Thursday, May 21, 2009

Ketulusan seorang tukang tambal ban


SOre itu ..sehabis jaga gerai dagadu di UGD jalan pakuningratan.. Aq baru menyadari bahwa ban depan motorku bocor.. padahal sore itu suasana di luar sedang hujan deras.. dan bertiup angin yang lumayan kencang...
awalnnya aq marah dalam hati.." Kenapa harus bocor banku disaat yang sangat tidak tepat " ( walaupun pada akhirnnya nanti baru kusadari bahwa pernyataanku ini salah..)
Aq hanya berjalan menuju ke pos satpam dengan kurang bergairah,, ditemani dengan beberapa orang OT dan SPV aq berbincang bincang.. Dan aq pun dari perbincangan ini mendapatkan banyak sekali pengetahuan mengenai kisi2x menjadi gardep,, strategi wispel,dll.. padahal perbincangan ini tidak akan pernah terjadi jika banku tidak bocor...
Tapi selang waktu stengah jam kemudian.. satu per satu mulai pulang meninggakan gerai... Hanya tinggal aq dan teman saya mas David yang tinggal... ketika kulihat keatas,, hujan masih rintik rintik.. dan aq niatkan untuk mendorong motorku,, terasa berat mendorong motor yang ban depannya kempes,, keringat sudah bercampur dengan air hujan..
setelah berjalan sekitar 200 meter, akhirnnya kutemukan tukang tambal ban di pinggiran jalan.. Dengan napas tersenggal senggal ku berjuang untuk mencapai tempat tersebut... Kemudian kuucapkan "terima kasih kepada mas david yang sudah mengantarkanku"..
Kemudian pada saat itu aq melihat ada 1 orang juga yang sedang menambalkan bannya.. dan si tukang tambal ban ini langsung mengelap tempat duduk dari plastik dan menyuruhku duduk degan sangat sopan.. tapi perasaanku pada saat itu masih biasa saja..

Ketika kulihat keadaan sekitar,, keadaan tempat tambal ban ini sungguh sangat minim sekali.. bayangkan aq duduk hanya di sebuah payung besar yang menjaga kami yang sedang menunggu dari derasnya hujan,sedangkan tukang itu basah kuyup kehujanan sambil terus berjuang menambal ban, Dan ternyata tukang ini tidak memakai alat angin yang biasannya dipergunakan tukang tambal ban,, tapi dia memakai pompa biasa.. terlihat sekali dia bekerja keras memompa.. bahkan sampai 60an kali tekanan dalam 1 ban.. Aq mulai merasa kasihan..
Ketika orang disebelah saya telah selesai menunggu bannya ditambal.. sang tukang ban itu kemudian melap dan mengeringkan hampir sebagian besar motornnya.. dan aq benar benar melihat ketulusan yang diberikan oleh orang itu..

Ketika tinggal kami berdua.. aqpun memulai pembicaraan kepada tukang tambal ban itu yang akhirnnya kuketahui bernama Jefry.. dia berumur 25 tahun.. tepatnya 3 tahun lebih tua dari saya.. ketika kami mulai berbincang.. dia menjelaskan bahwa dia sudah 5 tahun merantau dan berjuang bertahan hidup dari kerasnya dunia.. merantau mulai dari Batam, bandung, Jakarta, Jogja... Berpindah pindah pekerjaan mulai dari Tukang Penguras Sepitenk Bandara.. sampai dengan Tukang tambal ban..
Dan Pelajaran berharga yang aq petik adalah ketika ia masih bisa memberikan air minum keada temannya yang sedang kehausan.. padahal uang yang ia punya juga sangat minim,, dan tinggal 1 botol air minum saja yang ia punya... ketika aq menanyakan hal itu.. iapun menjawab bahwa ," Menjadi orang yang baik itu harus banyak banyak memberi.. bukan banyak menerima".. Aq tersentuh sekali oleh pernyataan itu..

Terima kasih Tuhan.. HAri ini aq banyak sekali mendapatkan pelajaran berharga dari kempesnnya ban depan motorku.. aq jadi bisa berbicara banyak dengan OT,, SPV sambil menunggu hujan,, dan yang terpenting mendapat pelajaran yang sangat berharga dari seorang tukang tambal ban,, yang tidak akan saya dapatkan jika hari ini motor saya tidak bocor...
skali lagi "Menjadi orang yang baik itu harus banyak banyak memberi.. bukan banyak menerima"

Salam Hangat
Denni Pascasakti

No comments: