Wednesday, October 19, 2011

Document Requirement for Offshore Engineer Who Work Abroad



Punya impian bekerja sebagai Oil and Gas Engineer di Lepas Pantai ? Ingin merasakan pengalaman terombang ambing di tengah-tengah samudra dan hantaman badai Typhoon ? Jika kamu tertarik, maka artikel ini bisa menjadi salah satu informasi untuk melangkah lebih dekat dalam menggapai impianmu.

Suatu hari adik angkatan yang mendaftar Kerja Praktek di Kantor tempat saya bekerja mendatangi saya dan berkata, “Mas , saya ingin sekali bisa diberangkatkan ke Offshore.” saya mendukung penuh semangatnya supaya bisa dikirimkan ke lapangan tepatnya di offshore. Namun ternyata mereka belum beruntung memiliki kesempatan terjun langsung ke offshore dikarenakan terbentur dalam hal persyaratan dokumen, sehingga mereka hanya diberi kesempatan melakukan prosesing data offshore di kantor.

Ya, untuk setiap orang yang ingin bekerja di offshore,mereka harus memiliki dokumen dokumen ber- standar Internasional yang wajib dipenuhi. Namun jika pada saat Kerja Praktek , kamu belum beruntung untuk pergi ke offshore, jangan dulu kecewa . Karena paling tidak kamu sudah bisa menambah daftar CV pengalaman KP bekerja di perusahaan Oil n gas, dan kemungkinan besar menjadi pertimbangan ketika melamar kerja di perusahaan Offshore.

Dokumen-dokumen yang harus dimiliki oleh setiap Offshore Engineer who work abroad :

A. Dokumen Wajib :


1. Passport
2. Seaman Book ( Buku Pelaut )
3. BOSIET dan HUET
4. OGUK MCU / UKOAA MCU
5. KTKLN ( Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri )

B. Dokumen Optional :

1. Personal Pasport
• Vaksinasi Yellow Favor
• Hepatitis A,Hepatitis B
• Tipoid
• Tetanus
• Polio
2. Diving Certificate

Berikut ini akan saya sampaikan penjelasan secara lebih lengkap mengenai dokumen offshore engineer yang bekerja di Luar Negeri :
1. PASSPORT



Pasport merupakan salah satu dokumen wajib yang harus dimiliki. Mengapa? Karena wilayah laut merupakan suatu wilayah yang tidak memiliki dinding pembatas. Jika suatu hari nanti kamu bekerja di Offshore, biasanya kapal beroperasi tidak hanya di Indonesia, namun bisa ke Malaysia, India, Philiphine,dll. Sehingga keberadaan pasport memegang peranan penting supaya kamu tidak dianggap imigran gelap.

Syarat syarat membuat Pasport :
• Akte Kelahiran
• Kartu Keluarga
• Ijasah Terakhir
• Surat Rekomendasi kantor
• Kartu Tanda Mahasiswa dan KTP

Tempat Pembuatan : Kantor Imigrasi Terdekat

Info: http://dennipasca.blogspot.com/2010/07/backpacker-to-abroad-first-tips-get.html

2. SEAMAN BOOK ( Buku Pelaut )



Buku pelaut merupakan dokumen yang berisi informasi mengenai catatan kesehatan, daftar log pelayaran, dan kode pelaut. Setiap kali berlayar, kapten akan memberikan nilai seputar keahlian dan tingkah laku kepada setiap Kru kapal dan menandatangani daftar log pelayaran.

Syarat syarat membuat SEAMAN BOOK :
• Fotokopi KTP
• Ijasah terakhir
• Foto 4x6 2 lembar ( Latar belakang Biru )

Tempat Pembuatan : Pelabuhan Tanjung Priok

NB : Sewaktu saya membuat seaman book, segala prosedur sudah diurus oleh kantor. Bahkan ijasah terakhir yang saya berikan hanyalah ijasah SMA supaya birokrasinya lebih mudah.:)

Fungsi lainnya dari Seaman Book, ketika perusahaan membeli tiket pesawat menggunakan harga Seaman Fare, maka harga tiket yang dibayarkan menjadi lebih murah ( diskon 50%). Sehingga kru kapal wajib membawa seaman Book pada saat check in di bandara.


3. BOSIET dan HUET




BOSIET merupakan singkatan dari Basic Offshore Safety Induction and Emergency Training, sedangkan HUET singkatan dari Helicopter Escape Training. Lalu mungkin anda bertanya,”Trus apa kegunaan dari BOSIET dan HUET ?”

BOSIET sangat berguna ketika terjadi emergency di kapal. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa pekerjaan offshore termasuk jenis pekerjaan High Risk. Salah satu resikonya adalah Kapal tenggelam, Kapal mengalami kebakaran,dll. Sehingga setiap offshore Engineer harus memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat di kapal yang disimulasikan dalam Training BOSIET.

HUET sangat berguna ketika kita akan menuju ke lokasi offshore seperti Platform, Rig, maupun Kapal Survey dari pelabuhan dengan menggunakan Helicopter. Mengapa digunakan Helicopter ? Jawaban nya supaya dapat menghemat waktu. Bayakngkan jika Platform berada ditengah tengah samudra dan Personil diangkut menggunakan Kapal Crew Boat. Pertanyaan nya,”Berapa hari sampainya?”

Syarat syarat membuat BOSIET dan HUET :
• Mengikuti Training Course BOSIET dan HUET di tempat resmi. ( 3-5 hari )

Tempat Pembuatan :
• Standar Nasional = Kolam renang Marinir Cilandak , Jakarta Selatan
• Standar Internasional = Samson Tiara (Serang, Banten )

Info: http://dennipasca.blogspot.com/2011/07/story-to-get-international-offshore.html

4. OGUK MCU / UKOAA MCU



OGUK MCU merupakan singkatan dari Oil and Gas United Kingdom Medical Check Up, setiap Engineer yang ingin bekerja di offshore harus memenuhi tes kesehatan sesuai standart yang telah ditetapkan oleh lembaga Oil and gas UK.

Tes OGUK MCU meliputi Tes mata, Tes Pendengaran, Tes Buta warna, Tes Fisik, Tes Urine , Tes Darah, Tes rekam Jantung, Tes paru Paru. Dalam tes ini hal terpenting yang menjadi fokus dokter bahwa setiap engineer harus bebas dari Narkotika dan virus HIV-AIDS yang dapat dideteksi dari Urine dan Darah.

Suatu hari saya pernah mengalami kejadian nyata, tepat 1 hari sebelum kami join ke dalam kapal, setiap personil diwajibkan tes kesehatan sesuai standart OGUK. Setelah tes yang berlangsung kurang lebih 4 jam, ternyata ada salah satu personil yang tidak lolos tes kesehatan dikarenakan ada kadar obat-obatan di dalam darah yang melebihi batas normal. Ingin tahu apa yang terjadi ? Ya, orang tersebut dipulangkan ke negaranya hanya karena ia tidak bisa menjaga kesehatan nya.

Oleh karena itu, hampir semua personil offshore sangat care dalam menjaga kesehatan badan nya dikarenakan setiap dua tahun sekali kami harus mengikuti tes kesehatan OGUK MCU.Saya amati sendiri, ketika berada di atas kapal,setiap hari kami selalu meluangkan waktu 1 jam untuk fitness di ruang Gym, kemudian konsumsi makanan pun tidak asal asalan karena kami selalu makan dengan campuran yang tepat antara buah buahan dan sayuran.

Tempat Pembuatan :
• Rumah sakit SOS International , Jakarta
• Shaw Centre , Orchad Road , Singapore

5. KTKLN ( Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri )



Last Trip, kami berlima sudah berada di Bandara Soekarno hatta dan berjalan menuju counter Malaysia Airlines untuk check in. Namun ada hal yang cukup mengherankan, bagasi kita berlima baru akan diproses setelah kami memiliki KTKLN. “Lho kok gitu bu, Sebelumnya kita gag usah pakai KTKLN juga gag apa apa. Kenapa sekarang harus pake?” Penjaga loket tersebut menjawab ,”Sekarang sudah ada peraturan baru dari pemerintah , Kepada setiap warga negara Indonesia yang akan berangkat keluar negeri untuk urusan pekerjaan, wajib memiliki KTKLN. Mengurusnya mudah , Bapak tinggal pergi ke ujung terminal 2, disana ada tempat untuk membuat KTKLN.”

Saya hanya berfikir,”Sepertinya pemerintah Indonesia semakin cerdik untuk menambah pendapatan nya, terkadang justru terkesan ditambah-tambah hal yang kurang masuk akal. Dulu ada Kebijakan Fiskal, kemudian ada NPWP,.. sekarang ada KTKLN. Gag tahu tahun depan ada kebijakan baru apa lagi .. Tanya kenapa ??”

Setelah sampai di loket KTKLN, saya melihat ada ibu2 TKI yang diwajibkan membayar 180 ribu untuk mendapatkan KTKLN dengan masa berlaku 1 tahun. “Whatt..!!!” Awalnya saya sedikit kaget, namun setelah saya mendaftarkan di loket tersebut, ternyata untuk pekerja non TKI, tidak diberlakukan pungutan biaya, Namun kita harus menunggu sekitar 30 untuk mendapatkan KTKLN.

Tips: Kalau anda pekerja yang akan berangkat keluar negeri dan belum memiliki KTKLN, paling tidak anda harus sudah sampai di bandara 2 jam sebelum jadwal keberangkatan, karena untuk mengurus KTKLN bisa memakan waktu 30 menit sampai 1 jam. So, Persiapkan waktu kedatangan di bandara lebih awal supaya tidak ketinggalan pesawat.

Syarat syarat membuat KTKLN :
• Pasport

Tempat Pembuatan :
• Bandara Udara Internasional Soekarno Hatta

6. Personal Passport ( Optional )



Buku Personal Passport biasanya dapat diambil di departemen HSE. Di dalam buku Personal Passport terdapat daftar Vaksinasi yang sudah kita lakukan diantaranya Vaksinasi Yellow Favor, Hepatitis A dan B, Tipoid, Tetanus, dan Polio.

Saya sendiri sudah memiliki buku passport ini, namun di dalam nya masih bersih tanpa ada satu coretanpun.hehe. Berdasarkan informasi, untuk Vaksinasi Yellow Favor dapat dilakukan di Bandara soekarno hatta. Namun Buku Vaksinasi ini bersifat optional ( pilihan ) dan tidak wajib dimiliki oleh setiap Offshore Engineer.

Tempat Pembuatan :
• Vaksinasi Yellow favor : Bandara Udara Internasional Soekarno Hatta

7. Diving Certificate ( Optional )



Sebenarnya Sertifikat menyelam tidak wajib dimiliki oleh pelaut, namun tidak ada salahnya jika anda memilikinya , karena ketika anda mengikuti kursus menyelam yang diadakan selama 3 hari, anda akan mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dasar seputar dunia selam diantaranya :
• Setiap kedalaman 10 meter, tekanan bertambah 1 atm
• Setiap penyelaman di kedalaman lebih dari 10 meter, Sebelum naik ke permukaan laut, kita harus melakukan safety stop di 3-5 meter selama 3 menit untuk mencegah dekompresi.
• Antara jadwal selam dengan jadwal terbang dengan pesawat udara, harus ada selang waktu minimal 12 jam.
• Dll.
Di Indonesia ada banyak lembaga yang menawarkan jasa kursus selam yaitu PADDI , CMAS, dll yang berapa dibawah naungan POSSI ( Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia ).
Syarat syarat membuat Kartu Selam :
• Pasfoto 3x4 2 lembar
• Mengikuti kursus selama 3 hari dan lulus ujian praktek serta teori.
Tempat Pembuatan :
• Bunaken, Bali, Raja Ampat, Kep.Seribu.

Saya memiliki cerita menarik, suatu hari ada teman saya bertanya,”Kenapa sih kalau Perusahaan Oil and gas Asing itu hanya menerima yang sudah Experience minimal 3-5 tahun ? Padahal saya berani diadu tes kemampuan dan saya yakin bahwa kemampuan saya gag kalah dengan engineer2 yang sekarang sudah bekerja di offshore.”

Kemudian saya menjawabnya,”Sebenarnya salah satu pertimbangan perusahaan Asing menerima yang sudah experience 3-5 tahun bukan berarti mereka meremehkan kemampuan Fresh Graduate. Akan tetapi lebih dikarenakan persyaratan dokumen. Ya, Banyak perusahaan asing yang tidak mau repot2 mentraining orang dan mengurusi dokumen dokumen mulai dari awal, Mereka maunya yang sudah Produk Jadi”

Lalu teman saya kembali bertanya,”Lalu bagaimana nasib kita yang masih Fresh Graduate ?”

