Friday, March 31, 2017

Pentingnya ASI Ekslusif



Beberapa tahun lalu, salah seorang teman saya yang ber-usia 10 tahun lebih tua pernah mengatakan,”Suatu hari kamu akan mengetahui besarnya perjuangan kedua orangtuamu, ketika kamu sudah memiliki anak dan mengurusnya sendiri”. Pada waktu itu, saya masih belum memahami maksud dari kata kata tersebut.

Setelah waktu berlalu dan saya memiliki anak pertama, saya baru merasakan betul perjuangan kedua orangtua ketika mengurus anak yang masih kecil. Keluarga kami dari sejak awal memang sudah memantapkan untuk bisa memberikan ASI ekslusif. Tahapan 6 bulan pertama sudah kami lewati dengan pernuh perjuangan, tidak terasa saat ini sudah 9 bulan anak kami masih tetap mengkonsumsi 100% ASI ekslusif.

Keadaan keluarga kami memang sedikit lebih beruntung, karena saya sudah menjadi wirausaha di Jogja yang memiiki waktu lebih fleksibel untuk keluarga, sedangkan istri saya yang sebelumnya guru juga memantapkan diri untuk mengurus terlebih dahulu anak pertama kami di rumah agar program ASI Ekslusif bisa berjalan dengan baik. Saya bersyukur walaupun banyak tantangan yang ada selama di perjalanan, keluarga kami tetap bisa memberikan ASI ekslusif.

Menurut saya, kunci dari rumah tangga yang baik itu harus saling bekerja sama, tidak bisa menuruti keinginan masing masing, jadi dalam keluarga harus banyak berkomunikasi untuk menemukan solusi yang terbaik. Saya pernah membaca status media sosial dari beberapa teman yang baru saja berumah tangga, kebanyakan dari mereka sering mengeluh,”Haduh, kok cucian banyak sekali ya.” Lalu ada juga yang sudah mengeluh,”Haduh kok setrikaan banyak banget kayak gak ada habisnya ya?” Padahal menurut saya semua masalah pasti ada solusinya.


Misalkan cucian terlalu banyak, solusinya ya harus menabung untuk membeli mesin cuci. Kita tinggal masukkan baju baju kotor dan memencet tombol untuk membersihkan baju baju bersama air dan detergen sehingga masalah selesai. Sedangkan urusan setrikaan kalau dirasa berat, ya bisa dicari solusinya menggunakan ART yang hanya mencuci dan menyetrika, bisa juga kita sesekali menitipkan sebagian baju baju di laundry. Saya kurang senang ketika melihat orang-orang yang banyak mengeluh, apalagi kalau mengeluhnya diposting di media social, akibatnya semua temen temen kita dari SD sampai kuliah bisa membaca semua masalah yang ada di keluarga tersebut. Lucunya ya tetap banyak juga yang masih melakukannya.

(****)
Saat ini perjuangan 9 bulan ASI ekslusif sudah kami lewati dengan baik, bahkan program vaksinasi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) selama 6 bulan pertama juga telah kami lakukan secara lengkap. Puji Tuhan dengan diberikannya ASI ekslusif dan vaksin yang lengkap, anak kami jarang sekali sakit, sejauh yang kami lewati bersama,anak kami hanya flu ringan dan demam ringan saja masing masing satu kali.

Saya berharap semoga kami sebagai keluarga baru bisa terus saling bekerjasama dan saling menyemangati supaya kami bisa memberikan gizi dan perhatian yang terbaik untuk anak kami, dan kami tetap yakin, semoga program ASI selama 1 tahun pertama ini dapat berhasil kami lewati dengan baik.


No comments: