Jumat, April 09, 2010

Syarat untuk bekerja di Platform Rig Offshore



Beberapa hari lalu, manager saya dari geodata Marine memanggil saya keruangan nya. Beliau berkata,” Denni, kamu akan saya kirim ke Proyek TOTAL Indonesie di Perairan Balikpapan.Disana kamu akan bekerja menggunakan GPS Trimble R7 untuk mengukur posisi differensial dari Platform Rig offshore. Kamu siap kan Den?” Pertama saya agak kaget, karena selain saya masih fresh graduate, saya juga belum pernah melihat platform Rig yang ada di perairan lepas pantai. Namun saya teringat bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali. Karena itu saya menjawab,” baik pak. Saya Siap!” Lalu Beliau berkata,”Namun ada banyak syarat yang harus kamu lewati, dan kamu harus lolos dulu semua syarat itu baru bisa diberangkatkan ke lokasi proyek”

Lalu anda pasti bertanya,” Apa saja syarat-syarat yang diperlukan untuk bisa bekerja di Offshore?” Berikut ini saya sampaikan syarat – syarat standar yang ditetapkan di platform Rig milik semua perusahaan migas baik nasional maupun asing yaitu :

1.Seleksi Curicullum Vitae dan Wawancara Teknis:
Pertama-tama, saya mengirimkan daftar CV saya melalui email ke TOTAL dan dilakukan wawancara teknis singkat mengenai pengetahuan di bidang konsep GPS dan cara penggunaan alat-alat GPS. Setelah menunggu jawaban selama 2 hari, Akhirnya CV saya diterima oleh TOTAL.

2.Medical Check Up (MCU) dan Alkohol Test :
Pada tahap ini dilakukan pengecekan kesehatan secara menyeluruh meliputi tes jantung, paru paru, telinga, mata, darah, urine,tekanan darah,dll. Pokoknya lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki.. Serta dilakukan alcohol tes, so buat yang suka mabok, ditunda dulu y.;)

3.Memiliki Sertifikat standar untuk bekerja di offshore.Basic Fire Fighting
Semua engineering yang akan diberangkatkan ke offshore, wajib memiliki minimum 3 sertifikat dari 4 sertifikat standar. Biaya dari masing2x sertifikat apabila ditanggung oleh perorangan cukup besar, karena harganya bisa mencapai 4 juta rupiah untuk 1 sertifikat saja. Namun biasanya, biaya akan ditanggung oleh perusahaan tempat anda bekerja
Training untuk mendapatkan 1 sertifikat dilakukan seharian penuh mulai dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore yang terdiri atas teori dan praktikum serta di akhir dilakukan post test dimana hasil score harus diatas standar yang telah ditetapkan. Saat ini, saya sudah memiliki 3 sertifikat standar untuk dapat bekerja di offshore.

Sertifikat Standar itu meliputi:

a.Basic Fire Fighting :
Training ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai berbagai macam “Alat Pemadaman Api Ringan” (APAR), bagaimana cara menggunakan APAR, dan bagaimana peletakan APAR yang benar sebelum dan sesudah penggunaan. Sehingga apabila terjadi kebakaran, setiap engineering dapat memadamkan api dengan sigap dan cepat.




b.CPR and First Aid :
Training ini bertujuan untuk menyelamatkan rekan engineering di platform apabila terjadi kecelakaan dan mengalami pendarahan meliputi teknik pembalutan, pengotongan menggunakan tandu, bahkan kita juga harus mengetahui teknik melakukan pernapasan buatan dan teknik memompa jantung dengan cara menekan dada rekan kita yang detak jantungnya sudah tidak bergerak dengan perbandingan 2X(nafas buatan) : 30X(tekan dada).



c.Sea Survival ( SST ):
Training ini dilakukan agar setiap peserta memiliki kemampuan bertahan hidup bila terjadi kecelakaan/ tenggelamnya kapal di laut terbuka yang meliputi : cara pemakaian pelampung, cara melompat dari kapal ke laut yang benar, cara naik ke sekoci yang benar, dan bagaimana mempertahankan diri dari serangan predator seperti ikan hiu, dll. Pada training ini, diharapkan bahwa setiap peserta sebelumnya sudah memiliki kemampuan basic dalam berenang.



d.Helicopter Escape ( HUET ) :
Training ini dilakukan agar setiap peserta memiliki ketrampilan bertahan hidup dan menyelamatkan diri apabila terjadi kecelakaan pada helicopter yang akan mendarat darurat baik di darat maupun di laut. Training ini meliputi : posisi yang benar pada saat terjadi benturan di helicopter, teknik menyelam ke permukaan laut, cara mengembangkan life jacket di dalam laut, praktek menyelamatkan diri di air menggunakan simulasi helicopter,dll.



Untuk semua sertifikat di atas hanya berlaku selama 3 tahun, setelah itu setiap engineering wajib mengikuti training kembali untuk memperpanjang masa berlaku sertifikat.

Telah saya sampaikan semua syarat untuk bekerja di Platform rig Offshore(laut), apabila bekerja di rig OnSHore( darat ) maka engineering cukup memiliki sertifikat “Basic Fire Fighting” dan “CPR and First Aid”. Sedangkan apabila bekerja di rig OFFSHore( laut ) maka engineering wajib memiliki minimum 3 sertifikat standar. Untuk Sertifikat “Helicopter Escape”, wajib dimiliki apabila transportasi yang digunakan dari pelabuhan ke platform Rig menggunakan helicopter.

Sekian penjelasan dari saya, semoga dapat bermanfaat bagi rekan rekan Geodesi sekalian.

Salam Hangat
Denni Pascasakti

15 komentar:

nano mengatakan...

terima kasih infonya...

saya mahasiswa teknik mesin smt 8 uns solo, saya minat banget kerja di offshore...

keep sharing ya bro.... :)

Neefia mengatakan...

Pak, saya mau tanya. Peletakan APAR yang digantung yang benar jaraknya seberapa tinggi dari lantai?
karena kalau saya coba ukur jarak <= 1.25 m bagian atas APAR ke lantai terlalu tinggi.

dennipascasakti mengatakan...

@nano: Terima kasih juga nano sudah membaca blog saya. Semoga anda bisa bekerja di offshore nantinya..Sukses selalu.

@Neefia : kalau menurut aturan dari HSE,, APAR diletakkan 120cm diatas permukaan lantai. Hal ini bertujuan agar APAR tetap dalam kondisi baik dimana foam tidak menggumpal di dasar APAR

Indosafe Batam mengatakan...

Menarik Infonya pak

SAlam kenal
LQ

Anonim mengatakan...

mas deni saya mahasiswa teknik geodesi geomatika pengen masuk off shore total, kira-kira apa saja yang saya harus persiapkan untuk mendapatkan impian saya itu.makasih

dennipasca mengatakan...

@indosafe batam : Matur nuhun sudah menyempatkan membaca artikel saya

@anonim : Yang perlu dipersiapkan adalah belajar yang tekun supaya IPK min diatas 3 dan meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris..

gabriella mengatakan...

mas, saya gaby, mahasiswa geodesi juga.. saya mau tanya, bener ga sih, kalo cewe susah banget buat dikirim offshore? saya minat di bidang ini, tapi agak takut juga mesti berbulan-bulan di laut kalo ga ada temen cewe juga.. makasih

dennipascasakti mengatakan...

@Gaby : Hi Gaby, salam kenal. Cewe di offshore juga ada koq. Biasanya di bagian processing atau navigator. Dan mengenai waktu kerja di offshore saat ini, sudah ditetapkan untuk di seismik yaitu 5 minggu ON dan 5 minggu OFF. Jadi jangan takut ya kerja di seismik, tidak seperti yang dibayangkan banyak orang koq..

salam,
Denni pascasakti

Transafe - SAfety Training Indonesia mengatakan...

Yesss,

ini standar training2 untuk ke offshore ya pak?

terima kasih informasinya

salam,

LT

Anonim mengatakan...

Ketiga sertifikat itu saya punya...ada persamaan sertifikasi antara pelaut dan rigger...setelah saya baca..ternyata sertifikasi di platform tak serumit sertifikasi pelaut..yang paling penting adalah IPK diatas 3

@budi_santoso_12 mengatakan...

Saya budi bang,kerja di salah satu perusahaan kapal niaga di indonesia! cuma mau tanya! Semua sertivicate itu ngambilnya dimana?

Icet Candra mengatakan...

terima kasih mas infonya,.saya mau nanya mas,,nama saya candra saya hanya tamatan SMK teknik mesin,Tapi saya punya pengalaman kerja jadi mekanik sepeda motor dibengkel resmi dan mempunyai banyak sertifikat pelatihan,apakah saya bisa gak bekerja di perusahaan ofshore jadi mekanik mesin? sekian terima kasih.

Febriyatno Tribrata mengatakan...

apakah lulusan SMA seperti saya dapat mengikuti training tersebut dan dapat bekerja di offshore/onshore??

Febriyatno Tribrata mengatakan...

apakah lulusan SMA seperti saya dapat mengikuti training tersebut dan dapat bekerja di offshore/onshore??

eko supriatno mengatakan...

Apakah lulusan SLTA juga bisa bekerja offshore/onshore?? Mohon apa saja pak sayarat nya...dan saya harus sekolah di mana untuk mendapatkan sertipakat tersebut..trimaksh pak