Monday, September 04, 2017

10 Tips Lolos Tes Medical Check Up


Sepanjang perjalanan saya bekerja di offshore sejak tahun 2010 lalu, saya sudah banyak melihat teman teman saya yang gagal ketika sudah memasuki ke tahap medical check up. Pengalaman pertama ketika saya menjalani proses seleksi di salah satu tambang batu bara terkenal di Indonesia, saya memiliki seorang teman dari universitas terkenal di Bandung, kami berjuang bersama sama dari sejak tahap awal tes IQ, wawancara, tes diskusi sampai dengan wawancara dengan direksi di Jakarta. Tahap selanjutnya, kami bersama sama sudah memasuki seleksi akhir yaitu medical check up, namun sayang sekali langkah dia justru harus berakhir di tes kesehatan ini karena salah satu tingkat gula darah-nya yang tinggi.

Pengalaman kedua, saya pernah mengikuti tahap seleksi perusahaan migas, kemudian saya memiliki teman dari universitas terkenal di Yogyakarta yang sudah lulus segala macam tes dari administrasi, wawancara, bahkan kami sudah selesai mengikuti training selama beberapa hari di Jakarta, namun lagi lagi sangat disayangkan karena langkah dia harus tersandung di medical check up hanya karena masalah kolesterol tinggi.

Oleh karena beberapa pengalaman gagal medical check up teman saya yang sudah dijelaskan sebelumnya, saya ingin sekali sharing beberapa tips supaya anda bisa lolos dari seleksi Medical Check Up. Apalagi jika anda sudah bekerja di perusahaan minyak dan gas, maka dapat dipastikan bahwa anda harus melakukan annual medical check up, atau sesuai standar OGUK / UKOAA maka setiap dua tahun sekali anda harus melakukan medical check up dan mendapatkan rekomendasi dari dokter untuk Fit To Work.

Saturday, August 19, 2017

Upacara Kemerdekaan di atas Kapal Indonesia



Perjalanan trip kali ini sangat berkesan bagi saya, karena selama 7 tahun saya bekerja di perairan International, baru kali ini saya mengikuti upacara kemerdekaan Indonesia dan saya terpilih sebagai pasukan pengibar bendera merah putih.

Persiapan sebelum upacara bendera berlangsung tetap kami lakukan dengan sangat matang. Kami-pun dilatih langsung oleh bapak bapak dari TNI AL, luar biasa. Memang peristiwa penting seperti upacara kemerdekaan Indonesia seharusnya tidak hanya dilaksanakan di darat saja, tetapi juga tetap dilakukan di atas kapal kapal yang berada di perairan Indonesia.

Satu hari sebelumnya, kami berlatih sebanyak dua kali, terutama saya sebagai pasukan pengibar bendera harus mensingkronkan lagu Indonesia Raya dengan kecepatan naiknya bendera Indonesia untuk sampai diatas tiang bendera. Pada awalnya memang cukup sulit, dikarenakan lagu belum selesai tetapi bendera sudah sampai duluan diatas tiang, namun latihan demi latihan membuat saya belajar untuk mensingkronkan dengan tepat.

Thursday, July 20, 2017

Dokumen Untuk Bekerja Offshore di Luar Negeri Tahun 2017





Anda tertarik untuk bekerja di bidang Offshore? Jika jawabannya YA, maka artikel ini dapat menjadi salah satu acuan terupdate dalam melengkapi dokumen dokumen yang dibutuhkan sebelum anda bisa bekerja di Offshore. Dokumen yang dibutuhkan memang cukup banyak dan biaya yang dibutuhkan juga cukup besar, namun apabila anda memiliki semua dokumen tersebut, maka besar kemungkinannya anda bisa terpilih untuk bekerja di offshore dengan gaji yang sangat menarik

