Saturday, July 03, 2010

Tahun 2014, Lalu lintas Jakarta “Tidak Bergerak”



Debu, polusi, macet, suara klakson dan puluhan ribu mobil dan motor jadi satu dalam satu ruas jalan.Itulah gambaran yang saya rasakan sehari hari ketika akan berangkat ke kantor maupun pulang ke rumah. Ya, Jakarta semakin hari semakin macet, dan tidak ada solusi nyata dari pemerintah akan kemacetan ini.

Berdasarkan data resmi dari pemerintah, tahun 2010 , di propinsi DKI Jakarta terdapat 5,6 juta kendaraan yang terdiri atas 70% motor, 27% Mobil Pribadi, dan 3 % angkutan Umum. Apakah anda melihat ada keganjilan dari data tersebut? Coba kita amati, Mobil Pribadi sebanyak 27% sedangkan angkutan Umum hanya 3%.. Aneh bukan? Berarti perbandingan nya 9:1. Padahal seharusnya jumlah angkutan umum yang lebih banyak ketimbang kendaraan pribadi. Selain itu data dari UPT pajak Kendaraan, setiap harinya di Jakarta terjadi penambahan 300 kendaraan! Hebat kan? Jelas saja Perusahaan seperti YAMAHA sampai mendatangkan bintangnya Valentino Rossi ke Indonesia, karena permintaan masyarakat Indonesia sangat tinggi akan kendaraan Bermotor.

Mengapa ini bisa Terjadi? Jika coba saya analisis, saat ini mudah sekali bagi setiap orang untuk bisa memiliki kendaraan pribadi.Hal pertama karena adanya sistem kredit kendaraan dengan uang muka yang rendah, setiap orang sudah bisa memiliki kendaraan. Sehingga masyarakat menjadi konsumtif. COba saja kita lihat sekarang, Satu keluarga bisa2 memiliki 2 mobil dan 6 motor, padahal jumlah orang di keluarga tersebut hanya 3 orang.. Hal Kedua adalah Sarana angkutan umum yang masih belum memadai dimana jumlah bus way masih terlalu sedikit , Bahkan banyak sekali dijumpai pelecehan seksual di dalam busway oleh orang2 tidak bertanggung jawab.

Langkah dari Pemerintah sampai saat ini
Memang pemerintah sebenarnya sudah melakukan beberapa hal, namun masih terkesan belum cukup signifikan untuk mengurangi penambahan jumlah mobil dan motor, coba saja kita lihat:
1. Busway
Menurut saya dengan adanya busway, lalu lintas semakin tambah padat merayap, karena satu sisi jalan diambil oleh jalur bus way, padahal jumlah kendaraan tidak berkurang sama sekali.
2. Jalur 3 in 1
Dengan adanya sistim 3 in 1, Jalan tetap saja macet, kenapa? Karena orang2 berduit besar tinggal mengangkut 2 orang joki 3 In 1 yang biasanya mangkal di setiap pintu masuk jalur ini, So, Jumlah mobil tetap saja tidak berkurang.
3. Rencana Monorail :
Sampai saat ini Kelanjutan proyek monorail tidak ada kejelasan, bahkan beberapa pondasi monorail yang sudah sempat dibangun justru merusak keindahan kota, karena terbengkalai begitu saja.
4. Pembatasan Umur Kendaraan :
Sepertinya langkah ini hanya wacana yang tidak pernah ada wujud nyatanya.

Solusi Kemacetan di Jakarta
Jika Jakarta terus menerus bertambah padat seperti kondisi saat ini, maka diperkirakan oleh pakar transportasi bahwa pada tahun 2014 , lalu lintas di Jakarta akan Macet Total dan Tidak bergerak. Karena itu dibutuhkan langkah tegas dari pemerintah yang harus segera diwujudkan dalam bentuk nyata.

Menurut analisis pribadi, Terdapat beberapa solusi:
1. Dibuat Peraturan yang berisi pembatasan Jumlah Kendaraan dalam 1 Keluarga.
Jika saya melihat di Negara China, Kondisi Negara mereka adalah Terlalu banyak Jumlah Populasi Manusia, lalu pejabat china menetapkan peraturan bahwa setiap keluarga hanya boleh memiliki maksimal 2 anak. Lalu bagaimana jika 3 anak? Maka Kepala keluarga akan dijadikan sebagai tahanan negara dan mendekam di Penjara.
Hal ini bisa juga ditetapkan Khusus di Jakarta dan Sekitarnya, misalkan 1 keluarga maksimal hanya boleh memiliki 1 mobil dan 2 motor, Jika lebih dari itu akan disita Negara atau mendapat sangsi yang tegas.

2. Menetapkan Pajak kendaraan lebih Tinggi.
Jika bercermin terhadap Negara lain sebagai contoh adalah Jepang, Negara mereka pajak kendaraan nya bisa 10 kali lipat. Sehingga masyarakatnya lebih senang naik sepeda ketimbang naik mobil ataupun motor. Sedangkan jika kita lihat di Indonesia, Pajak kendaraan satu tahun nya hanya 150rb.. Jelas saja 1 keluarga bisa memiliki 3 motor bahkan lebih, karena pajak kendaraan bermotor masih lebih rendah disbanding Negara lain.

Jakarta…oh…Jakarta… Mengapa engkau semakin Ruwet dari Hari ke hari, Semoga Pemerintah bisa mengambil kebijakan yang terbaik, sehingga ada langkah konkrit untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Sehingga setiap orang setiap harinya bisa pergi ke Kantor dengan perasaan yang tenang, tanpa dibayang bayangi lagi2 oleh macet, polusi, klakson, dan emosi sepanjang perjalanan.

Salam Hangat
Denni Pascasakti

No comments: