Skip to main content

Offshore Bag

                                                   

Saya telah menggunakan berbagai jenis offshore bags selama bekerja di lingkungan offshore. Pengalaman ini memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis luggage.

Pada awalnya, saya menggunakan duffle bag The North Face selama kurang lebih empat tahun. Seiring waktu, tas tersebut mulai mengalami kerusakan pada beberapa bagian, terutama sobekan akibat pemakaian. Setelah itu, saya beralih menggunakan hardcase luggage The President ukuran 24 inci. Namun, luggage ini hanya bertahan sekitar dua tahun karena bagian hardcase mengalami penyok dan bahkan retak. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh penanganan bagasi ketika di bandara, yang memang menjadi salah satu kelemahan utama luggage berbahan hardcase karena rentan pecah atau retak.

Selanjutnya, saya mencoba menggunakan luggage The Baller ukuran 24 inci berbahan polycarbonate. Sayangnya, luggage dengan bahan polycarbonate tidak direkomendasikan untuk crew change yang menggunakan helikopter. Oleh karena itu, saya kembali menggantinya dengan softcase luggage Samsonite ukuran 24 inci. Meskipun kualitasnya baik, ukurannya relatif lebih besar dibandingkan luggage 24 inci pada umumnya, sehingga terasa kurang nyaman ketika digunakan untuk perjalanan jauh.

Pilihan berikutnya sekaligus yang paling saya rekomendasikan adalah Global Travel Bag softcase merek Ripcurl dengan kapasitas 100 liter. Tas ini memiliki volume yang sangat besar dan sangat fungsional untuk kebutuhan offshore. Selain itu, karena menggunakan bahan softcase, tas ini diperbolehkan untuk digunakan baik saat crew change menggunakan helikopter maupun saat merapat di pelabuhan, sehingga memberikan rasa aman dan fleksibilitas lebih tinggi.

Tips Memilih Luggage untuk Pekerjaan Offshore

Bagi rekan-rekan yang bekerja di dunia offshore, berikut beberapa tips yang dapat dipertimbangkan saat memilih luggage:

  1. Pilih luggage dengan bahan softcase.
  2. Gunakan luggage yang dilengkapi dengan kunci TSA Lock.
  3. Pilih ukuran 24 inci agar tetap praktis dan sesuai kebutuhan.
  4. Gunakan merek yang sudah terbukti kualitas dan ketahanannya, seperti The North Face, Ripcurl, atau Samsonite.
  5. Pilih warna yang cerah agar mudah dikenali saat pengambilan bagasi di bandara.
  6. Gunakan luggage belt untuk memudahkan identifikasi dan menambah keamanan.

Demikian pengalaman dan tips dari saya dalam memilih luggage untuk pekerjaan offshore. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi bagi rekan-rekan sekalian.


Comments

Popular posts from this blog

Prosedur Buku Pelaut Panama

  Update 2026 :  Buku Pelaut Panama  (click this link) Saya ingin membuat buku pelaut Panama karena adanya kemudahan akses ketika bekerja di beberapa negara sebagai Seaman. Awalnya cukup sulit untuk menemukan informasi di Internet mengenai prosedur pembuatan buku Pelaut Panama di Indonesia. Namun saya segera mencari tahu dan mencobanya sendiri, hanya dalam waktu 3-4 hari kerja, setelah semua syarat dokumen lengkap dan dilakukan pembayaran, saya sudah bisa mendapatkan buku pelaut Panama di Rumah. Berikut ini saya sampaikan beberapa point-point penting mengenai prosedur pembuatan Buku Pelaut Panama : 1.      Dimana membuat buku pelaut Panama? Buku pelaut Panama dibuat di Consulate General of Panama di Jakarta yang berada di World Trade Center Lt.13, Jalan Jend. Sudirman, Karet-Kuningan. Namun karena keterbatasan waktu, saya menggunakan jasa Agent. 2.      Apa saja persyaratan buku pelaut Panama? a.     ...

Cerita dan Tips dibalik Pama Persada dan Elnusa

Akhirnya setelah 2 bulan penuh bekerja sebagai bapak rumah tangga, tepat tanggal 13 February 2010 ,aq mendapatkan pekerjaan di PT Elnusa Tbk dan PT Pama Persada menempati posisi MT – Engineering ( kata orang2 sih posisi ini adalah cara cepet untuk masuk ke tingkat managerial) yang pada akhirnya saya memilih bekerja di PT Elnusa Tbk.Saya hanya ingin berbagi cerita dan pengalaman selama mengikuti tahapan tes yang super panjang,membosankan dan sampai berbulan bulan.Ketika itu, saya hanya bisa harap harap cemas dan berdoa menanti setiap panggilan telepon lolos dari satu tahap ke tahap berikutnya. Perjalanan di PT Pama Persada Nusantara (http://www.pamapersada.com/) Semua bermula di awal bulan Desember 2009 ketika aq melihat pengumuman di website akan ada Job fair di UNPAD bandung , yang salah satu diantara perusahaan nya adalah PT Pama Persada Nusantara. Perusahaan ini adalah Kontraktor pertambangan terbesar di Asia yang merupakan anak perusahaan dari PT Astra Internasional. Kemudian tan...

Basic Safety Training (BST) untuk Permohonan Buku Pelaut

Melalui artikel ini, saya ingin membahas mengenai proses BST mulai dari pendaftaran, training, sampai dengan pengambilan sertifikat. Mengapa saya memerlukan sertifikat ini? Alasannya karena saya ingin membuat Buku pelaut di Kantor Syahbandar terdekat, dan BST sebagai salah satu syarat wajib untuk pembuatan buku pelaut. Saya sudah pernah mengambil training BST yang diberikan oleh perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya, hanya saja sertifikat tersebut tidak bisa digunakan karena training yang saya ikuti hanya 3 hari, padahal untuk training BST yang sesuai standar STCW adalah 8 - 9 hari. Oleh karena itu, saya harus kembali mengikuti training BST sesuai standar STCW, sehingga sertifikatnya nanti bisa saya gunakan sebagai syarat pembuatan buku pelaut. Dimana tempat training BST di Jakarta dan sekitarnya ? 1.        Bina Sena Website               = http://binasena.com Biaya ...