Dokumen untuk bekerja Offshore di Luar Negeri :
1.      Passport.
Lokasi Mengurus        : Kantor Imigrasi Terdekat
Proses                          : 5 hari kerja
Harga                           : Rp 355.000 (Passport Biasa) / Rp 655.000 (E-Passport)
Masa Berlaku              : 5 Tahun
Website                       : http://www.imigrasi.go.id/

2.      Basic Safety Training (BST Certificate)
Lokasi Mengurus         : Pertamina Maritime Training Centre (Salah satunya)
Proses                          : 8 hari kerja
Harga                           : Rp 1.800.000 (Pertama kali) / Rp.600.000 (refresher)
Website                        : http://www.pmtcindonesia.com
Masa Berlaku               : 5 Tahun
Email                           : pmtc@outlook.co.id
BST Certificate digunakan untuk membuat Buku Pelaut

Thursday, July 06, 2017

Welcome Back to Offshore !


Sudah sekitar satu tahun saya tidak bekerja offshore sejak proyek terakhir di Australia Barat tahun 2016 lalu, namun saya bersyukur karena selama jangka waktu tersebut, banyak sekali hal-hal yang telah saya lakukan diantaranya menemani istri lahiran anak pertama kami di rumah sakit Yogyakarta, membangun dan sosialisasi Blue Pacific Kos, merombak system kerja karyawan di Betterlife Fitness dan menyelesaikan proses pindah kependudukan keluarga kami ke Yogyakarta.

Tepatnya bulan Juni 2017, saya diberikan kembali kesempatan untuk berangkat kerja ke offshore di Pelabuhan Singapura. Perbedaan jenis pekerjaan saya, saat ini saya bekerja sebagai karyawan freelance, sedangkan sebelumnya dari sejak tahun 2010 saya bekerja sebagai karyawan tetap dari suatu perusahaan. Lalu dimana letak perbedaannya? Perbedaannya untuk karyawan freelance, saya yang menentukan berapa banyak saya mau mengambil trip ke kapal dalam satu tahun, bisa cukup dua kali atau tiga kali trip saja dalam setahun tergantung lama proyek. Sedangkan apabila kita bekerja sebagai karyawan tetap di kapal, maka saya diwajibkan naik ke kapal minimal lima kali dalam setahun.

Saya menyadari bahwa semakin bertambah usia dan pengalaman, waktu yang saya dedikasikan dalam hidup harus seimbang antara keluarga dan pekerjaan, apabila pembagian waktu tidak seimbang, maka biasanya akan terjadi benturan benturan yang seharusnya bisa saya minimalisasi. Lain cerita ketika dulu saya masih belum berkeluarga, banyak waktu yang saya curahkan untuk bekerja, walaupun memang hasil kerja keras sebelumnya, banyak yang kemudian saya investasikan untuk perencanaan jangka panjang keluarga kami.

Wednesday, June 14, 2017

Prosedur Perpanjang Paspor di Imigrasi Yogyakarta

sumber : travel.detik.com

Tidak terasa passport kedua saya sudah habis masa berlaku-nya, sehingga saya harus memperpanjang passpor yang ketiga di Kantor Imigrasi Yogyakarta. Sebelum menuju ke lokasi, saya sudah banyak membaca referensi di internet terlebih dahulu supaya tidak ada syarat yang kurang dan saya tidak perlu bolak balik ke kantor imigrasi.

Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi informasi mengenai perpanjangan passport di Kantor Imigrasi Yogyakarta pada bulan Juni 2017 yang prosesnya cukup mudah dan cepat.

1.       Syarat apa saja yang perlu dibawa ?
a.       KTP (Asli dan Fotocopy)
b.       KK (Asli dan Fotocopy)
c.       Akta lahir / Akta Nikah / Izasah / Surat Baptis (Asli dan Fotocopy)
d.       Pasport lama (Asli dan Fotocopy halaman depan & belakang)
e.       Saya tambahkan = Fotocopy Work Certificate dan KTKLN

2.       Bagaimana Prosedurnya di kantor imigrasi Yogyakarta ?
Oleh karena proses pendaftaran melalui system online belum bisa dilakukan (saya sudah mencoba sendiri dengan memilih link daftar online yang ada, namun hasilnya selalu error), maka semua pendaftaran dan perpanjangan passport dilakukan dengan system walk in / datang langsung ke kantor imigrasi.

Berikut langkah langkah perpanjangan paspor:
a.       Datang pagi hari sebelum pkl 06:00 pagi
Saya datang tepat pukul 06:03 pagi dan mendapatkan antrian nomor 61, jika anda datang pukul 05:30, seharusnya anda bisa mendapatkan nomor lebih awal.
b.       Pukul 07:30, setiap 4 orang akan dipanggil masuk sesuai nomor urutan.
c.       Pemeriksaan Berkas dan kita akan diberikan Map kuning.
d.       Mengisi Map kuning + Lembar fotokopi serta menunggu antrian
e.       Wawancara, Pengambilan sidik jari dan Foto
f.        Pembayaran di kantor BNI sebesar Rp 355.000
g.       Setelah dilakukan pembayaran, maka passport bisa diambil dalam waktu 3 hari kerja setelah pukul 13:00 siang.

Tuesday, April 11, 2017

Siapa yang wajib UMR ?



Saya tinggal di Yogyakarta dan telah merintis bisnis sejak tahun 2014. Selama menjalankan bisnis yang berjalan hampir tiga tahun ini, sudah tiga kali saya didatangi karyawan yang berbeda-beda untuk meminta kenaikan gaji menjadi UMR sesuai dengan wilayah kabupaten Sleman.

Pertama tama, mari kita lihat terlebih dahulu UMR yang ada di kabupaten Sleman, DIY :
-          UMR tahun 2014 = Rp 1.127.000
-          UMR tahun 2015 = Rp 1.200.000
-          UMR tahun 2016 = Rp 1.338.000
-          UMR tahun 2017 = Rp 1.448.385

Dari sejak tahun 2014 ke tahun 2015, terdapat kenaikan UMR Rp 73.000 yang menurut saya masih masuk akal. Kemudian tahun 2015 ke tahun 2016, terdapat kenaikan UMR sebesar Rp 138.000 yang menurut saya sudah cukup besar, lalu pada tahun 2016 ke tahun 2017, terdapat kenaikan lagi sebesar Rp 110.385.

Saya masih ingat di perusahaan saya bekerja dahulu di Jakarta, rata rata kenaikan gaji paling hanya sekitar 4 – 6 %, kemudian setelah saya bekerja di perusahaan asing, rata rata kenaikan gaji per tahunnya menjadi lebih kecil lagi yaitu sekitar 2 – 4 %, padahal jika kita mengikuti kenaikan UMR setiap tahunnya, maka pengusaha dibebankan kenaikan gaji karyawan yang berkisar antara 8 – 11,5 %. Hal ini sebenarnya yang cukup membebankan pengusaha, terutama kepada golongan pengusaha baru yang masih masuk dalam kategori UMKM ( Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Siapa yg wajib UMR ?
Saya pun segera mencari informasi melalui internet, salah satu pertanyaan saya, “Siapakah sebenarnya yang wajib memberi gaji sesuai dengan UMR?”

Ada beberapa peraturan perundang undangan yang cukup menarik juga untuk dibaca bagi semua pengusaha diantaranya :

  • UU No 13 tahun 2003                         = tentang Ketenagakerjaan
  • Permenakertrans No 7 tahun 2013     = tentang Upah minimum
  • PP no 78 tahun 2015                           = tentang Pengupahan
  • Permenaker No 21 tahun 2016           = tentang Kebutuhan Hidup Layak
  • Permenaker No 6 tahun 2016             = tentang THR
  • Kepmenakertrans No.102 thn 2014    = tentang Upah Kerja Lembur

Saya juga membaca dari beberapa sumber yaitu detik.com mengenai artikel “Siapa saja yang wajib UMR?” disana dijelaskan bahwa untuk perusahaan yang wajib UMR adalah :
-          Pekerja sektor formal ( berbentuk PT atau CV )
-          Perusahaan dengan karyawan > 15 orang
-          Pekerja lajang dengan masa kerja kurang dari 1 tahun

Friday, March 31, 2017

Pentingnya ASI Ekslusif



Beberapa tahun lalu, salah seorang teman saya yang ber-usia 10 tahun lebih tua pernah mengatakan,”Suatu hari kamu akan mengetahui besarnya perjuangan kedua orangtuamu, ketika kamu sudah memiliki anak dan mengurusnya sendiri”. Pada waktu itu, saya masih belum memahami maksud dari kata kata tersebut.

Setelah waktu berlalu dan saya memiliki anak pertama, saya baru merasakan betul perjuangan kedua orangtua ketika mengurus anak yang masih kecil. Keluarga kami dari sejak awal memang sudah memantapkan untuk bisa memberikan ASI ekslusif. Tahapan 6 bulan pertama sudah kami lewati dengan pernuh perjuangan, tidak terasa saat ini sudah 9 bulan anak kami masih tetap mengkonsumsi 100% ASI ekslusif.

Keadaan keluarga kami memang sedikit lebih beruntung, karena saya sudah menjadi wirausaha di Jogja yang memiiki waktu lebih fleksibel untuk keluarga, sedangkan istri saya yang sebelumnya guru juga memantapkan diri untuk mengurus terlebih dahulu anak pertama kami di rumah agar program ASI Ekslusif bisa berjalan dengan baik. Saya bersyukur walaupun banyak tantangan yang ada selama di perjalanan, keluarga kami tetap bisa memberikan ASI ekslusif.

Menurut saya, kunci dari rumah tangga yang baik itu harus saling bekerja sama, tidak bisa menuruti keinginan masing masing, jadi dalam keluarga harus banyak berkomunikasi untuk menemukan solusi yang terbaik. Saya pernah membaca status media sosial dari beberapa teman yang baru saja berumah tangga, kebanyakan dari mereka sering mengeluh,”Haduh, kok cucian banyak sekali ya.” Lalu ada juga yang sudah mengeluh,”Haduh kok setrikaan banyak banget kayak gak ada habisnya ya?” Padahal menurut saya semua masalah pasti ada solusinya.

Thursday, March 16, 2017

Prosedur Pajak 5 Tahunan di Samsat Maguwoharjo-Sleman


Sekitar pukul 08:00 pagi, saya datang ke Samsat Pembantu Maguwoharjo-Sleman untuk mengurus Pajak 5 Tahunan motor Yamaha yang sudah habis masa berlaku-nya, Oleh karena semakin banyak pemeriksaan kendaraan di Yogyakarta, maka saya tidak boleh menunda dan harus segera menyelesaikan-nya

Sebelumnya, saya sempat membaca pada beberapa blog untuk mengetahui alur prosedur dalam mengurus pajak 5 tahunan, namun karena tidak ada blog yang membahas secara lengkap dan rinci, maka saya berkeinginan untuk menulis kembali pengalaman pribadi yang telah saya lakukan.

Berikut ini daftar pertanyaan yang akan saya jelaskan secara rinci :

1.      Dimana Lokasi Samsat Pembantu Sleman :
di Jl. Jogja Solo, Kalitirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (dekat Hotel Sheraton di Jalan Jogja-Solo)

2.      Berkas berkas apa saja yang perlu dibawa?
a.    KTP Asli + Fotokopi 1 lembar
b.    STNK Asli + Fotokopi 1 Lembar
c.    BPKB Asli + Fotokopi 1 Lembar

3.      Bagaimana prosedur mengurus pajak 5 tahunan ?
a.    Parkir motor di lantai bawah dekat lokasi cek Fisik
b.    Ke loket Identifikasi : Masukkan Berkas
c.    Bawa lembar cek Fisik dan tunggu giliran cek Fisik (GRATIS)
d.    Kembalikan lembar cek Fisik ke loket Identifikasi,
e.    Menuju ke loket Formulir : Bayar Rp 160 rb(Motor) atau Rp 300rb (Mobil)
f.     Isi Formulir sesuai contoh pada dinding
g.    Menuju ke lantai 2 loket Pendaftaran : Serahkan berkas.
Apabila alamat STNK berubah, sampaikan kepada petugas.
h.    Tunggu di loket penetapan pajak sesuai nomor urut.
i.      Bayar Pajak STNK (Saya membayar Rp 183.500)
j.      Tunggu di loket penyerahan STNK sesuai no. urut
k.    Ambil STNK, dan plat diambil 1 minggu kemudian
l.      Menuju ke loket fotokopi lantai bawah untuk membeli plastik STNK (Rp1.000)

4.      Berkas apa yang dibawa ketika mengambil plat nomor ?
Setelah saya tanyakan kepada petugas, yang dibawa hanya STNK Asli.

Keseluruhan proses sangat cepat sekitar 45 menit saja, usahakan datang pada pagi hari supaya tidak terlalu banyak orang yang mengurus pajak 5 tahunan dalam waktu bersamaan. Menurut saya pelayanan sudah sangat cepat dan professional serta tempatnya nyaman.

Semoga artikel ini cukup jelas dan bermanfaat bagi pengendara yang akan mengurus pajak 5 tahunan di Sleman-Yogyakarta.



Tuesday, February 21, 2017

Pengalaman Pahit Sebagai Pelajaran Berharga


Akhir akhir ini saya banyak merenung dan bertanya,Mengapa sulit sekali saya mendapatkan orang-orang yang jujur? Beberapa kali di lingkungan usaha, saya mendapatkan orang orang yang tidak jujur. Padahal niat saya baik dan tulus ingin memberikan mereka pekerjaan dan penghasilan, namun keinginan baik saya ternyata belum tentu mendapatkan respon balik yang positif.

Saya selalu percaya bahwa di balik pengalaman pahit pasti selalu ada pelajaran berharga, harus ada solusi supaya saya bisa lebih banyak belajar untuk memilih karyawan dengan kriteria yang jujur. Melalui tulisan ini, saya juga ingin mengulang kembali pengalaman pahit saya agar menjadi pengingat dan cambukan buat saya untuk tidak mengulangi kembali pengalaman pahit yang telah terjadi.

Pengalaman Pertama : Bekas karyawan Fitness yang  merugikan perusahaan
Tahun 2014 lalu, saya memiliki seorang karyawan kepercayaan yang bernama Anto (bukan nama sebenarnya). Saya sangat percaya dengan Anto karena memiliki badan yang atletis, pengetahuan fitness yang mumpuni dan banyak menarik member wanita untuk mendaftar di fitness. Namun seiring berjalannya waktu, Anto mulai banyak menuntut untuk naik gaji, bahkan bisa sampai 3 kali dalam satu tahun.

Saya selalu menuruti keinginannya untuk naik gaji, sampai pada tahun 2016 saya baru tahu bahwa Anto adalah tipe karyawan pembual yang merugikan perusahaan. Saya sudah banyak mendapatkan bukti dan pengakuan yang mengatakan bahwa Anto sering memberi Privat tanpa sepengetahuan perusahaan dan uangnya langsung masuk ke kantongnya, bahkan dia suka membuat bisnis di dalam bisnis dengan melakukan jual beli suplemen yang juga langsung masuk ke kantongnya, pantas saja omzet suplemen perusahaan langsung terjun bebas.

Saya segera mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan Anto, Lalu omzet suplemen mulai berangsur angsur naik dan pemasukan privat di tangan orang yang jujur juga mulai meningkat.

