Thursday, August 27, 2009

Tentang Sudut Pandang



Sekitar sebulan yang lalu, di suatu malam setelah saya selesai jaga gerai di Amplas. Saya merasa sangat lapar dan lelah, oleh karena itu saya berniat mencari makanan di sepanjang jalan, dan langsung pulang ke kos untuk beristirahat. Waktu di jam saya sudah menunjukkan pukul 22.30, maka jarang sekali saya menemukan makanan di seputaran jalan. Lalu saya memutuskan untuk membeli angkringan di daerah jalan kaliurang km 5. Pada saat saya menghampiri bapak angkringan yang memiliki perawakan kecil ,kurus dan mengenakan topi, saya melihat ekspresi kebingungan dari bapak itu, karena itu saya bertanya,”Pak, ada apa, kok keliatan bingung sekali?”, kemudian bapak itu berkata,”Gini dek, barusan ada yang beli angkringan disini pake uang Rp50.000, tapi beli nya cepat sekali, jadi saya gak merhatiin uangnya. Pas dia dah pergi jauh, saya baru sadar kalo uang nya ternyata palsu karena gak ada tanda air nya. Padahal saya sudah memberi kembalian nya. Untungnya saya tadi masih sempat mencatat nomor platnya.,Jadi saya mau lapor ke kantor polisi, tapi saya gag tau ada dimana kantor nya?”
Pada saat itu saya juga dihadapkan pilihan, saya datang kesini untuk makan saja kemudian bisa dengan tenang beristirahat di kos, atau mengantarkan bapak ini?? Ya.. tapi dengan sangat terpaksa akhirnya saya antarkan bapak ini menuju ke pos polisi perempatan jakal., Ketika berada di pos polisi, ternyata kami harus melaporkan kejadian itu ke polsek terdekat yang berada di daerah dekat Lembah UGM. Malam itupun dengan sedikit berat hati saya antarkan kesana, padahal suasana di jalan dingin sekali. Ketika itu hati kecil saya berkata, “Duh kenapa saya jadi nya harus mengantarkan bapak ini, padahal saya seharusnya sudah tidur di kos.!”
Dan setelah sampai di polsek, prosesnya pun sangat lama. Akhirnya kasus itu sudah dicatat dan akan segera diselidiki oleh Reserse.Malam itupun saya baru sampai di kos sekitar jam 00.30. Yah dengan sangat lelah karena kejadian barusan , sayapun akhirnya tidur.Setelah beberapa hari, ternyata saya tidak menyangka bahwa setiap kali saya kembali ke bapak angkringan tersebut, saya selalu mendapat sambutan yang hangat dan senyuman. Dan terkadang saya diberikan makan tambahan bahkan minum gratis dan hal itu dilakukan nya sampai sekarang, bapak itu selalu ingat dengan saya. Ya dari kejadian diatas saya menyadari bahwa ternyata kebaikan untuk sesaat, bisa membawa kebaikan untuk seterusnnya.Tetapi saya juga punya pengalaman kedua yang mungkin pada saat itu saya baru menyadari bahwa saya telah mengambil keputusan yang salah.
Di suatu hari minggu, saya ingin berangkat ke gereja, tetapi saya berangkat sudah mepet sekali dari kos, padahal pada saat itu tinggal 5 menit lagi misa di gereja akan mulai. Dalam perjalanan yang tergesa-gesa menuju gereja, tiba tiba saya diberhentikan oleh seorang ibu yang sedang menggendong anak nya. Ketika itu saya bertanya, “ Ada apa ibu?” dan ibu itu menjawab , “Mas, saya mau berangkat ke Muntilan, naik bis nya darimana ya mas?”. Kemudian saya menjawab ,”Naik bis nya dari terminal jombor bu.”. Ibu itu bertanya lagi,” Jalan nya kemana ya mas kalo ke terminal jombor??”. Pada saat itu saya sudah mulai kesal karena ibu ini bertanya terlalu lama, padahal saya sudah telat berangkat ke gereja, karena itu saya hanya menjawab dengan ketus,”Ibu jalan aja ke arah timur, tanya orang, bis ke jombor nomor berapa.oke bu! Saya sudah telat ke gereja, karena itu saya harus berangkat sekarang.” Dan seketika itu ibu itu bertanya untuk terakhir kalinya, “ Mas, tolong saya mas.Anak saya sudah kepanasan dari tadi dan belum minum, tapi saya Cuma punya uang 3000 buat naik bis satu kali. Mas bisa antarkan saya ke terminal jombor?? Tolong sekali mas.” Karena saat itu saya tidak berpikir panjang,maka saya hanya menjawab,”Maap ya bu, saya juga ada kepentingan sendiri, ibu jalan saja. Dekat kok. Saya pergi dulu bu.” Dan saya langsung meninggalkan ibu yang kepanasan dan sedang menggendong anak nya sendirian itu di tengah jalan dengan peluh keringat membanjiri wajahnya. Dari jauh saya mendengar sayup sayup ibu itu berkata dengan suara pelan, “Terima kasih ya mas.”Dan pada saat itu saya langsung pergi ke gereja, tanpa menolehkan wajah ke ibu itu.
Setelah keesokan harinya saya baru merenungkan kembali kejadian kemarin dan merasa sangat menyesal sekali, ya.. ternyata saya lebih mementingkan pergi ke gereja daripada berbuat kebaikan kepada orang lain yang sedang membutuhkan bantuan., apalagi ibu itu tidak cukup uang nya dan sedang menggendong anaknya.Bagaimana ya dengan nasib ibu itu?? Apakah ia bisa pulang ke Muntilan dengan selamat?”.Dari pengalaman tersebut, Saya teringat di kitab suci ada suatu kejadian bahwa ada seorang Imam gereja yang meninggalkan orang yang sedang terluka parah di jalan demi pergi ke gereja untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa dirinya taat. Dan saya sudah seperti imam gereja tersebut. Mungkin Tuhan sudah mengingatkan dan menegur saya dari kejadian kemarin bahwa menolong orang lain ternyata jauh lebih baik daripada sekedar kewajiban untuk beribadah yang sudah selalu rutin saya laksanakan setiap minggu.. Mungkin ketika anda membaca artikel ini, anda juga mungkin pernah berada dalam posisi saya, langkah mana yang pernah anda ambil?? Dan bagaimana sudut pandang tentang kejadian diatas? . Tetapi hari ini saya bisa merenungi kesalahan yang saya lakukan, karena itu saya mencoba lagi untuk bisa lebih baik di kemudian hari..

Salam Hangat
Denni PAscasakti

Wednesday, August 19, 2009

Dilema dlm Memilih Jalan



Ternyata gag terasa waktu 4 tahun sudah berjalan dengan cepat sekali. Tepatnnya hari ini saya melihat 7 orang teman saya satu angkatan sudah mengenakan toga wisuda . Bertepatan hari ini juga, di jalanan teknik UGM tadi, saya melihat anak anak baru yang lagi ospek berbau matahari, dan memakai cocard serta tas karung. Saya jadi teringat tepatnya 4 tahun lalu saya berada dalam posisi seperti itu.

Tapi hari ini adalah hari ini,, saya harus segera menjalani hari sekarang, karena masa lalu adalah cerminan untuk hari ini. Dan hari esok adalah impian yang harus dikejar. Berbicara mengenai Impian, saya sedang dalam mengalami masa yang sangat dilema. Karena Bukan berarti saya ingin membangakan diri, tetapi saya hanya ingin bercerita secara jujur bahwa saat ini saya sedang mengejar impian saya yang ke 2 yaitu “Lulus bulan November dan diwisuda dengan predikat Cum Laude”. Tetapi ternyata kenyataan yang sedang saya alami sekarang sangatlah berbeda, ya.. Saya harus memilih salah satu dari kedua kalimat impian saya..

Kemarin siang saya mendownload data Transkrip Nilai saya, dan ternyata setelah saya hitung Hitung. Sks saya yang hanya tinggal skripsi saja, dan apabila Skripsi saya mendapatkan nilai B, maka IPK saya yang keluar 3,50... Ternyata tanggung sekali, padahal syarat untuk lulus Cum Laude itu harus memiliki IPK 3,51.. Berarti selisih 0,01 point !! Kesimpulan nya saya Mau tidak mau harus mendapatkan nilai A untuk Skripsi saya, di lain pihak bagi anak teknik nilai A untuk Skripsi itu sudah semacam Legenda alias Juaraaanngg banget..

Nah Berarti sekarang saya dihadapkan pada dua pilihan,, Mungkin Temen temen juga bisa bantu saya dalam memilih, karena batas pengisian KRS hanya sampai tanggal 21 Agustus 2009.. Pilihannya adalah :
1. Saya semester ini tetap hanya mengambil skripsi saja, dengan kemungkinan besar mendapatkan IPK 3,50 yang mungkin tanggung sekali Untuk tidak bisa mendapatkan predikat Cum laude,, Tetapi kemungkinan Terbaiknya saya bisa lulus Bulan November 2009, dan bisa segera mencari pekerjaan.
2. Saya semester ini masih mengulang 1 mata kuliah yang paling mudah dan ada kemungkinan besar mendapatkan nilai A,, sehingga Walaupun Skripsi saya B,, saya tetap memiliki IPK 3,52 dan mendapat predikat Cum Laude. Tapi Kerugiannya, Saya harus Ikut Mid Semester Lagi, UAS lagi, dan Kemungkinan Lulus sudah pasti mundur menjadi bulan February 2010.

Yah itulah pilihannya,, Mungkin Saya butuh bantuan pendapat temen2x juga..”Seberapa penting sih Menjadi Sarjana yang Menyandang Predikat Cum Laude ?? Apakah Berpengaruh besar dalam Mencari pekerjaan??”
Dan jikalau kamu yang berada dalam posisi saya,, “Manakah yang mungkin kamu pilih,, menyandang Predikat Cum laude dengan menunda waktu kelulusan dan harus kuliah lagi ataukah Lulus Bukan Cum Laude tapi bisa lulus tepat waktu dan segera mencari pekerjaan ??”
*Dilema *
Denni Pascasakti

Wednesday, August 12, 2009

What Wrong If I go alone


“Apakah ada yang salah jika saya pergi sendirian?” mungkin pertanyaan in yang sering saya tanyakan berkali kali dalam hati, ketika saya menghadapi pertanyaan teman saya yang menanyakan “kamu cuman sendirian aja?” atau “koq gag ada yang nemenin?” jika kalian membaca blog saya ini, pasti kalian juga pernah mengalaminya ketika sedang bepergian sendiri. Ya karena saya cukup sering sekali bepergian sendiri,, walaupun kalau dipersenkan sebenarnnya 50:50 antara saya berjalan sendiri ataupun bersama teman teman.. Tapi sebenarnya banyak hal yang saya dapatkan ketika berjalan sendirian,, selain saya tidak bergantung kepada orang lain, saya juga menjumpai banyak hal atau malah terkadang mendapatkan teman baru... Dengan Berjalan Sendirian bukan berarti orang itu kesepian atau tidak punya teman kan.,,

Saya sering nonton di XXI , Ke gramedia, nonton konser lagu, ke gereja, berenang ..ya semuanya saya lakukan sendirian... tapi gag masalah buat saya.dan lagi2x di setiap saya pergi sendiri selalu mendapatkan pertanyaan yang sama lagi... hehehe... saya Cuma tertawa saja di dalam hati, malah pernah waktu saya ke gereja sendirian yang bertanya kepada saya bahwa kenapa saya Cuma sendirian malah dosen saya di kampus yang sudah berpendidikan sampai S3 dengan ekspresi wajah yang agak heran...

Saya juga terkadang menjumpai teman teman saya yang malahan tidak mau pergi kemana mana jika tidak ada yang menemani,, padahal dia pingin nonton film terbaru di XXI, tapi karena tidak mendapatkan teman nonton, ia pun mengurungkan niat nya.. Menurut saya kasihan sekali dia,, karena ia terlalu bergantung pada orang lain , bukan oleh keingin tahuan yang ada di dalam dirinnya.. Menurut sejarah pun,, banyak ilmu pengetahuan baru tercipta oleh penemu penemu besar di saat saat ia sendiri seperti isaac Newton pada saat tidur sendiri di bawah pohon apel, kemudian archimedes pada saat ia berendam di bak mandi sendirian sampai ia menemukan teori gaya apung yang sangat terkenal bahkan Hitlerpun menulis Kitab tentang Nazi “Mein Kampft” pada saat ia dipenjara sendirian di dalam sel..

Karena itu apakah anda akan selalu bergantung orang lain dan mengurungkan niat karena malu jika mendapatkan pertanyaan oleh orang lain di jalan tentang “koq kamu jalan sendirian?”,, Menurut saya pribadi hal itu janganlah dijadikan sebagai masalahmu untuk mengurungkan niatmu.. Jika kamu suka konser musik, suka buku buku novel terbaru,suka berolahraga, walaupun kamu gag mendapat teman jalan.. tetaplah berjalan,, jangan sampai niat dan hobimu tidah tersalurkan... karena hobi itu tidak ternilai hargannya ..

Salam hangat

Denni Pascasakti



Tuesday, August 04, 2009

Graduation of Gardep 34



Tadi malam tepatnya pada tanggal 3 agustus 2009,telah diadakan wisuda pelantikan gardep 34, sekaligus penerimaan gardep angkatan baru 36..Jadi secara otomatis telah berakhir masa kontrak kerja saya sebagai gardep selama 8 bulan semenjak 1 Desember 2008 s/d 31 Juli 2009,, Tapi memang jika dirasakan ,waktu terasa begitu cepat berlalu, dan banyak sekali kenangan yang telah terjadi. Kenangan pada saat kita masih menjadi gardep angkatan bawah yang harus mulai beradaptasi dari awal,, mengalami peak season natal dan tahun baru yang pada saat penerimaan gaji pertama,, membuat mata saya membelalak.. karena di nominal slip gaji tertulis sejumlah 1,1 juta...Wow.. it’s amazing... ternyata saya bisa meraih gaji pertama dengan masih berstatus sebagai mahasiswa dengan jumlah yang mengejutkan..kemudian bagaimana harus mengikuti Rapat internalan yang biasannya selesai sampai jam 3 pagi selama sebulan sekali,, Yang mungkin paling membuat saya sedikit agak lelah karena saya Penanggung jawab Umum yg memiliki masa jabatan 8 bulan untuk memimpin gardep 34.. dan saya menyadari bahwa hanya satu hal yang membuat saya bangkit selalu ketika saya lelah, yaitu karena adannya kasih sayang diantara kami... 34 buat saya adalah angkatan yang paling bervariasi,, dan hati saya pernah berbisik bahwa “Sampai kapanpun ,walaupun dalam keadaan lelah sekalipun ,, saya harus bisa membuat 34 menjadi angkatan yang tidak pernah dilupakan,, karena saya sangat menyayangi 34,, seperti layaknya saya menyayangi diri saya sendiri..”

Setelah menjadi kakakpun,, banyak perjuangan yang harus dilakukan,, kita harus lebih bisa ngemong adik angkatan 35,, ketika mereka melakukan banyak kesalahan dan terkadang membuat sedikit emosi,,sebagai kakak harus bisa sabar dan percaya bahwa suatu hari nanti,mereka tidak akan pernah melupakan niat baik kami untuk menjadikan mereka menjadi gardep yang baik,, karena ketika saya sedikit emosi.. saya teringat pepatah bahwa ,”kita itu bertujuan menumbuhkan gardep 35 menjadi gardep yang baik,, bukan menumbuhkan emosi sesaat yang terkadang tidaklah begitu penting.”.. Dan mungkin semalam saya juga dilipiti rasa sedih dan rasa bangga... Diliputi rasa sedih karena masa kontrak kerja saya sudah habis,, tidak ada lagi ngesif di gerai,, tidak ada lagi ketawa keras2x bareng 35 dan SPV kasir.. tapi kami sadar bahwa “yang dicintai tidak mungkin pergi, karena cinta itu abadi”.. dan saya juga diliputi rasa bangga,, karena tercapailah sudah semua impian saya di dagadu yang diawali dari seorang bocah berlatar belakang teknik yang belum pernah menjual kaos, dan pernah merasakan sangsi terberat di dagadu yaitu mangkir dimana saya harus membersihkan gudang seorang diri selama 3 jam... sampai dengan moment terpenting tadi malam bahwa saya terpilih sebagai “gardep Djempolan” angkatan 34.. saya menyadari bahwa saya sebenarnya masih tetap bocah yang belum sempurna dan memiliki banyak kekurangan,, tapi keluarga di gerailah yang membuat saya terus berjuang untuk mengejar impian saya...akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada spv,, kepada Kasir.angkatan 33.angkatan 34,,angkatan 35.yang semuannya telah mewarnai kenangan tidak terlupakan selama 8 bulan ini. Dan pesan buat 35.. “jadilah kakak yang baik,, walaupun kamu terkadang harus tegas sekalipun,, jangan lupakan bahwa kamu menyayangi adik-adik 36 ,,seperti kami menyayangimu....

Salam Hangat,

Denni pascasakti..