Saturday, October 03, 2009

Waspada gempa bumi yang bisa terjadi kapan saja di Indonesia

Masih teringat jelas pengalaman terjadinya gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta sekitar 3 tahun yang lalu, tepatnya pada 26 Mei 2006, dimana gempa tersebut meluluhlantakan bangunan-bangunan mulai dari rumah sakit, perguruan tinggi, sampai hotel-hotel bertingkat. Setelah gempa bumi Jogja, kemudian muncul gempa secara berurutan dari gempa di Papua , gempa di Tasikmalaya, Gempa di Sumatra Barat, Bahkan jauh sebelum itu ada gempa Aceh yang membawa gelombang tsunami dan menewaskan lebih dari 1000 orang. Karena itu kita harus memahami pengetahuan dasar tentang gempa bumi dan tsunami seperti,”Mengapa gempa bumi bisa terjadi?”, atau ”Kapan Tsunami bisa terjadi dan apakah mungkin Tsunami dapat mencapai wilayah ringroad di Yogyakarta?” dan “Tips aman seperti apakah untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan?”

Mengapa gempa bumi bisa terjadi ?
Gempa bumi bisa terjadi karena 2 sebab, yaitu karena gerakan lempengan bumi dan letusan gunung berapi. Perlu kita ketahui juga bahwa dari kedua faktor yang memicu gempa bumi tersebut, Indonesia adalah negara yang paling rawan dan sering terjadi gempa bumi karena:
1. Gunung api di Indonesia tersebar mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, sampai dengan wilayah di Papua. Dapat kita bayangkan bahwa sebuah ledakan gunung berapi dapat memicu terjadinya gempa bumi. Gambar persebaran gunung api dapat kita lihat pada gambar dibawah ini:


2. Indonesia tersusun atas 3 lempeng tektonik yaitu lempeng pasifik, eurasia dan indo Australia yang saling bergetak sepanjang tahun. Setiap tabrakan dari lempeng tektonik ini saja , dapat menimbulkan gempa bumi yang dasyat.Dapat kita lihat sebaran gempa dari tahun 1964 -2006 yang diakibatkan tabrakan dari lempeng ini :


Kapan Tsunami bisa terjadi dan apakah mungkin Tsunami dapat mencapai wilayah ringroad di Yogyakarta?
Dan kita juga perlu mengetahui apabila gempa terjadi di lautan ( Jika > 7 skala richter) , maka akan terjadi gelombang tsunami yang dasyat. Tetapi apabila terjadi tsunami di Wilayah Yogjakarta, tsunami ini tidak akan mungkin mampu menembus sampai wilayah dalam Ring road kota Yogja karena pertama, Wilayah selatan Yogyakarta tersusun atas bukit bukit tinggi yang berfungsi sebagai tembok penghalang tsunami. Kedua, apabila kita hitung tsunami seperti Aceh yang masuk daratan sejauh 30 km diterapkan di daerah jogja inipun, tidak mungkin mencapai daerah ring road. Dapat kita lihat dari citra satelit dibawah ini :



Tips aman seperti apakah untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan?”
Tips buat selamat dari bahaya reruntuhan :
1. Jika kita berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, berguling lah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur.
2. Jika terjadi gempa dan kita tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
3. Sangat bahaya berada dekat dengan pintu. Mengapa? Jika kita berdiri di dekat pintu, pintu tersebut dapat rubuh ke depan atau ke belakang beserta konstruksi beton diatasnya.
4. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut.
Di Indonesia mungkin hanya Kalimantan saja satu satunya pulau teraman yang bebas dari bahaya gempa.Tapi untuk kita yang kebanyakan tinggal di wilayah Jawa dan sekitarnya, ada baiknya waspada kepada gempa bumi yang dapat terjadi lagi sewaktu waktu.

Ditulis oleh :
Denni Pascasakti ( mahasiswa teknik geodesi UGM 2005 )

No comments: