Thursday, April 22, 2010

Konsep Dasar GPS RTK

Di suatu perbincangan bersama beberapa praktisi geodesi di berbagai perusahaan dalam acara training GPS RTK Terbaru yang diselenggarakan oleh salah satu distributor alat geodesi dari Jepang. Banyak praktisi geodesi yang mengeluhkan bahwa masih ada beberapa lulusan baru Geodesi yang belum memahami konsep dasar dari GPS RTK, Bahkan ada yang belum pernah memegang alatnya sama sekali. Mungkin bagi mereka hal ini aneh,padahal dalam hati saya berbisik,”Sayapun belum begitu paham tentang konsep GPS RTK.” Sejak saat itu, saya bertekad untuk belajar mengenai GPS RTK, kebetulan di Kantor tergolong lengkap untuk seri GPS RTK ini, dan saya berniat untuk mensharekannya dalam bahasa yang mudah dicerna kepada rekan2 geodesi.

Apakah yang dimaksud dengan GPS RTK?

RTK memiliki kepanjangan Real Time Kinematik, artinya koordinat titik dapat kita peroleh secara Real time dalam Koordinat UTM ataupun Lintang dan Bujur tanpa melalui pemrosesan baseline. Metode RTK ini berbeda dengan metode Statik, Karena pada metode statik koordinat baru diperoleh setelah dilakukan pemrosesan baseline (Post Processing). GPS RTK memiliki ketelitian yang tinggi yaitu dalam fraksi centimeter (1-5 cm).

GPS RTK Terdiri atas apa saja?

Setiap pengukuran koordinat titik menggunakan GPS metode RTK, harus menggunakan minimal 2 buah alat GPS yang memiliki fungsi sebagai :
a. Base :


Pada alat GPS yang berfungsi sebagai base, maka alat GPS Tidak digerakkan posisinya ( diam).Base didirikan diatas titik yang sudah diketahui secara pasti nilai koordinatnya( misal: didirikan diatas titik Bakosurtanal Orde 0) dan koordinat titik bakosurtanal tersebut diinputkan dalam alat GPS base.

b. Rover :


Pada alat GPS yang berfungsi sebagai rover, Posisi GPS dapat digerakkan sesuai dengan detil yang diinginkan oleh surveyor (misal pada pengukuran persil tanah, maka rover didirikan pada pojok pojok bidang tanah)

Apa yang menghubungkan antara base dan Rover ?




Yang menghubungkan antara base dan rover adalah SInyal radio. Sinyal radio berfungsi untuk memancarkan nilai koreksi dari base ke rover. Saat ini, sinyal radio bisa dipancarkan menggunakan berbagai macam cara yaitu menggunakan Antena radio , GSM , ataupun sinyal internet. Jika menggunakan Antena radio, maka diusahakan sebelum pengukuran, frekwensi radio di base dan rover sudah disamakan terkebih dahulu.Antenna radio hanya mampu memancarkan sinyal sejauh 3 km saja ( Jika lebih jauh maka bisa digunakan alat repeater)

Bagaimana mengeset alat GPS RTK ?

Alat yang utama dalam GPS RTK adalah Receiver GPS, Pada alat ini terdapat beberapa slot yang menghubungkan kabel ke beberapa perlengkapan pendukung GPS. Selain itu pada alat ini juga terdapat Card yang mampu menyimpan data hasil perekaman satelit ( dalam format RINEX atau DAT).
Pada gambar dibawah ini disajikan receiver GPS merek Trimble beserta peralatan pendukung GPS :



Keterangan :
1.ANtena GPS : berfungsi menangkap sinyal satelit
2. Receiver GPS : Tempat perekaman data ke dalam card.
3. Controller GPS : untuk melakukan setting Job, configurasi, dan pengukuran GPS
4. Modem Radio : menghubungkan antara antenna radio dan receiver GPS
5. Baterai Eksternal : SUmber tenaga untuk receiver GPS
6. Aki : SUmber tenaga untuk modem radio

Apa saja Kegunaan GPS RTK ?

Aplikasi yang dilayani oleh GPS RTK cukup beragam diantaranya adalah Stake Out, Penentuan dan rekonstruksi batas persil tanah, Survei pertambangan, Survei rekayasa, dan aplikasi lainnya yang membutuhkan posisi titik koordinat secara cepat dan dalam ketelitian centimeter.

Perkembangan GPS RTK saat ini?

Karena untuk melakukan pengukuran GPS RTK, harus digunakan minimal 2 alat GPS(base dan Rover) dimana satu alat GPS saja memiliki harga yang terbilang mahal ( 150 juta – 300 juta). Maka saat ini dikembangkanlah GPS CORS yaitu suatu GPS yang memiliki fungsi sebagai base yang dapat menangkap sinyal satelit secara kontinu dalam 24 jam.

Untuk tingkat Universitas, GPS CORS SUdah dimiliki oleh Teknik geodesi UGM, ITS, dan ITB.1 buah alat GPS CORS dapat memancarkan sinyal radio sejauh 20 km.Rencana nya BPN akan membeli alat CORS ini sebanyak 30 buah untuk mencover wilayah di Sumatra dan Jawa. Data CORS ini kemudian dapat diakses secara umum, sehingga setiap perusahaan dapat mendownload data GPS CORS dari BPN sebagai Base, dan setiap instansi cukup membeli 1 GPS saja yang difungsikan sebagai rover tanpa harus membeli 1 GPS lagi sebagai base.



Demikian penjelasan dari saya mengenai GPS RTK, semoga membantu rekan2 untuk lebih mendalami ilmu geodesi terutama di bidang GPS RTK.

Salam Hangat,
Denni Pascasakti

Monday, April 19, 2010

Menikmati Kemacetan Kota Jakarta demi sekeping SIMcard

Pada hari senin yang lalu, saya bingung, karena HP saya tidak menampilkan sinyal dan terdapat sebuah tulisan pada layar HP, “SIM card rejected.” Hal ini sepertinya menandakan sudah saatnya untuk mengganti kartu SIM baru ke sebuah galeri Indosat. Saya masih ingat, terakhir mengganti kartu Sim ketika di Jogja sungguh mudah sekali. Tinggal berkendara menggunakan sepeda motor ke daerah kota baru dan tidak dijumpai kemacetan sama sekali, sesampainya disana saya disambut dengan senyuman ramah kemudian hanya dalam 1 hari semua proses sudah selesai.

Tetapi hati saya berkata,” Ini Jakarta bung. Kemacetan disana sini bikin kepala mual, banyak jalan satu arah, dan sekalinya kelewat untuk belok, maka jalan memutarnya akan jauh sekali.” Karena itu,sebelumnya saya bertanya ke mbah Google untuk mengetahui lokasi galeri Indosat yang ada di Jakarta.Namun bodohnya, aq melihatnya bukan dari situs resmi, tapi dari blog orang lain. Disana tertulis:

- Galeri Jakarta Selatan : Mal AMbasador, Blok M, Artha Graha, Pondok Indah Mal
Buka pk 10.00 s.d 20.00

Karena paling deket dari kantor saya adalah mal ambassador, jadinya saya memutuskan untuk pergi kesana, sebelumnya juga sudah menghafalkan jalan dari situs google earth.com. Inilah cerita perjalanan menikmati macetnya Jakarta demi sim card yang berakhir sia2 :

Hari Senin :



(17.00) Pulang dari kantor, saya langsung naik motor menuju mal ambassador melalui Warung Buncit, namun ternyata jalanan macet total. Nah seingetku lampu merah ke 3 belok kearah kiri. Tapi kok gag ada belokan nya ya? Baru menyadari bahwa aq sudah kelewatan jauh. Ya sudah, mau gag mau harus muter balik. Lagi lagi arah berlawanan macet total juga.

(18.30) Balik lagi ke tempat awal di warung buncit, mau ke mall ambassador kayaknya dah gag memungkinkan, kemudian aq ambil keputusan buat ambil tujuan ke dua yaitu mal Blok M.Langsung saja tancap gas menuju Kearah Blok M lewat jalan yang aq juga gag tau tuh nama jalannya,pokoknya kea rah barat deh.dan Ternyata………. macet juga..

(19.30) Sampai di depan mal Blok M, dalam hati berteriak,” Akhirnyaaaaaa sampai…yes...!” tanpa basa basi,aq naik lift kearah lantai 5. Setelah muter2 di lantai 5, kok gag ada!. Lalu aq bertanya ke satpam,”Pak, dimana ya galeri indosat disini?” pak satpam itu menjawah,” Wah baru 1 bulan yang lalu galerinya pindah mas, disini udah gag ada.” JLEGERRR, badan gw kayak kena badai salju..Lemas.. Hari ini Berakhir sia sia.

Hari Selasa :



(12.00) Pada saat istirahat makan siang, aq langsung mengendap endap untuk kabur dari kantor. Secara bosnya pas lagi gag ada.hehe. Pokoknya hari ini ,gw harus dapet tuh kartu Sim. Kembali lagi ke tujuan awal. Mal Ambasador.

(12.15) Jalanan gag begitu macet, soalnya karyawan di Jakarta belum pada pulang kantor. Langsung deh tancap gas ke warung buncit. Dalam hati gw bilang,”Pokoknya jangan sampe kelewatan lagi beloknya.” Akhirnya gw menemukan belokan kearah kiri dan 100m kemudian, terpampanglah tulisan MAL AMBASADOR.”hore!!….ketemu juga”

(12.45) Sampe di galeri Indosat Mal Ambasador, saya menemui Resepsionis disana. Eh REsepsionisnya ketus banget jawab pertanyaan dari gw, gag ada senyum2nya lagi. Ya udah gw bilang kalo sim gw rusak, kemudian gw disuruh nunggu. Pas udah nunggu 10 menit, si resepsionis dateng lagi trus bilang,” Mas, maap kartu SIMnya dah habis. Cari aja di tempat lain. Mungkin di Sarinah atau Artha Graha ada.” Lagi2 badan gw lgsng lemes seperti tersambar petir..…

(13.00) Keluar dari mal, karena dah niat banget hari ini buat ngurus kartu, ya udah gw terusin naik motor lagi ke arah sarinah. Tapi gw gag ngerti ke sarinah lewat mana.T.T. Setelah nanya nanya orang. Di tengah perjalanan malah hujan deras dan gag bawa mantel. Malangnya nasib gw.y udah berteduh di bawah pohon deh.krik..krik..krik…

(14.00) Hujan dah redaan, mulai lagi perjuangan kearah sarinah. Di Jakarta itu 1 Kilometer bisa jadi perjalanan 1 jam karena macet yang sangat parah,jumlah motor dan mobil membludak. Dan Di Jalanan kearah Sarinah, ternyata macet parah..

(15.00) akhirnya sampe juga di sarinah. Namun gw gag mau seneng dulu, jangan jangan kartunya juga habis lagi kayak di mal ambassador. Pas gw Tanya ke resepsionis nya,” Mas, kartu sim saya rusak, disini ada kartu gantinya kan mas.” Resepsionis itu menjawab,”Ada mas… TAPI karena sedang dalam masa perbaikan, jadinya baru aktif 5-7 hari ke depan.” HAAHH… 7 harian??? Lama banget tuh. Ya sudah setelah dikasih kartu baru, langsung pulang kearah kantor

(16.00) sampe kantor dengan badan lesu. Kemudian ditanya rekan sekantor,”gimana den nyari SIMcardnya?” kemudian aq jawab,”Sia sia bro.” ke kantor gw cuman numpang ngabsen doang.. Maap y pak bos..he.he.
Singkat cerita. Sampai hari ini, udah 5 harian tapi tuh kartu belum ada sinyalnya terus, padahal gw dah pake kartu sim card yang baru. Pas gw nanya di galeri indosat tangerang. resepsionisnya cuman jawab,”Mas nya sih pake nomor daerah Jogja, kan ngurusnya jadi lama, sabar dong!”

Sabar? Huff.. Ternyata di Ibukota Jakarta ini, kita bukan hanya dilatih kesabaran dalam menghadapi kemacetan yang terjadi sehari hari. Namun kita juga harus bersabar terhadap sifat yang terkadang tidak menghargai orang lain. Namun inilah Kota Jakarta, kota yang segalanya serba cepat.

Salam Hangat
Denni Pascasakti

Friday, April 09, 2010

Syarat untuk bekerja di Platform Rig Offshore



Beberapa hari lalu, manager saya dari geodata Marine memanggil saya keruangan nya. Beliau berkata,” Denni, kamu akan saya kirim ke Proyek TOTAL Indonesie di Perairan Balikpapan.Disana kamu akan bekerja menggunakan GPS Trimble R7 untuk mengukur posisi differensial dari Platform Rig offshore. Kamu siap kan Den?” Pertama saya agak kaget, karena selain saya masih fresh graduate, saya juga belum pernah melihat platform Rig yang ada di perairan lepas pantai. Namun saya teringat bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali. Karena itu saya menjawab,” baik pak. Saya Siap!” Lalu Beliau berkata,”Namun ada banyak syarat yang harus kamu lewati, dan kamu harus lolos dulu semua syarat itu baru bisa diberangkatkan ke lokasi proyek”

Lalu anda pasti bertanya,” Apa saja syarat-syarat yang diperlukan untuk bisa bekerja di Offshore?” Berikut ini saya sampaikan syarat – syarat standar yang ditetapkan di platform Rig milik semua perusahaan migas baik nasional maupun asing yaitu :

1.Seleksi Curicullum Vitae dan Wawancara Teknis:
Pertama-tama, saya mengirimkan daftar CV saya melalui email ke TOTAL dan dilakukan wawancara teknis singkat mengenai pengetahuan di bidang konsep GPS dan cara penggunaan alat-alat GPS. Setelah menunggu jawaban selama 2 hari, Akhirnya CV saya diterima oleh TOTAL.

