Monday, September 10, 2012

Inside the Brotherhood


Kapal Finder sudah beroperasi di lautan lepas selama 1,5 tahun, namun baru kali saya merasakan bekerja di shift yang hampir tidak ada orang Indonesia-nya sama sekali .Jadi mau gag mau setiap hari harus berbicara memakai Bahasa Inggris, Awalnya ada perasaan was-was kalau-kalau tenses atau pronounciationnya salah. Namun pertanyaannya, “Kalau saya tidak pernah mencoba , Kapan bisa mahir-nya?”

Sama halnya seperti orang yang ingin belajar berenang. Ia sudah membaca berpuluh puluh buku mengenai teknik berenang, kemudian mempelajari gambar dan video tentang cara cara berenang. Tetapi dia sendiri belum pernah masuk ke kolam renang. Apakah kemudian setelah membaca buku dan mempelajari gambar orang berenang, maka lantas orang ini menjadi mahir berenang?

(****)
 
Kapal kami merapat di pelabuhan SIngapura.Di hari pertama, saya menyempatkan jalan jalan keluar bersama teman teman dari Eropa. 

Jikalau dilihat dari jabatan, bisa dibilang posisi sayalah yang paling rendah karena ketiga teman saya sudah memiliki jabatan sebagai Chief dan Leader, namun mereka tidak pernah membeda bedakan orang berdasarkan jabatannya terutama ketika kita sudah diluar jam kerja.

Kami berempat berasal dari Negara yang berbeda beda, Teman saya yang pertama bernama Tom berkebangsaan UK. Dia sangat menyukai berbagai macam olahraga dan fitness ditambah daya analisisnya yang cemerlang, oleh karena itu tidak heran di umurnya yang masih 34 tahun, dia sudah mendapat jabatan Chief Processing.

Lalu teman saya yang kedua bernama Fab. Ia berkebangsaan Perancis dan sudah berpengalaman di bidang seismic selama 12 tahun. Pernah suatu hari ia menunjukkan rumahnya di Brazil dan berhasil membuat saya terheran heran karena rumahnya hampir seluas lapangan sepak bola. Walaupun umurnya masih relatif muda sekitar 36 tahun, namun semangat dan kepercayaan dirinyanya luar biasa.

Teman saya yang ketiga adalah Stan berkebangsaan Polandia. Sejak lulus dari Universitas, dia sudah bergabung di perusahaan Perancis. Badan-nya pun termasuk yang tertinggi di kapal Finder sekitar 190 cm. Stan tergolong teman ngobrol yang cukup menyenangkan, karena selain dia rendah hati, bahasa inggrisnya pun sangat mudah dimengerti. 

Tempat nongkrong pertama dimulai di salah satu bar di Orchad Road dimana saya hanya memesan Jus mix dengan sedikit mint, sedangkan yang dipesan teman teman saya ini diantara Bir Heinekken, Torono, Tiger bir, dll. Percakapanpun selalu membicarakan tentang bir , entah mengapa orang orang bule begitu excited ketika  mereka membicarakan mengenai Beer.

Setelah 15 menit kemudian kami larut dalam suatu percakapan , dan teman saya Stan Mulai Bercerita mengenai pengalaman bekerjanya ketika di Indonesia.

“Saya pernah melakukan project di bagian Indonesia sebelah Timur dan orang orang disana banyak bercerita bahwa mereka kurang menyukai penduduk di bagian Indonesia sebelah barat. How Come it happens? Kalian sama-sama Indonesian ?”

Setelah saya berfikir pikir. bener juga yang ditanyakan oleh teman saya ini, sebuah pertanyaan sederhana namun sulit dijelaskan dengan mudah. Indonesia memang sangat beraneka ragam, Selain terdiri dari berbagai macam suku, Kami juga memiliki agama yang beraneka ragam.  Selain itupun jika dilihat dari letak geografisnya, Indonesia terdiri dari 17.000 pulau yang hampir setiap pulaunya dipisahkan oleh lautan  dan sebagian besar aksesnya hanya bisa diseberangi menggunakan Pesawat terbang maupun kapal laut.
Oleh karena itu saya teringat  teman yang selalu mengingatkan kepada saya, “Jaga sikap dan tutur kata ketika berada di Tanah Orang.” Teman saya ini menggangap Pulau Kalimantan sebagai “tanah orang” atau mungkin malah seperti luar negeri , walaupun Kalimantan masih sama sama bagian dari Indonesia.

(****)

Tanpa terasa 2 gelas Jus sudah kosong di depan meja saya, sehingga kami melanjutkan kembali perjalanan menuju Dining Sky Marina Bay. 

Sudah pernah kesana ?
Jika anda main ke Singapura, pasti pernah melihat Bangunan seperti kapal yang berdiri diatas 3 gedung pencakar langit kan? Nah disanalah tujuan kedua kami untuk menikmati suasana malam di SIngapura dari ketinggian.

 Setelah sampai di pintu masuk lantai pertama, saya melihat hall besar dengan dekorasi yang sangat indah diterangi lampu berwarna kuning bersinar. Sambil melihat lihat sekitar, kami terus berjalan menuju lift besar yang bisa dimasuki 10 orang sekaligus  dan hanya dibutuhkan waktu 20 detik saja untuk menuju ke lantai teratas dari bangunan ini.

Begitu Pintu lift terbuka, didepan kami terbujur pemandangan indah SIngapura di ketinggian sekitar 350 meter dari daratan. Keren.  Begitu terpananya , saya berjalan menuju bagian paling depan kapal, namun petugas mendatangi saya dan mempersilahkan supaya kami menuju ruang bar terlebih dahulu sebagai tiket masuk.

Di dalam bar yang tertata rapi, kami dipersilahkan memilih minuman dengan harga paling murah 20 Dollar SIngapura. Jadi kalau anda ingin mencoba berkunjung ke dining sky Marina bay, jangan lupa membawa uang minimal 140.000 rupiah sebagai tiket masuk sekaligus anda akan mendapatkan 1 gelas minuman dengan pilihan yang beraneka ragam.

Setelah kami memilih tempat yang pas untuk mengobrol, teman teman saya ini kembali membicarakan mengenai macam macam bir yang kurang saya ketahui. Memang sepertinya bahan pembicaraan yang paling menarik untuk orang orang Western adalah Bir. Saya pernah memiliki teman bekerja yang sudah sangat experience , beliau sudah bekerja selama 30 tahun, memiliki gelar master, dan jabatan Chief Engineer di kapal. SUatu Hari beliau pernah bercerita kepada saya, 

“Ketika kamu berkumpul bersama teman teman dari berbagai macam negara, kamu harus paham topic yang senang mereka bicarakan. Kalau teman dari Western, mereka begitu menyukai pembicaraan mengenai Bir dan minuman beralkohol, kalau teman Teman dari Chinese sangat menyukai pembicaraan seputar bisnis , Teman dari India biasanya menyukai pembicaraan seputar Politik , sedangkan Teman teman dari Asia Tenggara seperti Indonesia , Malaysia, Vietnam, FIliphina, mereka sangat tertarik ketika membicarakan hal hal seputar S*X dan sering dijadikan bahan lelucon.

Sebenarnya saya kurang begitu setuju dengan pendapat teman saya ini, namun saya  juga tidak bisa membantah karena memang ada sedikit kebenaran-nya. 

(****)

Tiba tiba, seorang wanita bersama suami nya mendekati kami,

“Are you guys have a secret ? share with us ?”

Ini orang apa coba, Mungkin kalau di Indonesia, kita menyebutnya SKSD alias SOk Kenal Sok Deket. Tapi setelah wanita Itu memperkenalkan diri dan mengetahui saya berasal dari Indonesia, Wanita berkebangsaan AUstralia yang bernama Christina ini menyapa dengan bahasa Indonesia yang sangat fasih.
 Saya sedikit terpana dan mencoba bertanya.

“Kok kamu bisa bahasa Indonesia?”

“Iya, soalnya sejak SMA di Australia, saya sudah diajarkan mata pelajaran bahasa Indonesia.”
Saya baru mengerti bahwa Bahasa Indonesia ternyata juga dipelajari oleh orang Australia dan herannya lagi ada salah satu warga Australia yang sangat fasih berbahasa Indonesia, berkebalikan dengan  saya yang sudah dari sejak SD belajar bahasa Inggris, namun masih suka lupa beberapa kosakata dan tenses sehingga masih harus banyak belajar lagi.

(***)

Waktu sudah pukul 23:00, kami harus kembali ke pelabuhan di Loyang SIngapura yang lokasi-nya sangat dekat dengan bandara Internasional Changi . Hampir setiap hari kami bisa melihat pesawat terbang mendarat maupun mengudara dari jarak yang cukup dekat.

SIngapura selalu memberikan kesan yang indah, bersih,  seakan tidak pernah bosan untuk dikunjungi.
Selamat Berlayar teman teman Kru Finder, Selamat mengarungi samudra.

Best Regards,
Denni Pascasakti
9 September 2012
Lautan Vietnam

No comments: