Sunday, March 28, 2010

Peran ilmu geodesi dalam dunia perminyakan : Akuisisi data seismic di darat ( Part II )

Suatu hari ketika rapat di lantai 13 divisi geoscience, mentor saya Bpk. Anom pernah berkata kepada saya,” kita-kita inilah para ahli geodesi sebagai pasukan terdepan dalam sebuah survey seismic. Kenapa? Karena kitalah yang pertama kali diterjunkan ke lapangan, dimana daerahnya terkadang belum terjamah oleh manusia.Karena itu tiap geodet harus punya mental kuat, dan harus memahami banyak mengenai survey seismic.

Dari sedikit perbincangan diatas , saya ingin membahas secara lebih mendetail mengenai survey seismic terutama pada tahap Akuisisi data seismic di darat yaitu proses pengukuran data-data di lapangan untuk mengetahui lokasi cadangan minyak bumi.
Pekerjaan yang dilakukan oleh ahli geodesi dalam akuisisi data seismic di darat:

1.Survei Lokasi :
Awalnya kita hanya diberikan koordinat teoritik dari ahli geofisika, dari koordinat teoritik tersebut terlebih dahulu kita plotkan secara manual diatas peta rupa bumi sebagai acuan untuk mempermudah menemukan lokasi di lapangan. Setelah Lokasi ditemukan, kita mengecek keadaan di sekitarnya untuk menentukan penempatan titik titik BM GPS yang tidak terhalang oleh obstraksi untuk mengurangi kesalahan Multipath.

2.Pengukuran titik Kontrol GPS:
Pada tahap ini, kita harus mencari Titik Dasar Teknik (TDT) terdekat milik Bakosurtanal Orde 0 atau Orde 1 yang akan digunakan sebagai titik ikat koordinat yang teliti ( Datum WGS 84 dan Proyeksi UTM). Setelah itu kita pasang titik BM GPS di seluruh area yang akan dilakukan survey seismik, perlu diperhatikan juga bahwa penempatan titik BM GPS harus memiliki persebaran yang merata dan tidak terhalang oleh obstraksi di daerah sekitarnya. Setelah itu baru kemudian dilakukan pengukuran koordinat pada setiap titik BM GPS menggunakan alat GPS Geodetik metode differensial.Setiap sesi pengukuran biasanya dilakukan dalam selang waktu 1,5 jam.



Terkadang hasil dari pengukuran GPS di lapangan masih mengandung banyak kesalahan, diantara nya kesalahan cycle slip maupun multipath, karena itu data ukuran harus diedit dengan menonaktifkan data perekaman satelit yang mengandung kesalahan. Software yang digunakan bisa bermacam macam tergantung dari merek alat. Contoh: SKI ( Leica) , TGO ( Trimble),dll



3.Pengukuran lintasan Seismik
Setelah dilakukan pengukuran GPS, maka tiap titik BM GPS sudah memiliki koordinat dalam system koordinat nasional. Kemudian dilakukan pengukuran lintasan seismic, langkahnya adalah sebagai berikut:

a.Pengukuran Azimut Matahari:
“Kenapa harus menggunakan pengamatan Azimut Matahari?”? Jawabannya supaya didapatkan azimuth geografis yang menunjukkan arah utara sebenarnya. Sedangkan jika kita menggunakan kompas,maka azimut yang didapatkan hanya arah utara magnetis bumi ( masih terdapat deklinasi). Pada tahap ini dilakukan pengamatan tiap hari pada pagi dan sore sebagai kontol pengukuran harian. Kemudian datanya diproses menggunakan software ‘GPSeismik’.



b.Pengukuran polygon dan stake out.
Setelah Azimut didapatkan, maka dilakukan pengukuran polygon menggunakan metode polygon terbuka terikat sempurna ( diikatkan kepada titik BM GPS ), perlu diperhatikan juga bahwa pengukuran sudut harus dilakukan dalam keadaan Biasa dan Luar biasa untuk mencapai ketelitian yang tinggi.



Setelah polygon diukur , kemudian dilakukan Stake out di lapangan terhadap titik titik SP ( Shot Point) dan TR ( Trace). Stake Out bisa menggunakan Total Station maupun GPS RTK dengan menginputkan koordinat teoritik ke dalam mini computer pada alat TS maupun GPS RTK.

Design titik SP dan TR tergantung pada jenis pengukuran seismic apakah dilakukan dalam 2 Dimensi atau 3 DImensi. Untuk lebih jelasnya dapat melihat gambar di bawah ini (Titik berwarna merah adalah titik SP , dan titik biru adalah titik TR)





Lalu pada beberapa hal, terkadang dijumpai bahwa koordinat teoritik yang diberikan ahli geofisika , ternyata berada tepat di rumah warga atau berada di bangunan gedung yang sudah permanen. Kerena itulah dilakukan proses offset, yaitu menggeser titik SP atau TR secara tegak lurus dari garis tersebut. Dapet dilihat pada gambar berikut:



4.Rintis dan bridging :
Rintis berarti membuka jalan akses masuk yang ditutupi oleh pohon maupun ranting2 . Sedangkan Bridging adalah tahap membuat jembatan dari kayu untuk memudahkan tim2 dari geofisika dan geologi yang akan melakukan pengeboran, pemasangan dinamit dan perekaman.



5.Quality Kontrol :
Pada tahap ini, yang juga merupakan tahap akhir dari proses Akuisisi data seismic , dilakukan perhitungan ketelitian penutup polygon sebesar 1 : 10.000. kemudian dilakukan HITUNG PERATAAN metode kondisi terhadap setiap loop dari pengukuran GPS. Apabila semua pengukuran belum masuk dalam toleransi yang dipersyaratkan, maka dapat dilakukan pengukuran ulang, sedangkan jika semua pengukuran sudah masuk dalam toleransi, berarti semua kegiatan akuisisi data sesmik telah selesai.



Setelah semua tahap yang dilakukan ahli geodesi sudah selesai, data diberikan kepada seismologi untuk menempatkan dinamit pada titik SP, meledakkan dinamit, dan merekamnya menggunakan geophone sehingga nantinya dapat digambarkan peta penampang bawah tanah dan dapat diketahui apakah terdapat cadangan minyak atau tidak.

Semua tahap telah saya sampaikan mengenai akuisisi data seismic di darat, semoga dari sebagian gambaran kecil ini bisa memberikan manfaat yang besar buat rekan2 sekalian dari geodesi nanti nya dalam dunia seismik.

. To be Continued…

Salam Hangat,
Denni Pascasakti

Saturday, March 20, 2010

Peran ilmu Geodesi dalam Dunia Perminyakan (Part 1)

Kenapa saya menulis artikel ini? Karena pada saat wawancara dan training kerja saya selalu mendapatkan pertanyaan yang sama dari para mentor,”Apa saja yang kamu ketahui dari dunia seismik minyak dan gas ?” ,saya menjawab,” Saya hanya mengetahui pengertian nya saja pak.” Lalu mentor itu berkata dengan wajah terheran-heran,” Memangnya di kampus kamu gag ada mata kuliah survei seismik ya?” ,kata saya,”Belum ada pak”,kemudian mentor itu memberi saran bahwa para sarjana geodesi harusnya juga sudah dibekali oleh ilmu tentang survei seismik .

Dari sedikit perbincangan diatas, saya bermaksud memberikan gambaran kecil tentang survei seismik dan peran geodesi di dalam nya supaya tidak ada lagi lulusan geodesi seperti saya yang hanya mengetahui pengertian nya saja.;).

Bagaimana mencari minyak bumi?

Saat ini minyak bumi paling banyak dicari karena untuk keperluan bahan bakar semua kendaraan dan pabrik industri. Namun berdasarkan perhitungan dari semua cadangan minyak di seluruh dunia, kira-kira jika tidak ditemukan cadangan minyak bumi baru, maka minyak akan habis dalam jangka waktu 40 tahun ke depan.Oleh karena itu diperlukan upaya pencarian lokasi-lokasi baru tempat cadangan minyak bumi itu berada.

Minyak bumi hanya bisa terbentuk apabila hasil dari fosil hewan yang sudah terkubur selama 300-500 juta tahun itu terjebak dalam lapisan permeabel dan impermeabel. Bisa dilihat pada gambar berikut:



Anda pasti bertanya,” lalu bagaimana untuk mengetahui lapisan bawah tanah yang tidak kelihatan?” Nah jawabannya adalah perlunya dilakukan survei seismik, dan para sarjana geodesi terlibat penting dalam perjalanan survei seismik tersebut.


Apa saja pekerjaan survei seismik?


Survei seismik adalah sebuah pekerjaan yang dapat menggambarkan penampang lapisan bawah tanah bumi untuk mengetahui apakah ada potensi minyak bumi di dalam nya. Caranya, apabila di darat dengan memberikan sumber getaran menggunakan dinamit, dimana getaran dari dinamit akan dipancarkan ke dalam tanah kemudian dipantulkan kembali ke permukaan tanah, lalu ditangkap oleh alat perekam yang dinamakan oleh geophone.



Nah survei seismik ini dibagi dalam 3 pekerjaan besar:

a.Akuisisi data seismik: Dalam tahap ini dilakukan proses pengambilan data di lapangan, sampai dengan kontrol kualitasnya. Yang terlibat adalah para ahli geodesi dan geofisika.

b.Processing: tahap ini dilakukan prosesing data getaran yang ditangkap geophone digabungkan menjadi peta penampang bawah tanah, kemudian dilakukan banyak sekali koreksi yang salah satunya adalah koreksi statik dan migrasi. ahli geofisika dan geologi terlibat dalam proses ini.

c.Interpretasi: Tahap ini dilakukan interpretasi potensi lokasi cadangan minyak berada, serta studi kelayakan. Yang terlibat adalah ahli geologi.
Hasil akhir dari survei seismik berusa gambaran mengenai penampang bawah tanah bumi seperti gambar di bahwah ini:



Apa Peran penting geodesi dalam survei seismik??

Dalam dunia seismik dikenal istilah SP (Shot point) yaitu titik yang nantinya akan ditempatkan dinamit, dan istilah TR (Trace) yaitu titik yang akan ditempatkan geophone(alat perekam getaran). Orang yang merencanakan diatas peta dasar, dimana akan diletakkan titik SP dan TR adalah para ahli dari geologi. Setelah perencanaan di atas peta selesai oleh ahli geologi,kemudian peta dasar dan koordinat teoritis itu diserahkan kepada ahli geodesi. Jadi ada 2 data yang kita dapatkan yaitu Peta dasar rencana dan koordinat teoritik titik SP dan TR seperti pada gambar di bawah ini:





Nah, dari data data diatas, peran geodesi adalah bagaimana untuk memindahkan koordinat teoritis menjadi koordinat di lapangan. Kedengaran nya mudah bukan?? Namun jangan berfikir mudah, karena banyak sekali survei yang harus dilakukan diantaranya survei GPS, Survei topografi, proyeksi peta, hitung perataan sampai dengan SIGnya, dan juga dari semua survei harus masuk dalam Quality kontrol(toleransi) yang dipersyaratkan.

Saya rasa sekian dulu gambaran besar tentang peran geodesi dalam dunia seismik, pada tulisan saya berikutnya akan dibahas tentang pekerjaan geodesi secara lebih mendalam dalam “Peran ilmu Geodesi dalam Dunia Perminyakan (Part 2)”. To be Continued.........

Salam Hangat,
Denni Pascasakti

Saturday, March 13, 2010

Jenjang karir atau uang




Beberapa hari terakhir ini , aq sering mendengar pertanyaan dari teman-teman seputar keputusan dalam memilih antara jenjang karir atau uang. Suatu hari, teman seangkatan di kampus geodesi pernah bertanya kepada saya,” Den, aq minta saran kamu dong. Aq diterima di 2 perusahaan ni, nah di perusahaan A gajinya gede den ,tapi kayaknya gag ada jenjang karirnya. Sedangkan kalo di perusahaan B gajinya gag seberapa, namun ada kesempatan untuk berjenjang karir. Saran dari kamu gimana den?” Sewaktu itu, aq kasih saran untuk lebih memilih perusahaan B karena berjenjang karir sehingga bisa mengembangkan diri.

Namun setelah berbincang dengan beragam orang terutama yang termasuk lulusan terbaik dari tiap universitas,aq baru menyadari bahwa banyak orang yang lebih memilih uang daripada jenjang karir. Sebagai contoh di perusahaan multinasional minyak dan gas seperti slumberger dan exxon, di perusahaan ini gaji untuk karyawan fresh graduate bisa mencapai 30 juta rupiah tiap bulan nya, tetapi bagi karyawan disana terutama yang berasal dari Indonesia,jenjang karir bisa dipastikan tidak akan berkembang pesat, karena di setiap perusahaan asing hampir semua posisi kunci dipegang oleh orang2 bule (expatriat).

Suatu hari saya berbincang dengan teman seangkatan MT di ELnusa berusia 26 tahun yang pernah bekerja di Slumberger, dia bercerita kepada saya,” Den, dulu aq pernah menjadi engineer di Slumberger, pernah juga training sampai ke Inggris dan Amerika. Setelah selesai program training, aq kembali bekerja di balikpapan, Kalimantan Timur. Namun ternyata semua posisi kunci seperti manager proyek dan supervisi dipegang oleh orang2 bule, pekerja nya ya kami ini orang-orang Indonesia. Awalnya sih seneng karena gaji disana gede banget , sampai suatu hari ketika terjadi pengurangan karyawan. Mau tau gag siapa yang jadi korban pertama pengurangan karyawan?? Ya kami ini orang2 Indonesia yang diPHK paling pertama! Mana ada berita nya orang bule dipecat. Gag ada den. Padahal aq dah 2 tahun kerja disana, bahkan kabar pemecatan nya cuman lewat telepon saja.”

Dari cerita teman saya diatas, saya sebenarnya agak terenyuh, bahwa hampir semua lulusan terbaik di tiap universitas berlomba lomba masuk di perusahaan Asing yang bergaji besar, tetapi bekerja dibawah kekuasaan orang2 bule yang terus menerus mengeruk Sumber daya Alam negara sendiri. Memang gaji disana besar, tetapi apabila dibandingkan dengan orang2 bule tersebut. Mungkin gaji orang Indonesia gag ada apa-apanya.. Bukankah ini hampir sama dengan penjajahan.

Lagi2 hidup adalah pilihan, dan kita harus bertanya pada diri sendiri,” Sebenarnya apa sih yang dicari dalam hidup saya?” Kemudian saya teringat peryataan trainer saya di Elnusa,”Sukses dan bahagia itu berbeda, karena pengertian sukses adalah bisa mewujudkan impian menjadi kenyataan, sedangkan pengertian bahagia adalah bisa mensyukuri apa yang sudah kita terima.” Dan sudah seharusnya kita sukses dan bahagia, terutama bisa berkembang dan memajukan negara sendiri. Lalu menurut anda, manakah yang bisa membuat sukses dan bahagia dalam hidup ini?

Salam hangat
Denni Pascasakti

Sunday, March 07, 2010

The First Week

Sudah 1 minggu aq mengikuti Engineering Development Program(EDP 2010).aq bisa mengenal banyak teman, canda tawa dan kerja keras. Pada program yang dibuka setiap 1 tahun sekali ini, kami satu angkatan berjumlah 80 orang dari berbagai jurusan di seluruh Indonesia.Berdasar info dari pihak HRD sih,katanya pendaftar awal berjumlah lebih dari 15.000 orang.wow, terutama dari jurusan saya teknik geodesi hanya diambil 2 orang yaitu saya dan rekan saya Frandy.

Sekarang aq kembali menjadi anak kos di daerah dekat Cilandak town Square, biaya hidup di Jakarta ternyata harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan di Yogyakarta. Saya ngekos disini bersama teman2 dari divisi geoscience seharga Rp 600.000/ bulan/ kamar , namun karena 1 kamar boleh 2 orang, jadi nya saya sekamar berdua dengan rekan saya bernama Akhyas yang merupakan lulusan S1 ‘02 ITB dan telah menamatkan S2 universitas di Jerman.Aq sudah mengangapnya seperti kakak, karena pengalaman nya sudah jauh lebih banyak daripada saya. Ada juga rekan EDP satu kos yang sudah pernah bekerja di THIESS selama 6 bulan lalu pindah ke elnusa. Pokoknya hampir 75% dari temen2 di EDP sudah pernah bekerja, ada yang dari nissan, AHM, IBM, Buma,dll. Padahal saya masih Fresh Graduate, bener2 belum ngerti apa2 tentang dunia perminyakan.

Pendidikan ini dilaksanakan selama 3 bulan, yang setiap pk 07.00 pagi selama 1,5 jam selalu didahului oleh pelajaran bahasa inggris dan dilanjutkan dengan training training soft skill seperti leadership, komunikasi, presentation skill, dll. Kata kata yang paling saya ingat dari seorang trainer yang pernah bekerja sebagai manager PT Garuda Indonesia mengatakan,” Untuk bisa menjadi seorang pribadi yang disukai oleh banyak orang, kamu juga harus bisa menjadi seorang pendengar yang baik bagi teman2 mu.” Memang aq menyadari terkadang tidak mempunyai banyak waktu untuk mendengarkan, biasanya saya lebih menyukai berbicara terus menerus tanpa mau mendengarkan.

Selain itupun saya juga belajar basic Fire and first aid training, yaitu bagaimana cara menggunakan alat pemadam kebakaran(APAR). Ternyata untuk menggunakan alat APAR tersebut, kita harus memperhatikan terlebih dahulu tanggal kadaluarsanya (max.1 tahun) dan tekanan nya (15 satuan) sebelum menggunakan. APAR juga ada yang berjenis powder, busa, maupun CO2.. Seru juga.

Lalu saya juga belajar bagaimana menyelamatkan orang yang detak jantungnya sudah berhenti, yaitu dengan cara memberikan pernapasan bantuan 2X, kemudian menekan dadanya sebanyak 30 X. Sehingga perbandingan nya menjadi 2:30 dengan siklus berulang ulang..lalu aq bertanya kepada trainernya,”Pak, biasanya berapa menit kita melakukan hal seperti ini terus menerus sampai pasien hidup kembali?” lalu trainer itu menjawab,”biasanya sih 20 menitan.”dapat dibayangkan capeknya kayak apa tuh.

Saya senang bisa memiliki komunitas baru dan rekan kerja baru, semoga ke depan nya kita bisa menjadi suatu tim yang solid. Maju terus EDP Elnusa 2010.