2.Medical Check Up (MCU) dan Alkohol Test :
Pada tahap ini dilakukan pengecekan kesehatan secara menyeluruh meliputi tes jantung, paru paru, telinga, mata, darah, urine,tekanan darah,dll. Pokoknya lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki.. Serta dilakukan alcohol tes, so buat yang suka mabok, ditunda dulu y.;)

3.Memiliki Sertifikat standar untuk bekerja di offshore.Basic Fire Fighting
Semua engineering yang akan diberangkatkan ke offshore, wajib memiliki minimum 3 sertifikat dari 4 sertifikat standar. Biaya dari masing2x sertifikat apabila ditanggung oleh perorangan cukup besar, karena harganya bisa mencapai 4 juta rupiah untuk 1 sertifikat saja. Namun biasanya, biaya akan ditanggung oleh perusahaan tempat anda bekerja
Training untuk mendapatkan 1 sertifikat dilakukan seharian penuh mulai dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore yang terdiri atas teori dan praktikum serta di akhir dilakukan post test dimana hasil score harus diatas standar yang telah ditetapkan. Saat ini, saya sudah memiliki 3 sertifikat standar untuk dapat bekerja di offshore.

Sertifikat Standar itu meliputi:

a.Basic Fire Fighting :
Training ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai berbagai macam “Alat Pemadaman Api Ringan” (APAR), bagaimana cara menggunakan APAR, dan bagaimana peletakan APAR yang benar sebelum dan sesudah penggunaan. Sehingga apabila terjadi kebakaran, setiap engineering dapat memadamkan api dengan sigap dan cepat.




b.CPR and First Aid :
Training ini bertujuan untuk menyelamatkan rekan engineering di platform apabila terjadi kecelakaan dan mengalami pendarahan meliputi teknik pembalutan, pengotongan menggunakan tandu, bahkan kita juga harus mengetahui teknik melakukan pernapasan buatan dan teknik memompa jantung dengan cara menekan dada rekan kita yang detak jantungnya sudah tidak bergerak dengan perbandingan 2X(nafas buatan) : 30X(tekan dada).



c.Sea Survival ( SST ):
Training ini dilakukan agar setiap peserta memiliki kemampuan bertahan hidup bila terjadi kecelakaan/ tenggelamnya kapal di laut terbuka yang meliputi : cara pemakaian pelampung, cara melompat dari kapal ke laut yang benar, cara naik ke sekoci yang benar, dan bagaimana mempertahankan diri dari serangan predator seperti ikan hiu, dll. Pada training ini, diharapkan bahwa setiap peserta sebelumnya sudah memiliki kemampuan basic dalam berenang.



d.Helicopter Escape ( HUET ) :
Training ini dilakukan agar setiap peserta memiliki ketrampilan bertahan hidup dan menyelamatkan diri apabila terjadi kecelakaan pada helicopter yang akan mendarat darurat baik di darat maupun di laut. Training ini meliputi : posisi yang benar pada saat terjadi benturan di helicopter, teknik menyelam ke permukaan laut, cara mengembangkan life jacket di dalam laut, praktek menyelamatkan diri di air menggunakan simulasi helicopter,dll.



Untuk semua sertifikat di atas hanya berlaku selama 3 tahun, setelah itu setiap engineering wajib mengikuti training kembali untuk memperpanjang masa berlaku sertifikat.

Telah saya sampaikan semua syarat untuk bekerja di Platform rig Offshore(laut), apabila bekerja di rig OnSHore( darat ) maka engineering cukup memiliki sertifikat “Basic Fire Fighting” dan “CPR and First Aid”. Sedangkan apabila bekerja di rig OFFSHore( laut ) maka engineering wajib memiliki minimum 3 sertifikat standar. Untuk Sertifikat “Helicopter Escape”, wajib dimiliki apabila transportasi yang digunakan dari pelabuhan ke platform Rig menggunakan helicopter.

Sekian penjelasan dari saya, semoga dapat bermanfaat bagi rekan rekan Geodesi sekalian.

Salam Hangat
Denni Pascasakti