Saya kembali menjawab,”Segala sesuatu itu bukan dimulai dari hal hal besar, semuanya dimulai dari hal-hal yang kecil. Saya memiliki teman orang Philiphine yang menceritakan pengalaman ketika pertama kali ia lulus dari kuliah, Ia diterima di perusahaan kecil dan diberangkatkan ke North Sea dengan gaji hanya 500 Dollar sebulan dengan Temperature Udara yang menusuk sampai ke tulang dan lingkungan pekerjaan High Risk. Namun setelah ia memiliki pengalaman lebih dari 3 tahun, banyak perusahaan asing menawarinya pekerjaan, dan ia saat ini, ia mengatakan dengan senyum lebar bahwa gajinya hampir 10 kali lipat dari gajinya ketika pertama kali bekerja.”
Saya kembali mengatakan,”Saat ini banyak orang setelah cukup pengalaman keluar dari perusahaan nasional yang telah membesarkan nya dan pindah ke perusahaan asing dengan harapan bisa menjadi orang yang kaya dan bisa membeli segala nya. Namun coba lihat ke orang orang tersebut setelah masuk di perusahaan Asing, Apakah ia merasa puas dan segala kebutuhan nya terpenuhi? Jawaban nya bahwa hampir sebagian besar mereka belum merasa puas.

Banyak fakta menunjukkan bahwa “Semakin besar sallarynya, kebanyakan justru semakin banyak membeli dan semakin menumpuk utang. Bahkan ada yang mengatakan Semakin tebal kantong seseorang, yang ada justru godaan yang semakin besar. Karena itu cerdaslah dalam mengelola keuangan, dan jangan sampai pengeluaranmu lebih besar dari pemasukan.”

Sesaat kemudian teman saya tersenyum dan mengatakan terima kasih atas share pengalaman nya.

Sekian dari saya, semoga Informasi ini bisa bermanfaat untuk siapa saja yang membacanya. :)

Best Regards,
Denni Pascasakti
18 Oktober 2011 Pk 23.15
www.dennipasca.blogspot.com

12 comments:

Restu Adjie P. said...

Wah sangat bermanfaat sekali sharingnya mas:)
Mau tanya mas, kalo dari background elektro/elins gt apakah bisa kerja di offshore?
Kalo bisa, kerjanya ngapain ya?
Makasih mas..

dennipascasakti said...

@Restu : Hi Restu, salam kenal juga. Kalau dari background elektro, ada kesempatan untuk bekerja di offshore seismic, di departemen observer. Kerjanya mengurusi kabel streamer , perekaman data, dll.
Semoga membantu ya.

Anonymous said...

Pak sangat bermanfaat sekali sharingnya
Sy mau tanya kalo dr bacground sma pengalaman ex kapal tanker , bulk carier,cargo jabatan jurumudi / deck . Untuk kerja di offshore apakah bisa ? Mohon penjelasannya ,
Kalo bisa kerja sy sebagai apa?
Trimakasih by Ricky

Anonymous said...

kalau misal buta warna parsial dari hasil MCU, bisa gak pak untuk mengikuti training T-bosiet?

Terima kasih

Transafe - Safety Training Indonesia said...

Makasih mas deni sharingnya

salam kenal

LT
www.transafeindonesia.com

dewa Adi said...

pak berapa biaya untuk semua document nya di luar passport, seaman book dan yellow veper ? untuk BOSIET dan HUET saja pak mohon infonya ?

devi meitia said...

Salam kenal kak, saya mau nanya tentang Kerja Praktek (KP) diperusahaan sekarang kakak bekerja dong. Apakah setiap tahun dibuka KP apa tidak kak? mohon infonya ya kak karena tahun depan saya melaksanakan KP dan tepatnya ingin di oil and gas. Terimakasih 😁

Unknown said...

Assalamualaikum pak saya mau tanya, ada lembaga yg menyalurkan kerja bidang migas ke australia nama agencynya vofa, itu benar ga pak?

Don Uzman said...

Assalamualaikum pak saya mau tanya, ada lembaga yg menyalurkan kerja bidang migas ke australia nama agencynya vofa, itu benar ga pak?

sarjono sarjono said...

Saya lulusan stm jurusan mekanik teknik...saya dah ada bst,sb,busiet.bisakah saya kerja di offshore?dibidang mana itu?

brahim said...

Wah sangat bermanfaat sharenya oh ya saya mau tanya saya punya skill sbgi crane operator apa apa saja yang perlu saya siapkan apa bila saya. Ingin bekerja di offshore terimakasih

Ega Pandu said...

terima kasih informasinya mas.
saya baru lulus D3 pelayaran tapi saya background di tata laksana pelabuhan. untuk peluang di offshore di posisi apa ya mas?