Saturday, February 18, 2017

Dream, Hope, and Never Give Up


Saya sangat bersyukur karena diberikan banyak kesibukan di bulan ini. Salah satu alasan-nya, karena di bulan februari ini, denyut aktivitas mahasiswa di Yogyakarta sudah mulai kembali berdetak kencang. Usaha Betterlife Fitness kami mulai menerima cukup banyak pendaftaran member di awal bulan, bahkan untuk pemesanan Suplemen, Susu, dan minuman sudah cukup banyak dan cepat, mau tidak mau saya mulai banyak bolak balik menghubungi supplier yang ada di Jogja dan Jakarta agar saya dapat memberikan pelayanan terbaik yang tepat waktu dengan harga terjangkau.

Di sisi lain, saya juga selalu memantau pembangunan kos putri Blue Pacific yang terus berjalan tanpa adanya hambatan yang berarti, saya juga sudah beberapa kali bolak balik ke pemerintahan kabupaten untuk mengurus Izin IMB berserta izin lingkungan, dokumen dokumen tersebut tidak semudah yang saya bayangkan pada awalnya. Proses perijinan diurus dengan penuh perjuangan, keringat, dan kerja keras untuk mendapatkannya, tapi lagi lagi saya kembali bersyukur karena dokumen dokumen penting tersebut pada akhirnya berhasil saya dapatkan.

Saat ini Kost Blue pacific sudah mencapai tahapan pembangunan lantai dua dan pemasangan rangka atap beserta gentengnya. Dalam seminggu, dua kali saya menuju lokasi proyek untuk memantau progress pembangunannya yang harus sesuai spesifikasi. Harapan dari saya semoga di bulan Juli 2017, kos Blue Pacific bisa segera beroperasi dan bisa segera menerima mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2017/2018. Saya percaya bahwa Tuhan yang menentukan segala sesuatunya ke depan, namun manusia juga tetap harus bisa merencanakan nya dengan sekuat tenaga. Proyek Blue Pacific ini memang saya mulai dengan modal percaya diri, harapan, dan doa. Semoga dalam perjalanannya ke depan, bisa banyak diberikan kelancaran dan manfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

(****)
Memang saya mengakui bahwa saya telah bekerja selama 7 tahun di eksplorasi laut dalam, dan untuk tahun ini, kegiatan saya mengontrol usaha di Yogyakarta dan juga menikmati masa masa bisa dekat dengan keluarga tidak begitu banyak menyita waktu, sehingga terkadang saya merasakan ada “sedikit” passion yang hilang. Apakah passion tersebut? Passion untuk melakukan pekerjaan sesuai bidang pendidikan saya. Oleh karena saya begitu erat dengan pendidikan Teknik Geodesi dan saya mencintai bidang keilmuan tersebut, sehingga saya masih merasa ingin dalam setahun bisa beberapa kali berlayar kembali untuk melakukan pekerjaan sebagai marine seismic Navigator.  Lalu apakah ini masih bisa saya lakukan ? Pasti Bisa.

Thursday, January 26, 2017

Prosedur Mengurus Izin Lingkungan dan Mutasi SPPT PBB

Sumber : Dinas Perizinan

Saya bersyukur sekali setelah mengetahui bahwa Izin SKTBL dan Site Plan dari Kos Blue Pacific sudah disetujui hanya dalam waktu 2 bulan oleh Dinas Perizinan. Menurut saya, waktu tersebut  terbilang cepat dan dinas perizinan sudah bekerja secara professional, apalagi pada saat izin selesai, saya mendapat sms langsung dari dinas perizinan untuk mengambilnya di kantor dinas.

Setelah kita sudah mendapatkan izin SKTBL, maka langkah berikutnya adalah mengurus dokumen lingkungan, saya merasa sulit sekali mencari informasi tentang , “Dimana mengurus izin lingkungan?”, “Dokumen apa saja yang dibutuhkan?” dan beberapa pertanyaan lainnya, saya sudah mencoba mencarinya di google namun usaha saya masih belum berhasil. Oleh karena itu melalui tulisan ini, saya ingin membahas mengenai bagaimana mengurus izin lingkungan yang sebenarnya cukup mudah.

