa malu terhadap orang-orang disekitar.

Jadi...saya abadikan aja deh..huehehehehehe..





(****)
Lumayan jauh berjalan ke Charles De Gaulle Monumen. Tapi rasa capek hilang begitu melihat Monumen yang sering kita lihat di Film2 Holywood diantaranya Film Taxi, Rush Hour, Da Vinci Code, dll.



Di Paris , kita juga akan banyak melihat pasangan Suami Istri Muda yang melakukan Foto pernikahan di berbagai sudut kota. Seneng Ngeliatnya, bahkan ada juga yang sampe sekeluarga besar dibondong ke Paris demi melakukan foto Prewedding bersama.



(15.00)
Saya mulai mengalami kelelahan, dehidrasi. Sehingga saya mencoba membeli softdrink di toko dekat pinggiran jalan. Capeekk, Tapi masih ada 1 lagi bangunan Penting di Paris yang harus saya kunjungi, yaitu Museum de Louvre.. Ini dia yang justru ditunggu tunggu, terutama saya sangat ingin mengunjungi bangunan tersebut setelah membaca novel “Da Vinci Code” yang ditulis oleh Dan Brown.

Karena itu semangat yang tadinya sempat hilang, tiba2 muncul kembali walaupun dengan kaki yang sudah agak terasa sakit, saya tetap melanjutkan berjalan kaki menuju tujuan akhir.

(****)
Jalan menuju Museum de Louvre cukup lebar dan dikelilingi oleh pepohonan hijau yang rindang, selain saya disepanjang jalan ini sangat banyak turis dari berbagai negara berbondong bondong berjalan menuju arah yang sama yaitu Museum de Lovre. Kayaknya mereka sama aja dengan saya yang penasaran pingin lihat kemudian mengambil foto di depan ny, dan masuk ke dalam bangunan untuk melihat lukisan Monalisa asli dengan senyumnya yang fenomenal.

Begitu sampai di depan museum, Foto2 lagi deh.:), Kadang Lucu juga ngeliat orang orang pensiunan yang mungkin umurnya udah 65-75 tahun, begitu sampai di museum de Louvre, mereka Bergaya bergaya narsis dan berpose layaknya anak muda berumur 17 tahun.;p





Saya mulai berjalan memasuki Museum de Louvre yang berada di bawah tanah, ternyata Nothing special there. Di dalem nya tuh hampir sama persis kayak Mall. Ada restoran , Toko Buku, Gallery, Patung patung yang kurang pencahayaan, dan Tempat informasi dengan selebaran bejibun yang bisa kita ambil gratis. Jadi saya Cuma spend time sekitar 30 menit terus keluar.

(17.00)

Udah jam 5 sore,
Jam 11 malem pesawat berangkat, jadi harus udah check in jam 10 malem, sehingga naik kereta dari Paris ke bandara harus dari jam 7an malem biar gag keburu buru.
Saat ini, saya masih memiliki waktu sekitar 2 jam .

Saya duduk beristirahat, mengambil foto di beberapa tempat, kemudian menghampiri keramaian orang di seberang jalan. Setelah saya lihat, disana ada Breakdancer memamerkan kebolehan nya , Kereeennn abis dance nya, ada 3 orang menari bergaya seperti michael jackson kemudian break dance dengan berputar di lantai 360 derajat sekitar 10 putaran.



Trus ada juga IGO nya perancis yang sempat saya ambil dari kamera Nikon D90. Let’s See.





Puas banget udah keliling Paris ke berbagai tempat, dan yang terpenting, 3 tempat yang dari sejak awal pingin banget saya kunjungi sudah tercapai semua diantaranya Eiffel Tower, Charles De Gaulle Monument, dan Museum de Louvre,.

