Skip to main content

Rumahku Digusur,,ditanggapi Positif atau Negatifkah??

DI sela sela kejenuhan menunggu pengumuman tahap akhir yang cukup mendebarkan antara PT elnusa dan PT pama persada, pagi ini aq mencoba mencari-cari info mengenai proses pembangunan jalan Tol lingkar luar jakarta yang gosipnya akan melewati wilayah Serpong – Kunciran – sampai Bandara udara Sukarno Hatta pada awal tahun 2010 ini, katanya sih dikarenakan terbatasnya akses untuk masuk ke bandara internasional terbesar di Indonesia itu. Nah yang membuatku bertanya tanya,” Apakah benar jalur tol ini melewati perumahan Kunciran, yang notabene merupakan tempat tinggal ku sejak aq berumur 3 tahun??”

Sambil menikmati secangkir susu murni segar di pagi hari, aqpun segera mencari gambar perencanaan Tol Kunciran – Sukarno Hatta dengan bertanya kepada Mbah Google.Setelah proses pencarian gambar selama 10 menit, akhirnya aq menemukan gambar perencanaan Tol yang telah dibuat oleh Badan Perencanaan Daerah Kota Tangerang. Berbekal gambar itu, aq memanfaatkan software Google Earth yang merupakan software gambar permukaan bumi yang diambil dari wahana satelit dengan tingkat ketelitian gambar yang cukup tinggi, sehingga melalui image tersebut, mobil yang sedang parkirpun bisa kita lihat. Nah dengan menggunakan google Earth, aq langsung menuju ke perumahan saya di daerah Kunciran, Tangerang. Saya bisa melihat atap rumah saya disana dan menandai rumah ku dengan icon rumah berwarna hijau. Kemudian dengan pengetahuan geodesi sederhana, gambar perencanaan Tol dari Bapeda Tangerang saya gabungkan dengan citra yang terdapat di Google Earth menggunakan nilai koordinat Lintang dan Bujur berdasarkan panduan nilai pada grid tegak lurus.
Ternyata hasilnya bagus sekali, Rumahku yang sudah aq tempati sejak umur 3 tahun, tepat berada ditengah tengah jalan tol.wow kereenn..!! hahaha ,mau lihat gambarnya, lihat saja di bawah ini:



Setelah melihat hal tersebut,aq langsung membicarakan hal ini dengan kedua orangtua yang ternyata sudah mengetahui hal ini sejak 3 bulan yang lalu. Namun sepertinya orang tuaku terlihat tenang sekali mengetahui kabar rumahnya akan digusur. Kemudian aq bertanya,” Pa , mengetahui rumah ini mau digusur kok tenang tenang aja sih?” Kemudian orang tuaku berkata,”Tenang saja Den, Rumah ini kan udah ada sertifikat hak milik nya dan ada keterangan luasnya. Jadi kalo mau digusur ya silahkan, tapi ganti rugi sesuai dengan luas pada sertifikat ini, lah orang orang di TV yang pada rusuh itu kan karena gag punya sertifikat. Papa malah nantinya berencana mau beli rumah di Jogja, sambil buka bisnis disana”

wah wah..wah,,, ternyata orangtuaku memang sudah agak jenuh to dengan suasana di Ibukota, sepertinya akan lebih nyaman menikmati hari tua di Jogjakarta yang nyaman.. bagus deh, jadi kalo suatu hari nanti aq menjenguk orangtuaku di Jogja, bisa sambil sekalian kumpul dengan teman teman di Jogjakarta..Dari pernyataan orangtua saya, saya jadi teringat sesuatu hal yang berhubungan dengan skripsiku bahwa ternyata sampai dengan tahun 2010, baru 45% bidang tanah yang terdapat sertifikat tanahnya di seluruh Indonesia,Jadi masih ada 55% bidang tanah yang TIDAK ADA sertifikat tanahnya dan rawan terjadinya konflik dan sengketa tanah.So, kalo rumah kamu belum ada sertifikatnya,mendingan cepet cepet buat deh. Jadi kalo ada penggusuran, gag terus berbuat anarkis seperti yang kita lihat akhir2 ini di Televisi.

Salam Hangat
Denni Pascasakti

Comments

Perumahan Solo said…
Semoga pemerintah peduli pada nasib rakyat kecil dan memberikan ganti kompensasi yang layak pada warga yang rumahnya digusur.

Popular posts from this blog

Prosedur Buku Pelaut Panama

  Saya ingin membuat buku pelaut Panama karena adanya kemudahan akses ketika bekerja di beberapa negara sebagai Seaman. Awalnya cukup sulit untuk menemukan informasi di Internet mengenai prosedur pembuatan buku Pelaut Panama di Indonesia. Namun saya segera mencari tahu dan mencobanya sendiri, hanya dalam waktu 3-4 hari kerja, setelah semua syarat dokumen lengkap dan dilakukan pembayaran, saya sudah bisa mendapatkan buku pelaut Panama di Rumah. Berikut ini saya sampaikan beberapa point-point penting mengenai prosedur pembuatan Buku Pelaut Panama : 1.      Dimana membuat buku pelaut Panama? Buku pelaut Panama dibuat di Consulate General of Panama di Jakarta yang berada di World Trade Center Lt.13, Jalan Jend. Sudirman, Karet-Kuningan. Namun karena keterbatasan waktu, saya menggunakan jasa Agent. 2.      Apa saja persyaratan buku pelaut Panama? a.      Surat permohonan dari perusahaan b.     ...

Cerita dan Tips dibalik Pama Persada dan Elnusa

Akhirnya setelah 2 bulan penuh bekerja sebagai bapak rumah tangga, tepat tanggal 13 February 2010 ,aq mendapatkan pekerjaan di PT Elnusa Tbk dan PT Pama Persada menempati posisi MT – Engineering ( kata orang2 sih posisi ini adalah cara cepet untuk masuk ke tingkat managerial) yang pada akhirnya saya memilih bekerja di PT Elnusa Tbk.Saya hanya ingin berbagi cerita dan pengalaman selama mengikuti tahapan tes yang super panjang,membosankan dan sampai berbulan bulan.Ketika itu, saya hanya bisa harap harap cemas dan berdoa menanti setiap panggilan telepon lolos dari satu tahap ke tahap berikutnya. Perjalanan di PT Pama Persada Nusantara (http://www.pamapersada.com/) Semua bermula di awal bulan Desember 2009 ketika aq melihat pengumuman di website akan ada Job fair di UNPAD bandung , yang salah satu diantara perusahaan nya adalah PT Pama Persada Nusantara. Perusahaan ini adalah Kontraktor pertambangan terbesar di Asia yang merupakan anak perusahaan dari PT Astra Internasional. Kemudian tan...

Basic Safety Training (BST) untuk Permohonan Buku Pelaut

Melalui artikel ini, saya ingin membahas mengenai proses BST mulai dari pendaftaran, training, sampai dengan pengambilan sertifikat. Mengapa saya memerlukan sertifikat ini? Alasannya karena saya ingin membuat Buku pelaut di Kantor Syahbandar terdekat, dan BST sebagai salah satu syarat wajib untuk pembuatan buku pelaut. Saya sudah pernah mengambil training BST yang diberikan oleh perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya, hanya saja sertifikat tersebut tidak bisa digunakan karena training yang saya ikuti hanya 3 hari, padahal untuk training BST yang sesuai standar STCW adalah 8 - 9 hari. Oleh karena itu, saya harus kembali mengikuti training BST sesuai standar STCW, sehingga sertifikatnya nanti bisa saya gunakan sebagai syarat pembuatan buku pelaut. Dimana tempat training BST di Jakarta dan sekitarnya ? 1.        Bina Sena Website               = http://binasena.com Biaya ...