Izin Lingkungan ( SPPL )
1.      Dimana mengurus Izin Lingkungan ?
Mengurusnya di Badan Lingkungan Hidup (BLH)

2.      Berapa biaya mengurus izin lingkungan ?
Biaya GRATIS, hanya dibutuhkan 2 materai Rp 6.000 dan fotokopi rangkap 6.

3.      Apa saja Dokumen yang dibutuhkan ?
-          Fotocopi SKTBL (1x)
-          Fotocopi Sertifikat Tanah (1x)
-          Fotocopi KTP (1x)
-          Mengisi Formulir UPL – UKL (didapat dari BLH) 

4.      Apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengurus izin Lingkungan ?
-          Luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) > 20% Luas Tanah
-          Rasio Bangunan < 50% Luas Tanah

5.      Berapa lama proses kepengurusan Izin Lingkungan (SPPL) ?
-          Saya menunggu sekitar 3 hari kerja

6.      Apa perbedaan dokumen UPL - UKL dan dokumen AMDAL ?
-     Sejauh yang saya ketahui, untuk UPL – UKL dengan kepengurusan yang cukup mudah apabila luas tanah kurang dari 10.000 m2, sedangkan untuk AMDAL dengan kepengurusan yang cukup panjang apabila luas tanah lebih dari 10.000 m2

Thursday, January 12, 2017

Libur Akhir Tahun Bersama Keluarga


Libur akhir tahun 2016 ini sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Hal Pertama, karena tahun ini saya berwirausaha di Jogja sehingga saya bisa lebih dekat dengan keluarga dan memiliki lebih banyak waktu. Saya merasa nyaman dengan situasi saat ini sehingga saya tidak perlu lagi cemas karena sebelumnya saya harus menghitung hari di waktu liburan yang terbatas.

Pada saat saya masih bekerja si bidang oil and gas, waktu libur saya hanya 5 minggu di rumah dan masih harus dipotong waktu untuk pembuatan visa serta persiapan dokumen lainnya, sehingga otomatis waktu efektif hanya sekitar 30 hari saja untuk bisa bersama keluarga. Sejak tahun 2013, 2014, dan 2015, saya beruntung dapat diberikan kesempatan untuk merayakan natal dan tahun baru di rumah, namun waktu yang ada tetap terasa singkat, sedangkan di tahun 2016 ini, saya lebih bisa menikmati waktu bersama keluarga tanpa mencemaskan waktu untuk segera berangkat kembali bekerja di laut.

Hal kedua tahun ini terasa berbeda, karena saya bisa mempunyai pengalaman untuk menyetir mobil dari Jogja ke Jakarta, begitu pula sebaliknya dari Jakarta menuju Jogja. Saya sudah membeli mobil sejak tahun 2015, namun mobil jarang sekali terpakai apalagi untuk perjalanan jarak jauh. Bisa dibayangkan sebelumnya ketika 5 minggu saya bekerja di laut, mobil tidak terpakai sama sekali dan apabila sebelumnya saya menempuh perjalanan jauh menggunakan mobil, maka akan sangat menyita waktu, sehingga dulu saya belum berani membawa mobil untuk perjalanan jauh. Tahun 2016 ini saya dibantu oleh kakak dalam menyusuri jalan darat menuju kota Jakarta, ternyata untuk medan perjalanannya tidak sesulit seperti yang saya bayangkan.

Perjalanan di Alas Roban sudah dibuat jalan baru yang hanya berupa jalan lurus tanpa kondisi teraain yang curam, kemudian setelah perjalanan sampai Brebes, kondisi jalan bahkan lebih mudah lagi karena kita tinggal masuk ke pintu tol dan perjalanan menjadi nyaman bebas hambatan sampai di kota Tangerang. Waktu total perjalanan Jogja - Jakarta kami tempuh kurang lebih sekitar 12 Jam dengan catatan makan 2 kali dan beberapa kali beristirahat di SPBU.