Tuesday, February 21, 2017

Pengalaman Pahit Sebagai Pelajaran Berharga


Akhir akhir ini saya banyak merenung dan bertanya,Mengapa sulit sekali saya mendapatkan orang-orang yang jujur? Beberapa kali di lingkungan usaha, saya mendapatkan orang orang yang tidak jujur. Padahal niat saya baik dan tulus ingin memberikan mereka pekerjaan dan penghasilan, namun keinginan baik saya ternyata belum tentu mendapatkan respon balik yang positif.

Saya selalu percaya bahwa di balik pengalaman pahit pasti selalu ada pelajaran berharga, harus ada solusi supaya saya bisa lebih banyak belajar untuk memilih karyawan dengan kriteria yang jujur. Melalui tulisan ini, saya juga ingin mengulang kembali pengalaman pahit saya agar menjadi pengingat dan cambukan buat saya untuk tidak mengulangi kembali pengalaman pahit yang telah terjadi.

Pengalaman Pertama : Bekas karyawan Fitness yang  merugikan perusahaan
Tahun 2014 lalu, saya memiliki seorang karyawan kepercayaan yang bernama Anto (bukan nama sebenarnya). Saya sangat percaya dengan Anto karena memiliki badan yang atletis, pengetahuan fitness yang mumpuni dan banyak menarik member wanita untuk mendaftar di fitness. Namun seiring berjalannya waktu, Anto mulai banyak menuntut untuk naik gaji, bahkan bisa sampai 3 kali dalam satu tahun.

Saya selalu menuruti keinginannya untuk naik gaji, sampai pada tahun 2016 saya baru tahu bahwa Anto adalah tipe karyawan pembual yang merugikan perusahaan. Saya sudah banyak mendapatkan bukti dan pengakuan yang mengatakan bahwa Anto sering memberi Privat tanpa sepengetahuan perusahaan dan uangnya langsung masuk ke kantongnya, bahkan dia suka membuat bisnis di dalam bisnis dengan melakukan jual beli suplemen yang juga langsung masuk ke kantongnya, pantas saja omzet suplemen perusahaan langsung terjun bebas.

Saya segera mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan Anto, Lalu omzet suplemen mulai berangsur angsur naik dan pemasukan privat di tangan orang yang jujur juga mulai meningkat.

Saturday, February 18, 2017

Dream, Hope, and Never Give Up


Saya sangat bersyukur karena diberikan banyak kesibukan di bulan ini. Salah satu alasan-nya, karena di bulan februari ini, denyut aktivitas mahasiswa di Yogyakarta sudah mulai kembali berdetak kencang. Usaha Betterlife Fitness kami mulai menerima cukup banyak pendaftaran member di awal bulan, bahkan untuk pemesanan Suplemen, Susu, dan minuman sudah cukup banyak dan cepat, mau tidak mau saya mulai banyak bolak balik menghubungi supplier yang ada di Jogja dan Jakarta agar saya dapat memberikan pelayanan terbaik yang tepat waktu dengan harga terjangkau.

Di sisi lain, saya juga selalu memantau pembangunan kos putri Blue Pacific yang terus berjalan tanpa adanya hambatan yang berarti, saya juga sudah beberapa kali bolak balik ke pemerintahan kabupaten untuk mengurus Izin IMB berserta izin lingkungan, dokumen dokumen tersebut tidak semudah yang saya bayangkan pada awalnya. Proses perijinan diurus dengan penuh perjuangan, keringat, dan kerja keras untuk mendapatkannya, tapi lagi lagi saya kembali bersyukur karena dokumen dokumen penting tersebut pada akhirnya berhasil saya dapatkan.

Saat ini Kost Blue pacific sudah mencapai tahapan pembangunan lantai dua dan pemasangan rangka atap beserta gentengnya. Dalam seminggu, dua kali saya menuju lokasi proyek untuk memantau progress pembangunannya yang harus sesuai spesifikasi. Harapan dari saya semoga di bulan Juli 2017, kos Blue Pacific bisa segera beroperasi dan bisa segera menerima mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2017/2018. Saya percaya bahwa Tuhan yang menentukan segala sesuatunya ke depan, namun manusia juga tetap harus bisa merencanakan nya dengan sekuat tenaga. Proyek Blue Pacific ini memang saya mulai dengan modal percaya diri, harapan, dan doa. Semoga dalam perjalanannya ke depan, bisa banyak diberikan kelancaran dan manfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

(****)
Memang saya mengakui bahwa saya telah bekerja selama 7 tahun di eksplorasi laut dalam, dan untuk tahun ini, kegiatan saya mengontrol usaha di Yogyakarta dan juga menikmati masa masa bisa dekat dengan keluarga tidak begitu banyak menyita waktu, sehingga terkadang saya merasakan ada “sedikit” passion yang hilang. Apakah passion tersebut? Passion untuk melakukan pekerjaan sesuai bidang pendidikan saya. Oleh karena saya begitu erat dengan pendidikan Teknik Geodesi dan saya mencintai bidang keilmuan tersebut, sehingga saya masih merasa ingin dalam setahun bisa beberapa kali berlayar kembali untuk melakukan pekerjaan sebagai marine seismic Navigator.  Lalu apakah ini masih bisa saya lakukan ? Pasti Bisa.