Monday, September 02, 2013

KTKLN , melindungi atau memeras Tenaga Kerja Indonesia ?

http://www.bnp2tki.go.id


Anda ingin bekerja di luar negeri ? atau Anda ingin bekerja di bidang perhotelan , pelayaran , maupun konstruksi yang berdomisili di luar negeri dengan bayaran mata uang asing ? Jika jawabannya Ya , maka anda memerlukan dokumen resmi yaitu KTKLN ( Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri ).

Tujuan awal dibuatnya KTKLN sebenarnya cukup baik yaitu untuk mendata tenaga-tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri serta memberikan perlindungan apabila terjadi ketidakadilan  dalam bekerja.

Namun seiring berjalannya waktu, kepengurusan KTKLN menjadi momok yang menakutkan bagi para pekerja Indonesia karena proses birokrasi yang sangat lambat dan terkesan dipersulit apabila tidak ada “pelicin”-nya. 

Keberadaan KTKLN ini-pun cukup sakti. Anda bisa mencobanya apabila pada hari-H Keberangkatan ke luar negeri, anda tidak membawa KTKLN. Maka pada saat mencoba melintasi loket imigrasi di Bandara, Petugas imigrasi akan menanyakan ,”Mana KTKLN-nya? Tidak bawa ? Maap anda tidak bisa masuk.”

Tidak memiliki KTKLN berarti usaha anda untuk melintasi loket imigrasi akan ditolak sehingga dapat berakibat fatal diantaranya Tiket pesawat hangus, Terkena teguran kantor karena tidak bisa berangkat pada hari yang sudah ditentukan, serta harus re-schedule ulang. Oleh karena itu ,memiliki KTKLN merupakan hal  penting bagi setiap Tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri.


2 Tahun yang lalu : Agustus 2011 @ Bandara Soekarno Hatta ( Pembuatan Baru ) 

Pada saat saya mencoba masuk ke loket imigrasi, petugas mengatakan bahwa mulai hari ini, terdapat dokumen yang harus dimiliki Tenaga Kerja Luar negeri yaitu KTKLN dan proses kepengurusannya sangat mudah. 

Hal tersebut memang benar ! 2 tahun lalu kepengurusan KTKLN sangat cepat, satu loket dan tidak bertele tele. Saya ingat bahwa saya cukup datang ke Loket KTKLN, menyerahkan passport kemudian pengambilan foto. Tidak sampai 10 menit, kartu KTKLN sudah jadi dan saya mengacungkan dua jempol kepada petugas. Unbelieveable !


Agustus 2013 @BNP3TKI Ciracas ( Perpanjangan Habis masa Berlaku )

Saya  mendapatkan info bahwa untuk pembuatan baru dan perpanjangan KTKLN di bandara Soekarno Hatta sudah ditutup karena banyak “permainan”, Sehingga semua kepengurusan harus dilakukan di BNP3TKI Ciracas

(06:00)

Saya berangkat dari Tangerang menggunakan sepeda motor menuju Ciracas. Sebenarnya saya kurang paham dimana lokasi kantor BNP3TKI yang beralamat di : Jalan Pengantin ali No.71, Jakarta Timur itu berada. Namun berkat bantuan teknologi Internet, saya dapat dengan mudah menemukannya menggunakan bantuan https://maps.google.com/, ditambah juga bantuan dari Google Map yang telah terinstall di HP android saya.

Syarat Syarat Pembuatan baru / Perpanjangan KTKLN untuk Pelaut :
  1.  Pasport
  2.  Letter of Guarantee
  3. Surat Perjanjian Kerja
  4. Medical Check Up
  5. Asuransi Kesehatan
  6. Surat Ijin Keluarga
  7. KTP
  8. Tiket Pesawat
  9. Seaman Book
  10. KTKLN Lama ( apabila memperpanjang )

Website resmi BNP2TKI dalam mengurus KTKLN =

(08:30)
Sampai juga di kantor BNP3TKI walaupun sedikit terlambat karena ditengah jalan secara mendadak ban motor saya bocor sehingga terpaksa saya harus merelakan 30 menit demi nongkrong bersama tukang tambal ban :)

Setelah memasuki gedung, petugas dekat pintu bertanya,

Petugas : ”Mau ngurus apa pak ?”
Saya : ”Perpanjang KTKLN, ngurusnya kemana ya pak ?”
Petugas : “Bapak ke loket sebelah, ambil nomor kemudian ke belakang.”
Saya : “Ke belakang mana pak ?”
Petugas : Pokoknya ke belakang dulu.”

Setelah mengambil nomor antrian 086, saya menuju ke belakang. Memang sungguh mencurigakan karena didalam gedung ini berjejer 12 loket penerimaan berkas, namun tidak ada satupun loket yang dijaga oleh petugas. Hal aneh lainnya, ditengah ruangan besar ini terdapat meja Informasi, akan tetapi tidak ada petugas yang berjaga disana.

Di ruang belakang lebih mengerikan, TKI-TKI duduk berjejer dengan muka lesu dan mereka terlihat pasrah, sayapun ikutan duduk di ruangan belakang yang tidak ada AC, Asap rokok mengepul dimana mana, dan suasananya sudah seperti di warteg,

(09:30)
Setelah menunggu 1 jam, tidak ada progress sama sekali. Saya harus bertanya ! Saya mencoba berjalan ke loket fotokopi berkas, namun petugas disana terkesan acuh tak acuh dan tidak menggubris. 

Petugas hanya menjawab ,”Bayar 3000 untuk formulir.”
Saya:”Setelah mengisi formulir ini kemudian kemana pak? .”
Petugas :”Ke loket depan.”

(10:00)

Di loket depan saya mencoba menyerahkan formulir, namun lagi lagi petugas di loket depan mengatakan ,”Bukan di Loket depan pak ! di loket belakang “

Kesabaran saya sudah habis, rasanya ingin meninju wajah petugas disana, tidak ada rasa takut berhadapan dengan mereka karena badan saya lebih besar. Kemarahan cukup saya lampiaskan ke tembok yang ada di dalam gedung, saya pukul keras keras .

Setelah bercakap cakap, saya bertemu 2 orang tenaga kerja lainnya yang seumuran dengan saya , Mereka lulusan dari ITB dan UI yang saat ini bekerja di Petronas Malaysia serta di bidang Konstruksi Qatar. Kami sama sama sepakat ingin mencoba mengurus KTKLN tanpa mengeluarkan uang “pelicin” karena di jalan masuk depan terdapat baliho seukuran 6m x 3m yang mengatakan bahwa KTKLN GRATIS.

(10:30)
Seorang petugas yang melintas saya coba dekati dan bertanya dengan halus , “Pak, syarat syarat saya sudah lengkap semua. Kemana ya pak saya harus menyerahkan dokumen ini ?”

Petugas itu akhirnya memberikan petunjuk,”Kalau sudah lengkap, langsung saja mas ke loket 12.
Di loket 12 terlihat pegawai pegawai didalamnya ada yang merokok, ada yang membaca Koran, malah ada juga yang sedang bergosip. Saya juga memperhatikan bahwa di ruangan tsb. hanya terdapat 2 komputer. Komputer pertama untuk menginput data data, dan komputer kedua untuk pengambilan Foto. Saya bertanya dalam hati,”Bagaimana tidak serba lambat, selain petugasnya sangat senang mengobrol, ditambah juga hanya terdapat 2 komputer saja dalam mengurus 200 calon tenaga kerja luar negeri setiap hari-nya.

Saya menyerahkan berkas berkas lengkap ditambah Medical Check up dari Rumah sakit di Singapura dan Asuransi Jiwa dari Pihak Asuransi Internasional. Petugas hanya mengatakan ,”Ditunggu pak.”

(12:00)
Tidak ada panggilan ,Petugas hanya berkata,”Istirahat makan siang, Jam 1 kembali lagi

(13:00)
Seperti biasa, Lagi lagi petugasnya merokok, Ngopi, bergosip dan sibuk “ngomongin” orang lain. 

(14:30)
Saya mencoba ke depan loket 12, saya ketuk pintunya dan mengatakan,”Saya sudah menunggu 6 jam, kok sampai sekarang tidak ada panggilan!” Selain itu saya juga mencoba menghimpun massa TKI lainnya untuk memprotes petugas yang Lambat ini. 

Karena cemas, akhirnya petugas mulai mengambil Toa, dan memanggil satu per satu TKI masuk kedalam loket 12 untuk pengambilan foto. Sebenarnya proses pengambilan foto ini sangat cepat, hanya 5 menit yang terdiri dari pengambilan foto dan pengambilan sidik jari, Namun bagaimana bisa sampai 6 jam tidak ada panggilan. 

Petugas mengatakan,”Baik pak, ditunggu kartunya satu setengah jam lagi ya.”
“Apa.. satu setengah jam lagi ??

(15:30)
Petugas dengan jalan terhuyung huyung serta merokok mulai membawa setumpuk dokumen dan mulai memanggil nama satu per satu tanpa bantuan pengeras suara.
“si…ti….Bu…di” ( Seperti orang berbisik )

Akhirnya nama saya disebut dan saya berhasil mengambil KTKLN dengan perjuangan menunggu dari sejak jam 08:30 sampai 15:30. Berarti total waktu yang dibutuhkan adalah 7 jam!

Mengapa sekitar 2 tahun yang lalu pada saat saya mengurus KTKLN di Bandara, hanya dibutukhan waktu 10 menit, namun kali ini ,kepengurusan KTKLN di BNP3TKI justru membutuhkan waktu 7 jam ??

(****)

Sunguh memprihatinkan birokrasi di beberapa instansi di Indonesia terutama  dalam mengurus KTKLN ini walaupun di sisi lain,  sudah banyak instansi yang mulai berbenah diri.
Masih banyak TKI TKI yang dibodohkan oleh birokrasi oleh karena tidak ada “pelicin” nya.

Selama saya menunggu di Cirasas, saya melihat TKI-TKI lain yang “membayar” sampai 2 juta bahkan ada yang sampai 3 juta tanpa disertai bukti kwitansi. Memang proses mereka cukup cepat sekitar 2 jam. Namun mau sampai kapan budaya uang “pelicin” tetap dipertahankan di Negara Indonesia?

TKI TKI yang disebut sebagai Pahlawan devisa karena membawa mata uang asing ke Indonesia yang dapat memajukan perekonomian , justru diperlakukan seperti orang bodoh yang tidak memiliki harga diri.

Harapan saya semoga kepengurusan KTKLN dapat lebih mudah di kemudian hari dan prosesnya bersih, atau hapuskan saja KTKLN yang tidak banyak fungsinya itu. :)

Best Regards
Denni Pascasakti
Jakarta, 2 September 2013



 


2 comments:

Oki Heriansa said...

setuju mas denni ..
sangat gawat birokasi nya, maunya di video kan mas lalu di share di youtube makin mantep biar jadi topik d tvone. hehe, salam

dwita hastanti said...

KTKLN , melindungi atau memeras Tenaga Kerja Indonesia ?