Wednesday, March 09, 2016

Life After Married


Tidak terasa hampir 1 tahun sejak kami berdua mengikat janji pernikahan di depan altar gereja Santa Maria Kota Tangerang, Waktu berjalan sungguh cepat sekali, dan jika ada teman saya bertanya,”Bagaimana kehidupan setelah pernikahan?” saya bisa menjawab dengan mantap,”Kehidupan kami sangat bahagia.”

Ya benar, saya sangat bahagia sekali menjalani kehidupan setelah penikahan, yang paling terasa karena selalu ada seseorang yang memberikan perhatian lebih daripada orang lain. Sebagai contoh untuk hal sepele ada yang membuatkan masakan setiap hari, ada teman hidup untuk berdiskusi di sore hari sambil meminum teh, ada teman hidup berbagi di saat senang maupun susah. Itulah hal yang membuat saya merasakan adanya kebahagiaan di dalam hidup.

Selama 1 tahun ini, kami belum pernah bertengkar, sejauh yang saya ingat hanya satu kali berdiskusi mengenai pengelolaan keuangan, setelah itu tidak ada lagi pertengkaran apalagi kekerasan di dalam berumah tangga. Mungkin ada yang mengatakan,”Ah kamu kan baru satu tahun menjalani kehidupan berumah tangga, lihat nanti, pasti semakin lama akan semakin banyak pertengkaran.” Saya sungguh tidak percaya itu. Mungkin salah satunya karena kami sudah bisa hidup di dalam rumah sendiri dan tidak bergantung kepada orang tua, hal ini yang membuat pikiran kami tidak terlalu banyak dicampuri oleh pengaruh dari orang tua maupun keluarga lain.

 Saya masih ingat perkataan dari ayah saya yang mengatakan,”Denni, kamu sebagai laki-laki harus berjuang keras, karena suatu hari nanti kamu akan menjadi kepala keluarga. Jadilah seseorang yang mandiri, dan tidak menyusahkan orang lain.” Ya, tidak menyusahkan orang lain ! Oleh karena itu ketika lulus kuliah saya langsung bekerja keras, bahkan harus jauh dari keluarga dan bahkan bekerja keluar negeri berbeda benua. Satu hal lagi yang terpenting bahwa saya sangat berhati hati dalam mengeluarkan uang, tidak boleh terlalu boros dan berfoya foya. Saya yang bekerja di offshore saja harus naik motor selama hampir 3 tahun sampai dengan tahun 2015 lalu, Bahkan ada saja teman teman di tempat kerja yang selalu bertanya,” Mengapa sih kamu pelit sekali, untuk membeli mobil saja gag mau!”. Jawabannya karena saat itu saya belum butuh membeli mobil. Prinsip saya membeli suatu barang karena kebutuhan bukan keinginan, dan satu hal lainnya memang benar bahwa Gengsi membawa kesengsaraan.

Saya terus menabung sampai tercapai suatu jumlah tertentu dan menginvestasikannya, Ada banyak hal mengenai investasi yang harus kita pelajari, Pada intinya Investasi yang baik adalah investasi yang harganya semakin naik seiring berjalannya waktu, kemudian hal kedua adalah investasi yang bisa menghasilkan setiap bulan-nya. Selama 3 tahun saya selalu disiplin berinvestasi dan sekarang saya sudah bisa merasakan manfaatnya. Kami berdua setelah menkah bisa menempati rumah sendiri dan hasil kerja keras sendiri. Selain tidak ada banyak pengaruh dan campur tangan dari keluarga kedua belah pihak, saya sudah bisa membuktikan ke ayah saya bahwa saya bisa menjadi seseorang yang mandiri dan tidak menyusahkan orang lain.

Saat ini saya ingin sekali bisa menjadi contoh di dalam keluarga saya, yaitu seseorang yang bisa memberikan contoh yang baik buat keluarga. Saya membicarakan ini karena kakak dan adik saya sampai saat ini belum menikah. Saya dan istri sudah banyak membantu kakak saya untuk menemukan jodohnya yang baik dan satu iman, yang membuat kami bahagia karena mereka sebentar lagi akan menuju tahapan lamaran. Begitu pula kami mendukung adik saya untuk mendapatkan pasangan yang baik, seiman dan bisa membawa keluarga ke arah yang lebih baik. Saya memberikan prinsip kepada adik saya bahwa “Kehidupan setelah menikah harus lebih baik, Jangan sampai ketika sendiri, kehidupan kita baik baik saja, namun setelah menikah justru berantakan. Oleh karena itu kehidupan ke depan sangat ditentukan oleh siapa pasangan kita.” Carilah pasangan yang mau berjuang sama-sama dari nol, Karena saya pernah melihat ada beberapa pasangan yang menjadikan salah satu pacarnya sebagai ATM berjalan, semoga hal seperti ini tidak pernah terjadi di dalam keluarga kami.

Untuk mereka yang masih single, segeralah mencari pasangan yang baik dan bisa memulai serta berjuang bersama sama menuju tahapan selanjutnya sampai pernikahan. Untuk pasangan yang masih pacaran dan belum menikah maka segeralah menikah setelah merasa saling cocok, karena dengan menikah selalu ada seseorang di sampingmu yang selalu merindukan,memperhatikan, dan merawat kamu sepanjang hidup serta melalui kehidupan bersama-sama baik susah maupun senang.

Yogyakarta,
9 Maret 2016

No comments: