Thursday, January 28, 2010

Rumahku Digusur,,ditanggapi Positif atau Negatifkah??

DI sela sela kejenuhan menunggu pengumuman tahap akhir yang cukup mendebarkan antara PT elnusa dan PT pama persada, pagi ini aq mencoba mencari-cari info mengenai proses pembangunan jalan Tol lingkar luar jakarta yang gosipnya akan melewati wilayah Serpong – Kunciran – sampai Bandara udara Sukarno Hatta pada awal tahun 2010 ini, katanya sih dikarenakan terbatasnya akses untuk masuk ke bandara internasional terbesar di Indonesia itu. Nah yang membuatku bertanya tanya,” Apakah benar jalur tol ini melewati perumahan Kunciran, yang notabene merupakan tempat tinggal ku sejak aq berumur 3 tahun??”

Sambil menikmati secangkir susu murni segar di pagi hari, aqpun segera mencari gambar perencanaan Tol Kunciran – Sukarno Hatta dengan bertanya kepada Mbah Google.Setelah proses pencarian gambar selama 10 menit, akhirnya aq menemukan gambar perencanaan Tol yang telah dibuat oleh Badan Perencanaan Daerah Kota Tangerang. Berbekal gambar itu, aq memanfaatkan software Google Earth yang merupakan software gambar permukaan bumi yang diambil dari wahana satelit dengan tingkat ketelitian gambar yang cukup tinggi, sehingga melalui image tersebut, mobil yang sedang parkirpun bisa kita lihat. Nah dengan menggunakan google Earth, aq langsung menuju ke perumahan saya di daerah Kunciran, Tangerang. Saya bisa melihat atap rumah saya disana dan menandai rumah ku dengan icon rumah berwarna hijau. Kemudian dengan pengetahuan geodesi sederhana, gambar perencanaan Tol dari Bapeda Tangerang saya gabungkan dengan citra yang terdapat di Google Earth menggunakan nilai koordinat Lintang dan Bujur berdasarkan panduan nilai pada grid tegak lurus.
Ternyata hasilnya bagus sekali, Rumahku yang sudah aq tempati sejak umur 3 tahun, tepat berada ditengah tengah jalan tol.wow kereenn..!! hahaha ,mau lihat gambarnya, lihat saja di bawah ini:



Setelah melihat hal tersebut,aq langsung membicarakan hal ini dengan kedua orangtua yang ternyata sudah mengetahui hal ini sejak 3 bulan yang lalu. Namun sepertinya orang tuaku terlihat tenang sekali mengetahui kabar rumahnya akan digusur. Kemudian aq bertanya,” Pa , mengetahui rumah ini mau digusur kok tenang tenang aja sih?” Kemudian orang tuaku berkata,”Tenang saja Den, Rumah ini kan udah ada sertifikat hak milik nya dan ada keterangan luasnya. Jadi kalo mau digusur ya silahkan, tapi ganti rugi sesuai dengan luas pada sertifikat ini, lah orang orang di TV yang pada rusuh itu kan karena gag punya sertifikat. Papa malah nantinya berencana mau beli rumah di Jogja, sambil buka bisnis disana”

wah wah..wah,,, ternyata orangtuaku memang sudah agak jenuh to dengan suasana di Ibukota, sepertinya akan lebih nyaman menikmati hari tua di Jogjakarta yang nyaman.. bagus deh, jadi kalo suatu hari nanti aq menjenguk orangtuaku di Jogja, bisa sambil sekalian kumpul dengan teman teman di Jogjakarta..Dari pernyataan orangtua saya, saya jadi teringat sesuatu hal yang berhubungan dengan skripsiku bahwa ternyata sampai dengan tahun 2010, baru 45% bidang tanah yang terdapat sertifikat tanahnya di seluruh Indonesia,Jadi masih ada 55% bidang tanah yang TIDAK ADA sertifikat tanahnya dan rawan terjadinya konflik dan sengketa tanah.So, kalo rumah kamu belum ada sertifikatnya,mendingan cepet cepet buat deh. Jadi kalo ada penggusuran, gag terus berbuat anarkis seperti yang kita lihat akhir2 ini di Televisi.

Salam Hangat
Denni Pascasakti

1 comment:

Perumahan Solo said...

Semoga pemerintah peduli pada nasib rakyat kecil dan memberikan ganti kompensasi yang layak pada warga yang rumahnya digusur.