Thursday, September 24, 2009

Tips mencari penghasilan tambahan sebagai mahasiswa di Jogja



Suatu hari saya pernah melihat teman satu kos saya selalu mengeluh,”Kenapa sih bokap ngasih uang bulanan selalu pas pasan terus kayak gini,gw kan jadi mesti ngirit terus di Jogja, gak bisa beli apa-apa lagi.huh!” Mungkin jika saya mengamati, ia selalu mengeluh tiap hari karena penghasilannya selalu ngepas,jadinya tiap hari harus irit dan tidak bisa menabung. Padahal sebenarnya itu bukan salah orang tua nya.Karena kalau kita jeli, kita bisa menghasilkan uang tambahan yang lumayan di kota pelajar ini.Karena itu saya berikan tips kepada teman saya itu , dan kami saling sharing pengalaman. Setelah 6 bulan kemudian, dia tampak “ngaya” dengan pakaian baru dan bisa menabung lumayan karena bisa menghasilkan uang sendiri dan tidak bergantung dengan penghasilan orang tua.
Berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami dan informasi dari berbagai teman.Saya merangkum tips mencari penghasilan tambahan ke dalam 3 kategori, yaitu :

A. Kerja part time/ full time:
Kerja part time di jogja biasanya selama 4 – 5 jam, kerja part time tidaklah berat bahkan dapat dilakukan oleh mahasiswa semester awal, dengan catatan bisa membagi waktu. Untuk kerja full time biasanya berkisar antara 6-7 jam yang hanya dapat diambil oleh mahasiswa semester akhir yang tinggal menyusun skripsi atau mengambil sedikit mata kuliah.
Di jogja banyak sekali tersebar kerja part time /full time antara lain :

- Dagadu Djogja : Kerja part time selama 4,5 jam (buka 09.00 s/d 21.00), jadwal dapat menyesuaikan kampus. Penghasilan sekitar 650 ribu / bulan. Ada bukaan setiap 4 bulan sekali.Kontrak kerja 8 bulan. Info melalui : “www.dagadu.co.id” / poster / pamflet.

- MCD : Kerja part time selama 5 jam (buka 24 jam), jadwal dapat menyesuaikan kampus(cowo biasanya malam hari,sedangkan cewe fleksibel). Penghasilan sekitar 500 ribu / bulan. Info didapat di MCD Jl. Sudirman.

- Movie Box : Kerja Full time 6 jam (buka 09.00 s/d 24.00), lebih diutamakan cewe. Penghasilan sekitar 450 ribu / bulan. Info didapat di Movie Box Jl Gejayan.

- Kedai digital : Kerja part time selama 4 jam (buka 09.00 s/d 21.00), jadwal dapat menyesuaikan kampus. Penghasilan sekitar 400 ribu / bulan. Ada bukaan setiap 6 bulan sekali. Info didapat di seluruh outlet kedai digital atau buka “www.kedaidigital.com”

- Wahana : Tempat jaga rental VCD/DVD ini selalu membuka kesempatan bagi mahasiswa jogja tiap 6 bulan sekali. Kerja part time 5 jam (buka 09.00 s/d 22.00). Gaji berkisar 450ribu/ bulan. Info didapatkan di wahana jalan Kaliurang.
- Telkomsel : Penghasilan sekitar 700rb/ bulan, sebagai Customer Service atau Sales. Kerja full time 6 jam. Info didapatkan di kantor telkomsel terdekat di Jogja.

- Tempat2 Distro : Untuk tempat distro banyak sekali bukaan yang biasanya untuk orang dalam dan jarang dipublikasikan, gaji biasanya sebesar 400ribu/ bulan. Distro “slakers”, “chisel”, “planet surf” ada bukaan part time bagi mahasiswa jogja rata2 tiap 6 bulan sekali, Info didapat di outlet distro langsung.(Untuk Planet Surf ditempel di dpn Outlet)

- Jaga warnet : Rata rata sekitar 7 jam dalam sehari. Gaji sekitar 500 ribu/ bulan. Bukaan biasanya tiap 6 bulan sekali. Untuk warnet “terminal”, “fortune” jalan gejayan, tinggal mengirimkan CV saja, kemudian akan ada tes wawancara.

- Entri data yayasan Tahija : Kerja tergantung dari kita mau ngejar setoran atau tidak, Penghasilan Rp 1000/ lembar. Rata rata Rp 450 ribu/ bulan. Kontrak kerja 8 bulan. Info didapat di jalan Kaliurang KM 6 sebelah female radio.

- Penyiar radio : Rata rata sebesar 450 ribu/ bulan. Lancar berkomunikasi dan percaya diri. Bukaan terkadang tiap 6 bulan sekali. Untuk radio seperti Unisi, Swaragama, dan Geronimo serta Female radio menerima part time mahasiswa jogja dengan bekerja 3 jam/ hari. Unisi membuka juga untuk jenjang SMA. Info di Masing2 radio.

B. Mengajar di kampus :
Untuk pekerjaan mengajar di kampus memang merupakan pekerjaan dengan penghasilan paling kecil dan waktu kerja yang paling cepat, rata rata hanya 2 jam seminggu. Tetapi banyak keuntungan yang didapatkan selain kita dikenal oleh mahasiswa angkatan bawah, kita juga bisa kenal dekat dan dipercaya oleh dosen, selain itu kita bisa lebih mendalami mata kuliah tersebut. Karena saya hanya pernah mengajar di Geodesi, jadinya saya hanya bisa memaparkan gaji di tempat saya bekerja :

- Assdos di geodesi : Bekerja hanya 2-3 jam dalam seminggu. Penghasilan sebesar 60 ribu/ bulan/ mata kuliah. Dalam 1 semester bisa mengajar 2 sampai 3 mata kuliah. Kontrak kerja selama 6 bulan.

- Tutor di Teknik Sipil (Jurusan Lain) : Bekerja hanya 2-3 jam dalam seminggu. Penghasilan sebesar 110 ribu/ pertemuan karena sudah termasuk uang makan dan uang transport. Dalam 1 semester hanya mengajar sebanyak 4 pertemuan. Kontrak kerja selama 6 bulan.

C. Mencari Beasiswa :
Apabila mencari kerja part time/ full time banyak yang bentrok dengan jadwal mata kuliah, maka pilihan akhir adalah mencari beasiswa yang banyak sekali tersebar dengan membuka info di “http://dirmawa.ugm.ac.id/” kemudian pilih menu beasiswa. Beasiswa sendiri rata rata memberikan penghasilan tambahan sekitar 150 ribu s/d 600 ribu setiap bulan nya. Bayangkan saja besar uangnya yang hampir sama jika dibandingkan dengan kerja part time, padahal beasiswa tidak bekerja sedikitpun, asal dibutuhkan kepekaan terhadap tiap infonya saja.
Beasiswa yang ditawarkan :

- PPA : Terutama bagi mahasiswa yang memiliki IPK > 3.00 kemungkinan besar dapat lolos seleksi ini. Penghasilan sebesar 250 ribu / bulan selama 1 tahun. Tiap tahunnya ditawarkan kepada 1700 mahasiswa di kampus UGM.

- BBM dan BOP :Terutama bagi mahasiswa yang memiliki surat keterangan tidak mampu, Penghasilan sebesar 250 ribu / bulan (BBM) dan Bebas uang BOP (BOP) selama 1 tahun. Tiap tahunnya ditawarkan kepada 1500 mahasiswa di kampus UGM.

- Beasiswa dr Swasta : Beasiswa yang ditawarkan Swasta tiap universitas biasanya jumlah penerima hanya 20 – 50 orang, akan tetapi jumlahnya bisa mencapai 500 – 600 ribu dan bisa mendapatkan kesempatan magang atau ikatan dinas di perusahaan tersebut. Contoh beasiswa : Tanoto fondation, Daihatsu, Djarum, Sampoerna, Astra,PT Smart.
Mungkin Informasi yang saya berikan diatas baru sekitar 50% dari keseluruhan informasi yang ada. Banyak sekali sebenarnya lahan untuk mendapatkan penghasilan tambahan di Jogja. Intinya adalah kepekaan kepada setiap informasi yang ada.Keuntungan yang didapatkan dari bekerja banyak sekali mulai dari mendapatkan banyak teman dan link kerja, menambah pengalaman, sampai menambah daftar CV anda. Saya rasa cukup sekian dari saya, semoga bagi para pembaca yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan di Jogja, bisa mewujudkannya dari berbagai informasi diatas. Dan saya ingat pendapat dari Mario Teguh bahwa segala sesuatu dapat diwujudkan asalkan kita harus “Beribadah, Bekerja keras , dan berkeyakinan kuat.”

Salam Hangat
Denni Pascasakti

Wednesday, September 16, 2009

“PULAU di Indonesia” ,Sebuah FakTa Yang Belum terungkap



Sebagai seorang mahasiswa yang kuliah di jurusan Teknik Geodesi UGM dan telah menempuh perkuliahan selama 4 tahun, saya menyadari bahwa masih banyak informasi mengenai pulau di Indonesia yang belum diketahui oleh masyarakat umum seperti “Benarkah pulau di Indonesia berjumlah 17.504 pulau?” atau “Benarkah Sipadan dan Ligitan jatuh ke tangan Malaysia karena pembangunan Hotel-hotel di kedua pulau tersebut?”. Oleh karena itu saya bermaksud menginformasikan kenyataan yang sebenarnya berdasarkan Ilmu pengetahuan yang sudah saya peroleh.

Jumlah Pulau di Indonesia
Masih ingatkah anda ketika duduk di bangku Sekolah Dasar, dan belajar mengenai mata pelajaran IPS, lalu seorang guru datang kemudian berkata,”Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri atas beribu-ribu pulau”. Tetapi benarkah hal tersebut? Oleh karena itu kita tinjau terlebih dahulu informasi tentang pulau itu sendiri.
Pulau adalah harta yang dimiliki oleh sebuah negara, karena sebuah pulau yang hanya berukuran 5m x 5m saja dapat mengklaim wilayah perairan sampai 200 mil ( 12 mil Laut teritoti, 24 mil zona tambahan, dan 200 mil ZEE ),itulah alasan mengapa sebuah pulau sangat diperebutkan. Menurut data dari Departemen Dalam Negri tahun 2004, Indonesia memiliki 17.504 pulau. Tetapi pertanyaan nya . “Benarkah Indonesia memiliki 17.504 pulau?”. Berdasarkan Konvensi PBB dan Hukum laut Internasional, telah ditetapkan bahwa yang dimaksud pulau harus memenuhi 4 syarat yaitu terbentuk secara alami, dikelilingi oleh air, menunjang kehidupan manusia, dan pada saat pasang tertinggi pulau masih berada diatas permukaan air laut.
Jika kita tinjau dari konvensi PBB tersebut, maka dari jumlah pulau yang telah dihitung oleh Depdagri, sebanyak 6000 pulau tidak berpenghuni dan sisanya sebanyak 11.504, masih belum ditinjau berdasarkan aspek pasang surut. Dalam arti ada kemungkinan masih terdapat beribu pulau yang berada di bawah permukaan air laut pada saat pasang,apalagi saat ini sudah terjadi “efek rumah kaca” yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut. Sehingga banyak pulau yang sudah dihitung Depdagri tidak dapat disebut pulau dan tidak mendapat pengakuan Internasional. Oleh karena itu sudah seharusnya pemerintah Indonesia melakukan perhitungan pulau kembali berdasarkan hasil kesepakatan konvensi PBB yang mungkin jumlahnya akan berada jauh dibawah 17.504 berdasar perhitungan dari Depdagri,dan nantinya perlu dilakukan revisi kepada buku-buku IPS di SD dan SMP.

Fakta tentang Sipadan dan Ligitan

Ketika saya memperhatikan setiap orang dari segala unsur masyarakat, banyak orang berkata, “Sayang sekali,Indonesia telah kehilangan 2 pulau”. Atau “Sipadan dan Ligitan jatuh ke tangan Malaysia karena ulah Malaysia mendirikan hotel-hotel di pulau tersebut.” Akan tetapi pertanyaannya, “Apakah benar Indonesia telah kehilangan 2 pulau?” dan “Apakah benar Sipadan dan Ligitan jatuh ke tangan Malaysia karena pembangunan hotel di pulau tersebut?”. Kita akan bahas satu per satu
Penguasaan atas sebuah pulau menganut paham “uti possidetis juris”, yaitu kepemilikan sebuah pulau berdasarkan negara penjajahanya. Wilayah Indonesia adalah wilayah jajahan Belanda, dan wilayah Malaysia adalah wilayah jajahan Inggris.Jauh sebelum didirikan hotel-hotel oleh Malaysia di pulau Sipadan dan Ligitan. Kedua pulau tersebut adalah pulau tidak berpenghuni dan bukan milik dari kedua negara.Sehingga Indonesia sebenarnya tidak kehilangan pulau satupun. Sekitar awal tahun 1910-an, Inggris datang kemudian mendirikan mercusuar di kedua pulau tersebut. Karena adanya mercusuar, beberapa penduduk Malaysia bisa berlayar menuju pulau tersebut dan menetap disana. Kemudian pada tahun 1969, Inggris menerapkan beberapa peraturan di pulau tersebut yaitu perlindungan kepada satwa langka, dan penarikan pajak terhadap pengembangbiakan telur penyu. Barulah sekitar tahun 1970an, Indonesia datang dan membangun titik koordinat pangkal ,kemudian menggangap bahwa pulau Sipadan dan Ligitan adalah kepemilikan Indonesia dan memasukkan kedua pulau tersebut dalam Peta Indonesia.Terakhir sekitar tahun 1990an , dibangun hotel-hotel mewah oleh Malaysia.
Karena adanya klaim wilayah dari kedua negara, maka kasus ini dibawa sampai ke Mahkamah Internasional,yang sudah kita ketahui bersama, dimenangkan oleh Malaysia. Hal yang perlu ditegaskan kembal, Malaysia menang BUKAN karena pembangunan hotel-hotel mewah, tetapi Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia karena 2 alasan. Alasan pertama dari segi historis yaitu pembangunan mercusuar oleh pihak Inggris lebih awal sebelum kedatangan Indonesia. Alasan kedua karena adanya perawatan efektif dengan memberlakukan peraturan di kedua pulau tersebut pada tahun 1969 oleh Inggris.

Menanggapi persoalan dengan ilmu pengetahuan
Saya lihat akhir-akhir ini banyak isu Indonesia akan mengganyang Malaysia, hal tersebut dikarenakan banyak masyarakat kita yang mudah terpancing emosi oleh hal-hal yang provokatif. Beberapa waktu lalu , ada isu Malaysia mencuri kebudayaan tari pendet.Padahal itu hanyalah kesalahan Discovery Channel yang menayangkan tari pendet sebagai kebudayaan Malaysia tanpa sepengetahuan dari pemerintah Malaysia, dan Discovery Channel sudah meminta maaf atas kejadian tersebut.Di sisi lain, Indonesia sudah membakar bendera Malaysia dimana mana dan melemparkan telor busuk ke Kedubes malaysia di Indonesia, dan ada beberapa universitas melarang mahasiswa Malaysia kuliah di Indonesia, yang seharusnya tidak perlu dilakukan.
Kita perlu sadari bersama, bahwa jangan sampai kita sebagai masyarakat Indonesia mudah terprovokasi oleh hal hal yang belum kita ketahui akar permasalahannya , dan meninjau berdasar ilmu pengetahuan. Oh iya, ada kabar baru, ternyata batik sudah diakui oleh UNESCO sebagai kebudayaan asli dari Indonesia..aplause buat Indonesia.

Ditulis oleh :
Denni Pascasakti ( mahasiawa teknik geodesi 2005 )
+ www.dennipasca.blogspot.com +

Thursday, September 10, 2009

Perjalanan 4 Tahun Merantau di Jogja



Awal mulanya
Pada bulan Juli 2005,Saya adalah seorang yang baru saja diterima di Universitas yang katanya ternama bernama UGM. Dan saya mendapatkan sebuah tempat tinggal di rumah nenek saya daerah Karangasem.Tempatnya sangat strategis, nyaman, dan dekat dengan pusat keramaian. Pada mulanya saya sangat senang tinggal disini. Tempat nenek saya merupakan sebuah rumah induk dengan dikelilingi 14 kamar kos dan 2 pohon alpukat serta tanaman tanaman yang membuat suasana semakin sejuk.Tetapi di rumah induk tidak ada yang menempati sejak nenek saya meninggal 1 bulan sebelum kedatangan saya ke rumah itu. Sehingga kost2an ini dikelola oleh bude saya yang merupakan anak pertama, dan rumah ini selalu dibersihkan oleh penjaga kost. Jadi saya dapat bersantai santai tinggal di rumah ini.

Masa2 Kacau balau
Selang waktu 3 bulan, pengelolaan diserahkan kepada pakde saya yang merupakan anak ke 2 dari keluarga besar. Di awal awal pengelolaan pakde saya, rumah induk selalu penuh dengan asap rokok dan abu rokok. Banyak teman teman dari pakde saya menginap dan membuat suasana di rumah ini menjadi tidak tenang. Sampai di suatu hari ada sekelompok preman mendatangi rumah ini, berteriak teriak, memukul mukul meja, dan akhirnya televisi kami dibawa pergi. Sejak saat itu, tiap malam saya sudah tidak bisa menonton TV lagi. Tapi itu belum seberapa hingga di suatu hari ketika saya sedang kuliah, ada teman kos saya menyuruh datang ke rumah segera, dan pada saat saya datang, saya melihat Petugas PLN yang sedang mencabut kotak PLN, dan berkata, “Rumah ini saya putus listriknya, karena sudah 8 bulan belum bayar rekening listrik. Total 3,5 juta rupiah. Segera Bayar!”. Sejak diambilnya kotak PLN itu, saya dan anak2 kos hidup di rumah tanpa listrik dan penerangan sama sekali. Dan pakde saya menghilang entah kemana.

Masa2 Kosong
3 minggu kemudian, setelah kami hidup mengandalkan obor untuk penerangan dan menimba air sumur untuk mandi. Akhirnya orang tua saya bersedia melunasi tagihan PLN tersebut karena tidak tega melihat keadaan saya, dan orang tua saya juga yang membayar kerugian anak2 kos. Kemudian anak kos semua pergi meninggalkan rumah ini. Untungnya ada salah seorang teman SMA saya yang masih bersedia tinggal. Sejak listrik menyala sampai dengan 2 bulan berikutnya, kos tidak ada yang mengisi,kemudian suatu hari saya mengajukan ide untuk membuka kos ini kembali. Setelah dibukanya kost ini, saya yang ditunjuk untuk menjadi pengelola uang sekaligus bapak kost disini. Hal itu karena tidak ada seorangpun dari keluarga besar yang mau mengurus kos ini, takut kalau suatu hari harus berurusan dengan preman preman yang tidak dikenal itu dan memeras lagi.

Hilangnya Nama Baik
Pada masa2x awal menjadi pengelola kost, saya sangat hati hati sekali dalam mengumpulkan uang yang langsung saya setorkan ke ATM dan segera saya lakukan pembukuan. Tetapi karena TANPA adanya pengawasan sama sekali dari pihak keluarga dan pengecekan yang rutin, lama lama saya mulai berubah.Bayangkan saja, biasanya dalam 3 bulan saya menerima uang dari anak kos sekitar 5 juta rupiah, dimana saya sendiri yang mencatat manual,dan menyetorkan ke bank,saya pun tidak dibayar dalam melakukan ini semua ,maka pikiran pikiran “jahat” mulai timbul. Dan sejak saat itulah saya melakukan perbuatan yang akan menghancurkan nama baik saya sendiri dengan mengambil uang kos sedikit demi sedikit dan saya menjadi orang yang sangat boros, sampai pernah saya membelikan pacar saya boneka seharga 350 ribu. Hingga tibalah di suatu masa dimana uang tabungan saya tinggal 50rb di ATM dan kira kira saya sudah mengambil sekitar 3 juta dari uang kos. Dan parahnya di masa itulah keluarga besar mulai mengendus “kecurangan saya”.

Meninggalkan Rumah Tercinta
Akhirnya semua kecurangan saya terbongkar sudah, dan setiap ada rapat keluarga, saya selalu diwawancarai untuk mempertanggung jawabkan ini semua di mata keluarga besar. Dan yang mungkin masih sedikit tidak saya terima, karena saya dituduh mencuri uang kos sampai dengan 7 juta rupiah. Sayapun tidak bisa menghitung berapa banyak keluarga saya yang sudah mencela di depan saya.Padahal uang orang tua saya dalam melunasi PLN sebesar 3,5 juta saja belum dilunasi pihak keluarga besar, seharusnya tidak pantas mereka mencela saya sampai seperti itu.Sebenarnya semua ini bukan hanya masalah uang saja, tetapi saya difitnah tentang hal hal buruk termasuk mencampuri urusan pada hubungan dengan pacar saya.Terakhir ,saya mendapatkan surat dari pihak keluarga besar untuk pindah dari kamar saya yang semula berukuran 6m x 4m ke kamar berukuran 2m x 2m dan hanya diberi toleransi waktu 3 hari untuk pindah. Sampai suatu hari, kesabaran saya sudah habis dan tepat pada pukul 14.00,saya menyewa mobil pick up terbuka untuk membawa barang2 saya seadanya, dan saya pergi meninggalkan rumah ini demi mencari tempat tinggal baru.

Tempat tinggal sementara
Ketika itu saya belum mendapatkan kost, dan karena saya belum ada tempat untuk tinggal, maka saya menetap sementara di rumah teman saya di pinggir rel kereta api daerah baciro. Disini saya bisa sedikit berhemat karena keluarga teman saya sangat baik dengan terkadang memberikan masakan untuk makan kepada saya,mereka mengerti bahwa saya sedang kekurangan uang. Keadaan uang di ATM masih tetap 50 rb dan tidak bisa dilakukan penarikan uang. Oleh karena itu saya mencari utang sana sini. Untuk melunasi utang2x tersebut, saya harus bekerja keras. Tiap sehabis kuliah di UGM dan SADHAR sekitar pukul 18.00, kemudian saya bekerja menginput data di salah satu perusahaan sampai tengah malam, tidak jarang juga saya sakit karena kelelahan. Ini semua untuk melunasi utang utang saya yang sudah sangat menumpuk.

Kehidupan menjadi anak kos
Setelah bekerja keras menginput data, dan mengajar di kampus selama kurang lebih 3 bulan, akhirnya saya bisa melunasi utang-utang saya. Dan kabar baiknya saya sudah mendapatkan kost yang nyaman di daerah Pogung baru,walaupun di kost ini sampai sekarang hanya ada kasur dan bantal tanpa seprei dan lemari saja. Setelah itu saya diterima bekerja di dagadu yang membuat saya bisa menabung cukup untuk mengisi ATM yang dulu sempat kosong.Di kost yang baru ini, saya bisa merasakan hidup menjadi anak kos yang sesungguhnya. Dulu ketika saya masih di rumah itu, baju2 saya selalu dicucikan, makanan dimasakin, dan ketika sakit saya selalu dijaga. Sekarang sudah tidak ada lagi semuannya itu. Memang terkadang ada rasa ingin kembali ke rumah itu untuk menetap, tetapi karena rasa sakit yang mendalam dan kelulusan saya yang tinggal beberapa bulan lagi. Saya memutuskan untuk menghabiskan waktu di Jogja dengan tinggal di kost ini.
Terkadang saya merasa menyesal akan hidup yang pernah saya jalani, akan tetapi saya teringat sebuah pepatah bahwa “Jika aq meminta agar hidupku sempurna, mungkin itu termasuk godaan yang menggiurkan.Tetapi pada kenyataannya semua orang pasti pernah merasa tersandung, karena dengan begitu seseorang dapat menarik pelajaran dari kehidupan.”
Salam Hangat
Denni Pascasakti