Jujur saja, kaki saya semakin lama semakin terasa sakit, kepala pun terasa pusing karena sejak siang tadi hanya makan roti ( Maklum sebagai orang Indonesia, masih ada yang kurang kalau belum makan Nasi .hehe)

Saya tetap melanjutkan perjalanan yang untuk kesekian kalinya dengan berjalan kaki menuju ke stasiun St Michael Notre Dame. Begitu sampai di stasiun, saya membeli tiket seharga 8 Euro dan tertidur pulas sampai kereta mengantarkan saya langsung menuju Bandara Charle de Gaulle.

(21.00)
Setelah Check In untuk keberangkatan pesawat menuju Singapura dengan Air France pukul 11 malam nanti. Rasa ngantuk kembali menyerang, kemudian saya segera mencari posisi yang Nyuamaann untuk tidur, dan dengan bodohnya saya tertidur sangat lelap di bandara.

(****)
Saya merasa ada yang memanggi mangil nama Saya,”Denni.. Bangunn.. Dennn Bangunn!!” perlahan lahan saya mulai membuka mata dan melihat sekeliling saya,”Mmmmm kok sepi ya.... Ups.. Sepi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!... Saya langsung sadar dan teringat bahwa jam 11 saya harus sudah masuk ke pesawat dan gag sepantasnya tidur kebablasan seperti ini.

Ketika melihat jam tangan, waktu menunjukkan pukul 11 kurang 5 menit, lalu saya mendengar suara dari speaker,”Last Call for Air France Passenger to Singapore.”
Dengan perasaan kalap, saya mengambil bag saya dan lari secepat kilat menyusuri lorong dan masuk ke dalam pesawat. Wuihh, pokoknya udah berasa kayak artis aja, Setelah saya memasuki pintu pesawat, pintu pesawat langsung ditutup dan semua penumpang memandang ke arah saya yang seperti orang baru bangun tidur dengan mata merah dan rambut seperti orang kesetrum..

Tapi hal tersebut menjadi pelajaran buat saya bahwa ketika menunggu pesawat berangkat, jangan sekali kali tidur terlalu lelap, terutama jika kamu hanya bepergian sendirian.

Saya gag bisa membayangkan jika di bandara tadi saya terlambat bangun 5 menit, maka sudah dipastikan saya ketinggalan pesawat dan harus membeli tiket lagi dari Paris ke Singapore dengan harga diatas 7 juta dengan biaya sendiri...ckckck...
Pada akhirnya saya bisa sampai dengan selamat di Jakarta dengan Bag yang juga keluar paling awal di bandara Soekarno Hatta. 

Total Biaya yang dikeluarkan selama backpacker 13 jam di Paris Berjumlah 38 EURO yang terdiri dari 10 E (souvenir) + 16 E ( Tiket PP Kreta ) + 3 E ( Hot dog ) + 9 E ( Eiffel Tower )

Saya rasa sekian Cerita dari Nantes dan Paris yang keseluruhan nya berjumlah 3 Bab.Semoga suatu hari nanti, cerita ini bisa diterbitkan menjadi sebuah buku. Amin..:)

Best Regards,
Denni Pascasakti
Jakarta, 9 Oktober 2011. Pk 10:45
www.dennipasca.blogspot.com

Monday, September 12, 2011

SeaproNAV Training in Nantes , France ( Part 2 of 3 )



Dua bulan terakhir ini, beberapa teman saya sering menanyakan pertanyaan yang sama,”Kamu sebenernya kerja apa sih Den? Kok jalan-jalan mulu?”

Biasanya saya menjawab dengan sebuah pertanyaan, “Ketika kita akan berangkat ke kantor atau ke kampus, apakah kita naik kendaraan?” Jika jawaban nya “Ya”. Lalu pertanyaan kedua,”Apakah kendaraan tersebut memerlukan bahan bakar?” Jika jawaban kedua adalah “Ya”, berarti anda sudah memahami jenis pekerjaan saya.

Saat ini, dunia sangat membutuhkan minyak mentah ( crude oil ) yang nantinya dapat diolah menjadi bensin, solar, aftur, oli, dll. Pekerjaan saya termasuk pekerjaan awal dari proses pencarian cadangan minyak dan gas, yang biasa disebut “Survei Seismik”.

Cadangan minyak dan gas dapat ditemukan di daratan ( onshore ) maupun di lautan ( offshore ), kebetulan saya ditempatkan di divisi offshore yang memiliki peran mencari cadangan minyak dan gas di laut lepas menggunakan kapal survei.

Berdasarkan kesepakatan dunia, Hamir seluruh perusahaan Offshore Oil Service memiliki Jadwal kerja 5 minggu berlayar dan 5 Minggu libur.Beberapa orang terkadang menanggapi,”Enak ya 5 minggu libur.” ,

Kalau yang saya rasakan, selama 5 minggu Liburan memang menyenangkan, namun yang justru menjadi pertanyaan adalah ketika 5 minggu harus berlayar diatas kapal , selain sehari hari yang dilihat selalu lautan biru sejauh mata memandang, Pekerjaan Offshore Oil n Gas termasuk golongan High Risk, sehingga sebagai kompensasi, jenis pekerjaan ini memiliki libur cukup fleksibel dan sallary yang sedikit lebih tinggi dari beberapa pekerjaan lain nya.

Seapronav Training

Saat ini software Navigasi untuk survei seismik yang banyak dipakai di seluruh dunia adalah SPECTRA ( Navigasi ), REFLEX ( Binning ), SPRINT ( Prosesing data navigasi ). dimana ketiga-tiga nya dikeluarkan oleh perusahaan “ION Concept System” di Edinburg, Scotland.

Namun seiring berjalan nya waktu, beberapa perusahaan oil service membuat software navigasi sendiri seperti TRINAV buatan Western Geco ( Slumberger ) .Perusahaan lain nya adalah CXX bekerjasama dengan SERCEL berhasil membuat Software Navigasi tandingan yaitu SEAPRONAV ( Navigasi ), SEAPROBIN ( Binning ) , dan SEAPRORESOLVE ( Procssing ).

Kapal yang saya naiki bernama Finder yang merupakan salah satu kapal pertama di dunia yang memakai software seaproNAV, seaproBIN, dan seaproRESOLVE .Keistimewaan lain nya, kapal ini akan menjadi satu satunya kapal seismik 3D pertama di Indonesia yang berbendera Indonesia.

Software SeaproNAV masih tergolong baru, rencana awal, 4 orang pertama Navigasi di Finder akan dikirimkan untuk training seminggu di Nantes ( France ) tepatnya di markas besar SERCEL ( Perusahaan software dan kabel Seismik dunia ). Dan Kebetulan nya lagi, saya termasuk dalam 4 orang yang dikirimkan ke Nantes. J

Saya mencoba berbagi cerita mengenai perjalanan singkat 6 hari di Nantes :

a. 23 Agustus 2011 = SeaproNAV Configuration

Udara cukup dingin, setelah sarapan pagi telur,daging, dan segelas coffee, kami berempat dijemput taksi dari lokasi Hotel park n Suite menuju SERCEL. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 30 menit sampai kami melihat Sebuah halaman luas dengan tulisan besar berwarna biru dengan pepohonan tinggi berdiri menjulang.

Sesampainya di ruangan training, Jumlah keseluruhan peserta ada 6 orang yaitu kami berempat dari kapal  Finder, ditambah 2 orang dari Sersel USA. Trainernya seseorang asli berkebangsaan Perancis berbadan tegap, rambut hitam , mata berwarna kebiruan dan aksen Inggrisnya cukup Jelas untuk dicerna.

Hari pertama membahas mengenai cara SETUP Configurasi software SEAPRONAV. Sebelumnya saya sudah pernah memakai software Navigasi diantaranya HIDROPRO dan QINSY,jadi menurut saya djikalau kita sudah pernah menguasai salah satu saja software hidrografi, maka akan sangat mudah jika harus beralih ke software Hidro lain nya yang lebih baru. Karena hampir 70% langkah yang dilakukan hampir sama yaitu mensetup Datum, Elipsoid, Proyeksi, dan Geoid yang merupakan makanan dasar dari setiap lulusan Geodesi.

Hari pertama masih semangat-semangatnya....

b. 24 Agustus 2011 = SETUP Seapronav Display and Walk around in Nantes.

Training hari ini diisi dengan materi,”Bagaimana cara SETUP display pada Seapronav?” Sebenarnya saya dan teman teman dari  Finder sudah cukup mengetahui cara untuk mensetup display, Namun karena 2 orang dari SERCEL USA belum pernah mengoperasikan SEAPRONAV . Maka training hari ini membahas dari dasar dengan penjelasan cukup detail..”Hoammm, Ngantuk..”;p

(****)

Setelah sampai Hotel pukul stengah 6 sore, saya dan Pak Rudi ( bukan nama sebenarnya ) mengambil kamera dan memulai perjalanan di Nantes dengan berjalan kaki. Nantes adalah kota tua yang berada sekitar 300 km disebelah barat kota Paris. Kota ini cukup sepi, bersih, dan sedikit penduduknya.

Kami berjalan melewati gang gang sempit di Nantes dengan belasan cafe disekitarnya. Cafe Cafe disini tergolong kecil. Namun Tips buat backpacker, Lihatlah Cafe yang ada tulisan bahasa Inggrisnya, hal ini menandakan daftar menu makanan juga sudah dalam bahasa Inggris.Kebanyakan rumah makan di Nantes , daftar menu makanannya semua dalam bahasa Perancis dan tidak ada gambar makanan nya. Bingung kan ? J

DI dekat hotel kami, ada sebuah Castil yang megah dan besar. Awalnya saya dan Pak Rudi berfikir tiket masuknya cukup mahal,Namun sesampainya disana, ternyata tiketnya gratis dan kastil ini masih buka sampai jam 7 malem.

Jam 6 sore di Nantes, menurut saya masih seperti jam 3 sore di Indonesia. Terang benderang .

Kastil di Nantes Sangat bagus, Must see buat para backpacker yang melancong ke kota ini. Di dalamnya ada ruang penjara bawah tanah, ruang meriam untuk mempertahankan serangan musuh, tempat tinggal raja dan ratu, kereennn... Selain itupun kami jalan jalan ke Katedral, Monumen perjuangan dan diakhiri dengan makan Pizza seharga 7 Euro di sebuah cafe dekat hotel kami menginap. Lumayan lah, selain pizzanya cukup enak, harganya cukup terjangkau.

c. 25 Agustus 2011 = Seapro DataBase


Software seapro Database bertujuan untuk mendownload data data dari seapronav sesudah shooting line.

Data datanya berisi File P294, Shotlog, Report Diagram GPS , Echosounder, dll. Report tersebut nantinya akan dicek oleh QC Nav yang akan menentukan apakan Shooting di line tersebut disetujui atau masih harus ditembak ulang.

Hal yang membuat saya terkesan, Hari sebelumnya setiap makan siang kami hanya makan di Kantin SERCEL. Namun tidak untuk hari ini. Ya, Hari ini kami ber 6 dibawa ke sebuah ruangan besar dengan meja bundar ditengah ruangan. Di meja sudah terdapat garpu, pisau , sendok, celemek untuk ditaruh di dada menghindari tumpahan makanan.

Minumannya ada White Wine dan Red Wine. Sebastian menjelaskan bahwa pada saat makan besar seperti Pizza dan Daging, maka pasangan minuman nya adalah Red Whine. Sedangkan pada saat penutupan makanan misalnya keju atau salad, pasangan minuman nya adalah White Wine. Hal ini sudah menjadi tradisi yang turun temurun di Nantes.

