Tuesday, April 05, 2016

Harga Bensin Yang kian Murah



Kira kira sudah sekitar 8 bulan yang lalu saya memiliki mobil dari salah satu merek di Jepang, pada awalnya karena ketidak tahuan saya sama sekali mengenai  Jenis BBM apa yang paling cocok dikonsumsi oleh kendaraan yang saya miliki, pada 3 bulan pertama sempat saya isikan bensin Premium, namun lama kelamaan saya menyadari bahwa saya harus belajar banyak  mengenai  jenis bensin yang cocok sebelum terlambat. 

Saya mendapatkan banyak pengetahuan dari buku, internet, bahkan bertukar pendapat dengan teman teman yang sudah berpengalaman.Jenis bensin yang paling cocok untuk suatu mobil ternyata tergantung dari rasio kompresi mesin, Mobil yang saya miliki ini memiliki kompresi mesin 10,5. Baru terbukalah pemikiran saya bahwa rasio kompresi mesin mobil saya sangat tidak cocok dengan bensin premium dengan oktan hanya 88. Pada saat yang bersamaan, Pertamina juga baru saja mengeluarkan bensin baru yaitu Pertalite dengan oktan 90 – 91, dan setelah saya pelajari ternyata bensin ini memang cocok dengan rasio kompresi mesin mobil saya. Hal lainnya yang saya perhatikan, harga semua jenis bensin Pertamina ini lama kelamaan semakin murah, hanya dalam 1 tahun terakhir ini saja mungkin sudah 2 – 3 kali pemerintah menurunkan harga bensin dan membuat saya yakin untuk langsung berpindah lagi dari Pertalite ke Pertamax dengan oktan 92.

   Semakin tinggi oktan suatu bahan bakar maka semakin bersih pembakarannya dan tarikan akslerasi semakin kencang serta konsumsi mesin terhadap bensin bisa semakin irit. Walaupun saya bukanlah orang yang cukup ahli dalam hal rasio kompresi mesin, namun paling tidak pengetahuan yang didapatkan dari internet dan buku, sudah membuka pikiran saya dan bisa mencegah dari kerusakan mesin.
                Kembali lagi mengenai harga bensin yang semakin murah, mungkin anda bertanya,”Kok bisa ya harga bensin semakin lama semakin murah, bukankah seharusnya harga bensin semakin lama justru semakin mahal?” Penjelasannya sebenarnya cukup mudah, harga barang sangat dipengaruhi oleh faktor Permintaan and Penawaran. Kalau Harga bensin semakin murah berarti logika sederhananya Jumlah stok minyak yang ada di pasar dunia semakin banyak, sedangkan jumlah permintaan akan minyak justru semakin menurun.

Mengapa stok  minyak bisa semakin banyak di pasar dunia? Sebenarnya ada beberapa hal diantaranya seperti Negara Amerika sudah mulai menemukan minyak dan gas yang berada di dalam rongga rongga bebatuan atau yang dinamakan dengan shale gas, dengan adanya metode ini maka Amerika bisa menemukan cadangan minyak mentah yang sangat besar jumlahnya, di lain pihak seperti Negara Iran yang baru saja keluar dari embargo minyak mentah tetap bersikeras tidak mau menurunkan produksi minyaknya, Negara lainnya seperti Arab Saudi yang tadinya mau menurunkan produksi minyak-pun menjadi terlihat mau membatalkan kesepakatan karena Negara penghasil minyak lainnya belum juga mau mengurangi produksi minyak, dan lagi-lagi ada ketakutan tersendiri mengenai spekulasi bahwa kejayaan dari energi fossil akan segera digantikan dengan energi terbarukan, sehingga banyak Negara yang saat ini justru terus menggenjot produksi minyak.

  Di lain Pihak, konsumsi energy fossil di dunia semakin lama semakin menurun, China sebagai salah satu Negara dengan ekonomi terbesar di dunia pun sudah mulai banyak mengurangi konsumsi energy fossil. Sehingga didapakanlah kesimpulan bahwa saat ini jumlah stok minyak ini semakin lama semakin menumpuk besar di pasaran, padahal konsumsinya justru semakin menurun. Hal inilah yang memacu harga minyak per barrelnya selama 2 tahun terakhir ini terus menurun dari sekitar 110 USD pada tahun 2014 menjadi sekitar 28 USD pada 2015 lalu kemudian sempat terkerek naik sedikit ke 38 USD pada tahun 2016 ini. 

Begitu banyak sekali prediksi mengenai harga minyak akan kembali naik ataupun kembali turun, namun prediksi tetaplah sebuah prediksi dan tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Paling tidak untuk Negara Negara seperti Indonesia yang masih selalu Impor BBM dalam jumlah yang sangat besar, untuk sementara waktu ini, Indonesia bisa bernafas sedikit dalam meningkatkan perekonomiannya dikarenakan harga BBM yang murah sehingga dapat memacu turunnya harga pangan, harga transportasi, dan meningkatkan daya beli masyarakatnya. Namun di sisi lainnya Hal ini memberikan pukulan yang cukup kuat terhadap perusahaan perusahaan minyak dikarenakan harga minyak yang sudah terlalu murah.

Untuk pandangan dari saya pribadi, walaupun untuk membeli bensin Pertalite maupun Pertamax sekarang harganya sudah cukup murah, namun semoga harga minyak bisa kembali ke harga keseimbangan pasar, sehingga gonjang ganjing di perusahaan minyak yang sudah terjadi dari sejak tahun 2014 lalu bisa segera berakhir dan berjalan normal bahkan bisa berlari  lagi. :)

No comments: