Tuesday, June 19, 2012

Sebuah Sejarah yang Terulang Kembali

 Beberapa waktu lalu, teman saya sempat mengirim email yang berisi mengenai kunjungan mantan Presiden Habibie ke Kantor pusat Garuda Indonesia di Jakarta. Awalnya saya mengira hanyalah kunjungan biasa mantan Kepala Negara, namun karena rasa penasaran, sayapun tetap membacanya,

Belum sampai 5 menit, mata saya sudah berkaca kaca dan saya ikut merasakan rasa sakit yang pernah beliau alami, bahkan saya sendiri juga mengalami cerita yang hampir sama.

Berikut ini cerita singkat dari pak Habibie : 

“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, .......itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur.........Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN”.


 “Sekarang Dik,............anda semua lihat sendiri..............N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, teknologi  pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?”

 Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.
“Dik tahu................di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia.............
Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Brazil, Canada, Amerika dan Eropa................
 Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua.....................?”

“Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

(****)

Semangat Kapal Indonesia Berbendera Indonesia , Sebuah Sejarah Yang Terulang kembali
Cerita pak HAbibie selalu tergiang-ngiang di dalam kepala saya, dan saya baru menyadarinya saat ini bahwa sejarah telah terulang kembali.
Pada tahun 2011, Sebuah kapal seismic pertama yang dalam waktu dekat akan menjadi kapal kebanggaan orang-orang Indonesia telah diresmikan di SIngapura.

Mengapa kapal ini bisa saya sebut akan menjadi kapal kebanggaan Indonesia ?
Karena saat itu Indonesia belum memiliki kapal seismik sendiri yang berbendera Indonesia dan dIoperasikan oleh putra putri Indonesia untuk mencari lokasi cadangan minyak di laut dalam.
Lho kok bisa?
Betul, selama ini , eksplorasi minyak di Indonesia hampir bisa dikatakan seluruhnya dilakukan oleh kapal berbendera asing yang diisi orang2 bule. Sayapun pernah menjadi saksinya dimana pada awal tahun 2010, saya sempat berada di kapal Norwegia yang dicarter oleh Medco untuk melakukan eksplorasi migas di Sulawesi, dan sesampainya diatas kapal,ternyata hanya saya dan Dokter yang orang Indonesia, selebihnya orang Norwegia dan Rusia padahal eksplorasinya diwilayah Indonesia.

(****)

Awalnya saya cukup tertarik dengan misi yang akan dijalankan oleh salah Satu Perusahaan Nasional ini dimana dalam jangka waktu dekat Bendera kapal ini akan segera diganti menjadi bendera Indonesia, lalu langkah berikutnya adalah mengurangi satu per satu orang orang bule menjadi orang Indonesia sampai di suatu hari nanti, Indonesia sudah bisa mengeksplorasi sendiri Sumber Daya Alam Minyak ditangan putra putri Indonesia.

Dengan semangat Merah Putih, saya dan teman teman engineer lainnya yang pada saat pertama kali Join kapal  masih berjumlah 4 orang , sangat siap untuk belajar dan menyerap Ilmu orang2 bule demi membangun Indonesia.


Kalau boleh jujur, Ketika saya membandingkan kemampuan teknis antara orang Indonesia dengan orang bule,
Justru orang Indonesia jauh lebih kreatif dan terkadang lebih pintar,
setuju kan ? Hanya saja memang diakui bahwa kebanyakan orang Indonesia lemah di satu sisi yaitu Bahasa Inggris.

Bangkitnya sebuah Impian

Awal tahun 2012 menjadi saat bangkitnya semangat NAsionalisme diantara kami orang orang Indonesia, Karena pada saat itu bendera SIngapura sudah diturunkan dan diganti menjadi bendera Indonesia. Lalu Nama kapal Finder diganti menjadi Elnusa Finder, dan yang lebih hebatnya lagi ,orang orang maritime yang terdiri dari orang Mesin , Deck, Dapur dirombak semua-nya menjadi orang Indonesia. Tinggal Kru seismiknya saja yang masih 90% orang orang bule.

Rasa bangga, terharu, memuncak di dalam diri kami masing masing, entah mengapa saat itu saya begitu yakin kita bisa membuat bangga tanah air tercinta di suatu hari nanti.

Proyek Ketiga, Keempat dan Kelima semua berjalan dengan komposisi Orang Indonesia mendominasi komposisi Kru, bahkan pernah kami melakukan proyek Pertamina PHE dimana kami juga mendapatkan dukungan supaya semua laporan dibuat dalam bahasa Indonesia, sehingga peran orang orang Indonesia menjadi begitu penting.

( **** )
Namun kejayaan tersebut ternyata tidak berlangsung lama sampai pada akhirnya Perusahaan Nasional ini mengalami kerugian besar,

Suatu hari ketika saya masih diatas kapal ELnusa Finder,  Bos Bos besar dari Perancis datang ke atas kapal dan mengumpulkan kami di dalam suatu ruangan besar, Beliau menjelaskan bahwa ada kemungkinan kapal ini akan dimiliki sahamnya 100% oleh perusahaan Perancis dikarenakan Perusahaan Nasional Indonesia sedang mengalami kesulitan keuangan,
Sontak hampir semua orang-orang bule berteriak kegirangan, bahkan hal tersebut masih ditambahkan dalam presentasi tersebut bahwa ada salah satu bos besar di perusahaan Indonesia ini yang ditahan di penjara karena terjerat kasus korupsi , lagi lagi hal tersebut dibarengi dengan tawa dan Celaan dari orang orang bule.

Pada saat itu hati saya begitu sedih, “Mengapa perusahaan Indonesia harus mundur ? Mengapa harus ada kasus Korupsi? Mengapa orang yang jabatannya sudah diatas masih tidak pernah puas ?

Mungkin Kasus korupsi sudah bukan rahasia lagi di Negara Indonesia Ini, bukan hanya saat ini, namun berdasar sejarah yang saya baca, ternyata sejak  Negara Indonesia dibentuk tahun 1945 sudah banyak ditemukan kasus kasus korupsi, bahkan ketika Indonesia masih dijajah Belandapun , korupsi sudah ada dipenjuru departemen pemerintahan Belanda

(****)


Pada akhirnya, Perusahaan Indonesia ini menyatakan tidak mampu lagi membiayai sehingga  menyerahkan kapal yang sudah berbendera Indonesia beserta Semua kru kapal Seismik kepada Perusahaan Perancis.

Ya, memang kalau dipikirkan oleh kami masing masing pribadi , Kami tetap mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda, karena setelah kami nanti berada dibawah kontrak Internasional Perancis, maka dalam hal salary dan Jaminan fasilitas akan jauh lebih menjanjikan,


Namun..
Lagi lagi sejarah beberapa puluh tahun yang lalu yang pernah dialami Pak Habibie terulang kembali..

Ya..
Perusahaan asli Indonesia yang sedang merintis Kapal Seismik Pertama berbendera Indonesia pun pada akhirnya tidak mampu lagi membiayai pengeluarannya dan ditakeover oleh perusahaan asing, yang lebih menyedihkannya lagi, Putra putri Indonesia yang sudah Berpengalaman pada akhirnya akan pergi menjadi asset milik perusahaan asing,

dan Indonesia lagi lagi harus memulainya kembali semuanya dari Awal untuk Belajar penguasaan Teknologi Eksplorasi Migas di suatu hari nanti.

Namun bagaimanapun itu saya yakin akan ada waktunya nanti Indonesia mampu. Tulisan Inipun sengaja saya tulis dengan harapan semoga di masa depan sejarah tidak terulang kembali seperti cerita pak HAbibie mengenai bangkitnya perusahaan DIrgantara dan cerita dari saya mengenai bangkitnya Perusahaan Maritim yang pada akhirnya harus menyerah ditangan perusahaan asing . Amin.


Best Regards
Denni Pascasakti
17 June 2012. Sabah, Malaysia

www.dennipasca.blogspot.com