Tuesday, July 17, 2012

Catatan Perjalanan Menuju Perusahaan Multinasional

-->
 “Masden, saya ( Fresh Graduate ) sudah daftar online ke perusahaan-perusahaan Multinasional, namun mengapa tidak satupun perusahaan yang memanggil saya?”

Bahkan ada teman yang menceritakan tahapan yang sudah cukup panjang dilaluinya dalam seleksi perusahaan Ternama Slumberger, namun di akhir interview , dia hanya mendapat jawaban singkat dari sang interviewer,” Sepertinya kamu harus mencari pengalaman terlebih dahulu, baru kamu bisa mendaftar kembali disini.”
“Apakah anda tahu Mengapa ?”

“Jawabannya yang pertama karena Pengalaman adalah Pelajaran yang Paling berharga.”, Tidak peduli seberapa besar IPK-mu yang mencapai Cum Laude atau Summa Cum Laude, Tidak peduli seberapa panjang gelar Title dibelakang namamu. Namun kalau pengalaman kerja belum mencapai 2 tahun, biasanya hampir dipastikan kita harus mencari pengalaman terlebih dahulu.
Jawaban yang kedua, karena segala sesuatu tidak dimulai dari hal hal besar,  Justru Hal Hal besar dimulai dari hal hal kecil.



Kalau saya boleh bercerita,  pengalaman kerja saya benar benar dimulai dari Nol, Pekerjaan pertama ketika saya masih kuliah diawali sebagai Tukang ketik di sebuah LSM demam berdarah, kemudian beralih pekerjaan menjadi Sales penjual kaos, setelah wisuda saya menjadi Sales penjual alat alat survey, lalu saya memutuskan keluar kemudian mendaftar lebih dari 10 perusahaan. Tepatnya saya ditolak 8 kali dan hanya 2 perusahaan yang mau menerima saya diantaranya perusahaan nasional batu bara dan perusahaan nasional Migas.
Setelah 1 tahun bekerja di perusahaan Nasional, saya mendapat keberuntungan untuk bergabung di dalam perusahaan Joint Venture antara Elnusa dan CXX, disinilah semua impian dan harapan untuk membawa kapal yang berbendera Indonesia menjadi All Indonesian Crew pada akhirnya harus kandas tepat di umurnya yang masih 1 tahun.

CXXpun memutuskan untuk menghire karyawan Elnusa dengan tempat sangat terbatas yaitu hanya 5 orang dari sekitar 15 orang karyawan Joint Venture Elnusa CXX. DIsinilah saya ingin kembali berbagi cerita mengenai perjalanan panjang mengikuti serangkaian tes yang sudah saya dan teman teman Joint Venture Elnusa alami untuk mendapatkan posisi permanent CXX.
Tahapan demi Tahapan menuju Perusahaan Multinasional :
1.      Tes Kemampuan Akademis ( TAADPOLE )
Pada tahap ini , kami harus mengerjakan soal Essay yang berjumlah 250 soal, sekitar 80% nya berisi pertanyaan yang sesuai dengan departemen kami masing-masing. Saya merasa beruntung dalam tahap ini, karena sebelumnya saya kuliah di Jurusan Teknik Geodesi, dan setelah bekerja, saya masuk di departemen Navigasi.
Oleh karena itu,  sebagian besar pertanyaannya membahas tentang kegeodesian mencakup GPS, Datum, Ellipsoid, Proyeksi Peta, dan Pasang Surut. Sehingga Soal2 tersebut bisa saya jawab dengan cukup lancar.
Waktu pengerjaan yang diberikan sekitar 4 jam, semua soal adalah Essay dan harus dijabarkan jawabannya dalam Bahasa Inggris.

2.      Tes TOEIC
Tes TOEIC ini dilaksanakan dalam dua hari. Hari Pertama adalah Tes Listening dan Reading, sedangkan hari kedua adalah Tes Speaking dan Writing. Saya juga cukup terkejut ketika mengetahui bahwa biaya tes TOEIC ini sebesar 1,5 juta. Untungnya semua biaya sudah ditanggung oleh kantor, sehingga saya tidak perlu mengeluarkan uang yang cukup besar hanya untuk mengikuti tes bahasa inggris.Tes ini dilaksanakan di Gedung ITC jalan Jendral Sudirman,

Tes Hari Pertama
Sebelum tes hari pertama, malam harinya saya sudah menyempatkan waktu untuk mempelajari model model soal Reading dan Listening, sehingga pada saat tes berlangsung pagi hari,  saya bisa sedikit lancar mengerjakannya.
TIPS:
untuk Listening, ketika sedang dibacakan instruksi pengerjaan soal, kita harus cepat membaca jawaban pilihan ganda dalam soal Listening, sehingga memudahkan ketika mengerjakannya.
untuk Reading, bacalah soal terlebih dahulu baru kemudian mencari jawabannya di artikel.

Tes Hari Kedua
Tes hari kedua adalah Tes Speaking dan Writing, Pada awalnya, Saya mengira pada tes Speaking, kita akan berbicara dengan orang lain, namun ternyata Tidak ! Karena kita hanya berbicara speaking dengan sebuah Komputer, semua sistemnya online dan Nada serta pengucapan kita sudah direkam otomatis oleh Komputer.
Untuk Writing, kita akan diberikan sebuah pilihan tema dan kita hanya memilih salah satu, kemudian dalam waktu sekitar 30 menit, kita harus sudah membuat artiket minimal 300 kata dalam bahasa inggris.
TIPS:
untuk Speaking, Usahakan kita menjawab soal dengan suara yang jelas dan  cukup keras supaya perekamannya bisa merekam suara kita dengan jelas. Lalu tetap perhatikan waktu sebaik mungkin dalam menjawab soal.
untuk Writing, Tentukan tema yang paling mudah ditulis, buat secara simple kerangka karangan yang akan ditulis, lalu mulailah menulis dengan tetap memperhatikan waktu.

Pada tahap tes TOEIC ini, saya mendapatkan nilai yang cukup lumayan yaitu 670, padahal pada saat pertama kali saya mendaftar di Elnusa, saya hanya mendapatkan nilai 490,  paling tidak sudah ada kemajuan dalam jangka waktu 2 tahun. :)


Kami sudah pernah mengikuti trip di kapal sedikitnya 7 kali, Setiap trip kami selalu dievaluasi oleh chief di masing masing departemen yang terdiri atas kemampuan Teknis, Kemampuan Berkomunikasi, Kemampuan melakukan Trouble shooting, Kemampuan memberikan Ide ide baru, dll.
Saya masih ingat bahwa pada trip pertama,  sebagian besar nilai saya adalah 4 ( Skala 1 sampai 10 ). Hehe,.
Namun seiring berjalannya waktu , di trip saya yang ke tujuh hampir sebagian besar nilai saya menjadi 8. (Thank you  pak Chief )

Setiap kali trip 5 minggu di kapal selesai, kami diharuskan ke kantor di Jakarta untuk melakukan wawancara dengan Petinggi Elnusa dan CXX mengenai pertanggung jawaban nilai yang sudah kita peroleh. Pernah atasan saya bertanya,”Denni, mengapa nilai Kemampuan Bahasa Inggris kamu 4 !!” lalu saya dengan sedikit berkeringat dingin menjawab, “kerena accent disana cukup cepat pak, namun saya percaya bahwa itu merupakan tantangan bagi saya dan saya harus bisa menguasanya dalam 2 trip ke depan.”
dan hal tersebut memang benar bisa saya buktikan setelah 2 trip berikutnya berjalan.

