Skip to main content

Ketulusan seorang tukang tambal ban


SOre itu ..sehabis jaga gerai dagadu di UGD jalan pakuningratan.. Aq baru menyadari bahwa ban depan motorku bocor.. padahal sore itu suasana di luar sedang hujan deras.. dan bertiup angin yang lumayan kencang...
awalnnya aq marah dalam hati.." Kenapa harus bocor banku disaat yang sangat tidak tepat " ( walaupun pada akhirnnya nanti baru kusadari bahwa pernyataanku ini salah..)
Aq hanya berjalan menuju ke pos satpam dengan kurang bergairah,, ditemani dengan beberapa orang OT dan SPV aq berbincang bincang.. Dan aq pun dari perbincangan ini mendapatkan banyak sekali pengetahuan mengenai kisi2x menjadi gardep,, strategi wispel,dll.. padahal perbincangan ini tidak akan pernah terjadi jika banku tidak bocor...
Tapi selang waktu stengah jam kemudian.. satu per satu mulai pulang meninggakan gerai... Hanya tinggal aq dan teman saya mas David yang tinggal... ketika kulihat keatas,, hujan masih rintik rintik.. dan aq niatkan untuk mendorong motorku,, terasa berat mendorong motor yang ban depannya kempes,, keringat sudah bercampur dengan air hujan..
setelah berjalan sekitar 200 meter, akhirnnya kutemukan tukang tambal ban di pinggiran jalan.. Dengan napas tersenggal senggal ku berjuang untuk mencapai tempat tersebut... Kemudian kuucapkan "terima kasih kepada mas david yang sudah mengantarkanku"..
Kemudian pada saat itu aq melihat ada 1 orang juga yang sedang menambalkan bannya.. dan si tukang tambal ban ini langsung mengelap tempat duduk dari plastik dan menyuruhku duduk degan sangat sopan.. tapi perasaanku pada saat itu masih biasa saja..

Ketika kulihat keadaan sekitar,, keadaan tempat tambal ban ini sungguh sangat minim sekali.. bayangkan aq duduk hanya di sebuah payung besar yang menjaga kami yang sedang menunggu dari derasnya hujan,sedangkan tukang itu basah kuyup kehujanan sambil terus berjuang menambal ban, Dan ternyata tukang ini tidak memakai alat angin yang biasannya dipergunakan tukang tambal ban,, tapi dia memakai pompa biasa.. terlihat sekali dia bekerja keras memompa.. bahkan sampai 60an kali tekanan dalam 1 ban.. Aq mulai merasa kasihan..
Ketika orang disebelah saya telah selesai menunggu bannya ditambal.. sang tukang ban itu kemudian melap dan mengeringkan hampir sebagian besar motornnya.. dan aq benar benar melihat ketulusan yang diberikan oleh orang itu..

Ketika tinggal kami berdua.. aqpun memulai pembicaraan kepada tukang tambal ban itu yang akhirnnya kuketahui bernama Jefry.. dia berumur 25 tahun.. tepatnya 3 tahun lebih tua dari saya.. ketika kami mulai berbincang.. dia menjelaskan bahwa dia sudah 5 tahun merantau dan berjuang bertahan hidup dari kerasnya dunia.. merantau mulai dari Batam, bandung, Jakarta, Jogja... Berpindah pindah pekerjaan mulai dari Tukang Penguras Sepitenk Bandara.. sampai dengan Tukang tambal ban..
Dan Pelajaran berharga yang aq petik adalah ketika ia masih bisa memberikan air minum keada temannya yang sedang kehausan.. padahal uang yang ia punya juga sangat minim,, dan tinggal 1 botol air minum saja yang ia punya... ketika aq menanyakan hal itu.. iapun menjawab bahwa ," Menjadi orang yang baik itu harus banyak banyak memberi.. bukan banyak menerima".. Aq tersentuh sekali oleh pernyataan itu..

Terima kasih Tuhan.. HAri ini aq banyak sekali mendapatkan pelajaran berharga dari kempesnnya ban depan motorku.. aq jadi bisa berbicara banyak dengan OT,, SPV sambil menunggu hujan,, dan yang terpenting mendapat pelajaran yang sangat berharga dari seorang tukang tambal ban,, yang tidak akan saya dapatkan jika hari ini motor saya tidak bocor...
skali lagi "Menjadi orang yang baik itu harus banyak banyak memberi.. bukan banyak menerima"

Salam Hangat
Denni Pascasakti

Comments

Popular posts from this blog

Prosedur Buku Pelaut Panama

  Saya ingin membuat buku pelaut Panama karena adanya kemudahan akses ketika bekerja di beberapa negara sebagai Seaman. Awalnya cukup sulit untuk menemukan informasi di Internet mengenai prosedur pembuatan buku Pelaut Panama di Indonesia. Namun saya segera mencari tahu dan mencobanya sendiri, hanya dalam waktu 3-4 hari kerja, setelah semua syarat dokumen lengkap dan dilakukan pembayaran, saya sudah bisa mendapatkan buku pelaut Panama di Rumah. Berikut ini saya sampaikan beberapa point-point penting mengenai prosedur pembuatan Buku Pelaut Panama : 1.      Dimana membuat buku pelaut Panama? Buku pelaut Panama dibuat di Consulate General of Panama di Jakarta yang berada di World Trade Center Lt.13, Jalan Jend. Sudirman, Karet-Kuningan. Namun karena keterbatasan waktu, saya menggunakan jasa Agent. 2.      Apa saja persyaratan buku pelaut Panama? a.      Surat permohonan dari perusahaan b.     ...

Cerita dan Tips dibalik Pama Persada dan Elnusa

Akhirnya setelah 2 bulan penuh bekerja sebagai bapak rumah tangga, tepat tanggal 13 February 2010 ,aq mendapatkan pekerjaan di PT Elnusa Tbk dan PT Pama Persada menempati posisi MT – Engineering ( kata orang2 sih posisi ini adalah cara cepet untuk masuk ke tingkat managerial) yang pada akhirnya saya memilih bekerja di PT Elnusa Tbk.Saya hanya ingin berbagi cerita dan pengalaman selama mengikuti tahapan tes yang super panjang,membosankan dan sampai berbulan bulan.Ketika itu, saya hanya bisa harap harap cemas dan berdoa menanti setiap panggilan telepon lolos dari satu tahap ke tahap berikutnya. Perjalanan di PT Pama Persada Nusantara (http://www.pamapersada.com/) Semua bermula di awal bulan Desember 2009 ketika aq melihat pengumuman di website akan ada Job fair di UNPAD bandung , yang salah satu diantara perusahaan nya adalah PT Pama Persada Nusantara. Perusahaan ini adalah Kontraktor pertambangan terbesar di Asia yang merupakan anak perusahaan dari PT Astra Internasional. Kemudian tan...

Basic Safety Training (BST) untuk Permohonan Buku Pelaut

Melalui artikel ini, saya ingin membahas mengenai proses BST mulai dari pendaftaran, training, sampai dengan pengambilan sertifikat. Mengapa saya memerlukan sertifikat ini? Alasannya karena saya ingin membuat Buku pelaut di Kantor Syahbandar terdekat, dan BST sebagai salah satu syarat wajib untuk pembuatan buku pelaut. Saya sudah pernah mengambil training BST yang diberikan oleh perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya, hanya saja sertifikat tersebut tidak bisa digunakan karena training yang saya ikuti hanya 3 hari, padahal untuk training BST yang sesuai standar STCW adalah 8 - 9 hari. Oleh karena itu, saya harus kembali mengikuti training BST sesuai standar STCW, sehingga sertifikatnya nanti bisa saya gunakan sebagai syarat pembuatan buku pelaut. Dimana tempat training BST di Jakarta dan sekitarnya ? 1.        Bina Sena Website               = http://binasena.com Biaya ...