Monday, February 14, 2011

Why datum and ellipsoid is important ?



Mengapa datum dan ellipsoid menjadi pengetahuan dasar yang harus diketahui oleh setiap geodetic ? . ..karena semua koordinat pasti memiliki informasi dasar mengenai datum, ellipsoid, system proyeksi serta model geoid yang digunakan.

Saya masih ingat ketika beberapa kali mengikuti tes recruitment perusahaan yang menerima lowongan geodesi, di dalam teknikal testnya pasti menanyakan definisi mengenai datum , ellipsoid , proyeksi peta dan definisi model geoid ..

Pada saat awal2 lulus kuliah, saya masih sedikit bingung perbedaan antara definisi datum dan ellipsoid,, namun karena saya penasaran, saya kemudian membaca beberapa referensi buku yang menjelaskan mengenai konsep datum serta sejarah datum di Indonesia, Buku tersebut adalah biografi dari salah seorang bapak geomatika Indonesia Prof Jacob Rais. Buku ini sangat recommend buat yang ingin mengetahui perkembangan geodesi di Indonesia.

Pengertian istilah2 geodesi dlm bahasa yg mudah
Saya mencoba mengartikan istilah2 geodesi dalam bahasa yang mudah :
1. Ellipsoid : Suatu pendekatan model bumi ( Berbentuk elips ) dimana parameternya ditentukan dari setengah sumbu panjang ( a ) , stengah sumbu pendek ( b ) dan nilai penggepengan ( 1/f )
COntoh : Bessel 1841,GRS 67, WGS 72 , WGS 84

2. Datum : Ellipsoid yang memiliki beberapa parameter orientasi , 3 parameter ( Translasi) ataupun 7 parameter ( Translasi, rotasi, skala ). Setiap datum biasanya memiliki 1 lokasi acuan yang dianggap memiliki Undulasi geoid = 0.
Contoh = Datum Genuk (ellipsoid Bessel 1841, acuan di Daerah Jepara), ID -74 ( Elipsoid GRS 67, acuan di daerah padang) , DGN 95 ( Elipsoid WGS 84).

3. SIstem proyeksi : Proses membawa posisi koordinat bumi dari bidang lengkung ( Latitude, Longitude ) ke dalam bidang datar (Easting , Northing). Setiap Negara menggunakan proyeksi peta yang berbeda beda tergantung dari lokasi Negara dan kondisi terrain nya.
COntoh = UTM ( 60 zona ), TM ( 120 Zona ), Mercator, polyeder.

4. Geoid : Bidang ekuipotensial bumi yang dianggap berhimpit dengan permukaan air laut rata rata. Untuk mengetahui bidang geoid diperlukan pengukuran gaya berat. Saat ini digunakan beberapa pendekatan model geoid secara global diantaranya EGM 96, EGM 2008 , dll. Namun di Indonesia model global tersebut masih memilki ketelitian yang cukup rendah ( kurang lebih 1 meter ), karena masih relative sedikit lokasi pengukuran gaya berat di Indonesia.


COntoh Kasus mengapa datum dan ellipsoid menjadi penting


Tahun 2010, saya pernah mengikuti proyek seismic migas di daerah Kalimantan Timur. Di areal migas ini tersebar BM GPS dimana pengukuran nya sudah pernah dilakukan tahun 2005 menggunakan datum WGS 72 .

Tahun 2007, oil company ini melakukan pematokan sumur baru yang posisi koordinatnya diambil dari data seismic lama tahun 1970( tidak ada informasi datum dan ellipsoid ), berdasarkan hasil dari interpretasi survei seismic tahun 1970, terdapat 4 lokasi potensial yang menyimpan kandungan minyak cukup tinggi sehingga direncanakan pada posisi tsb akan dilakukan pengeboran.

Namun apa yang menjadi permasalahan ?

Pada saat dilakukan pematokan 4 titik sumur,.Posisi Koordinat sumur dari data seismic tahun 1970 , tidak memiliki informasi datum dan ellipsoid. dan fatalnya , koordinat dari data seismik tahun 1970 langsung ditarik dari BM GPS Tahun 2005. ( Wgs 72 )tanpa terlebih dahulu dilakukan transformasi datum.


Jadi sejak tahun 2007, 4 sumur tersebut sudah dipatok, sudah dibebaskan lahan nya, di kiri kanan nya sudah dibangun fasilitas pengeboran. Kemudian pada saat ingin dibor, datang perwakilan dari BP Migas yang menyuruh kami untuk mengecek posisi koordinat tersebut.

Apa yang kami lakukan ?

1. Saya meminta dokumen tahun 1970 yang berisi mengenai posisi lokasi sumur lama,( latitude, longitude ) , kemudian menggangap koordinat sumur di dokumen tersebut dalam datum WGS 72 untuk mengetahui posisi preplot dari sumur.
2. Saya melakukan pengukuran survei GPS Statik di lokasi sumur lama yg sudah dipatok tahun 1970, menggunakan datum WGS 72, untuk mendapatkan posisi aktualnya.
3. Kami membandingkan antara posisi Teoritik ( point no. 1 ) dan posisi actual nya ( Point no.2 ),,.. Hasilnya, posisi sumur tersebut terdapat selisih jarak sebesar 326 meter..! Berarti ke 4 sumur baru yang sudah dipatok, semuanya melenceng 326 meter..

Kenapa hal ini bisa terjadi ?

KArena kurangnya pemahaman mengenai datum , ellipsoid, dan system proyeksi dari suatu posisi sumur. Kita tidak bisa menyamakan begitu saja data koordinat tahun 1970 sebagai datum WGS72.

Prediksi awal saya ,kemungkinan data tahun 1970 menggunakan datum Segara daerah Kalimantan Timur dimana ellipsoid yg digunakan adalah Bessel 1841. Atau bahkan bisa juga datum yang digunakan adalah datum lokal yang memiliki 7 parameter tersendiri yang harus dicari melalui proses transformasi datum menggunakan 7 titik sekutu.

Berdasar kejadian diatas, setiap geodetic harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai ellipsoid, datum, system proyeksi, dan geoid, sehingga di kemudian hari tidak terjadi kesalahan posisi yang dapat merugikan perusahaan

Semoga sedikit cerita pengalaman bisa menambah ranah ilmu pengetahuan kita sebagai geodetic engineer yang akan memiliki peran besar dalam melakukan positioning di berbagai macam bidang mulai dari migas, konstruksi, batu bara, ..
Maju Trus Geodesiku..

Salam Hangat
Denni Pascasakti.

2 comments:

yonie_Seascape said...

salut...masih sempet nulis blog dan memikirkan Geodesi UGM...kenalkan ke mereka mahasiswa Geodesi UGM, biar cakrawala kerja mereka nggk sempit.. masih ada lautan luas disana belum tergali....kesempatan besar dilautan... dunia offshore lebih menjanjikan...

Salam
Yonie TGD 98
tetangga sebelah ELNUSA
PT Seascape Surveys

dennipasca said...

@kang Yonie: Benar mas,, rencana tanggal 11 Juni besok, saya dan pak andi akan mengadakan kuliah umum di kampus geodesi UGM.. Pak andi menjelaskan mengenai beasiswa, sedangkan saya mengenai pekerjaan di bidang offshore..Kalau pas ada di Jogja, datang y mas.. Matur nuhun