4.      Tes Kepribadian ONLINE
Pada saat tes ini berlangsung, saya masih berada di atas kapal sehingga mau tidak mau saya harus menyisihkan waktu istirahat saya ditambah harus bersabar menghadapi  kondisi internet yang lemot.
Setiap soal terdiri atas 3 kalimat mengenai kepribadian diri, kita harus memilih kalimat mana yang paling benar dan mana yang paling salah.

Contoh soal-nya seperti ,”Saya lebih suka mengerjakan pekerjaan sendiri, saya lebih suka mengerjakan pekerjaan bersama sama, saya lebih suka mengandalkan orang lain.” Lalu manakah yang kamu pilih sebagai jawaban yang paling benar dan yang paling salah?
Mengerjakan soal kepribadian ini cukup membosankan, karena satu halaman di internet hanya berisi sekitar 4 soal, padahal total-nya ada 200 soal. Sehingga setiap selesai mengerjakan 4 soal, kita harus menekan tombol next dan lagi lagi harus menunggu sekitar 2 menit.
Sehingga total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tes online ini sekitar 1 jam, badan yang lelah setelah bekerja, mata yang sudah mengantuk, kerumitan soal yang diulang ulang membuat saya langsung menuju tempat tidur dan langsung terlelap.

5.      Interview HRD Swiss
Oleh karena posisi yang ditawarkan adalah Kontrak Permanent Internasional, maka pada tahap ini  yang menelfon tidak tanggung tanggung langsung dari Geneva, Swiss. Pada saat itu saya sedang tidur terlelap, lalu saya mendengar suara ketokan pintu, dengan mata masih sedikit terpejam saya mencoba bangkit dari tempat tidur ,saya membuka pintu.
Teman saya dari Australia sudah berdiri di hadapan saya dan berkata,”Denni, There is a phone call from HRD Swiss, he want to speak with you.”

Tanpa persiapan dan dalam kondisi masih mengantuk, saya segera bergegas dan masuk ke ruangan Instrument Room. Setelah saya mengangkat gagang telephon dengan grogi, saya berkata,”Hi I am Denni, Who’s Speaking?”Ternyata benar, beliau adalah HRD dari Swiss dan ia ingin melakukan wawancara dengan saya selama 45 menit.

Selama wawancara berlangsung, terdapat beberapa pertanyaan yang kurang jelas dikarenakan suara interview yang cukup bergema dan suasana ruangan yang noisy. Jadi Tips dari saya adalah jangan mendengar kata demi kata dari pertanyaan yang diajukan, namun cukup dengarkan kata kunci dan Kata awal dari pertanyaan, apakah Why atau When atau How, dll.
Setelah 45 menit, beliau sempat mengatakan,”Denni , your English is quite good, I will tell to you for the result about 2 weeks later, Good luck Denni.
(****)
Hari demi hari saya selalu mengecek email, namun tetap saja masih belum ada email balasan. Rasa cemas dan was was selalu menemani setiap hari, bahkan sempat beredar isu bahwa hanya 3 orang yang nanti diterima. Namun berbekal doa dan kepercayaan, saya terus mencoba berharap dan mempertahankan keyakinan ini.

Suatu hari teman saya Fico datang dan memberitahu kabar bahwa ia sudah dikirimi email dari Swiss yang menyatakan bahwa ia diterima sebagai karyawan permanen. Tanpa berfikir panjang sayapun segera membuka email, menunggu dan menunggu,, irama detakan jantung yang terasa lebih cepat disertai  rasa cemas.
lalu Saya melihat di halaman pertama baris pertama ada kiriman email dari swiss yang setelah saya buka, berisi kalimat dibawah ini :
Dear Denni,
We are pleased to make this firm offer for a position of Navigator with an annual guaranteed salary of USD XXXXX . This salary is paid over twelve months. 

Rasa Bahagia dan terharu bercampur aduk menjadi satu, namun saya ingat bahwa masih ada 1 teman dekat saya yang bekerja sebagai sebagai Gunners, sehingga saya segera menjumpai dia untuk memberitahu kabar baik yang sudah datang ini.
Setelah berjumpa denga Sammy, saya berkata,”Sammy, aq dan Fico sudah menerima Email dari Swiss dan kami diterima, Bagaimana dengan kamu ?” Jujur saja pada saat itu saya berfikir bahwa Sammy juga diterima.
Namun Ternyata Jawaban Sammy berbeda, ”Belum rejekiku den.” Sammy sedikit berubah irama nafasnya menjadi lebih cepat, saya cukup kaget mendengar berita itu, tidak menyangka, setelah berbincang sekitar 5 menit, saya membalikkan badan dan berusaha menyembunyikan air mata yang sudah siap jatuh, saya mengusap mata saya dan menyadari bahwa dalam setiap pertemuan pasti ada saatnya untuk berpisah, Banyak yang masuk namun tidak semua yang dipilih,
Saya hanya bisa berdoa semoga teman teman yang belum mendapatkan kontrak permanen ini, bisa mendapatkan yang lebih baik diluar sana. Amin.

(****)
Hal terberat dan terakhir yang harus saya lalui adalah keputusan untuk Resign dari perusahaan lama.
kemarin, saya berjumpa dengan atasan saya yang sungguh baik hati dan selama 2 tahun terakhir ini selalu membimbing saya dan berperan besar dalam perkembangan karir saya. Beliau cukup kaget setelah mengetahui bahwa saya akan pindah ke perusahaan asing, lalu beliau menjawab, “Denni, semua keputusan ada di kamu, bapak selalu mendukung apapun keputusan kamu. Semoga kamu mendapatkan yang lebih baik di tempat kerja kamu yang baru.”

Mata saya berkaca kaca, apalagi jika saya mengingat ingat sekitar 2 tahun yang lalu ketika saya belum mengetahui apa itu Seismik, namun  Beliau dengan sabar selalu membimbing saya, mengajari tahapan seismic, dan berkata,” Denni harus mengerti apa itu seismic, kalau ada yang belum mengerti bisa ditanyakan langsung ke saya.”
dan Hari ini beliau harus menyaksikan anak didikannya harus pergi.
Namun sebuah keputusan sudah dibuat, semoga keputusan ini menjadi keputusan yang terbaik, dan cerita pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi siapapun yang nanti membacanya, Life must go on, Keep Fight, and Keep your Dream on.
Best Regards,
Denni Pascasakti
Jakarta, 17 July 2012



 

5 comments:

miamio said...

salut banget mas,ceritanya menginspirasi
semakin cinta sama geodesi :)
cita cita pengen kerja di seismik offshore seperti mas denni,tapi apakah ada peluang untuk wanita??

salam kenal
mia-geodesi undip

miamio said...

sip mas ,makasih infonya
kalo mas denni bisa,aku juga harus bisa ya, :))

Anonymous said...

Masden dulu mulai dari jr Geodet Engineer ato MT nya mas?
saya juga baru aja selesai MCU proses rekrutmen PT Elnusa utk Jr Geodet Engineer nya
Oya mau tanya mas,klo pas diskusi grup pertanyaanya tentang teknis ato gmn?
saya pernah punya pengalaman ttg tes group discuss gt tapi waktu tes militer,tapi yg jadi sample case nya hal yang berbau psikologi gt

dennipascasakti said...

@anonim : dulu mas mencoba pas bukaan MT di PT ELnusa Tbk. Kalau pas diskusi, dulu masden disuruh presentasi di depan direksi mengenai managemen perusahaan gt, bukan tentang teknis. Namun untuk Jr. Geodetic, biasanya pertanyaan seputar teknis. jadi dipersiapkan saja dari sekarang.

Semoga sukses

Agnes RT said...

Konten blog nya bagus mas, detil + terperincindi tiap peristiwa. Salam kenal sesama geodet (: