Monday, September 12, 2011

SeaproNAV Training in Nantes , France ( Part 2 of 3 )



Dua bulan terakhir ini, beberapa teman saya sering menanyakan pertanyaan yang sama,”Kamu sebenernya kerja apa sih Den? Kok jalan-jalan mulu?”

Biasanya saya menjawab dengan sebuah pertanyaan, “Ketika kita akan berangkat ke kantor atau ke kampus, apakah kita naik kendaraan?” Jika jawaban nya “Ya”. Lalu pertanyaan kedua,”Apakah kendaraan tersebut memerlukan bahan bakar?” Jika jawaban kedua adalah “Ya”, berarti anda sudah memahami jenis pekerjaan saya.

Saat ini, dunia sangat membutuhkan minyak mentah ( crude oil ) yang nantinya dapat diolah menjadi bensin, solar, aftur, oli, dll. Pekerjaan saya termasuk pekerjaan awal dari proses pencarian cadangan minyak dan gas, yang biasa disebut “Survei Seismik”.

Cadangan minyak dan gas dapat ditemukan di daratan ( onshore ) maupun di lautan ( offshore ), kebetulan saya ditempatkan di divisi offshore yang memiliki peran mencari cadangan minyak dan gas di laut lepas menggunakan kapal survei.

Berdasarkan kesepakatan dunia, Hamir seluruh perusahaan Offshore Oil Service memiliki Jadwal kerja 5 minggu berlayar dan 5 Minggu libur.Beberapa orang terkadang menanggapi,”Enak ya 5 minggu libur.” ,

Kalau yang saya rasakan, selama 5 minggu Liburan memang menyenangkan, namun yang justru menjadi pertanyaan adalah ketika 5 minggu harus berlayar diatas kapal , selain sehari hari yang dilihat selalu lautan biru sejauh mata memandang, Pekerjaan Offshore Oil n Gas termasuk golongan High Risk, sehingga sebagai kompensasi, jenis pekerjaan ini memiliki libur cukup fleksibel dan sallary yang sedikit lebih tinggi dari beberapa pekerjaan lain nya.

Seapronav Training

Saat ini software Navigasi untuk survei seismik yang banyak dipakai di seluruh dunia adalah SPECTRA ( Navigasi ), REFLEX ( Binning ), SPRINT ( Prosesing data navigasi ). dimana ketiga-tiga nya dikeluarkan oleh perusahaan “ION Concept System” di Edinburg, Scotland.

Namun seiring berjalan nya waktu, beberapa perusahaan oil service membuat software navigasi sendiri seperti TRINAV buatan Western Geco ( Slumberger ) .Perusahaan lain nya adalah CXX bekerjasama dengan SERCEL berhasil membuat Software Navigasi tandingan yaitu SEAPRONAV ( Navigasi ), SEAPROBIN ( Binning ) , dan SEAPRORESOLVE ( Procssing ).

Kapal yang saya naiki bernama Finder yang merupakan salah satu kapal pertama di dunia yang memakai software seaproNAV, seaproBIN, dan seaproRESOLVE .Keistimewaan lain nya, kapal ini akan menjadi satu satunya kapal seismik 3D pertama di Indonesia yang berbendera Indonesia.

Software SeaproNAV masih tergolong baru, rencana awal, 4 orang pertama Navigasi di Finder akan dikirimkan untuk training seminggu di Nantes ( France ) tepatnya di markas besar SERCEL ( Perusahaan software dan kabel Seismik dunia ). Dan Kebetulan nya lagi, saya termasuk dalam 4 orang yang dikirimkan ke Nantes. J

Saya mencoba berbagi cerita mengenai perjalanan singkat 6 hari di Nantes :

a. 23 Agustus 2011 = SeaproNAV Configuration

Udara cukup dingin, setelah sarapan pagi telur,daging, dan segelas coffee, kami berempat dijemput taksi dari lokasi Hotel park n Suite menuju SERCEL. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 30 menit sampai kami melihat Sebuah halaman luas dengan tulisan besar berwarna biru dengan pepohonan tinggi berdiri menjulang.

Sesampainya di ruangan training, Jumlah keseluruhan peserta ada 6 orang yaitu kami berempat dari kapal  Finder, ditambah 2 orang dari Sersel USA. Trainernya seseorang asli berkebangsaan Perancis berbadan tegap, rambut hitam , mata berwarna kebiruan dan aksen Inggrisnya cukup Jelas untuk dicerna.

Hari pertama membahas mengenai cara SETUP Configurasi software SEAPRONAV. Sebelumnya saya sudah pernah memakai software Navigasi diantaranya HIDROPRO dan QINSY,jadi menurut saya djikalau kita sudah pernah menguasai salah satu saja software hidrografi, maka akan sangat mudah jika harus beralih ke software Hidro lain nya yang lebih baru. Karena hampir 70% langkah yang dilakukan hampir sama yaitu mensetup Datum, Elipsoid, Proyeksi, dan Geoid yang merupakan makanan dasar dari setiap lulusan Geodesi.

Hari pertama masih semangat-semangatnya....

b. 24 Agustus 2011 = SETUP Seapronav Display and Walk around in Nantes.

Training hari ini diisi dengan materi,”Bagaimana cara SETUP display pada Seapronav?” Sebenarnya saya dan teman teman dari  Finder sudah cukup mengetahui cara untuk mensetup display, Namun karena 2 orang dari SERCEL USA belum pernah mengoperasikan SEAPRONAV . Maka training hari ini membahas dari dasar dengan penjelasan cukup detail..”Hoammm, Ngantuk..”;p

(****)

Setelah sampai Hotel pukul stengah 6 sore, saya dan Pak Rudi ( bukan nama sebenarnya ) mengambil kamera dan memulai perjalanan di Nantes dengan berjalan kaki. Nantes adalah kota tua yang berada sekitar 300 km disebelah barat kota Paris. Kota ini cukup sepi, bersih, dan sedikit penduduknya.

Kami berjalan melewati gang gang sempit di Nantes dengan belasan cafe disekitarnya. Cafe Cafe disini tergolong kecil. Namun Tips buat backpacker, Lihatlah Cafe yang ada tulisan bahasa Inggrisnya, hal ini menandakan daftar menu makanan juga sudah dalam bahasa Inggris.Kebanyakan rumah makan di Nantes , daftar menu makanannya semua dalam bahasa Perancis dan tidak ada gambar makanan nya. Bingung kan ? J

DI dekat hotel kami, ada sebuah Castil yang megah dan besar. Awalnya saya dan Pak Rudi berfikir tiket masuknya cukup mahal,Namun sesampainya disana, ternyata tiketnya gratis dan kastil ini masih buka sampai jam 7 malem.

Jam 6 sore di Nantes, menurut saya masih seperti jam 3 sore di Indonesia. Terang benderang .

Kastil di Nantes Sangat bagus, Must see buat para backpacker yang melancong ke kota ini. Di dalamnya ada ruang penjara bawah tanah, ruang meriam untuk mempertahankan serangan musuh, tempat tinggal raja dan ratu, kereennn... Selain itupun kami jalan jalan ke Katedral, Monumen perjuangan dan diakhiri dengan makan Pizza seharga 7 Euro di sebuah cafe dekat hotel kami menginap. Lumayan lah, selain pizzanya cukup enak, harganya cukup terjangkau.

c. 25 Agustus 2011 = Seapro DataBase


Software seapro Database bertujuan untuk mendownload data data dari seapronav sesudah shooting line.

Data datanya berisi File P294, Shotlog, Report Diagram GPS , Echosounder, dll. Report tersebut nantinya akan dicek oleh QC Nav yang akan menentukan apakan Shooting di line tersebut disetujui atau masih harus ditembak ulang.

Hal yang membuat saya terkesan, Hari sebelumnya setiap makan siang kami hanya makan di Kantin SERCEL. Namun tidak untuk hari ini. Ya, Hari ini kami ber 6 dibawa ke sebuah ruangan besar dengan meja bundar ditengah ruangan. Di meja sudah terdapat garpu, pisau , sendok, celemek untuk ditaruh di dada menghindari tumpahan makanan.

Minumannya ada White Wine dan Red Wine. Sebastian menjelaskan bahwa pada saat makan besar seperti Pizza dan Daging, maka pasangan minuman nya adalah Red Whine. Sedangkan pada saat penutupan makanan misalnya keju atau salad, pasangan minuman nya adalah White Wine. Hal ini sudah menjadi tradisi yang turun temurun di Nantes.

Tradisi menyajikan makanan di Perancis adalah sbb: Makanan pertama disajikan, 1 orang mendapatkan 1 piring udang dan kerang. Setelah kami menyantap habis. Pelayan mengambil piring kotor menu pertama dan beberapa saat kemudian menyajikan makanan kedua nasi goreng dengan ikan salmon. Setelah habis, piring diambil semua dan disajikan makanan ketiga bubur kentang dengan steak.... Masih ada lagi makanan keempat yaitu biji jagung dengan jamur, Hidangan terakhir adalah pia manis yang diatasnya dikasih eskrim coklat... Mmmmmmmmm Mak nyusssss....

Sore harinya kami mencoba berjalan keliling kota memakai sepeda, Sebenarnya harga menyewa sepeda cukup murah , 1 jam nya hanya 1 Euro. Awalnya saya dan Pak Rudi berusaha keras mencari cara untuk membuka segel sepedanya, dan membayar menggunakan uang Cash.Ternyata Usaha kami sia sia. Disana gag ada tempat pembayaran untuk uang cash, yang ada hanyalah dinding penyewaan sepeda dimana kita harus membayar menggunakan Kartu yang sudah dideposit uang. Akhirnya saya foto aja deh sepedanya, dan kami melanjutkan berjalan kaki sampai hotel.



d. 26 Agustus 2011 = SeaproBIN & First Time Eat Kangguru

Training hari kelima ini sudah lumayan bosan, bayangkan hampir setiap hari dari jam 9 pagi sesi Training sudah dimulai. Istirahat siang hanya 1 jam untuk makan, setelah itu training kembali dilanjutkan sampai jam 5 sore. Mungkin kalau diibaratkan, saat itu kepala saya dah berasap kali,, .....;p

Begitu training selesai, malamnya hujan cukup deras. Perut terasa lapar dan saya keluar hotel menyebrang menuju kedai bir depan hotel. Disana saya bertemu dua orang teman saya Fred dan John, saya ditraktir minum 1 gelas kecil bir. Kadang saya sedikit bertanya tanya,,”Apa coba enaknya minum bir, rasanya keras dan kecut?, namunmalah Bir yang menjadi favorit orang orang bule, it’s Strange.”

Setelah minum bir, kami menuju rumah makan yang menyajikan daging kangguru. Huakakakak... Ada yang pernah makan daging ini ?? Ternyata rasanya Mantaappppp... You Must Try. Untuk penutupny disediakan es krim coklat yang rasa coklatnya sangat terasa pokoknya gag bisa diungkapkan dengan kata-kata.;p



e. 27 Agustus 2011 = I Get SeaproNAV Certificate

Hari terakhir training suasana sudah mulai berubah baik peserta maupun trainernya. Peserta mulai menampakkan wajah yang kusut dan ngantuk, sedangkan trainernya sudah hampir kehabisan suara ( ya iyalah, 5 hari berturut turut ngomong terus tiada henti tanpa ada trainer penggantinya.huahahaha)

Tapi yang menyenangkan di hari terakhir ini, Jadwal Training hanya sampai jam 3 sore,

dan kami berenam akhirnya mendapatkan surat sakti berupa Sertifikat SEAPRONAV original dari SERCEL,..... :)

(***)

Setelah sampai di hotel, kami menyempatkan lagi keliling kota Nantes untuk jalan jalan sekedar mencari Souvenir. Saya berburu Gantungan Kunci. Sedangkan pak Rudi berburu Kartu pos.

Oh iya, selama perjalanan mencari Souvenir, ada beberapa foto yang manarik, monggo disimak..:p





Best Regards,

Denni Pascasakti.
Laut Lepas daerah Sarawak Malaysia ( 200 km utara kota Miri )
10 September pk 19:00
www.dennipasca.blogspot.com

Friday, September 02, 2011

Alone Journey From Jakarta – Singapore – Paris – Nantes ( Part 1 of 3 )



Ketika menulis cerita ini , terkadang saya masih tidak percaya,”Bagaimana bisa saya terpilih mengikuti training di Perancis ?”

Diantara kami ber empat yang berangkat ke Perancis , saya termasuk yang sedikit “unik” . Alasan yang Pertama , saya termasuk yang termuda berumur 23 tahun sedangkan ketiga teman saya berumur 38, 44, dan 46 tahun. Kedua , saat itu posisi saya masih Navigator , sedangkan ketiga teman saya adalah Chief Navigasi dan Shift Leader Navigasi.

Mau tahu apa rahasia nya ?? , Jawaban nya ,”Mintalah , maka kamu akan mendapatkan.” Ya benar, dengan meminta maka kita akan mendapatkan, walaupun terkadang mendapatkan nya tidak semudah seperti yang dibayangkan dan kita harus gagal beberapa kali, namun tetaplah fokus pada tujuan awalmu, dan pada akhirnya Impianmu akan menjadi kenyataan.
Saya masih ingat ketika pertama kali ingin mengikuti training ini, saya memberanikan diri meng-email orang-orabng yang ada di CXX Perancis, Sercel Perancis, dan Elnusa.

Sebenarnya di awal, saya agak takut , namun jika saya tidak pernah meminta, maka saya tidak pernah mendapatkan. Karena itu saya berani berbuat hal yang mungkin jarang dilakukan banyak orang yaitu meminta dan terus mencoba. Sampai pada Akhirnya, semuanya dilancarkan seperti mimpi dengan didapatkan nya Visa Schengen dari Kedubes Perancis, Letter of Guarantee dari CXX, Letter of Invitation dari Sercel , dan Asuransi serta persetujuan Training dari Elnusa. 

(****)

21 Agustus 2011 = Jakarta – Singapura - Paris



Suasana bandara di Soakarno Hatta nampak sedikit sepi, saya berusaha mencari cari dimana loket check-in Singapore Airlines. Saat itu, sebenarnya hati saya sedikit was was, perjalanan dari Jakarta-Singapore-Paris-Nantes ini harus saya tempuh sendirian . Kok bisa ? dikarenakan ketiga teman saya sudah berangkat satu hari sebelumnya. Lalu saya ? Oleh sebab Agent di Kedubes Perancis salah menuliskan tanggal keberangkatan ketika mengapplykan Visa Schengen, Jadilah keberangkatan saya harus diundur 1 hari, dan saya harus berangkat seorang diri ke Nantes.

(****)

Saya telah menemukan loket Check-in Singapore Airline, setelah check in, selang waktu beberapa menit, saya mulai memasuki pesawat tersebut.
Saya setuju pesawat ini mendapat penghargaan no.1 di Dunia dalam hal Service dikarenakan Pelayanan dari pramugari nya yang cantik2 sangat menyentuh hati ( halahh ), selama jeda waktu tertentu, sang pramugari selalu menanyakan kembali,”Mau nambah minuman nya pak ?”. Pilihan minumannya macem2, ada Wine Putih, Wine Hitam, Susu, Jus, Softdrink, dll. Dan ketika ditanya mau minum apa, saya sedikit “nggaya” menjawab,”White wine please.”

Makanan nya pun bervariasi, ada Nasi Daging, Buah , Puding , Chocolate Cake , Jus Jeruk, Salad. Bener bener penumpang serasa dimanja oleh pelayanan World Class nya Singapore Airlines.

(****)

Begitu sampai di Changi Airport, saya kemudian melihat ada dua orang berteriak “Air France to Paris.” Kemudian saya langsung menghampiri dan berkata,”This is my ticket to Paris,” Setelah mereka mengecek, saya dan tiga orang penumpang lain nya yang asli berkebangsaan Perancis diantarkan menggunakan mobil kecil dari tenaga batterai menuju Pintu Masuk Air France. “Wah enak ya dianterin gini, kirain tadi harus nyari2 dulu loketnya..:)”

Di dalam pesawat Air France, saya melihat pesawat ini cukup panjang dan luas. Kursinya ada tiga kolom dimana masing masing kolom ada tiga baris. Dan setiap tempat duduknya dilengkapi oleh Layar Touch Screen yang menyajikan tayangan TV Series, Movies, Video Clip,dll. Saya kira film2 nya bakalan film jadul, Ternyata film terupdate seperti Kungfu Panda 2, Transformer 3, Source Code. Thats Cool !.

Namun ketika dibandingkan mengenai pelayanan Pramugari antara Air France dengan Singapore Airlines, memang sih pramugari dari Air France gag kalah cantik,.But, pelayanan mereka dingin banget, jarang senyum. Trus kalau nawarin roti lucu banget, Kalau di Indonesia kan rotinya pasti udah diplastikin satu satu, trus dimasukin dalam box kecil biar keliatan rapi. Nah kalau di Air France, Rotinya gag ada yang diplastikin,melainkan disatuin dalam kotak gede dan rotinya ditumpuk berserakan jadi satu kayak di kreta ekonomi, lalu kotak gede itu ditawarin satu satu ke kita yang harus ngambil sendiri di dalam kotak tersebut pake tangan.

Perjalanan dari Singapore menuju Paris memakan waktu 12 jam 30 menit. Hoammm...waktu tersebut banyak saya habiskan dengan menonton film Hollywood, Ngobrol , dan Tidur..Zzzzz

22 Agustus 2011 = Paris – Nantes ( sekitar 300 km sebelah barat Paris )



Setelah perjalanan 12 jam , sampai juga akhirnya di bandara Charles De Gaulle ,Paris. Baru keluar dari pesawat, kita sudah harus diperiksa Visa Shengen dan ditanya tanya mengenai tujuan datang ke Perancis. Kira kira sebelum sampai di pintu keluar, kita harus melewati pengecekan sebanyak 3 kali.

Yang paling ketat ketika kita memasuki scan badan, semuanya harus dilepas dari Sabuk, Jaket Topi, Kamera dikeluarin dari tas, Laptop dikeluarin dari tas, lalu hampir seluruh badan diraba raba. Salah satu penjaga cewe tersenyum ketika melihat saya melepas sabuk, celana saya malah kedodoran dan saya sulit jalan karena kalau gag dipegangin celana saya bisa melorot bebas. ;p

Saya sampai di Terminal 2F, sedangkan pesawat saya dari Paris menuju Nantes ada di Terminal 2D. Di Bandara Charles De GAulle ini terdapat tiga terminal.

Jadi TIPS mencari Terminal dan Pintu masuk di bandara CDG adalah:

a. Pesawat kamu berikutnya ada di terminal mana ? Jika di Terminal 2, maka pergilah ke terminal 2.
b.Di Terminal 2 ada gerbang A , B, C, D, E, F, G. Nah pesawat kamu di tiket, ada di gerbang mana ? Kalau saya ada di Gerbang D, maka pergilah saya ke gerbang D dengan berjalan kaki.
c. Di Gerbang D, ada pintu masuk dari D01 – D80. Pesawat kamu ada di Pintu masuk berapa? Cara mengetahui nya, lihatlah di Layar monitor raksaksa yang ada di terminal 2D, lihat kode pesawat kamu , dan disana tertera pesawatmu ada di pintu masuk berapa. Pesawat saya ada di D70.

Setelah menunggu 2 jam, tepat pukul 9 pagi, pesawat berangkat dari Paris menuju Nantes menggunakan pesawat yang sama yaitu Air France. Didalam pesawat, makanan nya lebih aneh lagi, kita dikasih biskuit bayi berjumlah tiga buah.. “Whattt??” Aneh banget.

(****)

Pukul 10.00 Pagi, pesawat mendarat di Bandara Atlantique, Nantes. Setelah melalui berbagai loket Imigrasi dan pemeriksaan barang, saya bisa menghirup udara digin di nantes, kemudian berjalan menuju gerbang pintu keluar. Saya melihat seseorang membawa kertas bertuliskan SERCEL. Yes, that my training Company.

Setelah menyapa dan beliau mengatakan sudah menunggu 30 menit, kami berjalan ke parkiran, dan awalnya saya kira saya bakalan naik mobil sedan atau sejenis APV, namun yang membuat mata saya terbelalak, hanya demi menjemput anak gag jelas seperti saya, taksi yang dikirimkan adalah mobil Mewah sekelas Mercedes Benz seri terbaru. Wahhhhh......

Begitu taksi berjalan, saya banyak bertanya mengenai Perancis, Supir tersebut menjelaskan bahwa di Perancis segalanya serba mahal dan masih banyak pengganguran. Walaupun Pengganguran di Perancis, masih ditanggung dan digaji oleh Pemerintah (enaknya ).

Berselang 30 menit kemudian, sampailah saya di Perusahaan SERCEL, yaitu perusahaan terbesar yang menyajikan Software dan kabel seismik di seluruh dunia. Saat itu saya agak keringet dingin melihat tagihan Taksi mencapai 100 Euro.. Mampus gw. Karena itu, gw “nggaya” sok2an nanya,”How much should I pay ?” Untungnya supir tersebut berkata,”This Taksi already paid by your Company sir. Thank you.” Dan sayapun bisa bernafas lega... Untunglaah...:)

Dengan tas Backpack, Tas kamera , dan Tas Laptop, saya masuk ke ruangan training SERCEL dan melihat ketiga teman saya sudah ada di dalam ruangan . Mereka terheran heran bahwa saya bisa sampai di nantes tepat waktu jam 11 siang, mereka kira saya bakalan tersesat dan tidak tahu jalan.

Sumpah deh, selama training dari jam 11 siang sampe jam 5 sore, nih mata ngantukk berat, habis gitu sedikit pusing coz berasa kayak jet lag,, Oleh karena itu, begitu training berakhir, saya bersemangat lagi hari itu untuk pulang menuju hotel.
Setelah sampai di Hotel yang lagi2 diantarkan mobil Mercedes Benz, saya melihat hotelnya cukup bagus dan benar benar berada di pusat kota Nantes.

Nama Hotel nya adalah Park n Suite Elegance
4 Rue Des Petites Ecuries, - Carre Boufay . Telp + 33 02 28 08 10 20


, Kemudian saya segera check-in dan mendapatkan kamar di lantai 5 dengan nomor 521. Yang saya senang, akses internetnya luar biasa cepat. Mantap..Time to download

NB : Hotel ini gag recommend buat Backpacker yang ingin melancong ke kota Nantes, coz harganya lumayan mahal ( 800 ribu/ Night ), masih banyak hotel sebelah barat kota Nantes yang cukup sesuai budget backpacker walaupun sedikit agak jauh dari pusat kota.





( to Be Continue )

Best Regards,
Denni Pascasakti
2 August 2011.
Miri, Malaysia pk 10:09