Tradisi menyajikan makanan di Perancis adalah sbb: Makanan pertama disajikan, 1 orang mendapatkan 1 piring udang dan kerang. Setelah kami menyantap habis. Pelayan mengambil piring kotor menu pertama dan beberapa saat kemudian menyajikan makanan kedua nasi goreng dengan ikan salmon. Setelah habis, piring diambil semua dan disajikan makanan ketiga bubur kentang dengan steak.... Masih ada lagi makanan keempat yaitu biji jagung dengan jamur, Hidangan terakhir adalah pia manis yang diatasnya dikasih eskrim coklat... Mmmmmmmmm Mak nyusssss....

Sore harinya kami mencoba berjalan keliling kota memakai sepeda, Sebenarnya harga menyewa sepeda cukup murah , 1 jam nya hanya 1 Euro. Awalnya saya dan Pak Rudi berusaha keras mencari cara untuk membuka segel sepedanya, dan membayar menggunakan uang Cash.Ternyata Usaha kami sia sia. Disana gag ada tempat pembayaran untuk uang cash, yang ada hanyalah dinding penyewaan sepeda dimana kita harus membayar menggunakan Kartu yang sudah dideposit uang. Akhirnya saya foto aja deh sepedanya, dan kami melanjutkan berjalan kaki sampai hotel.



d. 26 Agustus 2011 = SeaproBIN & First Time Eat Kangguru

Training hari kelima ini sudah lumayan bosan, bayangkan hampir setiap hari dari jam 9 pagi sesi Training sudah dimulai. Istirahat siang hanya 1 jam untuk makan, setelah itu training kembali dilanjutkan sampai jam 5 sore. Mungkin kalau diibaratkan, saat itu kepala saya dah berasap kali,, .....;p

Begitu training selesai, malamnya hujan cukup deras. Perut terasa lapar dan saya keluar hotel menyebrang menuju kedai bir depan hotel. Disana saya bertemu dua orang teman saya Fred dan John, saya ditraktir minum 1 gelas kecil bir. Kadang saya sedikit bertanya tanya,,”Apa coba enaknya minum bir, rasanya keras dan kecut?, namunmalah Bir yang menjadi favorit orang orang bule, it’s Strange.”

Setelah minum bir, kami menuju rumah makan yang menyajikan daging kangguru. Huakakakak... Ada yang pernah makan daging ini ?? Ternyata rasanya Mantaappppp... You Must Try. Untuk penutupny disediakan es krim coklat yang rasa coklatnya sangat terasa pokoknya gag bisa diungkapkan dengan kata-kata.;p



e. 27 Agustus 2011 = I Get SeaproNAV Certificate

Hari terakhir training suasana sudah mulai berubah baik peserta maupun trainernya. Peserta mulai menampakkan wajah yang kusut dan ngantuk, sedangkan trainernya sudah hampir kehabisan suara ( ya iyalah, 5 hari berturut turut ngomong terus tiada henti tanpa ada trainer penggantinya.huahahaha)

Tapi yang menyenangkan di hari terakhir ini, Jadwal Training hanya sampai jam 3 sore,

dan kami berenam akhirnya mendapatkan surat sakti berupa Sertifikat SEAPRONAV original dari SERCEL,..... :)

(***)

Setelah sampai di hotel, kami menyempatkan lagi keliling kota Nantes untuk jalan jalan sekedar mencari Souvenir. Saya berburu Gantungan Kunci. Sedangkan pak Rudi berburu Kartu pos.

Oh iya, selama perjalanan mencari Souvenir, ada beberapa foto yang manarik, monggo disimak..:p





Best Regards,

Denni Pascasakti.
Laut Lepas daerah Sarawak Malaysia ( 200 km utara kota Miri )
10 September pk 19:00
www.dennipasca.blogspot.com