Tuesday, September 01, 2009

Ketegangan diantara RI – Malaysia


Saya sekarang cukup terkejut sekali bahwa tepatnya hari ini banyak sekali media mulai dari televisi, surat kabar, internet yang memberitakan mengenai ketegangan antara Indonesia dan Malaysia terutama karena dicurinnya kebudayaan kita yang salah satunnya tari pendet dan lagu terang bulan.Saja juga melihat banyak media yang mengambil suatu keuntungan tersendiri dengan membesar besarkan masalah ini, padahal Indonesia masih mempunyai banyak masalah lain yang sebenarnya lebih vital.Semua nya saya lihat selalu menuju pada 1 suara “INI SEMUA SALAH PEMERINTAH..!!”.
Cukup aneh bukan kalo kita berfikir secara rasional, Kebudayaan Indonesia yang menjadi milik seluruh bangsa Indonesia , tetapi ketika kebudayaan kita dicuri, kita hanya dapat berkata “pemerintah gak becus, pemerintah dananya cuma buat dikorupsi saja, dan semua perkataan negatif lainnya.” Mungkin yang perlu saya tekankan, untuk membuat segalannya berhasil bukan hanya peran pemerintah saja, tetapi seluruh masyarakat Indonesia harus turut ikut andil dalam berperan. Saya pernah membaca dalam surat kabar , bahwa sebenarnya Pemerintah sudah pernah bertujuan baik, dengan ingin mendata seluruh kebudayaan yang ada di Indonesia , dengan memberi surat kepada seluruh pemerintah daerah untuk memberikan data mengenai seluruh kebudayaan yang ada di provinsi nya. Tetapi pada kenyataannya sampai saat in, baru Propinsi Bali dan Jogjakarta saja yang sudah memberikan data terhadap seluruh kebudayaannya dan berjumlah 600 kebudayaan. Coba kita pikir lagi baik baik, “Dimana kebudayaan propinsi lainnya?? Budaya Indonesia kan bukan hanya terdapat di Jogja dan Bali saja. Tetapi seluruh propinsi di Indonesia,dan ketika budaya kita dicuri, Kita hanya bisa menyalahkan pemerintah.”
Mungkin ini semua karena sudah lunturnya budaya kecintaan terhadap negara Indonesia, Tepatnya tadi ketika saya menonton acara “Janji Wakil Rakyat” di sebuah rumah makan, banyak diantara orang yang makan menjelek jelekkan Indonesia dan melontaskan kata2 yang tidak pantas seperti “GANYANG MALINGSIA dan semua ini karena INDONESIA BODOH” saya sebenarnya sedih, generasi muda saja sudah tidak ada kecintaan terhadap negri sendiri.
Saya juga membaca artikel dari surat kabar, sebenarnya pemerintah juga sudah berusaha sebaik mungkin dengan mendaftarkan hak ciptanya ke PBB yang bernama UNESCO, dan sampai saat ini sudah cukup banyak budaya dari Indonesia yang sudah diakui Internasional seperti batik parang, tahu tempe, dan keris dan sudah dicatat UNESCO sebagai kebudayaan dari Indonesia. Mungkin hanya butuh waktu untuk mendaftarkan seluruh kebudayaan dari indonesia di seluruh propinsi, dan ini semua perlu peran dari seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya peran pemerintah.
Mungkin dari kasus diatas ada satu pesan yang saya dapatkab bahwa.”Ketika kita melihat segala sesuatu dari sisi buruknya saja, maka hanya sisi buruknya saja yang bisa kita dapat. Padahal segala sesuatu walaupun seburuk apapun, pasti ada sisi posisifnya.Karena itu kita juga harus bisa melihat dari sisi positif.” Maju terus buat Indonesia.
Salam hangat
Denni Pascasakti