Friday, April 05, 2013

Pelayaran 30 Hari di perairan India


Perjalanan udara selama 7 jam dari Jakarta menuju Mumbai terasa melelahkan , dan saya berharap semoga sesampainya di bandara nanti ,masih bisa sedikit beristirahat.

Ternyata tidak! Bandara di Mumbai kondisinya hampir sama seperti bandara Soekarno Hatta dimana banyak sekali orang berlalu lalang dan berjualan bahkan calo taksi atau bajaj sudah menjadi pemandangan biasa.

Birokrasi di imigrasipun harus menghela nafas panjang, dapat dibayangkan,  setelah mengantri setengah jam untuk dicap passport di Imigrasi, 50 meter kemudian masih harus mengantri lagi untuk pemeriksaan cap paspor. Sungguh Aneh, baru slesai ngantri dicap kok masih harus ngantri diperiksa capnya. Hahaha. Ya beginilah julukan Negara Incredible India sebagai Negara1001 birokrasi. *ups, sepertinya tidak beda jauh dengan Negara kita,:)



Setelah lolos dari bandara,ceritanya sedikit lucu, diluar pintu gerbang , saya dan 1 orang teman saya dari Indonesia kebingungan mencari agen yang akan mengantar ke Hotel, dicari kemana mana tidak ketemu, ternyata mereka justru asik ngobrol dan ngerokok diujung bandara,

Niatnya mau marah, tapi kok malah dia duluan yang marah, Agen tersebut berkata ”Anda dari mana saja, saya menunggu lama di bandara!” Loh loh.. ya sudah tidak apa apa. Sepanjang perjalanan, agent yang berjumlah 3 orang mulai bertengkar dalam bahasa rimba yg sulit dimengerti,kemudian mereka berhenti di pinggir jalan sekitar 20 menit dan dua orang agen keluar meninggalkan kami berdua beserta supir.

(****)

Hotel kami terlihat sangat megah dan dikelilingi oleh pagar tinggi berjeruji , di pintu gerbangnya dijaga oleh 3 orang petugas yang mengecek seluruh isi mobil serta melihat identitas sang supir.Ketika saya turun masih harus diperiksa lagi isi tas dan scan seluruh badan.

“Terlihat aneh, Hotel mewah namun dikelilingi oleh gedung gedung tua serta pengemis dsepanjang  jalan ditambah pengamanan yang ekstra ketat masih menjadi pertanyaan yang sangat mengganjal di dalam pikiran saya.” Setelah saya masuk ke kamar hotel yang luas , saya segera mencoba Internet dengan biaya sekitar 1000 Rupee atau 200ribu rupiah per 24 jam-nya.

Pada halaman Google, saya mengetik hotel Trident tempat saya menginap. Dan ya! Pertanyaan saya terjawab sudah. Pada tahun 2008 , hotel Trident ini pernah diserang oleh sekelompok teroris dari Pakistan, dan tidak tangung tangung ada sekitar 25 tawanan yang meninggal.

di halaman tersebut juga ada tayangan CCTV yang merekam tepatnya kejadian ketika serangan teroris itu terjadi dan saya sangat ingat dimana ruangan tersebut adalah ruangan yang baru saja saya lewati  berada yaitu dekat Lobby hotel dan Restauran. Pada video itu menayangkan banyak orang berlarian dengan bercak darah dimana mana kemudian datang sekelompok teroris membawa senapan serbu.

Benar benar hotel yang menyeramkan!, namun saya harus tetap positif thinking, Harus itu!

(****)

Keesokan paginya berlangsung meeting di ruangan bawah tanah dengan dekorasi yang gemerlap, Setelah Presentasi dimulai oleh salah satu perusahaan minyak India,  ternyata proyek eksplorasi nanti berada di daerah yang sangat rawan oleh serangan bajak laut yaitu di Sebelah barat India.

Jika anda berlayar di sebelah timur India masih aman, namun jangan harap anda bisa tenang jika harus berlayar dibagian barat. Karena lokasi ini dekat tengan perairan Somalia yang sering terjadi serangan oleh bajak laut,

Pada presentasi tersebut dijelaskan bahwa semua pengamanan sudah dipersiapkan, Tidak tanggung tanggung, Tentara  bekas pasukan Khusus Inggris diterjunkan untuk menjaga kami,badannya pun besar-besar  dengan tinggi badan rata rata 2 meter dan bertato. Bahkan mereka juga dilengkapi dengan senapan  dan taktik berperang sesuai dengan strategi pasukan khusus, selanjutna ditampilkan juga foto kapal kami yang sudah dikelilingi oleh kawat berduri hampir disekujur pinggir kapal.

Ada sebuah kewajiban bagi kami untuk selalu menutup rapat rapat jendela dan tidak boleh lupa mengunci pintu sebagai pencegahan jikalau ada serangan mendadak bajak laut.

Bisa dibilang proyek kali ini memang berbeda, Sunyi sepi dan sulit bersosialisasi karena gerakan kami yang dibatasi. Pokoknya sudah benar benar seperti keadaan sedang perang. Siap bertempur!

(****)

Pada saat jam istirahat, karena ruang berkomunikasi terbatas, saya hanya mengisi waktu dengan membaca, menulis dan merenung ataupun berdiskusi. Suatu hari teman saya bertanya,”Denni, mengapa kamu percaya bahwa uang kertas itu berharga? Mengapa hanya setumpukan kertas Uang bisa ditukar menjadi sebuah barang berharga?”

Saya menjawab,”Karena Uang sebagai alat pertukaran pada zaman Sekarang.”

“Salah!” Kamu tahu mengapa,”Karena Uang kertas itu berasal dari kesepakatan Negara Negara dengan bank dunia. Jumlah total nilai agunan Emas dari suatu negara itulah yang bisa dicetak menjadi Uang kertas. Jadi dalam kasus di Indonesia, Bank Indonesia mengagunkan sejumlah emas kepada Bank dunia untuk bisa dicetak menjadi uang Kertas, Semakin banyak suatu Negara mencetak uang kertas melebihi nilai agunan emasnya, maka nilai dari uang kertas tersebut akan semakin turun.

Teman saya menambahkan,”Itulah mengapa banyak orang yang lebih memilih menginvestasikan uangnya dalam bentuk emas ketimbang uang kertas, karena ketika nilai uang kertas jatuh, emas nilainya masih tetap stabil”

Saya lagi lagi merenung dan berfikir. Memang benar juga apa yang dikatakan oleh teman saya, Saya juga teringat di dalam buku biografi Karmaka yang pernah menyebutkan bahwa di tahun1960-an, pernah terjadi krisis ekonomi yang sangat besar dan terdapat kebijakan baru dari Bank Indonesia yang mengurangi dua angka Nol dibelakang untuk semua saldo yang ditanamkan di bank bank di Indonesia.

Pada waktu itu Terjadi Frustasi massal, bisa dibayangkan bahwa tabungan yang berjumlah 100 juta secara otomatis nilainya menjadi 1 juta, diceritakan dalam buku tersebut ada seorang pensiunan yang benar benar frustasi setelah uang pesangonnya menciut menjadi tidak berharga.

Memang Perekonomian berubah ubah, namun pastinya tetap selalu bisa diprediksi, dan sejarah mengatakan bahwa hampir setiap sepuluh tahun sekali terjadi krisis ekonomi yang harus diwaspadai seperti yg pernah terjadi pada tahun 1997 dan krisis energi tahun 2008.

Sayapun lagi lagi merenungkan hal hal ngawur yang justru diluar tugas saya di bidang navigasi ketika harus berada di daerah isolasi di tengah lautan,

“Mengapa rata rata orang keturunan Chinese yang ada di Indonesia sebagian besar hidup mapan?” buku buku koleksi dirumah yang bercerita mengenai orang orang sukses seperti bapak Teddy Rachmat( Pendiri Triputra), Karmaka (Pendiri Bank Niaga), William Soeryadjaya (Pendiri Astra Internasional), Merry Riana (Pengusaha yg mencapai omzet 1 juta dollar di umur 26 tahun) rata rata warga keturunan?

Ternyata buku buku tersebut menceritakan hal yang hampir sama,ya. karena mereka mencintai uang, artinya bukan menTuhankan Uang, namun justru dengan adanya uang mereka berfikir akan bisa hidup dengan kondisi yang lebih baik, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, bisa membahagiakan kedua orang tua misalnya dengan mengajak liburan menuju tempat yg belum pernah dikunjungi, dan yang terpenting adalah mereka mau hidup efisien dan pekerja keras.

Seperti yang tertulis di dalam buku "The Secret" bahwa di dunia ini sebenarnya hanyalah mengenai Hukum Tarik Menarik, semakin kita sayang dengan uang (artinya tidak difoya foyakan) , maka uang akan selalu datang, sedangkan semakin kita membencinya, uang akan semakin menjauh.

Sifat positif dan sifat bekerja keras dari mereka memang patut dicontoh supaya lebih banyak lagi pengusaha pengusaha pribumi yang berasal dari Indonesia. < yang sudah ada salah satunya Pak Chairil Tanjung ( Pendiri Bank Mega dan Trans7) dan Pak Sandiago Uno>

Lho kok dari India kemudian nyambung kepada persoalan Uang kemudian Pengusaha?” Itulah pikiran pikiran galau yang terkadang dialami pemuda berusia 25 tahun yang harus terapung apung ratusan kilometer dari daratan india selama 4 minggu kedepan. :)

Best Regards,
Denni Pascasakti
West of India, 5 April 2013


1 comment:

Anonymous said...

VisaKristen Stewart[url=http://www.cheaptomsbuy.com]Cheap Toms[/url] The shoes that this company sells are also often manufactured in poorer countries to give the population a chance of earning a living wage. They have factories in South America and Ethiopia.TOMS Shoes have been designed to be true to size and are currently only available in medium width. It is recommended to by your TOMS Shoes in the sizes you'd wear in a casual or dress shoe. For those that are generally a half size, it is suggested to go with a smaller size because TOMS Shoes do stretch slightly as you wear them. [url=http://www.onlinetomsoutlet.com]Toms Shoes Outlet[/url] Toms And Terrasoless Shoes Casual Range Of Stylish Yet Durable Shoes Kristen Stewart [url=http://www.tomsfans.com]Cheap Toms Sale[/url] About Where Do They Sell Toms footwear We're all aware that any Ralph production must feature the Polo pony and on this rule the espadrille is not left out. These pair come with wide white and blue cotton/canvas stripes that provide an ideal backdrop for the pony to be placed close to the heel without compromising the classic look. There are other modifications too i.e. the rope encircling the shoe while a rubber sole does the hard work beneath a padded foot bed lined with raffia. These are expensive at $200; they're Spanish made and carry the classic Ralph mark.
Relate Post
[url=http://forum.19rus.info/index.php/topic,35.255.html]toms outlet high quality for you discount outlet[/url]
[url=http://dougpete.wordpress.com/2012/10/13/rockmelt-for-ipad/]toms sale high quality for you discount online[/url]